Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38026 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Annisa Faradina Astini; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Wachyu Sulistiadi, Hasan Salim Alatas, Rahayu Astuti
Abstrak:

Rumah sakit merupakan salah satu organisasi yang sangat kompleks yang didalamnya terdapat berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat kelilmuan yang beragam dan saling berinteraksi satu sama lain. Pelayanan rumah sakit yang sarat dengan kompleksitas prosedur diagnostik sangat memungkinkan risiko mencederai pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran persepsi serta hubungan karakteristik tenaga bidan dan perawat terhadap budaya keselamatan pasien di RS Budi Kemuliaan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan Jakarta, menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 83 orang dipilih secara acak sistematik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 54,2% responden memiliki respon positif terhadap budaya keselamatan pasien. Hasil analisis membuktikan bahwa usia (p=0,002), masa kerja (p=0,040) dan unit kerja (p=0,040) berhubungan dengan budaya keselamatan pasien. Usia merupakan variabel independen utama yang mempengaruhi respon terhadap budaya keselamatan pasien. Tenaga kesehatan dengan usia 30 tahun. Untuk itu perlu diadakan pelatihan perawatan dasar secara rutin guna menghindari kesalahan dalam memberikan pelayanan. Kata kunci: Budaya Keselamatan Pasien; Persepsi, Karakteristik; Tenaga Kesehatatatan 


 

The hospital is a very complex organization in which there are various types of health workers with diverse scientific devices and interact with each other. Hospital service which is loaded with the complexity of the diagnostic procedure is a very possible risk of injuring the patient. This study aims to describe the perceptions and the relationship between the characteristics of midwives and nurses on patient safety culture at Budi Kemuliaan Hospital. The study was conducted at Budi Kemuliaan Mother and Child Hospital, Jakarta, using a cross-sectional design with a sample of 83 people selected by systematic random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression. The results showed that 54.2% of respondents had a positive response to patient safety culture. The results of the analysis proved that age (p = 0.002), years of service (p = 0.040), and work unit (p = 0.040) were associated with patient safety culture. Age is the main independent variable affecting the response to patient safety culture. Health workers aged 30 years. Thus, it is necessary to hold regular basic maintenance training in order to avoid mistakes in providing services Key words: patient safety, perception, characteristic.

Read More
T-6840
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esty Febriani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Evie Martha, Mieke Savitri, Asih Widowati, Bunindro
Abstrak:
Setelah berdiri sekitar 80 tahun, pimpinan Rumah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan pada tahun 1999 ingin merubah citra tersebut dari Rumah Sakit bagi golongan menengah ke bawah menjadi rumah sakit untuk semua lapisan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut Rumah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan Jakarta harus merancang strategi yang tepat pada waktu yang akan datang. Untuk itu perlu diketahui harapan pasien terhadap suatu rumah sakit bersalin dan bagaimana pelaksanaan layanan di Rumah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan Jakarta sehingga dapat diketahui kesenjangan yang ada. Penelitian ini menganalisis kepuasan pasien berdasarkan tingkat kesesuaian antara harapan pasien dan pelaksanaan layanan Rumah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan berdasarkan dimensi SERQUAL yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles. Jika tingkat pelaksanaan sama atau lebih dari harapan pasien dianggap puas sedangkan jika sebaliknya dianggap tidak puas (Zeithaml, Parasuraman & Berry, 1990). Selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan kuadran ?Importance and performance Analysis" yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai aspek-aspek yang merupakan kelebihan dan kekurangan yang harus ditingkatkan di Rumah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan Jakarta. Selain itu juga dianalisa hubungan karakteristrik individu umur, pendidikan, pekerjaan dan kelas perawatan dengan kepuasan pasien. Penelitian yang berlangsung bulan November hingga Desember 2001, menggunakan rancangan belah lintang (cross sectional) dengan jumlah responder 97 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling pada pasien persalinan normal yang sedang menjalani rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan proporsi pasien persalinan normal yang tidak puas pada dimensi tangibles yaitu yang meliputi fasilitas fisik dan perlengkapan adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan kepuasan pada dimensi lain. Begitu juga tingkat kesesuaian antara harapan pasien dan pelaksanaan layanan menunjukkan skor paling rendah pada dimensi ini. Setelah dilakukan pengujian secara statistik dengan uji t independen untuk variabel umur dan chi-square untuk variabel lainnya, maka diperoleh hubungan yang bermakna antara karakteristik pendidikan dan kelas perawatan dengan kepuasan pasien. Sedangkan kepuasan pada tangibles, empathy dan reliability mempunyai hubungan yang bermakna dengan kepuasan terhadap layanan Runaah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan tahun 2001. Berdasarkan "Importance and Performance Analysis" yang dilakukan, beberapa aspek yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan yaitu: penataan interior dan kelengkapan, kesiapan dan kebersihan peralatan, walaupun menurut penelitian beberapa aspek lainnya juga perlu diperhatikan seperti prosedur pelayanan, perhatian khusus pada pasien, kebersihan ruang perawatan. Sedangkan beberapa aspek yang harus dipertahankan adalah ketanggapan terhadap layanan, tindakan yang cepat dan tepat, keterampilan dan pengetahuan petugas dan dukungan pada saat melahirkan.

Analysis of normal delivery patient satisfaction to the quality services of Budi Kemuliaan Maternity Hospital, Jakarta 2001After the Budi Kemuliaan Maternity Hospital was built for about 80 years, since 1999 the management of Budi Kemuliaan Maternity Hospital Jakarta want to change the image from the hospital for poor people to the hospital for all people. To achieve the goals, Budi Kemuliaan Maternity Hospital must have an appropriate strategic plan in the future. For doing it, the management need to know about patient expectation and how the performance of the Budi Kemuliaan Maternity Hospital. This study analyze patient satisfaction by comparison between patient's expectation and performance of the Budi Kemuliaan Maternity Hospital services Jakarta based on SERVQUAL dimensions i.e., reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangibles. If the performances exceed or meet patient expectation that means satisfied but on the other way it means unsatisfied (Zeithaml, Parasuraman & Berry, 1990). Furthermore, the researcher analyzes the expectation and performance scores with "Importance and Performance analysis" for figuring out the strength and weakness of the Budi Kemuliaan Maternity Hospital. In this study the researcher also want to know about the individual character i.e age, education, job and nursing class with their satisfaction. The study was held on November to December 2001 and used the cross sectional design with 97 persons number of respondents. The respondents were chosen by quota sampling method. The result of study showed that proportion of unsatisfied patient was high in tangibles dimension which covered the physical aspect and the equipment of the hospital but the suitability between the patient expectation and performance of facility service is low. After the researcher analyzed by t Independent test for age variable and chi-square for another variables, result showed that any significant relationship between age, nursing class and patient satisfaction and any significant relationship also between satisfaction in tangibles, empathy and reliability dimensions with overall patient satisfaction. Conclusion: Based on "Importance and Performance Analysis", there are two aspect that Budi Kemuliaan Maternity Hospitai need to improve immediately i.e Interior design and completeness, readiness and cleanliness of equipment. Although there are some aspects need to improve to such as service procedure, special attention to the patient, cleanliness of nursing room. The aspects are needed to maintain such as responsiveness, competency of the provider and supporting of provider.
Read More
T-1227
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okti Eko Nurarti; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Enny Mulyatsih, Ns. Siti Anisah
T-5326
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Komalasari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Robiana Modjo, Yunita Asima Fenny Silvana S
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai budaya keselamatan pasien dan hubungannya dengan pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) di RSUP Fatmawati tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan Embedded Design dimana penelitian kuantiatif dan kualitataif dilakukan bersamaan. Penelitian kuantitatif sebagai penelitian utama dan kualitatif sebagai penelitian penunjang. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan, budaya keselamatan pasien dalam dimensi budaya keterbukaan, budaya keadilan dan budaya pembelajaran terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUP Fatmawati. Tetapi masa kerja, profesi, kontak dengan pasien dan budaya pelaporan memiliki hubungan yang signifikan terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien setelah dikontrol dengan variabel lain. Penelitian ini menyarankan rumah sakit untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai keselamatan pasien dan budaya keselamatan pasien, melakukan upaya meningkatkan keberanian karyawan untuk melapor dengan tidak memberlakukan hukuman, memperbaiki sistem, memberikan umpan balik, dan melakukan evaluasi sistem penugasan atau staffing.

The focus of this study is the patient safety culture and its relationship with patient safety incident (PSI) reporting at Fatmawati Central General Hospital in 2024. This research adopts a mixed-method approach with an Embedded Design, where quantitative and qualitative research are conducted simultaneously. Quantitative research serves as the primary investigation, while qualitative research supports the main inquiry. The findings reveal no significant correlation between age, gender, length of service, educational level, patient safety culture in terms of open culture, just culture and learning culture, and PSI reporting at Fatmawati Central General Hospital. However, lenght of service, profession, patient contact, and report culture exhibit a significant relationship with PSI reporting after controlling for other variables. This study suggests hospitals enhance employee understanding of patient safety and patient safety culture, encourage employees to report incidents without fear of punishment, improve systems, provide feedback, and evaluate assignment or staffing systems.
Read More
T-6934
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astian Octavia; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dian Ayubi, Agustin Kusumayati, Ida Sri Yuniarti
T-1414
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emytri; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dian Ayubi, Pradnya Paramita
Abstrak: Penilaian budaya keselamatan pasien adalah satu elemen dasar dalammeningkatkan upaya keselamatan pasien. Sangat penting untuk menilaibagaimana sikap, persepsi, kompetensi individu dan perilaku orang / kelompoksehingga menentukan komitmen dalam meminimalkan insiden. Penelitian itubertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan budayakeselamatan pasien. Jenis penelitian ini menggunakan metode crossectional padapopulasi seluruh pegawai Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) berjumlah649 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random samplingdengan besar sampel 250 orang responden. Analisis data yang dilakukan adalahanalisa regresi logistik ganda .Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien diRSPON memiliki respon positif 46,8%. dalam kategori budaya kurang kuat.Telah terbukti secara statistic bahwa terdapat hubungan signifikan dengan budayakeselamatan pasien Harapan dan Tindakan Promosi Keselamatan Pasien ,Persepsi Keselamatan Pasien, Komunikasi Terbuka, Pembelajaran Organisasi,Komitmen Manajemen, Umpan balik insiden, Kerjasama didalam unit dankerjasama diantara unit kerja, serta Serah terima dan pergantian shift. Faktor yangdominan berhubungan dengan budaya keselamatan pasien di RSPON tahun 2016adalah faktor pekerjaan yaitu Serah terima dan pergantian shif serta faktororganisasi berupa Manajemen SDM/staffing dan faktor pekerjaan yaitu Kerjasamaantar unit yang secara signifikan memiliki peluang untuk budaya keselamatanpasien yang lebih baik.Disarankan agar RSPON mengembangkan budaya keselamatan pasiendengan upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Mmengevaluasiinstrument atau dokumentasi serah terima pasien atau pekerjaan untukkeselamatan pasien. Mengembangkan dan mengevaluasi prosedur informasi padaserah terima.Mengoptimalkan pergantian kerja/shift melalui perubahan shift kerja.Mengidentifikasi model kerja tim antar unit dan meningkatkan koordinasi sertakolaborasi antara unit kerja.Melibatkan staf dan partisipasi aktif dalam evaluasisasaran keselamatan pasien, Melakukan pemutakhiran penilaian beban kerja danpengelolaannya lamanya waktu kerja lebih atau lembur.Kata kunci : Budaya Keselamatan pasien, faktor orang, organisasi, pekerjaan
Patient safety culture assessment are the basic component in the patientsafety improvement program. It is important to assess how attitudes, perceptions,competencies and behaviors of individuals / groups that determine thecommitment to minimize the incident. The study aims to determine patient safetyculture and the factors that influence it. This research used cross sectional methodon the entire population RSPON numbered 649 employees to response. Samplingwith simple random sampling technique and the number of sample in thisresearch is 250 respondents. Data analysis by logistic regression.The results showed that patient safety culture in the category of culture toresponse less well with the positive response of 46.8%. The dominant factoraffecting patient safety culture are job factor that handoff or transition and shift(p = 0.03) and cooperation between working units (p = 0.035), as well asorganizational factors, namely: staffing (p = 004). It is recommended to responseimprove patient safety culture (a) develop instruments handover of patients orwork for the safety of the patient, (b) development and evaluation procedure theinformation on the handover mainly verbal orders and telephones, (c) optimizingthe turn of the job / shift through changes in work shifts a maximum of 3 days andestablish effective communication as well as their supervision in patient safety, (d)identify a model of teamwork between the units and improve the coordination ofteamwork between units.Keywords: Patient Safety Culture, factor person, system, job
Read More
T-4681
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esty Wahyuningsih; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, Taufiq; Dezi Syukrawati
Abstrak: Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan primer di Indonesia dituntut untuk menerapkan keselamatan pasien dalam pelayanan yang diberikan. Langkah awal penerapan keselamatan pasien di puskesmas, adalah dengan mengukur budaya keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keselamatan pasien pada petugas yang bekerja di Puskesmas Kota Bekasi yang telah diakreditasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur budaya keselamatan pasien dengan menggunakan instrumen MOSPSC (Medical Office Survey on Patient Safety Culture) dari AHRQ (Agency of Health Research and Quality), kemudian dilanjutkan metode kualitatif untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat budaya keselamatan pasien di puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan budaya keselamatan pasien pada petugas puskesmas dalam kategori budaya sedang. Tidak ada perbedaan budaya keselamatan pasien pada kelompok petugas yang kesemuanya termasuk kategori budaya sedang. Kerja sama tim merupakan komponen budaya keselamatan dengan presentase tertinggi dan termasuk kategori baik (84,2%). Presentase terendah budaya keselamatan pasien di puskesmas adalah pada komponan tekanan dan kesibukan kerja (36,3%). Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu mempertimbangkan kembali kesesuaian antara program yang dibebankan kepada puskesmas dengan jumlah tenaga yang tersedia di puskesmas. Hal ini diperlukan agar puskesmas dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal termasuk penerapan budaya keselamatan pasien di Puskesmas
Puskesmas is the leading of primary health services in Indonesia and required to implement patient safety in the services provided. The initial step in implementing patient safety at the puskesmas is to measure the patient's safety culture. This study aims to determine the description of patient safety in officers whose working at accredited Puskesmas in Bekasi. This study used a quantitative method to measure the patient safety culture using the MOSPSC (Medical Office Survey on Patient Safety Culture) instruments from AHRQ (Agency of Health Research and Quality), then followed by qualitative methods to determine the supporting factors and inhibiting factors of patient safety implementation in puskesmas. The results of the study showed a patient safety culture in puskesmas officers in the medium culture category. There is no difference in patient safety culture in the group of workers based on the profession, all of which are in the moderate category. Team work was a component of safety culture with the highest score and including good categories (84,2%). The lowest score of patient safety culture at the puskesmas was in the component of work pressure and pace (36,3%). The central and regional governments need to reconsider the compatibility between the programs charged to the puskesmas and the number of staff available at the puskesmas. This is needed so that the puskesmas can carry out its duties and functions optimally including the application of a patient safety culture at the Puskesmas
Read More
T-5762
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Nurhayatiningsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Heidy Agustin, Irna Lidiawati
Abstrak: Rumah sakit sebagai suatu organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pelayanannya. Salah satu parameter untuk menilai mutu rumah sakit adalah penilaian akreditasi oleh lembaga yang telah tersertifikasi nasional maupun internasional. Fokus penilaian pada proses akreditasi adalah peningkatan mutu berkelanjutan yang mengutamakan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gambaran perilaku tenaga kesehatan dalam mematuhi standar pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien sehingga risiko insiden yang dapat membahayakan keselamatan pasien menjadi berkurang dan berdampak terhadap mutu pelayanan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan mix method observasi lapangan dan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 161 responden. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lapangan dan telaah dokumen sedangkan data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian diketahui perilaku petugas yang mendukung keselamatan pasien pada tingkat kepatuhan 90% sebanyak 64%. Faktor yang mempunyai hubungan dengan perilaku petugas mendukung keselamatan pasien adalah pendidikan (p value 0,001), profesi (p value 0,047), pengetahuan (p value 0,029), sikap (p value 0,001), supervise (p value 0,001) dan kerjasama tim (p value 0,001) dengan variabel dominan dari hasil analisis multivariate adalah sikap (OR 12,382) dan confounding factor umur, pendidikan, profesi pengetahuan, supervise dan kerjasama tim, namun tidak didapatkan adanya interaksi antar variabel tersebut. Butir permasalahan yang masih rendah pada perilaku adalah terkait beban kerja dimana masih ada yang memaksakan bekerja saat kondisi lelah dan konsentrasi berkurang serta mengerjakan yang diluar kewenangannya. Upaya yang perlu dilakukan untuk memperbaiki perilaku terkait keselamatan pasien adalah dengan melakukan pemetaan dan penghitungan beban kerja pegawai khususnya unit pelayanan pasien, membuat materi edukasi terkait keselamatan pasien melalui media audio visual, memasukan perilaku terkait keselamatan pasien ke dalam penilaian kinerja pegawai, membuat program yang dapat memacu pegawai untuk berupaya menjadikan perilaku keselamatan menjadi budaya kerja. Upaya perbaikan keselamatan pasien harus dikelola dengan pendekatan sistemik. Sistem ini dapat dilihat sebagai suatu sistem terbuka, di mana sistem terkecil akan dipengaruhi, bahkan tergantung pada sistem yang lebih besar
The hospital as an organization engaged in the field of health services is required to always improve the quality of the services. A parameter for assessing the quality of hospitals is the assessment of accreditation by institutions that have been national and international certified. The focus of assessment on the accreditation process is continuous quality improvement that prioritizes patient safety. This study aims to analysis description of the behavior of health workers to adhere the service standards that prioritize patient safety so that the risk of patient safety incidents had been reduced and have impact on better service quality. This research was conducted with a mix method study of field observation and quantitative study with a cross sectional design. The study sample used simple random sampling with a total sample of 161 respondents. Secondary data collection was carried out through field observations and document studies while the primary data was carried out through filling in questionnaires. The results of the study revealed that the behavior of officers who supported patient safety at 90% compliance that amount of 64%. Factors that have a relationship with the behavior of supporting patient safety are education (p value 0.001), profession (p value 0.047), knowledge (p value 0.029), attitude (p value 0.001), supervision (p value 0.001) and teamwork (p value 0.001) with the dominant variable from the results of multivariate analysis is attitude (OR 12,382) and confounding factor are age, education, profession, knowledege, supervision and team work, in the otherside not found interaction of that varaible. The problems that are still low on behavior are related to workloads there are still who force work when conditions are tired and the concentration is reduced, the other who work that is beyond their authority. To improve behavior related to patient safety is to mapping and calculate employee workload, especially the unit of patient services, make educational materials related to patient safety through audio visual media, incorporate behaviors related to patient safety into employee performance indicator, create programs that can support employees to try make safety behavior to be a work culture
Read More
T-5772
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baikhati Cesariastevia Basuki; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, Beben Saiful Bahri, Jeffri Agustinus Tobing
Abstrak: Rumah sakit adalah sebuah institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan tersebut rumah sakit dituntut untuk menjaga keselamatan pasiennya. Dalam proses ini peran perawat dirasa sangat penting karena memiliki waktu yang lebih lama dalam perawatan pasien dibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Pada tahun 2018 masih ada indikator keselamatan pasien yang belum mencapai standar meliputi ketepatan memasang gelas identitas pasien, verifikasi terhadap pelaporan melalui telepon dalam waktu 24 jam, penandaan sisi operasi, kepatuhan cuci tangan dan kejadian pasien jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kinerja perawat dalam upaya keselamatan pasien rawat inap di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan data dikumpulkan dari pengisian kuesioner terhadap 143 perawat ruang rawat inap. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel motivasi (p-value = 0.001) dan status kepegawaian (p-value = 0.047) memiliki hubungan paling dominan dengan kinerja perawat. Motivasi yang baik mempunyai peluang 3.210 kali lebih besar memengaruhi kinerja perawat dibandingkan motivasi yang kurang baik dan status pegawai tetap mempunyai peluang 0.311 kali lebih besar memengaruhi kinerja perawat dibandingkan pegawai tidak tetap
Read More
T-5810
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwi Triani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Robiana Modjo, Tutty Aprianti, Nani Sutarni
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring di ruang rawat inap Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitiaan deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 149 perawat pelaksana yang bekerja di 8 ruang rawat inap di RS Kanker Darmais Jakarta. Jumlah sampel pada penelitian berjumlah 118 perawat pelaksana yang diambil secara total populasi. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan bermakna antara kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri (p=0.042), usia (p=0.027) dan status pernikahan (p=0.040) dengan persepsi perlaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini merekomendasikan penataan struktur dan proses dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan melakukan design ulang pekerjaan perawat pelaksana sehingga mendapatkan uraian pekerjaan yang efektif, memberikan pelatihan (in house training) bagi perawat pelaksana dan kepala ruangan untuk memberikan pemahaman tentang konsep dan penerapan perilaku caring, melakukan evaluasi terhadap perilaku caring perawat dengan melibatkan kepala ruangan, sesama perawat dan pasien secara tertulis atau observasi serta bagi perawat pelaksana agar lebih meningkatkan pekerjaan dari dalam diri individu melalui memperkaya pekerjaan dengan berkreasi dan variasi dari tugas, meningkatkan pengetahuan, tanggung jawab dan kompleksitas pekerjaan sehingga asuhan yang diberikan kepada pasien dirasakan menjadi suatu hal yang menyenangkan.

This Thesis discuss about the relationship between job satisfaction and caring behaviour perception among staf nurse. This research aims to get the description of relationship between job satisfaction and caring behaviour perception in ward room of Dharmais Cancer Hospital Jakarta. This research uses correlation description research model by using cross sectional approach. Research population are 149 staf nurses who works at 8 wards in Dharmais Cancer Hospital Jakarta. The number of samples are 118 staf nurses who are taken from total research population. Data analysis are done with univariate, bivariate, and multivariate. Result of this research conclude that there in significant relationship between job relationship itself (p=0.042), age (p=0.027) and marital status (p=0.040) and caring behaviour perception among staf nurse. This research recommends structure and process setup in applying nursing care by redesigning staf nurses’ duties so that it gives more effective job descriptions. This research also recommends hospital to conduct in house training for staf nurse and Head Nurse in order to improve the understanding of concept and caring behaviour implementation, re-evaluation to nurses caring behaviour by involving Head Nurse, staf nurses itself and patient in written or through observation. Nonetheless,this research recommends all staf nurses to improve their work that comes from individual willing to enriched work by having creativity and variation of work itself, improve the knowledge, responsibility as well as the complexity of work so that the care in which given to the patient becomes some pleasant experience.
Read More
T-3375
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive