Ditemukan 36840 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tuberculosis is a disease that caused by the Mycobacterium tuberculosis. In 2012, the prevalence of the cases reached 12 million and caused 990 thousand death cases in the world. In Indonesia, the prevalence of this disease is 423/100.000 with 27/100.000 for the mortality rate. One of the provinces which have a higher prevalence than the national average is West Java. Bekasi, as one of the city in West Java still has problem in TB control. In the last ten years, the Case Detection Rate has not reached the national target. In addition, there are only 3 (10%) health centers in Bekasi City which are achieved the national target.
Periode persalinan merupakan periode yang berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu di Indonesia, kematian saat bersalin dan 1 minggu pertama diperkirakan 60% dari seluruh kematian ibu. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih menjadi sangat penting dalam upaya penurunan kematian ibu. Propinsi Banten yang merupakan wilayah pada penelitian ini membutuhkan upaya yang lebih besar untuk mencapai cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan mengingat cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang dicapai hanya sebesar 68,9% menurut data susenas 2009. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cakuipan persalinan oleh tenaga kesehatan di provinsi Banten tahun 2010, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode cross sectional. Penelitian menunjukkan bahwa jarak tempuh dan pelayanan persalinan di puskesmas merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dalam meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan. Nilai R square sebesar 0.217 artinya 8 (delapan) variabel bebas yang diteliti dapat menjelaskan variabel cakupan persalinan 21.7% , sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Delivery period is the period that contribute greatly to maternal mortality in Indonesia, death during childbirth and a first week of an estimated 60% of all maternal deaths. Aid deliveries by trained health personnel to be very important in an effort to decrease maternal mortality. Banten Province which is a region in this study requires a larger effort to achieve coverage of deliveries by health personnel in accordance with the target of Minimum Services Standard in 2015 ie by 90%, considering the scope of delivery by health personnel who achieved 68.9% (Susenas, 2009). This study used cross sectional method. Study shows that the mileage and service delivery in health centers is a factor that has a significant association in improving the coverage of deliveries by health personnel. R square value of 0.217 means 8 (eight) independent variables under study may explain the variable scope of delivery for 21.7%, while the rest is explained by other variables not included in this study.
Hasil: Komponen output berupa persentase RM rawat inap bermutu baik sebesar 33% yang terdiri dari kelengkapan isi sebesar 34%, ketepatan waktu pengembalian sebesar 100%, dan pemenuhan persyaratan hukum sebesar 69,9%. Kendala pada komponen input antara lain ketersediaan petugas RM yang sesuai kompetensi masih belum mencukupi, belum tersedianya pelatihan pengisian RM, sosialisasi kebijakan kepada profesional pemberi asuhan (PPA) yang masih bersifat segmented, perakitan formulir yang belum konsisten, dan belum tersedianya SOP pengisian RM sebelumnya yang dibutuhkan sebagai acuan PPA dalam melakukan pengisian RM, kebijakan reward dan punishment belum resmi diberlakukan, anggaran dana untuk pelatihan PPA terkait pengisian RM masih belum tersedia, tidak tersedianya insentif untuk PPA dan petugas RM, dan beberapa sarana prasarana di URM kurang memadai. Selain itu, dari segi process terdapat beberapa kendala dari proses pendaftaran yang mengakibatkan pengisian identitas pasien menjadi tidak lengkap. Pelaksanaan pengisian RM yang kurang baik dikarenakan SOP yang masih belum tersedia dan peran PPA dalam mengisi dokumen RM yang belum baik. Proses pengembalian RM sudah dilakukan secara cukup disiplin dalam waktu 1x24 jam. Kegiatan analisis isi dan pemanfaatannya belum dilaksanakan secara berkala, serta pemantauan dan evaluasi pengisian RM yang belum berjalan dengan baik. Belum terbentuknya komite rekam medis sehingga peran audit rekam medis belum berjalan dengan baik. Kesimpulan: Masih rendahnya mutu RM rawat inap di RSMTP berhubungan dengan beberapa faktor yang masih belum terpenuhi dari faktor SDM sendiri maupun faktor-faktor lainnya yang masih mengalami beberapa kendala, serta beberapa proses terkait mutu rekam medis belum berjalan dengan baik. Saran: Perlu adanya pembuatan beberapa kebijakan seperti pengadaan insentif dan kebijakan reward dan punishment. Selain itu, beberapa aspek lain perlu diperhatikan yaitu anggaran untuk pelatihan, pembentukan panitia RM, sosialisasi SOP secara menyeluruh, pemanfaatan analisis isi sebagai acuan evaluasi mutu RM dan kinerja PPA, serta peran PPA dalam memberikan fokus kepada beberapa item rekam medis sehingga seluruh indikator mutu dapat tercapai.
Kegiatan posyandu bertujuan memantau pertumbuhan balita dengan indikator pencapaian adalah cakupan penimbangan balita (D/S). Pencapaian D/S tahun 2011 di Kota Padang terendah pada Puskesmas Nanggalo 42,7% dan tertinggi pada Puskesmas Ambacang 96,7%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor kader dan sarana posyandu dengan cakupan penimbangan di posyandu dua puskesmas Kota Padang tahun 2012. Desain penelitian adalah cross sectional.
Hasil penelitian rata ? rata D/S tahun 2012 puskesmas 66,01 % dengan proporsi cakupan tinggi 52,4 %. Pendidikan, lama kerja, pengetahuan, pelatihan, persepsi, jumlah kader dan sarana posyandu berhubungan bermakna dengan cakupan penimbangan balita. Perlu pelatihan kader, penambahan jumlah kader dan sarana posyandu.
Posyandu activities aimed at monitoring the growth of underfive children with indicators of achievement is the scope of child's weight (D/ S). Achievement of D / S of Padang in 2011, Nanggalo 42.7% and Ambacang 96.7%. Research purposes to determine the correlation between the cadres and the facilities posyandu to coverage of weighing in posyandu Padang City in 2012. The study design was cross-sectional.
The results the average D/ S in 2012 66,01% and propostion hight coverage of weighing 52,4 %. Education, Length of work, knowledge, training, perception, number of cadres and facilities posyandu significantly associated with coverage of weighting underfive children. Need training of cadres and increasing the number of cadres and facility.
