Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36050 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Oka Wilsen Joung; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Kurnia Sari, Eka Ginanjar, Irmina Suyanti
Abstrak:
Rumah sakit secara tidak langsung memiliki tuntutan dalam menerapkan strategi pemasaran. Bauran pemasaran merupakan model strategi terdiri dari 7P, yaitu product, price, place, promotion, people, process, physical evidence. Rumah Sakit Santo Antonio Baturaja mengalami penurunan tingkat keterisian tempat tidur setelah relokasi pada tahun 2019. Informasi pelayanan belum tersampaikan ke masyarakat, salah satunya pelayanan BPJS padahal Universal Health Coverage di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencapai 87,67% pada November 2023. Penelitian ini bertujuan menciptakan strategi optimalisasi pemilihan RS Santo Antonio sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) di Kabupaten OKU dengan pendekatan bauran pemasaran. Penelitian mixed method, analisis kuantitatif dengan desain potong lintang dari 100 sampel yang mengisi kuesioner di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dilanjutkan analisis kualitatif dengan wawancara mendalam beberapa sampel dan manajemen RS Santo Antonio untuk mengkonfirmasi hasil analisis kuantitatif. Hasil analisis kuantitatif didapatkan promosi, harga, sumber daya manusia, proses, dan bukti fisik memiliki hubungan dengan pemilihan FKRTL. Selanjutnya hasil analisis kualitatif didapatkan permasalahan dan rencana strategi. Strategi optimalisasi sesuai prioritas nilai odds ratio (OR) terbesar meliputi pelatihan dan remunerasi untuk mengoptimalkan kinerja SDM, branding tanpa iur biaya, promosi omnichannel yang konsisten, rekam medis elektronik untuk mempersingkat waktu tunggu, dan membangun citra menerima pasien BPJS walaupun gedung RS bagus.

Hospitals indirectly have demands in implementing marketing strategies. The marketing mix is a strategy model consisting of 7Ps, namely product, price, place, promotion, people, process, physical evidence. Santo Antonio Baturaja Hospital experienced a decrease in bed occupancy rates after relocation in 2019. Information about services has not been conveyed to the public, one of which is BPJS services even though Universal Health Coverage in Ogan Komering Ulu (OKU) Regency reached 87.67% in November 2023. Research This aims to create an optimization strategy for selecting Santo Antonio Hospital as an advanced referral health facility (FKRTL) in OKU Regency using a marketing mix approach. Mixed method research, quantitative analysis with a cross-sectional design from 100 samples who filled out questionnaires at First Level Health Facilities (FKTP), followed by qualitative analysis with in-depth interviews with several samples and the management of Santo Antonio Hospital to confirm the results of the quantitative analysis. The results of the quantitative analysis showed that promotion, price, human resources, processes and physical evidence were related to the selection of FKRTL. Furthermore, the results of the qualitative analysis obtained problems and strategic plans. Optimization strategies according to the priority of the largest odds ratio (OR) value include training and remuneration to optimize HR performance, branding without cost fees, consistent omnichannel marketing, electronic medical records to shorten waiting times, and building an image of accepting BPJS patients even though the hospital building is good
Read More
B-2440
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Mustika Rahmadini; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Aditya Pratama Saanin, Amila Megraini
Abstrak:
Peningkatan persaingan layanan kesehatan di era digital mendorong rumah sakit untuk mengadopsi strategi pemasaran yang lebih adaptif dan efektif. Rumah Sakit Islam Aysha, sebagai rumah sakit umum tipe C yang baru berdiri di wilayah Cibinong, memerlukan strategi pemasaran digital yang tepat untuk meningkatkan visibilitas, daya saing, dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran digital berbasis bauran pemasaran (7P) yang dapat diterapkan di RS Islam Aysha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, kuesioner bauran pemasaran, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Islam Aysha memiliki kekuatan pada aspek sumber daya manusia, lokasi strategis, dan layanan Islami, namun masih perlu penguatan di bidang promosi digital, pengelolaan website, dan edukasi kesehatan masyarakat. Berdasarkan analisis SWOT, matriks IFE-EFE, IE, serta TOWS, disusun strategi agresif yang berfokus pada penetrasi pasar digital, promosi tematik berbasis media sosial, optimalisasi website layanan, serta penguatan citra rumah sakit Islami. Strategi bauran pemasaran digital yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, loyalitas pasien, serta memperkuat posisi RS Islam Aysha di tengah persaingan layanan kesehatan.

