Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4128 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anita Dhewy
Jurnal Perempuan, Vol.22, No.1, Februari 2017
Jakarta : Yayasan Jurnal Perempuan, 2017
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Miranda Warsito; Pembimbing: Meiwita P. Budiharsana, Sharyn Burns; Penguji: Budi Hartono, Fuadi Darwis, Rita Djupuri
Abstrak: Despite the overwhelming impact of disasters in Indonesia, Public Health Resilience as an approach to disasters countermeasure is only mentioned once in the Indonesian development agenda (RPJMN) 2015-2019. By utilising the method of policy content analysis, this study aims to analyse the transformation from concept to implementation of Public Health Resilience against disaster in the RPJMN 2015-2019 and Renstra BNPB 2015-2019, also, to find alternative solutions for Public Health Resilience concept for future Indonesias development agenda (RPJMN 2020-2025). The research result shows that in the write up of RPJMN 2015-2019 and Renstra BNPB 2015-2019 was lacking the scientific background, specified recourses, specified goals, monitoring and evaluation mechanism, and specified obligation for Public Health Resilience building in Indonesia.
Read More
T-5699
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Suwandono
HSJI Vol. 5, No. 1
Jakarta : Lembaga Penerbit Balitbangkes; Ministry of Health Indonesia, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meiwita P. Budiharsana, Peter F. Heywood
616.9 BUD s (LP)
Depok : FKM UI, 2017
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reproductive Health Matters (RHM), Vol. 22, No.44, Nov. 2014, hal. 202-212
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arifa Rahma Izzati; Pembimbing: R. Budi Hartono; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Daniek Suryaningdiah
Abstrak: Tuberkulosis paru atau TB paru adalah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain melalui droplet yang ditransmisikan melalui udara. Tingginya angka kasus penyakit TB dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor kepadatan penduduk, cakupan rumah sehat, serta iklim (suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan) terhadap angka proporsi kasus TB paru BTA Positif di Kota Surabaya pada tahun 2015-2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistika dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dengan metode studi ekologi time trend dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara variabel kepadatan penduduk (p = 0,000; r = 0,308), cakupan rumah sehat (p = 0,000; r = -0,363), serta kelembaban udara pada lag time 1 tahun (p = 0,014; r = 0,949) dengan proporsi TB paru BTA positif. Sementara untuk faktor suhu udara serta curah hujan menunjukkan hubungan yang tidak signfikan dengan proporsi TB paru BTA Positif. Berdasarkan peta analisis spasial, didapatkan pola yang jelas bahwa angka proporsi yang tinggi terdapat pada wilayah kecamatan yang memiliki cakupan rumah sehat yang rendah, namun pada faktor kepadatan penduduk tidak terlihat pola yang jelas. Oleh karena itu, disarankan untuk dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit TB paru terutama pada wilayah kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan juga melalui upaya pengembangan rumah sehat yang optimal.
Pulmonary tuberculosis or pulmonary TB is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. This disease is transmitted from one person to another through droplets that are transmitted through the air. The high number of TB cases can be caused by various factors, one of which is environmental factors. This study aims to determine the relationship between population density, healthy housing coverage, and climate factors (air temperature, relative humidity, and rainfall) to the proportion smear-positive pulmonary TB cases in Surabaya city in 2015-2019. This study uses secondary data from the Central Bureau of Statistics and the Surabaya City Health Office with time trend ecological study methods and spatial analysis. The results showed that there was a significant relationship between population density (p = 0.000; r = 0.308), healthy house coverage (p = 0.000; r = -0.363), and humidity at a 1 year lag time (p = 0.014; r = 0.949) with the proportion of smear-positive pulmonary TB. Meanwhile, the air temperature and rainfall factors showed a non-significant relationship with the proportion of smear-positive pulmonary TB. Based on the spatial analysis map, a clear pattern is found that the high proportion is found in sub-districts that have low coverage of healthy homes, but on the population density factor there is no clear pattern. Therefore, it is recommended to prevent and control pulmonary TB disease, especially in sub-districts that have a high population density and also through efforts to develop optimal healthy homes.
Read More
S-11020
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Arief Syaifulloh; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara faktor individu meliputi jenis kelamin, lingkungan meliputi kepadatan penduduk dan cakupan rumah sehat, dan perilaku meliputi cakupan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tatanan rumah tangga terhadap kasus tuberculosis di Kota Depok tahun 2015-2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi ekologi menggunakan data sekunder dalam rentang tahun 2015-2019 berbentuk data agregat dari 11 kecamatan yang ada di Kota Depok sebagai unit analisisnya. Data diperoleh dari buku profil kesehatan Kota Depok yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok. Data dianalisis secara univariat dan bivariat lalu ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.
Read More
S-10604
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfiyanti; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ronnie Rivany, Liliana Lazuardi, F. Jeanne Uktolseja
Abstrak: Tesis ini, menganalisis posisi pelayanan kusta di rumah sakit khusus kustaDr.Sitanala tahun 2015-2019. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui posisipelayanan kusta, arah pengembanganya lima tahun kedepan dan strategi yangtepat untuk kondisi tersebut. Merupakan penelitian operasional (operationalresearch) dengan mengunakan langkah-langkah manajemen strategis berdasarkanteori yang disampaikan Fred.R.David dan Duncan. Tahapan penelitian ini, diawalidengan analisis situasi eksternal dan internal rumah sakit, penetapan strategidengan menggunakan matrik EFE,IFE dan analisis SWOT, penentuan alternativestrategi dengan matrik IE dan matrik TOWS, prioritas strategi dengan matrikQSPM dan strategi prioritas diterjemahkan kedalam kegiatan tahunan denganindikator capaian kinerja berupa KPI. Hasil penelitian didapatkan posisipelayanan kusta pada sel V (hold and maintain) dan quadran 2 (Internal Fix-It)yang artinya, RSK.DR.Sitanala memiliki kelemahan internal yang bisamenghambat pelayanan kusta, akan tetapi masih memiliki peluang yang baik darilingkungan eksternal Rumah Sakit. Strategi yang disarankan adalah melakukanperbaikan internal (product development). Prioritas strategi: Memaksimalkanperanan rehabilitasi kusta paripurna, Meningkatkan layanan bedah kusta,membangun poliklinik kusta dengan konsep pelayanan kusta terpadu (one stopservice)Kata kunci: Strategi, Rumah Sakit, Kusta
This thesis analyzes the position of leprosy services in Specialized LeprosyHospital (SLH) Dr. Sitanala, years 2015-2019. The purpose of the study was todetermine the position of leprosy services in SLH. Dr. Sitanala this time, todetermine the appropriate service strategy for the next five years. This study is theoperational research by using strategic management frameworks, proposed byFred R. David and Duncan.This study begins with an analysis of the external andinternal situation of the hospital, followed by the determination of strategies usingmatrix EFE, IFE and SWOT analysis. Furthermore, the determination ofalternative strategies using IE matrix and TOWS matrix. Priority Strategiesselected using matrix QSPM, then the priority strategies are translated into annualactivities that comes with a Key Performance Indicators (KPI). The results of thisstudy indicate that the position of leprosy services in SLH Dr. Sitanala currentlyresides in the cell V (hold and maintanance) and quadran 2 (Internal Fix-It). Thisposition means that the hospital currently has internal weaknesses that inhibitleprosy services, whereas the external side, the hospital still have a chance. Thisstudy also resulted in a recommendation strategy is right for a period of five years,which is doing internal repairs (product development). Strategic priorities thatneed to be done is to Maximize the role of plenary leprosy rehabilitation, improvesurgical services leprosy, leprosy clinic and establish the concept of integratedleprosy services (one stop service)Keywords: Strategies, Hospital, Leprosy
Read More
B-1656
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cecilia Nadine Atillah; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Ema Hermawati, Siti Widianingrum Dina
Abstrak:
Hingga saat ini, tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan yang mengancam kesehatan masyarakat. Sebanyak 10,6 juta orang menderita tuberkulosis di tahun 2021 di dunia dan Indonesia menduduki peringkat kedua terbanyak sebagai penyumbang kasus TB di dunia. Kejadian tuberkulosis di Kota Bandung dalam rentang waktu 2015-2019 terus mengalami kenaikan. Kejadian tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko tuberkulosis paru, termasuk di dalamnya faktor lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kejadian tuberkulosis paru dengan faktor cakupan rumah sehat, kepadatan penduduk, dan serta cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat menggunakan desain studi ekologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian tuberkulosis lebih banyak dialami oleh masyarakat berjenis kelamin laki-laki, serta orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok usia produktif. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara kejadian tuberkulosis paru dengan cakupan rumah sehat dan kepadatan penduduk, dengan keduanya memiliki nilai p masing-masing sebesar 0,000. Sedangkan, usia dan cakupan rumah tangga ber-PHBS tidak memiliki hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan masing-masing nilai p sebesar 0,075 dan 0,876. Untuk memaksimalkan upaya pencegahan tuberkulosis paru yang telah dilakukan oleh pemerintah, disarankan untuk memberdayakan masyarakat setempat serta memanfaatkan teknologi sebagai fasilitas pemberdayaan serta peran public figure dalam upaya promosi kesehatan.

As of right now, pulmonary tuberculosis continues to be a threat to the public health. In 2021, it was estimated about 10.6 million people suffer from tuberculosis worldwide, with Indonesia being the country with the second-largest contributor to tuberculosis cases. In Bandung, the incidence of pulmonary tuberculosis has risen steadily between 2015 and 2019. Environmental factors and other pulmonary tuberculosis risk factors can have an impact on this prevalence. Using an ecological study methodology, this research seeks to determine the relationship between the prevalence of pulmonary tuberculosis and the variables of healthy home coverage, population density, and the coverage of families with clean and healthy living behaviors. The findings of this study indicates that men and those in the productive age group encounter tuberculosis at higher rates than those in other groups. This study also demonstrates a correlation between the coverage of healthy home and population density with the prevalence of pulmonary tuberculosis, with both having a p-value of 0.000. With a p value of 0,075 and 0.876, age and the coverage of families with clean and healthy living behaviors was unrelated to the prevalence of pulmonary tuberculosis. It is advisable to empower local communities, utilize the technology as an empowerment facility, and utilize the role of public figures in health promotion to maximize the government efforts to prevent the pulmonary tuberculosis.
Read More
S-11317
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiano Fawwaz Lokopessy; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Warno Utomo, Sri Indarini
Abstrak: Target nasional pencapaian angka insiden atau incidence rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu < 49 kasus per 100.000 penduduk di suatu wilayah. DKI Jakarta pada tahun 2018 berhasil mencapai target pada 100% kota/kabupatennya, dan Kota Administrasi Jakarta Pusat adalah kota yang mencapai target capaian IR paling kecil pada tahun 2018 dibandingkan dengan kota/kabupaten Jakarta lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis faktor risiko dan pengendalian yang berpotensi mempengaruhi IR DBD di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Sudinkes dan Sudin Dukcapil Kota Administrasi Jakarta Pusat serta BMKG menggunakan data dari satelit Kemayoran. Data yang diteliti meliputi angka insiden, pelaksanaan sarang nyamuk, angka bebas jentik, larvasidasi, kepadatan penduduk, suhu udara, kelembapan relatif, serta indeks curah hujan (ICH) setempat tahun 2015-2019. Selain analisis univariat, dilakukan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan Spearman. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang tidak signifikan antara variabel independen dan variabel dependen angka insiden DBD. Ini menunjukkan ada peluang terdapat signifikansi hubungan lebih besar pada faktor risiko atau pengendalian lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Kata kunci: faktor risiko, faktor pengendalian, angka insiden, dengue, Jakarta Pusat

The focus of this study is to analyse the risk and control factors affecting Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) incidence rates in Central Jakarta in 2015-2019. The purpose of this study is to understand how risk and control factors of DHF may affect the incidence rates in Central Jakarta in reaching the lowest number which could be learnt by other cities in Indonesia, especially those with the same social and environmental characteristics. The data of variables collected were analysed using Pearson Product Moment and Spearman correlation test. Results are showing insignificant relations. The researcher suggests a further study with a more comprehensive variables and data.
Key words: risk factors, control factors, incidence rate, dengue, Central Jakarta
Read More
S-10251
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive