Ditemukan 36219 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nikita Evelyna Subiyanto; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Bambang Wispriyono, Agustin Indracahyani
Abstrak:
Read More
COVID-19 merupakan penyakit pernapasan yang mewabah di seluruh dunia setelah kasus pertama di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok, ditemukan pada Desember 2019, dan memasuki Indonesia pada tahun 2020, yang mengakibatkan terjadinya masa pandemi. Pada masa pasca-pandemi tersebut, diduga terdapat hubungan antara determinan lingkungan hunian baik dari kondisi lingkungan dan kondisi status ekonomi memiliki hubungan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan COVID-19. Penelitian berikut menggunakan desain penelitian cross-sectional dan simple random sampling. Dari penelitian berikut, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan bermakna antara determinan lingkungan hunian terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan COVID-19, dan dapat diketahui lingkungan hunian memiliki hubungan lebih kuat terhadap pengetahuan seseorang terhadap COVID-19.
COVID-19 is a respiratory illness that plagued the world after first case found on Wuhan, People’s Republic of China, in December 2019, and entered Indonesia on 2020 that caused pandemic era in Indonesia. On post-pandemic era, it is suspected there are relationship between household condition determinants from the environment and economic status to knowledge, perception and attitudes towards COVID-19. The research used cross-sectional study design and simple random sampling. From this research, it could be seen that there is a significant relationship between household condition and knowledge, perception and attitudes towards COVID-19. It is also known that household condition has stronger relationship with someone’s knowledge towards COVID-19
S-11336
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alfida Nadira; Pembimbing:Al Asyary; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Rony Darmawansyah Alnur
Abstrak:
Read More
Pada bulan desember tahun 2019, seluruh dunia dikejutkan dengan kemunculan wabah penyakit baru di Wuhan yang menyerang sistem pernafasan manusia dan menyebar dengan cepat ke lebih dari 190 negara di dunia. Penyakit yang dikenal sebagai Coronavirus Disease (COVID-19) ini ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) akibat kenaikan kasus yang cepat disertai angka kematian yang tinggi. DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah dengan kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia, maka diperlukan perilaku pencegahan dan pengendalian COVID-19 di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan perilaku penggunaan dan pengelolaan masker dalam upaya pencegahan COVID-19 masa pasca pandemi di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi masyarakat berusia 16-64 tahun di wilayah DKI Jakarta dengan total sampel sebanyak 624 responden. Analisis dilakukan secara bivariat dengan chi-square. Hasil uji bivariat diperoleh adanya hubungan antara tempat tinggal (p=0,010 <0,05), pengetahuan (p=0,000 <0,05), dan perilaku (p=0,023 <0,05) dengan kejadian COVID-19. Variabel lain seperti usia (p=0,457) dan jenis kelamin (p=0,165) ditemukan tidak memiliki hubungan signifikan (>0,05) dengan kejadian COVID-19. Oleh karena itu, perlu meningkatkan edukasi atau sosialisasi penggunaan masker dalam bentuk infografis yang lebih menarik sehingga dapat mengendalikan angka kejadian COVID-19.
The entire world was astonished in December 2019 by the appearance of a new illness outbreak in Wuhan, that affects the human respiratory system and spreads fast to more than 190 nations. Due to the rapid increase in cases and high fatality rate, Coronavirus Disease (COVID-19) has been designated a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). DKI Jakarta is one of the regions with the greatest COVID-19 instances in Indonesia, hence a COVID-19 prevention and control culture is required in the community. The purpose of this study was for analyzing the association between public knowledge and mask usage behavior and management in COVID-19 attempts at prevention in the post-pandemic Period in DKI Jakarta. This is a quantitative study using a cross-sectional design. Purposive sampling was the method used for this study, with inclusion criteria for people aged 16-64 in the DKI Jakarta area, yielding a total of 624 respondents. The analysis was performed bivariately using chi-square. The bivariate test results showed an association between residence (p = 0.010 <0.05), knowledge (p = 0.000 <0.05), and behavior (p = 0.023 <0.05) and COVID-19 incidence. Other characteristics, such as age (p = 0.457) and gender (p = 0.165), were found to have no significant association (>0.05) with COVID-19 incident. As this occurs, it is required to increase education or socialization on the use of masks in the form of visually appealing infographics in order to control the occurrence of COVID-19.
S-11360
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kharizqamir Dwitili Elipen; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Khadijah Azhar
Abstrak:
Read More
Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah novel coronavirus (COVID-19) sebagai pandemi global. Memasuki bulan April tahun 2022, COVID-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan angka kasus positif COVID-19. Seiring dengan penurunan angka kasus, pemerintah mulai memberi izin untuk perguruan tinggi dapat melakukan kegiatan secara campuran (hybrid learning) yang memiliki risiko meningkatkan penularan COVID-19 kembali yang dikarenakan faktor perilaku tiap individu dan lingkungan sekitarnya jika masyarakat mulai abai terhadap virus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang bersumber dari perilaku individu, lingkungan sosial masyarkat, dan lingkungan tempat tinggal yang mempengaruhi penularan virus COVID-19. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional yang dilakukan pada 216 mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia dipilih secara simple random sampling, menggunakan kuesioner secara online. Data dianalisis dengan uji chi-square dan analisis regresi logistik ganda. Didapatkan hasil sebanyak 48,1% mahasiwa pernah mengalami COVID-19 dan 51,9% mahasiswa tidak penah mengalami COVID-19. Pada variabel penerapan protokol kesehatan, sistem perkuliahan, dan penerapan protokol kesehatan di masyarakat memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian COVID-19. Sedangkan pada variabel keikutsertaan vaksinasi COVID-19, penggunaan transportasi umum, ketersediaan posko satgas COVID-19 di lingkungan tempat tinggal, jumlah penghuni dalam tempat tinggal, dan jenis kawasan tempat tinggal tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian COVID-19. Penerapan protokol kesehatan merupakan variabel yang paling dominan dalam terjadinya paparan COVID-19.
On 11 March 2020, WHO declared the outbreak of the novel coronavirus (COVID-19) a global pandemic. Entering April 2022, COVID-19 in Indonesia began to experience a decrease in the number of positive cases of COVID-19. Along with the decrease in the number of cases, the government has begun to give permission for tertiary institutions to carry out varied activities (hybrid learning), which has the risk of increasing the transmission of COVID-19 again due to the behavior of each individual and the surrounding environment if people start to ignore the COVID-19 virus. This study aimed to determine risk factors originating from individual behavior, the social environment, and the living environment that influence the transmission of the COVID-19 virus. This study used a cross-sectional study conducted on 216 University of Indonesia Health Sciences Cluster students selected by simple random sampling using an online questionnaire. Data were analyzed by chi-square test and multiple logistic regression analysis. The results were that 48.1% of students had experienced COVID-19 and 51.9% had never experienced COVID-19. In the variables of implementing health protocols, the lecture system, and the application of health protocols in the community has a significant relationship to the incidence of COVID-19. Meanwhile, the COVID-19 vaccination participation variable, use of public transportation, the availability of COVID-19 task force posts in the neighborhood, the number of residents in residence, and the type of residential area have no significant relationship with the incidence of COVID-19. Implementation of health protocols is the most dominant variable in exposure to COVID-19.
S-11203
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Abiyyu Akmal; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: R. Budi Haryanto, Suryanta Sapta Atmaja
Abstrak:
Read More
Air minum adalah kebutuhan yang sangat esensial bagi seluruh makhluk hidup termasuk manusia. Air minum dengan kualitas yang memenuhi standar kesehatan sangat penting karena kualitas air yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada orang yang meminumnya. Untuk itu pengadaan akses air minum yang sehat penting untuk diupayakan dalam setiap aspek kehidupan, salah satunya di lingkup pendidikan tinggi. Universitas Indonesia adalah salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan akses air siap minum melalui fasilitas kampus yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengestimasi besaran risiko gangguan kesehatan akibat pajanan nitrat dan besi melalui konsumsi air siap minum yang disediakan oleh pihak Kampus UI Depok pada mahasiswa UI. Terdapat 50 responden mahasiswa yang berasal dari 8 (delapan) fakultas yang diamati di lingkungan Kampus UI Depok diwawancara guna mendapatkan data terkait pola konsumsi air siap minum dan antropometri. Konsentrasi nitrat dan besi diketahui dari hasil uji laboratorium sampel air siap minum dari 8 fakultas yang diamati. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa keseluruhan sampel sudah memenuhi baku mutu kesehatan untuk parameter besi. Sedangkan untuk parameter nitrat masih terdapat satu sampel yang memiliki konsentrasi nitrat melebihi baku mutu. Berdasarkan hasil perhitungan analisis risiko, tingkat risiko (RQ) pajanan nitrat melalui konsumsi air siap minum pada mahasiswa di lingkungan Kampus UI Depok pada pajanan realtime parameter nitrat dan besi masing-masing sebesar 0,006 dan 0,001. Sedangkan pajanan lifespan parameter nitrat dan besi melalui konsumsi air siap minum pada lingkup populasi yang sama menunjukan nilai masing-masing sebesar 0,043 dan 0,011. Selain itu tingkat risiko pada semua skenario (intake minimum, rata-rata dan maksimum) baik pada lingkup populasi keseluruhan Kampus UI Depok maupun per fakultas dinyatakan aman atau tidak berisiko (RQ ≤ 1) menyebabkan gangguan kesehatan pada mahasiswa yang mengkonsumsi air siap minum tersebut.
Drinking water is a very essential need which is required by all living creatures including humans. Drinking water that fulfils health standards is important since if drinking water does not meet the required health standards it could cause many health problems to those who consume it. Due to these terms, the provision of access to healthy drinking water is important to strive for in every aspect of life, one of these aspects is in academic realm. Universitas Indonesia is one the campuses in Indonesia that has provided healthy drinking water access to its inhabitants through its campus facility located in Depok City, West Java. This study aims to estimate the health risk cause by exposure to nitrate and iron through the consumption of ready-to drink water provided by Universitas Indonesia. There are 50 student respondents from eight observed faculties that are interviewed to obtain data related to consumption patterns of ready-to-drink water and anthropometry. Nitrate and iron concentrations were known from laboratory test results of ready-to-drink water samples from the 8 observed faculties. Laboratory test results showed that all samples met the health quality standards for iron parameters. As for the nitrate parameter, there is still one sample that has a nitrate concentration that exceeds the quality standard Based on the results of risk analysis calculations, the risk level (RQ) of nitrate exposure through consumption of ready-to-drink water in students at the UI Depok Campus on realtime exposure to nitrate and iron parameters is 0,006 and 0,001, respectively. While exposure to nitrate and iron lifespan parameters through consumption of ready-to-drink water in the same population range showed values of 0,043 and 0,011 respectively. In addition, the level of risk in all scenarios (minimum, average and maximum intake) both in the scope of the overall population of the UI Depok Campus and per faculty is stated to be safe or not at risk (RQ ≤ 1) causing health problems to students who consume ready-to-drink water.
S-11254
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edwina Bernita Sitorus; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan COVID-19 dengan perilaku social distancing dalam upaya pencegahan COVID-19 pada masyarakat di DKI Jakarta. Penelitian dengan pendekatan metode kuantitatif, desain cross sectional, dilakukan pada 408 orang yang berusia 15-64 tahun dan diambil secara random sampling dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan dengan metode responden mengisi kuesioner secara mandiri yang dilakukan secara online dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai COVID-19, seperti gejala, penularan, pencegahan, dan penyembuhan. Hasil tersebut juga sejalan dengan perilaku social distancing yang dimiliki oleh masyarakat, dimana perilaku masyarakat sudah cukup baik dalam menjaga jarak di tempat umum, menghindari zona merah, penggunaan transportasi umum dan menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Read More
S-10725
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zihan Kamila Maharani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Indry Octavia
Abstrak:
Read More
Penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit masih banyak ditemukan di lingkungan dengan sanitasi buruk dan kebersihan diri yang rendah, termasuk di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene, kondisi sanitasi lingkungan, dan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan pada warga binaan LPKA Kelas II Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 31 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara lama masa tinggal dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan, diare, dan ISPA (p≤0,05). Disarankan adanya peningkatan edukasi terkait kebersihan diri dan perbaikan sanitasi lingkungan di LPKA guna menurunkan risiko penyakit.
Environmental-based diseases are often found in environments with poor sanitation and low personal hygiene, including in Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). This study aims to examine the relationship between personal hygiene, environmental sanitation conditions, and housing density with the incidence of environmentally based diseases among the residents of LPKA Kelas II Jakarta. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 31 participants selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and observation, and analyzed using the chi-square test. The results showed a significant relationship between length of stay and the incidence of environmentally based diseases, including diarrhea and acute respiratory infections (p≤0.05). It is recommended to enhance education on personal hygiene and improve environmental sanitation in LPKA to reduce disease risk.
S-11916
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Izzah Dinillah; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Bambang Wispriyono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Penanganan limbah merupakan kegiatan yang meliputi pemilahan dan pengelompokan berdasarkan jenis limbah serta pengumpulan dari sumber limbah ke tempat penampungan sementara lalu ke tempat pembuangan akhir. Limbah masker sekali pakai dapat ditangani dengan mudah, mulai dari pemilahan, pewadahan, disinfeksi dan pelabelan. Pada tahun 2020, jumlah timbulan sampah di Jakarta mencapai 124.740 ton dan sebanyak 860 kilogram limbah masker sekali pakai telah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku penanganan limbah masker sekali pakai yaitu faktor sosiodemografi (jenis kelamin, status tempat tinggal, besar uang saku), pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi, kebijakan dan peran keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosidemografi, pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi dengan perilaku penanganan limbah masker sekali pakai pada mahasiswa rumpun kesehatan dan non kesehatan di Universitas Indonesia. Metode: Desain studi cross sectional dengan unit analisis mahasiswa Universitas Indonesia tahun angkatan 2019-2022. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil menggunakan kuesioner online. Sampel yang diperoleh sebanyak 474 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku buruk. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak responden yang belum melakukan pemilahan, pewadahan dan desinfeksi serta pelabelan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara keterpaparan media informasi, kebijakan dan peran keluarga dengan perilaku penanganan limbah masker sekali pakai baik pada mahasiswa rumpun kesehatan maupun non kesehatan.
Background: Waste handling is an activity that includes sorting and grouping based on the type of waste and collecting from the source of the waste to a temporary shelter and then to the final disposal site. Disposable mask waste can be handled easily, starting from sorting, containerizing, disinfecting, and labeling. In 2020, the amount of waste generated in Jakarta reached 124,740 tons, and the Jakarta Environment Agency handled as much as 860 kilograms of disposable mask waste. Several factors can influence the behavior of handling disposable mask waste, such as sociodemographic factors (gender, residence status, amount to of pocket money), knowledge, attitudes, exposure to information media, policies, and family role. Objective: This study aims to determine the relationship between sociodemographic factors, knowledge, attitudes, and exposure to information media with the behavior media of handling disposable mask waste among Health and Non-Health Students at the University of Indonesia. Methode: Cross-sectional study design with the unit of analysis of Universitas Indonesia students in the 2019-2022 batch. The data used is primary data taken using an online questionnaire. The sample obtained were 474 respondents. Results: The results showed that most respondents had bad behavior, This is because there are still many respondents who have not done sorting, packaging and disinfection, and labeling. Conclusion: There is a significant relationship between exposure to information media, policies, and family roles with the behavior of handling disposable mask waste in both health and non-health students.
S-11247
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kirana Mahadewi Heryadi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Achmad Samudera
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Kampus Universitas Indonesia memiliki fasilitas pelayanan alat penyedia air siap minum yang dapat mengubah air tanah menjadi air siap minum. Penggunaan air tanah masih dominan di Kampus Universitas Indonesia Kota Depok. Kota Depok memiliki karakteristik jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan sedimen sehingga air tanah Kota Depok berpeluang mengandung logam berat berupa mangan dan kromium heksavalen. Tujuan: Mengestimasi besaran risiko kesehatan akibat pajanan mangan dan kromium heksavalen melalui asupan air siap minum yang dikonsumsi mahasiswa Universitas Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilakukan pada tahun 2023 di Kampus Utama Universitas Indonesia yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat. Total responden yang diwawancarai sebanyak 60 mahasiswa dan sampel air siap minum berjumlah 9 sampel yang dikumpulkan dari 8 fakultas yang berbeda. Hasil: Terdapat 1 sampel air siap minum yang kadar konsentrasi mangannnya melebihi standar baku mutu dan kadar konsentrasi kromium heksavalen pada seluruh sampel air siap minum sudah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Permenkes No 2 Tahun 2023. Jumlah estimasi rata-rata intake pajanan mangan dan kromium heksavalen masing-masing sebesar 1.21×10-5 mg/kg/hari dan 7.12×10-7 mg/kg/hari (realtime) serta 8.75×10-5 mg/kg/hari dan 5.15×10-6 mg/kg/hari (lifespan). Tingkat risiko pajanan mangan dan kromium heksavalen masing-masing sebesar 8.64×10-5 dan 2.37×10-4 (realtime) serta 6.25×10-4 dan 1.72×10-3 (lifespan). Hasil ini menunjukkan bahwa air siap minum tidak berisiko menimbulkan gangguan kesehatan (RQ ≤ 1) sehingga air siap minum aman untuk dikonsumsi.
Background: The University of Indonesia campus has a ready-to-drink water service facility that can convert groundwater into ready-to-drink water. The use of groundwater is dominant on the University of Indonesia campus in Depok City. Depok City has the characteristic of a soil type that is formed from the weathering of sedimentary rocks, so that Depok City's groundwater has the possibility of containing heavy metals, such as manganese and hexavalent chromium. Objective: To estimate the magnitude of health risk due to exposure to manganese and hexavalent chromium through the intake of ready-to-drink water consumed by University of Indonesia students. Methods: This research uses the Environmental Health Risk Analysis (ERHA) study approach. The research was conducted in 2023 at University of Indonesia campus in Depok City. The total number of respondents interviewed was 60 students, and 9 samples of ready-to-drink water were collected from 8 faculties. Results: There is 1 ready-to-drink water sample where the manganese concentration exceeds the quality standard, and the hexavalent chromium concentration level in all samples meets the quality standards based on Permenkes No. 2 of 2023. The estimated average intake of manganese and hexavalent chromium exposure respectively is 1.21×10-5 mg/kg/day and 7.12×10-7 mg/kg/day (realtime) and 8.75×10-5 mg/kg/day and 5.15×10-6 mg/kg/day (lifespan). The risk levels of exposure to manganese and hexavalent chromium respectively were 8.64×10-5 and 2.37×10-4 (realtime) and 6.25×10-4 and 1.72×10-3 (lifespan). These results indicate that ready-to-drink water has no risk of causing health problems (RQ ≤ 1), so can be classified as safe to drink water.
S-11253
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mashita Fajri Maysuro; Pembibing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, Erlina Puspitaloka
Abstrak:
Computer vision syndrome (CVS) adalah sindrom yang terjadi karena adanya interaksi mata yang berlebihan dengan komputer. Faktor risiko terkait individu, lingkungan, dan komputer dapat meningkatkan prevalensi CVS dan menyebabkan gejala visual dan ekstraokular pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara faktor risiko individu, komputer, dan lingkungan dengan prevalensi CVS pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 109 mahasiswa reguler Fasilkom UI angkatan 2015-2018. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner online. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Prevalensi CVS diperoleh dari sampel sebanyak 36 mahasiswa (33%). Hasil uji bivariat antara faktor risiko dan CVS diperoleh sebagai berikut, riwayat penyakit mata (p= 0.25 OR= 1.76 CI 95%= 0.76-4.07), penggunaan kacamata (p=0.32 OR= 2.02 CI 95%= 0.71- 3.91), jenis kelamin (p= 1.00 OR= 1.67 CI 95%= 0.45-2.29), postur duduk (p=0.27 OR 0.49 CI 95%= 0.76-3.82), usia (p=0.04 OR= 3.19), lama waktu per penggunaan komputer (p= 0.01 OR=1.76 CI 95%= 0.67-3.39), dan durasi penggunaan komputer per hari (p= 0.41 OR= 4.08 CI 95%= 1.42-11.7). Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang behubungan secara signifikan terhadap kejadian CVS adalah usia dan lama waktu per penggunaan komputer. Kata kunci: Computer vision syndrome, mahasiswa, faktor risiko
Read More
S-10051
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhyi Nur Fitrahanefi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Intan Yustiawati
Abstrak:
Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat penyakitmenular dan tidak menular adalah dengan menerapkan perilaku gaya hidup sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik mahasiswa (umur,jenis kelamin, uang saku, dan fakultas), pengetahuan, dan sikap terhadap perilakugaya hidup sehat mahasiswa S1 Reguler Aktif Universitas Indonesia tahun 2014.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 menggunakan desain studicross-sectional dengan total sampel sebanyak 454 responden dari 13 fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden memiliki perilaku gaya hidup sehatdan 41% memiliki perilaku gaya hidup tidak sehat. Berdasarkan enam variabel,hanya variabel fakultas yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan nilai p 0,000 dan nilai OR 2,45 (CI 95% : 1,63-3,66).
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Gaya Hidup Sehat
Undergraduate Student of Universitas Indonesia in 2014Adopting healthy lifestyle behaviour is an effort to reduce the mortality and casenumber from infectious and non-infectious disease. This study aimed to determinethe relationship of student characteristics (age, sex, allowance, and the faculty),knowledge, and attitude toward healthy lifestyle behaviors among undergraduatestudent of University of Indonesia. This study used cross sectional in March 2014which included 454 respondents from 13 faculties. The results showed that 59% ofrespondents have a healthy lifestyle behaviors, and 41% of them do not have it.Based on six variables, only kind of the faculty which has significant relationshipstoward student healthy lifestyle behaviors with p values 0.000 and OR 2.45 (95%CI: 1.63 to 3.66).
Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour Healthy Lifestyle
Read More
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Gaya Hidup Sehat
Undergraduate Student of Universitas Indonesia in 2014Adopting healthy lifestyle behaviour is an effort to reduce the mortality and casenumber from infectious and non-infectious disease. This study aimed to determinethe relationship of student characteristics (age, sex, allowance, and the faculty),knowledge, and attitude toward healthy lifestyle behaviors among undergraduatestudent of University of Indonesia. This study used cross sectional in March 2014which included 454 respondents from 13 faculties. The results showed that 59% ofrespondents have a healthy lifestyle behaviors, and 41% of them do not have it.Based on six variables, only kind of the faculty which has significant relationshipstoward student healthy lifestyle behaviors with p values 0.000 and OR 2.45 (95%CI: 1.63 to 3.66).
Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour Healthy Lifestyle
S-8226
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