The increasing competition in healthcare services in the digital era has driven hospitals to adopt more adaptive and effective marketing strategies. Rumah Sakit Islam Aysha, as a newly established type C general hospital in the Cibinong area, requires an appropriate digital marketing strategy to enhance its visibility, competitiveness, and patient loyalty. This study aims to formulate a digital marketing strategy based on the marketing mix (7P) approach applicable to Rumah Sakit Islam Aysha. The research employed a descriptive qualitative method through in-depth interviews, marketing mix questionnaires, and document reviews. The findings revealed that Rumah Sakit Islam Aysha has strengths in human resources, strategic location, and Islamic-based healthcare services but requires improvement in digital promotion, website management, and community health education. Based on SWOT analysis, IFE-EFE, IE, and TOWS matrices, an aggressive strategy was developed focusing on digital market penetration, thematic campaigns through social media, optimization of service websites, and strengthening the hospital’s Islamic brand image. The integrated digital marketing mix strategy is expected to improve public trust, increase patient loyalty, and strengthen the competitive position of Rumah Sakit Islam Aysha within the healthcare service industry.

Read More
B-2531
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supartini; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Evi Martha, Purnawan Junadi, Sumijatun, Saida Simanjuntak
Abstrak: Abstrak

Dokumentasi keperawatan merupakan bukti dari pelaksanaan keperawatan yang menggunakan metode proses keperawatan, berisi tentang catatan respon pasien terhadap tindakan medis dan tindakan keperawatan serta merupakan indikator mutu asuhan keperawatan. Agar pelayanan keperawatan berkualitas maka perawat diharapkan dapat menerapkan asuhan keperawatan dengan pendokumentasian yang benar.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dokumen asuhan keperawatan terkait dengan faktor individu, faktor organisasi dan faktor psikologis, menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Observasi memungkinkan peneliti mengamati langsung tantangan perawat dalam melengkapi dokumen pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana tindakan, implementasi, evaluasi dan catatan keperawatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengisisan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit Santo Antonio masih di bawah standar Depkes. Perawat sudah menyadari pentingnya pendokumentasian asuhan keperawatan. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya tenaga dan kurangnya fasilitas yang ada seperti petunjuk teknis pengisian dokumentasi asuhan keperawatan. Selain itu, belum pernah dilakukan pelatihan terkait dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Perawat memanfaatkan hasil dokumentasi sebagai materi komunikasi kemajuan kondisi pasien, namun dokter belum memanfaatkan secara maksimal hasil dokumentasi yang dibuat oleh perawat.

Saran dari penelitian ini adalah agar pihak manajemen memenuhi jumlah tenaga, mengadakan pelatihan dan seminar, membuat petunjuk teknis pengisian dokumentasi asuhan keperawatan, menerapkan supervise berjenjang serta membuat lembar catatan pasien yang terintegrasi dari seluruh tenaga kesehatan. Saran untuk Kemenkes adalah mengembangkan peraturan yang memberikan pemisahan yang jelas antara tugas dokter dan tugas perawat.


Nursing documentation is an evidence of the implementation of nursing, using the nursing process method, which is contains the report of the patients’ response to the medical and nursing care also an indicator of the nursing care quality. In order to support the nursing care quality, the nurse should applied itself with proper documentation.

The aim of this research is to analyze the completion of the nursing care document, in relation to the individual, organizational, and psychological factors by using qualitative methods such as observation and in-depth interviews. This study is allow to observed nurses challenges to complete the document, diagnose, treatment planning, implementation, evaluation and medical record.

The study revealed that nursing care document completion in Saint Antonio hospital is still below standard even the nurses realized the importance of documenting nursing care. Challenges were found are the nurses work load, no technical guideline for completing the nursing document, no trainings and no workshops for the nurses. Nurses are going to use the results of the documentation to discuss the progress of patient’s condition, but clinicians do not use it as expected.

The study suggests the management to increase the number of personnel, to held trainings and seminars for nurses, to develop technical guideline for nursing documentation, to implement head nurse’s supervision and also create an integrated record sheet based on various personal’s health. Recommendation for Ministry of Health is to provide regulation of clear duty of nurses and doctors.

Read More
B-1490
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brenda Carolinsia; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Angga Pradian, Yessy Wirani
Abstrak:
Salah satu dampak dari pandemi COVID-19 adalah penurunan jumlah angka kunjungan pasien di rumah sakit. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan bagi sakit. Di sisi lain, mutu pelayanan yang diselenggarakan oleh rumah sakit dapat memengaruhi persepsi pasien akan pelayanan rumah sakit, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang ke rumah sakit tersebut. Populasi pada penelitian ini adalah rata-rata jumlah kunjungan ulang pasien rawat jalan di Poliklinik RS Santo Antonio Baturaja periode Januari-Juni 2021 yaitu sebanyak 724 orang dan sampel sebanyak 270 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, uji statistik menggunakan uji Chi Square. Untuk analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara dimensi tangible (P Value = 0,000, IK95% = 11,467-469,81), reliability (P Value = 0,006, IK95% = 4,561-231,59), responsiveness (P Value = 0,000, IK95% = 7,155-258,41), emphaty (P Value = 0,014, IK95%=2,869-117,45) dan assurance (P Value = 0,000, IK95%=8,320-322,49) dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di poliklinik RS Santo Antonio Baturaja pada masa pandemi COVID-19. Dimensi yang paling dominan adalah tangible (P Value = 0,001). Mayoritas persepsi responden sudah baik tentang mutu pelayanan kesehatan di Poliklinik Spesialis RS Santo Antonio pada masa Pandemi COVID-19. Namun, ada respons negatif pada dimensi Tangible terkait sterilitas, kelengkapan alat medis serta kebersihan kamar mandi pasien. Respons negatif pada dimensi Reliability berupa keluhan terhadap alur proses pendaftaran, ketepatan waktu mulai praktik dokter dan waktu tunggu pelayanan. Sehingga, rumah sakit perlu meningkatkan promosi pendaftaran rawat jalan secara Online, penambahan loket pendaftaran, menambah nurse station, dan mengupayakan peningkatan kepatuhan waktu mulai pelayanan spesialis oleh dokter spesialis melalui pemberian Reward and Punishment sebagai strategi jangka pendek untuk meningkatkan minat kunjungan ulang. Adapun strategi jangka panjang berupa program kerjasama rujukan dengan FKTP dan penambahan Poliklinik Geriatri.

One of the impact of the COVID-19 pandemic is the decrease in hospital patient visit. This will in turn decrease the hospital?s income. On the other hand, the quality of the hospital services may affect the patient?s perception on the hospital?s quality of service, which will eventually affect the patient?s intent to revisit the hospital. This study aims to analyze the correlation between hospital service quality on outpatients? intent to revisit the specialist polyclinic of Santo Antonio Hospital Baturaja. The population was the average number of outpatients revisiting the specialist polyclinic of Santo Antonio Hospital Baturaja for the January-June 2021 period, namely 724 patients. The number of samples were 270 respondents. This is a quantitative study using a cross-sectional design, with statistical tests using the Chi Square test. For multivariate is using multiple logistic regression analysis. The results showed that there was a relationship between tangible (P Value = 0.000, CI95% = 11.467-469.814), reliability (P Value = 0.006, CI95% = 4.561-231.590), responsiveness (P Value = 0.000, CI95% = 7.155- 258,411), empathy (P Value = 0.014, CI95%=2,869-117,453) and assurance (P Value = 0,000, CI95%=8,320-322,492) with the intent to revisit outpatient in Specialist Polyclinic of Santo Antonio Hospital during the COVID-19 Pandemic. The most dominant dimension is tangible (P Value = 0.001). The majority of respondents had a good perception of the quality of hospital services. However, there was negative responses on the Tangible dimension related to the sterility and completeness of medical devices in the examination room and the patient's bathroom. Negative responses on the Reliability dimension related to registration process, the timeliness of starting doctor practice and the waiting time for services. Hospitals need to make improvements to improve quality of hospital services. Thus, hospital need to increase the promotion of online registration, add registration counters, add nurse stations, and give specialist doctors rewards/punishment as a short-term strategy to increase outpatients? intent to revisit. The long-term strategy is in the form of a referral collaboration program with general practitioners and the addition of a Geriatric Polyclinic.
Read More
B-2318
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Eulis Fatimah Nadirah; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wachyu Sulistiadi, Ares Susilo, Amila Megraini
Abstrak:
Adanya peningkatan jumlah rumah sakit dan perkembangan informasi sejak adanya internet membuat rumah sakit membutuhkan media promosi. Perubahan perilaku konsumen akibat Covid-19 telah mengubah lingkungan pemasaran, menyebabkan rumah sakit perlu mengkaji ulang strategi pemasaran mereka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi bauran pemasaran di Rumah Sakit Trimitra menghadapi pascapandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif menggunakan telaah dokumen, wawancara, dan Consensus Decision Making Group (CDMG)) untuk penentuan strategi bauran pemasaran. Tahapan analisis dilakukan dengan melakukan tahapan penentuan strategi, kemudian dilanjutkan dengan Segmenting, Targeting, dan Positioning, lalu menentukan bauran pemasaran dengan 7P, yaitu Product, Promotion, Price, Place, People, Process, dan Physical Evidences. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan sesuai kondisi Rumah Sakit Trimitra Cibinong adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Berdasarkan hasil CDMG didapatkan bahwa layanan yang dapat dikembangkan oleh rumah sakit adalah Perina/NICU, layanan spesialis kebidanan dan kandungan, media promosi dan digitalisasi layanan kesehatan. Pemasaran produk yang dapat dilakukan yaitu dengan promosi metode ERACS bagi pasien yang terindikasi persalinan seksio sesarea dan mengembangkan layanan telekonsultasi. Melakukan kegiatan promosi dengan optimalisasi pemasaran digital dan merekrut SDM yang handal di bidang tersebut. Strategi bauran pemasaran dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan organisasi yang sesuai dengan tujuan Rumah Sakit Trimitra Cibinong.

The increase in the number of hospitals and the development of information since the existence of the internet has made hospitals need promotional media. Changes in consumer behavior due to Covid-19 have changed the marketing environment, causing hospitals to re-examine their marketing strategies. The purpose of this study is to determine the marketing mix strategy at Trimitra Hospital after the Covid-19 pandemic. This research is a case study research with a qualitative approach using document reviews, interviews, and Consensus Decision Making Group (CDMG) for determining the marketing mix strategy. The stages of analysis are carried out by carrying out the stages of determining the strategy, then proceed with Segmenting, Targeting, and Positioning, then determine the marketing mix with the 7Ps, Product, Promotion, Price, Place, People, Process, dan Physical Evidences. Marketing strategies that can be applied according to the conditions of Trimitra Cibinong Hospital are market penetration and product development. Based on the CDMG results, it was found that the services that could be developed by the hospital were Perina/NICU, obstetrics and gynecology specialist services, media promotion and digitalization of health services. Product marketing that can be done is by promoting the ERACS method for patients with indications for cesarean section delivery and developing teleconsultation services. Carry out promotional activities by optimizing digital marketing and recruiting reliable human resources in this field. The marketing mix strategy can be a tool to achieve organizational goals that are in accordance with the objectives of Trimitra Cibinong Hospital.
Read More
B-2384
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nathalia Cahyani Windyata; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Wahyu Sulistiadi, Amila Megraini
B-1054
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Apriani Utami; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Imas Rahmi Wisdiani
Abstrak:
Pelayanan klinik nyeri adalah pelayanan kesehatan di poliklinik yang berfokus pada manajemen nyeri akut dan kronis. Klinik nyeri dibuka akhir September 2019, dan hanya ada satu-satunya di Karawang. Dari data pasien poliklinik tahun 2018, pasien dengan keluhan nyeri sekitar 50% total pasien dari poliklinik yang dapat menjadi potensi klinik nyeri. Dari data kunjungan klinik nyeri diketahui usia terbanyak yang berkonsultasi adalah usia produktif dan usia lanjut (geriatri). Di RS Mandaya sudah terbentuk komunitas geriatri yang diberi nama Golden Club. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dimulai pada bulan Oktober 2019 sampai Mei 2020. Informan penelitian, yaitu Direktur Utama, Kepala Divisi Pemasaran, Dokter penanggung jawab klinik nyeri, Sub unit pemasaran bagian community office, perawat klinik nyeri, pasien dan atau keluarga pasien klinik nyeri, anggota komunitas golden club. Data diambil dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah segmentasi dan target klinik nyeri yaitu pasien yang mempunyai keluhan nyeri kronis baik yang sudah ataupun belum mendapatkan pengobatan sebelumnya, perempuan, usia produktif (³20-64 tahun) dan usia lanjut (³65 tahun), tempat tinggal di kecamatan karawang Barat dan Telukjambe Timur, jenis pembayaran dengan jaminan pribadi. Dengan spesialisasi produk intervensi nyeri menggunakan penuntun C-Arm atau Ultrasonografi. Posisi pasar klinik nyeri sebagai market leader pelayanan klinik nyeri untuk rujukan dari internal maupun eksternal RS Mandaya. Bauran pemasaran Co-creation ingin mengembangkan intratechal analgesia, Currency yang ditawarkan di klinik nyeri masih perlu evaluasi dari manajemen untuk penentuan tarif, Communal activation dan Coversation dilakukan secara online melalui sosial media, grup whatsapp, dan telekonsultasi. Strategi pemasaran klinik nyeri melalui pendekatan komunitas geriatri saat ini belum seperti yang diharapkan dan tercapai

Pain clinic services are health services in polyclinics that focus on acute and chronic pain management. This pain clinic was opened at the end of September 2019, and there is in only one in Karawang. From polyclinic patient data in 2018, patients with pain complains were about 50% of the total patients from polyclinic which could be a potential pain clinic. From the pain clinic visit data of patients, it is known that the most consulted are the productive age and old age (geriatrics). At Mandaya Hospital, a geriatric community has been formed, which is called The Golden Club. This research is a case study research with a qualitative approach, begins in October 2019 to May 2020. Research informants including the President Director, Head of Marketing Division, Doctor in charge of Pain Clinic, Marketing sub-unit of the community office section, Pain clinic nurse, Patient and or family of pain clinic patients, Members of the golden club community. Data taken from primary and secondary data. The results of this study are segmentation and targets of pain clinic, namely patients who have complaints of chronic pain whether or not they have received prior treatment, women, productive age (³20-64 years old) and old age (³65 years old), living in West Karawang and East Telukjambe districs, types of payment with personal guarantee. Specialized in pain intervention products using C-Arm or USG guide. Pain clinic market position as the market leader in pain clinic services for internal and external referrals of Mandaya Hospital. The marketing mix of Co-creation wants to develop intratechal analgesia, Currency offered in pain clinics need evaluation from management for determining rates, Communal activation and Conversation are carried out online through social media, WhatsApp groups, and teleconsultation. The pain clinic marketing strategy with the geriatric community approach is currently not as expected and achieved
Read More
B-2180
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setyo Wibudi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Pujiyanto, Budi Setianto, Amir H. Mauzzy
Abstrak: Proses pelayanan pasien lama rawat jalan umum di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita berkaitan dengan waktu tunggu pemeriksaan pasien poliklinik, belum mencapai target standar pelayanan minimal rumah sakit kurang dari 60 Menit. Hal ini mengakibatkan pelayanan menjadi tidak efisien. Metode Lean merupakan suatu metode yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pada proses pelayanan pasien lama rawat jalan umum. Penelitan kualitatif dengan menggunakan prinsip Lean Thinking untuk menggambarkan alur proses pelayanan pasien lama rawat jalan umum, menghitung Cycle Time dan Lead Time dan menganalisai Waste yang terjadi. Hasil penelitian digambarkan dalam current state value stream mapping menunjukkan bahwa 12% total waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan value added sedangkan 88% total waktu layanan merupakan waktu yang digunakan untuk kegiatan non value added (Waste). Usulan perbaikan dengan metode Lean dapat menurunkan presentasi non value added activity.
Kata Kunci : Lean; Non Value Added; Proses pelayanan; Value Added; Waste.

The service process of old patient at outpatient poly services in Rumah Sakit Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita related to waiting time examination of the patients, it has not reached the target of minimum service standards for hospital less than 60 minutes. This resulted in services being inefficient. Lean method is a method that is expected to improve efficiency in service process on old patients at outpatient general services. Qualitative research by using the principles of Lean Thinking to illustrate the process flow patient service on old patients at outpatient general services, calculated cycle time and lead time and analyzed waste that occurs. The results of the study are described in the current state value stream mapping showed that 12% of the total time required for value added activities, while 88 % of total service time is the time spent on non-value added activities (Waste). Proposed improvements with Lean methods can reduce non-value added activity presentation.
Keywords: Lean; Non Value Added; Process service; Value Added; Waste
Read More
B-1830
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tria Yune Eriartasari; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Purnawan Junadi, Indrasari Aulia, Hermiati
Abstrak: Fenomena tingginya angka rujukan pasien yang diterima oleh rumah sakit di eraJaminan Kesehatan Nasional mengakibatkan penumpukan pasien yang berobat ke rumahsakit. Salah satu konsep yang dapat digunakan di era JKN untuk dapat memberikan kualitaspelayanan bagi pasien rujukan agar lebih efektif dan optimal, melakukan efisiensi biaya danjuga berorientasi kepada nilai walaupun dengan keterbatasan anggaran dan sumber daya yangdihadapi rumah sakit adalah dengan mengaplikasikan konsep Lean dalam pelayanankesehatan.Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penentu belum optimalnya pelayanan pasienrujukan JKN di poliklinik disebabkan oleh waktu tunggu berkas rekam medik lama, waktutunggu dokter spesialis lama, serta pasien yang menumpuk dan berkerumun menungguantrian. Berdasarkan Karakteristik Sistem Rujukan WHO, kurangnya SDM rekam medik,profesionalitas dokter, kurangnya kerjasama dan komunikasi pra rujukan, kelengkapanfasilitas sarana prasarana dan sumber daya pendukung yang kurang memadai, serta belumsempurnanya aplikasi SIMRS juga menyebabkan belum optimalnya pelayanan pasienrujukan JKN di poliklinik. Berdasarkan Current State Value Stream Mapping didapatkanaktivitas value added pada proses pelayanan hanya 7,32 % sampai 17,75 %, sedangkanaktivitas non value added mencapai 82,25 % sampai 92,6 %. Dengan memotong alurpelayanan, mengeliminasi waste yang ditemukan, dan implementasi tools Lean 5S, VisualManagement, Eror Proofing, dan Heijunka diharapkan pada Estimate Future State ValueStream Mapping akan menghasilkan penurunan waktu pelayanan sampai 87 menit, danmeningkatkan aktivitas value added sampai 34,95%.
Kata kunci : Pasien rujukan JKN, optimalisasi pelayanan, konsep lean, waktu tunggu.
The phenomenon of high rates of referral of patients received by the hospital in theera of National Health Insurance resulted in a buildup of patients treated at the hospital . Oneconcept that can be used in the era JKN to be able to provide quality care for the patientsreferral to be more effective and optimal, cost efficiency and also oriented to value althoughwith limited budgets and resources faced by hospitals is to apply the concept of Lean inhealthcare.This study shows that the decisive factor is not optimal patient care referral JKN inpolyclinic are caused by long waiting time for medical record file, long waiting timespecialist doctors, and patients who accumulate and clump waiting queue. Based ReferralSystem Characteristics WHO, lack of human resources in medical records, physicianprofessionalism, lack of cooperation and communication pre references, completeinfrastructure facilities and supporting resources are inadequate, and incomplete applicationSIMRS also lead to non-optimal patient care referral JKN in polyclinic. Based on the CurrentState Value Stream Mapping, value added activities in the service only 7.32 % to 17.75 %,while the non-value added activity reached 82.25 % to 92.6 %. By cutting the service flow,eliminate waste were found, and implementation tools of Lean 5S, Visual Management, ErrorProofing , and Heijunka expected at Estimate Future State Value Stream Mapping will resultin reduced service time to 87 minutes , and increase value added activities until 34.95 % .
Key word : referral patient of JKN, optimization services, lean concept, waiting time.
Read More
B-1785
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Halley Sari Hadi; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Ni'matullah Mansur
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran (product, price, place, dan promotion) dan pemasaran spiritual (rabbâniyyah, al-insâniyyah, al- wâqi’iyyah, dan akhlâqiyyah) terhadap loyalitas pasien di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug Tahun 2023 serta mengetahui pengaruh secara langsung dan secara tidak langsung dari variabel-variabel yang digunakan. Adapun dua variabel yang dicurigai berpengaruh terhadap loyalitas pasien rumah sakit bersertifikasi syariah adalah bauran pemasaran dan pemasaran spiritual dan dimediasi oleh kepuasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug yang telah tersertifikasi syariah sejak tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data mengunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 145 pasien rawat inap dan diolah menggunakan SmartPLS 3. Semua variabel lolos dalam uji outer model, kemudian hasil dari inner model adalah adanya hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran dengan loyalitas p-value 0,049 (p-value <0,05) dan kepuasan pasien p-value 0,003 (p- value <0,05) secara langsung serta loyalitas pasien dimediasi oleh kepuasan pasien p- value 0,026 (p-value <0,05). Sedangkan, pada pemasaran spiritual tidak terdapat hubungan yang bermakna terhadap loyalitas pasien secara langsung p-value 0,931 (p- value >0,05) dan bernilai negatif. Namun, hubungan pemasaran spiritual dengan kepuasan dan hubungan pemasaran spiritual yang dimediasi oleh kepuasan pasien menunjukkan hasil yang signifikan terhadap loyalitas dengan nilai p-value 0,000 (p-value <0,05). Terdapat hubungan antara kepuasan dengan loyalitas pasien di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug p-value 0,000 (p-value <0,05). Semakin baik kepuasan pasien, maka akan meningkatkan loyalitas. Implikasi dalam penelitian ini dapat menjadi acuan dalam membangun loyalitas pasien dan memaksimalkan pemasaran di rumah sakit bersertifikasi syariah. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Pemasaran Spiritual, Rumah Sakit Syariah, Kepuasan dan Loyalitas


The purpose of this study is to determine the relationship between marketing mix (product, price, place, and promotion) and spiritual marketing (rabbâniyyah, al- insâniyyah, al-wâqi’iyyah, and akhlâqiyyah) on patient loyalty at Sari Asih Ciledug Hospital in 2023, as well as to determine the direct and indirect effects of the variables used. The two variables suspected to influence patient loyalty in a sharia-certified hospital are marketing mix and spiritual marketing, mediated by satisfaction. The research was conducted at Sari Asih Ciledug Hospital, which has been sharia-certified since 2018. This study is a quantitative research with a cross-sectional approach. Data collection was done using a questionnaire with 145 inpatient respondents and analyzed using SmartPLS 3. All variables passed the outer model test, and the results of the inner model showed a significant relationship between marketing mix and loyalty with a p-value of 0.049 (p- value <0.05), as well as patient satisfaction with a p-value of 0.003 (p-value <0.05) directly, and patient loyalty mediated by patient satisfaction with a p-value of 0.026 (p- value <0.05). On the other hand, there was no significant direct relationship between spiritual marketing and patient loyalty with a p-value of 0.931 (p-value >0.05), and it had a negative value. However, the relationship between spiritual marketing and satisfaction, as well as the relationship between spiritual marketing mediated by patient satisfaction, showed significant results on loyalty with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). There is a relationship between satisfaction and patient loyalty at Sari Asih Ciledug Hospital with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). The better the patient satisfaction, the higher the loyalty. The implications of this study can serve as a reference for building patient loyalty and maximizing marketing in sharia-certified hospitals. Key words: Marketing Mix, Spiritual Marketing, Shariah Hospital, Satisfaction and Loyalty

Read More
B-2448
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive