Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32902 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Farah Apriandini; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Helda, Giri Aji
Abstrak:
Penyakit Refluks Gastroesofagus atau akrab disebut dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit tidak menular yang sedang mengalami peningkatan prevalensi di negara-negara Asia. Tidak hanya masyarakat umum, mahasiswa juga rentan terhadap kejadian GERD. Faktor-faktor yang turut meningkatkan prevalensi GERD antara lain usia, jenis kelamin, tingkat stress, kualitas tidur, gaya hidup, dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian GERD pada mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat pada Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian GERD, penelitian ini akan menggunakan kuesioner GERD-Questionnaire (GERDQ), Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Kuesioner Gaya Hidup. Hasil analisis univariat, diketahui proporsi mahasiswa yang memiliki GERD yaitu 16%. Analisis bivariat menunjukkan hasil terdapat hubungan antara status pekerjaan kategori tenaga kesehatan (nilai p = 0.020), kondisi penyerta gastritis/dispepsia (nilai p = 0.000), dan tingkat stres kategori tinggi (nilai p = 0.015) dengan kejadian GERD pada mahasiswa. Lalu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik sosiodemografi selain status pekerjaan, kondisi penyerta selain gastritis/dispepsia, dan gaya hidup selain tingkat stres.

Gastroesophageal Reflux Disease or commonly known as Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a non-communicable disease that is experiencing increasing prevalence in Asian countries. Not only the general public, students are also vulnerable to GERD incidents. Factors that increase the prevalence of GERD include age, gender, stress level, sleep quality, lifestyle and diet. This study aims to determine the factors that influence the incidence of GERD in undergraduate students at the Faculty of Public Health in 2023. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. To determine the factors that influence the incidence of GERD, this research will use the GERD-Questionnaire (GERDQ), Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and Lifestyle Questionnaire. The results of univariate analysis showed that the proportion of students who had GERD was 16%. Bivariate analysis showed that there was a relationship between work status in the health worker category (p value = 0.020), gastritis/dyspepsia accompanying conditions (p value = 0.000), and high category stress level (p value = 0.015) with the incidence of GERD in students. Then, there was no significant relationship between sociodemographic characteristics other than employment status, comorbid conditions other than gastritis/dyspepsia, and lifestyle other than stress level.
Read More
S-11536
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Rosa; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Fidiansjah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 307 orang dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara penghasilan (p=0,001), riwayat penyakit selain COVID-19 (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,000), stress (p=0,000), dan dukungan sosial (p=0,000) dengan kualitas hidup mahasiswa S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia selama pandemi COVID-19.
Read More
S-10751
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Dwi Tama; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Ani Isnawati
S-7006
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Priskatindea; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Indri Oktaria Sukmaputri, Bayu Aji
Abstrak: Perilaku pencegahan merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Vaksinasi merupakan salah satu kunci dari perilaku pencegahan terhadap COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksin COVID-19 pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan menganalisis hasil survei daring yang dilakukan pada 264 orang Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia yang berlangsung selama bulan Mei 2021. Hubungan asosiasi dinilai pada faktor sosidemografi yakni usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, agama, tingkat pendidikan, status menikah, status pekerjaan dan kepemilikan asuransi, gambaran riwayat individu/kerabat terkena COVID-19 sebelumnya, persepsi terhadap COVID-19 yang terdiri atas persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan, serta tingkat pengetahuan tentang COVID-19, tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19, tingkat pengetahuan tentang vaksin COVID-19, dan perilaku pencegahan COVID-19 dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan menggunakan analisis logistic regression. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 88,6% mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19. Hasil analisis multivariat menemukan bahwa faktor status menikah, kepemilikan asuransi, persepsi hambatan, dan pengetahuan tentang vaksin COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan vaksin COVID-19 mahasiswa FKM UI. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi hambatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa FKM UI. Upaya edukasi yang lebih luas, transparan dan konsisten serta klarifikasi terhadap misinformasi perlu dilakukan untuk meningkatkan keyakinan pada populasi berusia muda khususnya mahasiswa mengenai manfaat dan hambatan dari vaksinasi sehingga diharapkan dapat mengedukasi orang lain di lingkungan sekitarnya. Pemahaman perspektif mahasiswa tentang vaksin COVID-19 dan dukungan keterlibatan mereka terhadap pelaksanaan vaksinasi dapat berguna dalam merencanakan respon yang memadai. Upaya penelitian lebih lanjut diperlukan dengan menggunakan metode, desain dan variabel yang lebih baik dan lebih spesifik serta dengan lingkup yang lebih luas untuk mengetahui lebih jauh mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa khususnya mahasiswa FKM
Preventive behavior is the key to success in dealing with the COVID-19 pandemic. Vaccination is one of the keys to against COVID-19. The purpose of this study was to determine and explain the factors influencing COVID-19 vaccine acceptance among Public Health students, Universitas Indonesia. This research used a crosssectional design by analyzing the results of an online survey conducted on 264 Public Health students, Universitas Indonesia during May 2021. The relationship is assessed between COVID-19 vaccine acceptance and sosidemographic factors, namely age, gender, economic level, religion, education level, married status, occupation and health insurance status, a history of individuals / relatives affected by COVID-19 before, perceived of COVID-19 consisting of perceived risk, perceived severity, perceived benefits, and perceived barriers, knowledge about COVID-19, knowledge about COVID-19 prevention, knowledge about the COVID-19 vaccine, and COVID-19 prevention behavior among Public Health students, Universitas Indonesia using logistic regression analysis. The results of this study indicate that 88,6.% students of Faculty of Public Health, Universitas Indonesia stated that they are willing to receive the COVID-19 vaccine. The results of multivariate analysis showed that marital status, insurance ownership, perceived barriers, and knowledge of the COVID-19 vaccine had a significant relationship with the acceptance of the COVID-19 vaccine for public health students. This study showed that the perception of barriers was the most dominant factor related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in the public health students, Universitas Indonesia. Broader information, transparent and consistent education with appropriate communication approaches and clarification of misinformation are needed to increase confidence in the young population, especially university students, about the benefits and barriers of vaccination so it is expected to educate others. Understanding students' perspectives on the COVID-19 vaccine and supporting their involvement in vaccination programme can be useful in planning an adequate response. Further research are needed by using better and more complete methods, designs and variables as well as with a wider scope to find out more about the factors related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in students, especially Public Health students
Read More
T-6215
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Nofita Sari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Rita Damayanti, Susilarini, Ni Ketut
S-7282
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Randita Shafira Putri; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Fidiansjah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada mahasiswa S1 Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh dari kuesioner online yang disebar melalui media sosial. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kecemasan diukur dengan menggunakan kuesioner GAD-7.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kecemasan ringan sebesar 37,8%, kecemasan sedang sebesar 27,3%, dan kecemasan berat sebesar 15,4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara coping (PR=1,79 95%CI: 1,33-2,41; p=0,000) dan dukungan sosial (PR=1,85 95%CI: 1,38-2,48; p=0,000) dengan kecemasan pada mahasiswa S1 Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia selama pandemi COVID19. Kemudian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, tempat tinggal, tingkat ekonomi keluarga, riwayat penyakit, dan riwayat kontak COVID-19 dengan kecemasan pada mahasiswa S1 Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia selama Pandemi COVID-19.
Read More
S-10808
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diego Sergio Giasia Lumbantobing; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Putri Bungsu, Rakhmat Ari Wibowo
Abstrak:
Pendahuluan: Penggunaan smartphone yang tinggi di kalangan mahasiswa berpotensi memengaruhi ritme sirkadian melalui paparan cahaya biru dan perubahan perilaku tidur. Gangguan ritme sirkadian dapat tercermin pada perubahan chronotype, yaitu preferensi biologis terhadap waktu tidur dan aktivitas. Penelitian mengenai hubungan durasi screen time dan chronotype di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi screen time smartphone dengan chronotype pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2025. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional pada mahasiswa aktif jenjang S1 FKM UI tahun 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik menggunakan Self-Reported Smartphone Usage Questionnaire (SSUQ) untuk mengukur durasi screen time dan Reduced Morningness–Eveningness Questionnaire (rMEQ) untuk menentukan chronotype. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik multinomial dengan pengendalian variabel perancu. Hasil: Sebagian besar mahasiswa memiliki durasi screen time smartphone yang tinggi (>4 jam per hari). Chronotype tipe menengah merupakan jenis yang paling banyak ditemukan, diikuti tipe malam dan tipe pagi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa mahasiswa dengan durasi screen time smartphone tinggi memiliki kecenderungan lebih besar untuk memiliki chronotype tipe pagi setelah dikontrol oleh variabel perancu. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi screen time smartphone dengan chronotype pada mahasiswa FKM UI. Durasi screen time yang tinggi berhubungan dengan kecenderungan chronotype tipe pagi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program promosi kesehatan terkait manajemen screen time dan kesehatan tidur di lingkungan perguruan tinggi.

Introduction: High smartphone use among university students may affect circadian rhythms through blue light exposure and changes in sleep-related behaviors. Disruption of circadian rhythms can be reflected in alterations of chronotype, defined as an individual’s biological preference for sleep and activity timing. Research examining the relationship between screen time duration and chronotype in Indonesia remains limited. This study aimed to analyze the association between smartphone screen time duration and chronotype among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, in 2025.  Methods: This study employed a cross-sectional design involving active undergraduate students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, in 2025. Data were collected through an electronic questionnaire using the Self-Reported Smartphone Usage Questionnaire (SSUQ) to measure screen time duration and the Reduced Morningness–Eveningness Questionnaire (rMEQ) to determine chronotype. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Multinomial logistic regression was applied to assess the association between smartphone screen time duration and chronotype while controlling for potential confounding variables. Result: Most students reported high smartphone screen time (>4 hours per day). The intermediate chronotype was the most prevalent, followed by evening and morning types. Multivariate analysis showed that students with high smartphone screen time had a greater tendency to exhibit a morning-type chronotype after adjusting for confounding variables.  Conclusion: There was an association between smartphone screen time duration and chronotype among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia. High smartphone screen time was associated with a greater likelihood of morning-type chronotype. These findings may inform the development of health promotion programs focusing on screen time management and sleep health in university settings.
Read More
T-7487
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Maula Putri; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono; Inggariwati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara smartphone addiction dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat pada tahun 2021. Studi ini masuk kedalam studi kuantitatif yang menggunakan desain cross-sectional. Terdapat 192 mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini.
Read More
S-10851
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Verdinawati; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Evi Martha, Bayu Aji
S-7888
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Canra Herianto Manurung; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Yovsyah, Dian Kurnia Rabbanni
Abstrak: Hipertensi masih menjadi masalah utama kesehatan di dunia karena 55,5% kematian akibat kardiovaskular berkaitan dengan hipertensi, Empat dari sepuluh orang dewasa di dunia dan satu dari tiga orang dewasa di Indonesia merupakan penderita hipertensi. Tingginya prevalensi hipertensi menunjukkan masih kurang efektifnya upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi terutama dalam deteksi dini hipertensi dan prehipertensi. Prevalensi prehipertensi cenderung meningkat setiap tahunnya dan sudah banyak ditemukan pada usia muda termasuk kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui determinan kejadian prehipertensi pada mahasiswa FKM UI tahun 2024 menggunakan data primer. Desain penelitian adalah cross sectional, dengan populasi mahasiswa aktif program sarjana FKM UI tahun 2024 sebanyak 1.163 dan sampel sebanyak 247 responden yang dikumpulkan dengan cara purpossive sampling dan memenuhi kriteia iklusi dan ekslusi. Data dianalisis dengan bantuan software STATA secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Proporsi prehipertensi pada mahsiswa FKM UI tahun 2024 sebesar 17,0%. Terdapat hubungan yang signifikan status obesitas dan riwayat keluarga menderita hipertensi dengan nilai p <0,05 dan Odds Ratio (OR) gemuk 4,58 (95% CI=1,67-12,54), OR obesitas 3,59 (95% CI=1,22-10,52), OR kurus 0,11 (95% CI=0,01-0,80), dan OR riwayat keluarga menderita hipertens 2,62 (95% CI=1,24-5,52).
Hypertension is still a major health problem in the world because 55.5% of cardiovascular deaths are related to hypertension. Four out of ten adults in the world and one in three adults in Indonesia are hypertensive sufferers. The high prevalence of hypertension shows that efforts to prevent and control hypertension are still ineffective, especially in early detection of hypertension and prehypertension. The prevalence of prehypertension tends to increase every year and is often found at young ages, including among students. The aim of this research is to determine the determinants of the incidence of prehypertension in FKM UI students in 2024 using primary data. The research design was cross sectional, from 1,163 total population (active students of the FKM UI undergraduate program in 2024) 247 respondents were obtained who were collected by purposive sampling and met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed with the help of STATA software in univariate, bivariate and multivariate ways with multiple logistic regression. The proportion of prehypertension among FKM UI students in 2024 is 17.0%. There is a significant relationship between obesity status and family history of hypertension with a nilai p <0.05 and the Odds Ratio (OR) for obesity 4.58 (95% CI=1.67-12.54), OR for obesity 3.59 (95 % CI=1.22-10.52), OR underweight 0.11 (95% CI=0.01-0.80), and OR family history of hypertension 2.62 (95% CI=1.24-5 .52).
Read More
T-7118
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive