Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33346 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syifa; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Ascobat Gani, Rakhmat Hidayat, Linda Sofriyanti
Abstrak:
Rumah sakit merupakan sebuah institusi yang bertujuan utama memberikan layanan kesehatan kepada pasien untuk pengobatan penyakit dan pencegahan kecacatan. Di sisi lain, status sebagai Rumah Sakit Pendidikan yang mengharuskan Rumah sakit mengakomodir berbagai proses pembelajaran dalam berbagai jenjang, penerapan teknologi tertinggi sebagai center of excellence, dan bahkan jika memungkinkan penerapan temuan-temuan baru atau yang masih sedang diuji coba dalam dunia medis tentu menjadi beban tersendiri bagi operasional Rumah sakit. RSUD Siti Fatimah sebagai rumah sakit yang relatif baru berdiri dan juga baru saja ditetapkan menjadi rumah sakit pendidikan tentu memilki tantangan yang cukup besar dalam hal kualitas pelayanan dan variasi pasien. Data menunjukkan bahwa dari seluruh kompetensi minimal Pendidikan profesi dokter yang wajib dimiliki sesuai SKDI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia), baru sekitar lima puluh persennya saja yang dapat ditemui di RSUD Siti Fatimah. Hal ini membuat RSUD Siti Fatimah harus terus berbenah untuk meningkatkan angka kunjungan pasien dan jenis penyakit yang ditangani untuk dapat menjadi wahana pembelajaran yang adekuat bagi program Pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Siti Fatimah Palembang sebagai rumah sakit pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis observasional analitik dengan desain studi survei potong lintang menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di RSUD Siti Fatimah Palembang pada pasien yang dirawat inap di bangsal rawat inap kelas 3, kelas 2, dan kelas 1 pada bulan November 2023. Populasi target penelitian adalah pasien yang dirawat di bangsal rawat inap yang menjadi wahana pembelajaran bagi peserta didik program pendidikan dokter spesialis RSUD Siti Fatimah Palembang pada tahun 2023 sebanyak 1700 orang, dan sampel sebanyak 195 orang dengan menggunakan consecutive sampling. Kualitas pelayanan kesehatan Rumah sakit dilihat dari persepsi pasien dengan menggunakan model modifikasi dari 6Q framework yang dimodifikasi. Terdapat korelasi yang kuat antara persepsi pasien mengenai kualitas pelayanan di RSUD Siti Fatimah dengan kepuasan pasien. Persepsi pasien mengenai kualiatas dokter muda di RSUD Siti Fatimah baik, dengan nilai paling tinggi pada kualitas prosedural yaitu sebesar 92,8%, akan tetapi beberapa hal masih belum optimal, yaitu pada kualitas personil serta kualitas interaksi.

A hospital is an institution whose primary goal is to provide health services to people for disease treatment and prevention. On the other hand, the hospital's status as a teaching hospital necessitates accommodating various learning processes at various levels, the use of the most advanced technology as a center of excellence, and even if possible, the application of new standards or findings that are still being tested in the medical world for hospital operations. Siti Fatimah Hospital, as a relatively new hospital that has only just been created and classified as a teaching hospital, faces significant hurdles in terms of service quality and patient diversity. According to data, just around half of all the minimal competencies required for medical professional education according to the SKDI (Indonesian Doctor Competency Standards) can be discovered at Siti Fatimah Regional Hospital. This means that Siti Fatimah Regional Hospital must continue to improve in order to increase the number of patient visits and the types of diseases treated and become an adequate learning vehicle for the professional education program for doctors and specialists. The purpose of this research is to examine the relationship between service quality and patient happiness at Siti Fatimah Palembang Hospital, a teaching hospital. This is a quantitative observational analytical study with a cross-sectional survey study design employing a questionnaire. The study was carried out at Palembang's Siti Fatimah Regional Hospital on patients admitted to class 3, class 2, and class 1 inpatient wards in November 2023. Patients treated in inpatient wards were the target research population, which served as a learning vehicle for educational program students. In 2023, Siti Fatimah Regional Hospital in Palembang will have 1,700 specialist doctors and a sample size of 195 persons utilizing consecutive sampling. A modified form of the modified 6Q framework is used to assess the quality of hospital health care based on patient perceptions. Patient satisfaction is strongly related to patient views of the quality of care at Siti Fatimah Regional Hospital. 7. Patient impressions of the quality of young doctors at Siti Fatimah Regional Hospital are positive, with the highest score on procedural quality, 92.8%; nonetheless, other factors remain unsatisfactory, including the quality of people and the quality of interactions.
Read More
B-2418
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Guswan; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Mita Juliawati
B-1212
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veronika Hanny Soetisno; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Lanjar Sugiyanto,Yessy Susanti
B-1674
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachel Amanda Indaryati; Pembimbing; Suprijanto Rijadi; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Khofifah Any
Abstrak:

Penelitian ini membahas hubungan kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan disain studi crosssectinal. Dengan adanya penurunan kunjungan pasien lama antara tahun 2005 – 2009, RS PGI Cikini memiliki tantangan untuk meningkatkan kinerjanya. Analisis data menggunakan analisis univariat , bivariat  dan multivariat (regresi logistik). Hubungan signifikan diperlihatkan responsiveness, empathy dan assurance serta waktu tempuh dengan loyalitas pasien. Analisis regresi logistik menunjukan responsiveness  dan waktu tempuh memberikan pengaruh yang paling kuat untuk loyalitas pasien. Kata Kunci: kualitas pelayanan, loyalitas pasien


 This study explores the relationship of service quality and patient loyalty. This research is a quantitative research study design with cross-sectional. With a decrease in patient visit between the years 2005 – 2009, CCI Cikini Hospital have challenges to improve its performances. Analysis using univariate, bivariate, and multivariate (logistic regression). Significant relationships are shown between responsiveness, empathy and assurance as well as travel time with patient loyalty. Logistic regression analysis showed responsiveness and travel time provides the most powerful influence for patient loyalty. Key words : quality of service, patient loyalty

Read More
B-1300
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Deviriyanti Agung; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ede Surya Darmawan, M. Natsir Nugroho, Ahmad Jamaluddin
Abstrak:
Kepuasan pasien adalah indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Pasien cenderung menilai kualitas pelayanan berdasarkan pengalaman mereka, termasuk interaksi dengan tenaga medis, kemudahan akses, dan tingkat kenyamanan yang mereka rasakan. Pasien yang merasa puas dengan pelayanan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mematuhi pengobatan yang direkomendasikan dan tindakan medis yang diperlukan. Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan survei kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan dengan mengukur kepuasan masyarakat pengguna layanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien Poliklinik Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan cara potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini merupakan pasien Poliklinik Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring yang berusia ≥ 18 tahun yang merupakan pasien baru maupun pasien lama, namun bukan merupakan pasien rujukan dari poliklinik lain dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang akan mengisi instrumen penelitian berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan kualitas pelayanan pada dimensi tangible (p value sebanyak 0,000); dimensi empathy (p value sebesar 0,000); dimensi reliability (p value sebesar 0,000); dimensi responsiveness (p value sebesar 0,000); dimensi assurance (p value sebesar 0,000) terhadap kepuasan pasien.

Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of health services. Patients tend to judge the quality of care based on their experiences, including interactions with medical personnel, ease of access, and the level of comfort they feel. Patients who are satisfied with services are more likely to comply with recommended treatment and necessary medical procedures. One of the efforts that must be made to improve public services is to conduct community satisfaction surveys for service users by measuring the satisfaction of service users. The purpose of this study was to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Muhammadiyah Hospital Taman Puring. This research uses a descriptive observational study with a quantitative approach using a cross-sectional method. The subjects of this research were patients from the obstetrics and gynecology clinic at Muhammadiyah Taman Puring Hospital aged ≥ 18 years who were new or existing patients, but were not referred patients from other polyclinics with a sample size of 99 respondents who would fill out the research instrument in the form of a questionnaire. The result shows that there is a relationship between service quality in the dimension of tangible (p value of 0.000); empathy (p value of 0.000); reliability (p value of 0.000); responsiveness (p value of 0.000); assurance (p value of 0.000) on patient satisfaction.
Read More
B-2428
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naufal Hilmi Marzuq; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Adang Bachtiar, Wahyu Sulistiadi, Eva Minerva, Noer Triyanto Rusli
Abstrak:
Di era globalisasi saat ini, semakin tingginya perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia dan bertambahnya komplain masyarakat membuat harapan masyarakat terhadap rumah sakit menjadi semakin berkualitas dan terjangkau. Pada dasarnya kepuasan pasien adalah suatu hal yang hasilnya sangat bervariasi, dikarenakan terkait dengan harapan/persepsi masing-masing dari personal. Tingkat kepuasan sendiri akan masuk kategori terpenuhi jika pelayanan yang diberikan sudah sesuai atau sudah masuk kategori dengan yang diharapkan oleh pasien. Dimensi yang biasa digunakan untuk mengukur kepuasan pasien adalah teori SERVQUAL dengan melihat kualitas pelayanan dari 6 dimensi yaitu akses (accessbility), proses penerimaan (admission process), waktu tunggu (waiting times), lingkungan fisik (physical environment), konsultasi dokter (physician consultation) dan informasi (information). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan total responden sebanyak 76 responden. Adapun kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien dengan pembayaran BPJS rawat jalan/rawat inap yang sedang dan sudah pernah berobat di RSU Sriwijaya Palembang atau wali pasien. Kriteria eksklusi yaitu pasien yang berobat selain menggunakan jaminan PBJS. Data terkumpul dianalisis dengan uji asumsi klasik, uji regresi linear dan uji koefisen determinasi terhadap kepuasan dan analisis bivariat dan multivariat terhadap loyalitas dengan variabel akses, proses, waktu tunggu, lingkungan fisik, konsultasi dokter dan informasi. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil distribusi pada dimensi akses (82,6%), proses (70,2%), waktu tunggu (55,1%), lingkungan fisik (96,1%), konsultasi dokter (94,8%) dan informasi (77,4%) merasa puas dengan kualitas layanan yang diberikan dan pada loyalitas pasien didapatkan sebesar (51,2%) pasien loyal pada RSU Sriwijaya Palembang. Terdapat hubungan yang signifikan antara proses penerimaan (p=0,002), waktu tunggu (p=0,003), konsultasi dokter (p=0,029) dan informasi (p=0,012) dengan kepuasan pasien, sedangkan untuk loyalitas terdapat hubungan signifikan pada dimensi waktu tunggu (p=0,035) dan konsultasi dokter (p=0,012). Kesimpulannya, berdasarkan hasil penelitian ini, RSU Sriwijaya Palembang perlu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan melakukan evaluasi SIMRS untuk mengatasi masalah prosedur penerimaan, melakukan pelatihan SDM agar memiliki self-monitoring yang tinggi dan melakukan evaluasi secara berkala mengenai kualitas pelayan.

In the current era of globalization, the increasing development of health services in Indonesia and the increase in public complaints have made people's expectations of hospitals become more qualified and affordable. Basically, patient satisfaction is something whose results vary widely because it is related to the expectations/perceptions of each person. The level of satisfaction itself will be categorized as fulfilled if the services provided are appropriate or have entered the category expected by the patient. The dimension commonly used to measure patient satisfaction is the SERVQUAL theory by looking at service quality from 6 dimensions, namely accessibility, admission process, waiting times, physical environment, physician consultation and information. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design with 363 respondents. The collected data were analyzed by classical assumption test, linear regression test and coefficient of determination test for satisfaction and bivariate and multivariate analysis on loyalty with variables of access, process, waiting time, environment. physical, physician consultation and information. From the results of the study, the distribution results obtained on the dimensions of access (82.6%), process (70.2%), waiting time (55.1%), physical environment (96.1%), pyhsician consultation (94.8%) and information (77.4%) were satisfied with the quality of services provided and on patient loyalty obtained (51.2%) loyal patients at Sriwijaya Hospital Palembang. There was a significant relationship between the process (p = 0.002), waiting time (p = 0.003), doctor consultation (p = 0.029) and information (p = 0.012) with patient satisfaction, while for loyalty there is a significant relationship on the dimensions of waiting time (p = 0.035) and physician consultation (p = 0.012). In conclusion, based on the results of this study, Sriwijaya Hospital Palembang needs to maintain and improve service quality by evaluating SIMRS to overcome the problem of admission procedures, conducting HR training to have high self-monitoring and conducting periodic evaluations of service quality.
Read More
B-2305
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herry Theni; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sudarti Kresno, Djoni Darmadjaja, Rokim
Abstrak:

Kasus pasien pulang paksa merupakan hal yang sering terjadi di rumah sakit. Pulang paksa merupakan tanda adanya perasaan ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan-pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit tersebut.Tingginya kasus pasien pulang paksa di rumah sakit selain akan menimbulkan dampak yang negatif di lingkungan keluarga pasien, juga akan menimbulkan kesulitan bagi rumah sakit datam hal mengevaluasi mutu pelayanan rumah sakit tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum tentang persepsi pasien pulang paksa terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Penelitian dilakukan di instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Karawang melalui wawancara mendalam terhadap 8 orang informan pasien pulang paksa, 1 orang Wadir. Pelayanan Medik, 1 orang Kepala Instalasi Gizi orang penanggung jawab kebersihan dan mengadakan Focus Groups Discussion (FGD) terhadap 8 orang Kepala Ruangan. Metodologi penelitian adalah kualitatif, dengan hasil penelitian dianalisa berdasarkan content analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya kasus pulang paksa di RSU Karawang disebabkan oleh faktor biaya bagi pasien kelas II dan III, sedangkan bagi pasien kelas I dan VIP lebih disebabkan oleh faktor pelayanan dan ketidaktahuan pasien. Faktor biaya yang dikeluhkan adalah tingginya biaya obat yang dikeluarkan oleh sebagian informan pasien pulang paksa karena sering terjadi pergantian obat, sedangkan faktor pelayanan yang dikeluhkan para informan pasien pulang paksa adalah ketidakramahan dan kekurangtanggapan dari pemberi pelayanan. Selain itu, masalah kebersihan juga merupakan hal yang banyak dikeluhkan oleh para informan pasien pulang paksa.Dari hasil tersebut disarankan kepada pihak pengelola rumah sakit agar menggalakkan pemakaian obat generik, mensosialisasikan kebijakan rumah sakit tentang prosedur pengembalian obat dan mengadakan subsidi silang untuk membantu pasien yang tidak mampu.Dalam hal pelayanan, rumah sakit perlu mengadakan pelatihan pelayanan prima untuk meningkatkan kemampuan para karyawan dan mutu pelayanannya.Kepustakaan: 26 (1991-2001).

Sign Out Against Medical Advice (SO-AMA) cases are common in hospitals. It is a sign of patients' unsatisfactory towards hospital services.SO-AMA cases give negative impact in patients' family, it also cause difficulties to evaluate the quality of hospitals services.This research's aim is to find out the general perception of the SO-AMA patients to hospital services. The research was carried out at inpatient department in Karawang District Hospital by making deep-interview to 8 SO-AMA informans, I Vice Director, the chief of nutrition department, the chief of cleaning service unit and making focus groups discussion to 8 chiefwards.The method used in this research was qualitatif. The data was analyzed by content analysist.The result showed that most of SO-AMA patients in Karawang District Hospital were motivated by high cost, especially in the 2" and 3`a classes patients. In VIP and 1 g classes patients the cause of SO-AMA were unsatisfactory to services quality and unknowledgement about their illness.Drugs changes made the cost higher, and it caused the patient's complaint. The unfriendly, careless service and nonconductive sanitary condition in hospital were also the major complain.Based on the results, there are some suggestion to hospital management such as: increasing generic drugs using, giving more information hospital policy about drugs returned allowable, and having cross-substitution for poor patients,besides improving the capability of hospital service providers and the quality of service through excellent services training,Reference: 26 (1991-2001)

Read More
B-562
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina Syahroel; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Iljas, Mieke Savitri, Budi Hartono, Deden Sudendi
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas hubungan kualitas pelayanan di unit rawat jalan kebidanan dengan loyalitas pasien terhadap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang tahun 2013.

Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui faktor penentu loyalitas pasien di Unit Rawat Jalan Kebidanan RSUD Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian cross section dengan menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan survei terhadap para pasien yang datang di Unit Rawat Jalan Kebidanan. Sifat penelitian ini adalah deskriptif dan verifikatif. Dalam penelitian ini, hipotesis yang akan diuji adalah hubungan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien terhadap pelayanan di unit rawat jalan kebidanan RSUD Karawang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey explanatory yang terdiri dari variable bebas yang mewakili kualitas pelayanan kesehatan yang terdiri dari lima subvariabel dan variable terikat yang mewakili loyalitas pasien. Survey ini dilakukan terhadap 100 orang responden melalui pengisian kuesioner yang pernyataan-pernyataannya mewakili variabel-variabel tersebut dengan penilaian menggunakan skala likert. Hasil analisis deskriptif variable kualitas pelayanan dan loyalita sdiperoleh skor rata-rata 3,542 -3,741 yang tergolong kategorip uas/loyal. Hasil analisis korelasi dengan menggunakan korelasi Pearson diperoleh antar variabel yang diteliti semuanya berkorelasi positip bermakna(p<0,001). Hasil analisis penelitian dengan metode Regresi Linier Multipel diperoleh hasil variabel X5 (emphaty) merupakan faktor yang paling kuat berhubungan dengan loyalitas pasien dengan koefisien B = 0,426, kemudian menyusul X2 (responsiveness), X1 (tangible),dan X3 (reliability), sedangkan variabel X4 (assurance) secara multivariabel tidak berhubungan bermakna(p=0,121).


This tesis discusses the relationship beetwen service quality in obstetric out patient unit with patient loyalty in Karawang Public Hospital 2013. The main purpose ofthis research is to find out determinant factor of patient loyalty in obstetric out patient unit in Karawang Public Hospital. This study is a cross sectional study using quantitative method by performing survey to patients who came in obstetric out patient unit. This is a descriptive and verificatives tudy. In this research, hypotesis that will be tested is relationship beetwen service quality in obstetric out patient unit with patient loyalty in Karawang Public Hospital. This study performed with survey explanatory method with independent variable that represent healthy service quality consist of five subvariables and dependent variable that represent patient loyalty. This survey performed to 100 respondents who fill the quesioner consists of that variables above withlikert scale. From analysis variable descriptive service quality and loyalty got score rate 3,542 -3,741 that include satisfied/ loyal category. Correlation analysis using Pearson Correlation shows that all variablehas positive correlation (p<0,001). Research analysis with Multiple Linier Regretion method shows that variable X5 (emphaty) has strongest factor relationship with patient loyalty with B coeffisient= 0,426, then X2 factor (responsiveness), X1 factor (tangible), and X3 factor (reliability), where variable X4 (assurance) with multivariable method has no relationship (p=0,121).

 

Read More
B-1567
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mayang Triasih; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji; Anhari Achadi, Nonoy Royanti
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang adanya tren penurunan jumlah kunjungan pasien rawatinap yang menunjukkan indikasi rendahnya tingkat loyalitas pasien di Instalasi Rawat InapRSAB Harapan Kita, dimana pasien mungkin beralih pada rumah sakit lain atau mungkintidak kembali melakukan kunjungan karena merasa tidak puas karena layanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan variabel independen yaitu kualitas pelayanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy) dengan variabel dependen yaitu loyalitas pasien di Instalasi Rawat Inap RSAB Harapan Kita tahun2012. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel106 responden yang merupakan pasien baru ataupun pasien lama. Untuk menguji analisisunivariat digunakan analisis distribusi frekuensi, sedangkan untuk menguji analisis bivariatmenggunakan uji kai kuadrat.Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien karena p value < α (α = 0,05). Didapatkan nilai p value untuk masing masing dimensi kualitas pelayanan; yaitu tangibles (p value = 0,001), reliability (p value =0,023), responsiveness (p value = 0,006), assurance (p value = 0,002) dan empathy (p value =0,033). Begitu juga dengan hubungan kepuasan pasien dengan loyalitas pasien menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu p value = 0,001.
Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Loyalitas, Rawat Inap
Daftar Pustaka: 48 (1975-2012).
This thesis discusses the trend of decline in the number of patient visits that showindications of low levels of patient loyalty Installation Inpatient RSAB Harapan Kita, wherethe patient may be switched to another hospital or may not return to visit because it was notsatisfied by the services provided. The purpose of this study to determine the relationship ofindependent variables of service quality (tangibles, reliability, responsiveness, assurance andempathy) with the dependent variable in patient loyalty Installation Inpatient RSAB HarapanKita in 2012. This study used a cross-sectional study design, the sample size is 106respondents were new patients or patients longer. To test for univariate analysis of frequencydistribution analysis was used, while to test bivariate analysis using quadratic kai test.The analysis showed no significant relationship between service quality and loyalty ofpatients as p value < α (α = 0.05). Obtained p value for each dimension of service quality,that is tangibles (p value = 0.001), reliability (p value = 0.023), responsiveness (p value =0.006), assurance (p value = 0.002) and empathy (p value = 0.033). So is the relationship ofpatient satisfaction with the loyalty of the patients showed a significant relationship ie, pvalue = 0.001.
Keywords : Quality Service, Loyalty, Inpatient
References : 48 (1975-2012)(xix + 118 pages + 27 tables + 4 figures + 2 graphs + 7 appendices)
Read More
S-7718
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Deni Adi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti, Joanita Anna Maria Anny Tukan, I.G.B. Fajar Manuaba
Abstrak:
Tesis ini membahas analisis hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di unit rawat inap kelas I, kelas II dan kelas III RSUD SK Lerik Kota Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD SK Lerik tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian, dari hasil analisis univariat didapatkan rata-rata mutu pelayanan di unit rawat inap RSUD SK Lerik adalah 78,7960 ± 10,51395 (95% CI: 77,3337-80,2584) masuk dalam kategori mutu baik. Rata-rata kepuasan pasien di unit rawat inap RSUD SK Lerik adalah 117,8557± 15,80741 (95% CI: 115,6571-120,0543) tergolong baik. Hasil analisis hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien dengan uji korelasi menunjukkan hubungan kuat dengan nilai r sebesar (0,856) dan berpola positif artinya semakin bertambah baiknya mutu pelayanan semakin meningkat kepuasan pasien. Hasil uji statistic regresi linier sederhana didapatkan ada hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di unit rawat inap (p = 0,0001). Setiap kenaikan 1 skor mutu pelayanan, maka skor kepuasan pasien akan naik sebesar 1,268 setelah dikontrol variabel status pekerjaan, asuransi kesehatan dan pendidikan. Saran peneliti terkait dengan besarnya pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien menuntut pihak manajemen rumah sakit untuk selalu memantau dan menganalisis setiap keluhan dan harapan pasien yang berkaitan dengan mutu layanan kesehatan salah satunya dengan cara melakukan survei kepuasan pasien secara berkala.

This thesis discusses the analysis of the relationship between the quality of health services with patient satisfaction in inpatient units of class I, class II and class III of SK Lerik Regional Hospital in Kupang City. The purpose of this study was to determine the relationship between service quality and patient satisfaction in the inpatient room of SK Lerik Regional Hospital in 2020. This study was a quantitative study with cross sectional design. The results of the study, from the results of univariate analysis found the average quality of service in the inpatient unit of SK Lerik Regional Hospital was 78.7960 ± 10.51395 (95% CI: 77.3337-80.2584) included in the good quality category. The average patient satisfaction in the inpatient unit of SK Lerik Regional Hospital is 117.8557 ± 15.80741 (95% CI: 115.6571-120.0543) classified as good. The results of the analysis of the relationship of service quality with patient satisfaction with the correlation test showed a strong relationship with an r value of (0.856) and positive patterned means that the better the quality of service the patient satisfaction increases. Simple linear regression statistical test results found that there is a significant relationship between service quality with patient satisfaction in the inpatient unit (p = 0.0001). For every increase in 1 service quality score, the patient satisfaction score will increase by 1.268 after being controlled by work status, health insurance and education variables. Researcher's suggestion related to the magnitude of the influence of the quality of health services on patient satisfaction requires the hospital management to always monitor and analyze every complaint and patient's expectations relating to the quality of health services, one of which is by conducting periodic patient satisfaction surveys.

Read More
B-2143
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive