Ditemukan 41591 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Desy Sosanti Renata; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Wahyu Septiono, Widyawati Garini, Dhefi Retnawati
Abstrak:
Read More
Maternal Health Literacy (MHL) merupakan suatu himpunan keterampilan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menerapkan pengetahuan tentang kehamilan yang berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak. Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat termasuk kaum ibu telah mengalami pergeseran pencarian informasi kesehatan kepada informasi bersumber digital. Akun instagram @ayosehat.kemkes adalah wujud upaya menjawab tantangan di era digital yang dilakukan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola penggunaan media sosial dan karakteriktik pengguna @ayosehat.kemkes terhadap MHL. Sampel pada penelitian ini berjumlah 154 ibu hamil dan atau ibu balita yang merupakan pengguna @ayosehat.kmkes. Pengukuran pola penggunaan media sosial meggunakan kuesioner yang dia adaptasi dari Social Media Active Questionnaire (SMAQ) sedangkan pengukuran MHL meggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Maternal Health Literacy Inventory in Pregnancy (MHELIP). Hasil penelitian ini menunjukkan lebih dari setengah responden berada pada kategori MHL yang rendah yakni sebesar 53,2%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola penggunaan media sosial dan MHL (nilai p=0,001) setelah dikontrol oleh variabel pendidikan dan pekerjaan yang merupakan variabel confounding pada hubungan tersebut. Diperlukan metode dan media edukasi yang dapat merangsang keaktifan pengguna @ayosehat.kemkes. Selain itu, kolaborasi antara tenaga kesehatan dan influencer media sosial dapat bermanfaat dalam mempromosikan informasi berbasis bukti dan mendorong perilaku kesehatan yang positif
Maternal Health Literacy (MHL) is a set of skills in accessing, understanding, evaluating, and applying knowledge about pregnancy that contributes to reducing maternal and child mortality rates. Along with the development of technology, society, including mothers, has experienced a shift in seeking health information to digital information sources. The Instagram account @ayosehat.kemkes is a form of effort to answer the challenges in the digital era carried out by the government. This study aims to determine the relationship between social media usage patterns and the characteristics of @ayosehat.kemkes users to MHL. The sample in this study was 154 pregnant women and/or mothers of toddlers who were users of @ayosehat.kmkes. The measurement of social media usage patterns used a questionnaire adapted from the Social Media Active Questionnaire (SMAQ) while the measurement of MHL used a questionnaire adapted from the Maternal Health Literacy Inventory in Pregnancy (MHELIP). The results of this study showed that more than half of the respondents were in the low MHL category, namely 53.2%. There is a significant relationship between social media usage patterns and MHL (p value = 0.001) after being controlled by education and employment variables which are confounding variables in the relationship. Educational methods and media are needed that can stimulate the activeness of @ayosehat.kemkes users. In addition, collaboration between health workers and social media influencers can be useful in promoting evidence-based information and encouraging positive health behaviors
T-7076
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farandi Agesti Ramadhan; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Evi Martha, Ridhwan Fauzi, Sylvia Prisca Delima
Abstrak:
Read More
Dunia sedang mengalami pergeseran penggunaan rokok konvensional menjadi rokok elektronik. Indonesia sendiri belum ada penurunan pengguna rokok konvensional, tetapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan pengguna rokok elektronik. Hal ini terjadi karena masif aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh industri rokok elektronik dalam beberapa tahun terakhir. Promosi yang dilakukan oleh industri rokok elektronik ini dilakukan oleh berbagai media, tetapi yang masif dilakukan adalah melalui internet dan media sosial. Promosi melalui media sosial cukup efektif dilakuka karena adanya interaksi yang dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan pada kelompok umumrGenerasi Z di DKI Jakarta berusia 17-26 Tahun merupakan pengguna rokok elektronik dan pengguna ganda rokok yang pernah terpapar promosi rokok elektronik di media sosial. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa promosi rokok elektronik di media sosial mempengaruhi norma subyektif, sikap, niat dan penggunaan rokok elektronik pada generasi di DKI Jakarta. Penyebab pengaruh ini dikarenakan masifnya promosi rokok elektronik dan pengemasan promosi rokok elektronik di media sosial yang menarik dan mudah diterima oleh generasi Z.
The world is experiencing a shift in the use of conventional cigarettes to electronic cigarettes. Indonesia itself has not seen a decrease in conventional cigarette users, but in recent years there has been an increase in electronic cigarette users. This happened because of the massive marketing activities carried out by the electronic cigarette industry in recent years. The promotion carried out by the electronic cigarette industry is carried out by various media, but what is massively done is through the internet and social media. Promotion through social media is quite effective because of the interaction carried out. This research is qualitative research with a case study approach. Data collection was carried out on the general group of Generation Z in DKI Jakarta aged 17-26 years old are electronic cigarette users and dual cigarette users who have been exposed to electronic cigarette promotions on social media. The results showed that the promotion of electronic cigarettes on social media influenced subjective norms, attitudes, intentions and use of electronic cigarettes in generations in DKI Jakarta. The cause of this influence is due to the massive promotion of electronic cigarettes and the packaging of electronic cigarette promotions on social media that are attractive and easily accepted by generation Z.
T-6900
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jessica Apulina Ginting; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Ririn Arminsih Wulandari, Saksono Liliek Susanto, Monica Hutabarat
Abstrak:
Read More
Penyakit gigi dan mulut yang dialami oleh anak usia dini disebabkan oleh banyak faktor, namun kondisi kesehatan gigi dan mulut ini dapat dicegah serta diobati pada tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi ibu dalam melakukan upaya pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini berdasarkan Health Belief Models. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman pertanyaan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022-Januari 2023 pada 16 informan meliputi 6 informan utama dan 2 informan dari Sekolah X, 6 informan utama dan 2 informan kunci dari PAUD Y. Hasil Penelitian menunjukkan perilaku pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan ibu kepada anaknya adalah menyikat gigi, mengurangi makanan dan minuman manis, dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh persepsi kerentanan dan persepsi bahaya/kesakitan terhadap penyakit gigi dan mulut, persepsi manfaat dan hambatan untuk melakukan perilaku tersebut, memiliki kemampuan melakukan perilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya yang berasal dari kesadaran diri, pengalaman terkena penyakit gigi, dukungan orang sekitar, dan program sekolah. Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam mengupayakan pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak.
Oral diseases experienced by young children are caused by many factors, but these oral health conditions can be prevented and treated at an early stage. The purpose of this study was to analyze parent's perceptions in carrying out preventive actions for young children's oral health issues based on the Health Belief Models. This study used a qualitative approach with a case study design. Data collection was carried out by in-depth interviews using question guidelines carried out in December 2022-January 2023 on 16 informants including 6 main informants and 2 informants from School X, 6 main informants and 2 key informants from PAUD Y. The results showed that the preventive behavior of oral health issues carried out by parents to their children was brushing teeth, reducing sugary foods and drinks, and regular checks to the dentist. These behaviors are influenced by perceptions of susceptibility and perceptions of severity to oral and dental disease, perceptions of benefits and barriers to performing these behaviors, having the self-efficacy to perform these behaviors, and the presence of cues to action which come from self-awareness, experience of dental disease, support from surrounding people, and school’s programs. For this reason, it is necessary to improve parental behavior in seeking to prevent children's oral health issues.
T-6799
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Priharika Septyowati; Pembimbing: Hadi Pratomo, Sudarti Kresno; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, R. Dettie Yuliati; A. Retno Tyas Utami
Abstrak:
Dalam tesis ini dibahas cara pemilihan penggunaan obat bebas oleh kader CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) dan non CBIA di Pandeglang (2009), serta faktor pendorong penghambatnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader CBIA menggunakan obat dengan sesuai aturan. Pada kader non CBIA meskipun tepat dalam dosis obat namun tidak tepat dalam hal jenis dan lama penggunaan obat. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan obat cenderung meningkatkan kewaspadaan penggunaan obat, serta iklan obat elektronik diduga mempengaruhi pilihan nama obat yang akan digunakan. Faktor karakteristik individu, akses, keterpaparan informasi obat media elektronik serta dukungan tenaga kesehatan dan keluarga cenderung mempengaruhi perilaku pemilihan penggunaan obat bebas.
The research was aimed to study on selecting and utilizing the non prescription drug by cadres in Pandeglang Disrict, 2009. It also examined both supporting and inhibiting factors of the self-medication behavior. It was a qualitative research which employed in depth interview and group discussion methods to obtain data. The results concluded that among CBIA's cadres were likely to use the medicine properly. On the contrary, the non CBIA's cadre tended to select the wrong medicine and utilize inappropriate length of therapy. Furthermore, the results showed that knowledge on drug use might increase the awareness in the medicine utilization. Electronic advertisement could influence the informant's preference in selecting certain medicine brand. Therefore, the selection and utilization of non prescription medicine tended to be influenced by the following factors : individual characteristics, exposure to drug information and accessibility to electronic media. It was also influenced by both health professional and family support.
Read More
The research was aimed to study on selecting and utilizing the non prescription drug by cadres in Pandeglang Disrict, 2009. It also examined both supporting and inhibiting factors of the self-medication behavior. It was a qualitative research which employed in depth interview and group discussion methods to obtain data. The results concluded that among CBIA's cadres were likely to use the medicine properly. On the contrary, the non CBIA's cadre tended to select the wrong medicine and utilize inappropriate length of therapy. Furthermore, the results showed that knowledge on drug use might increase the awareness in the medicine utilization. Electronic advertisement could influence the informant's preference in selecting certain medicine brand. Therefore, the selection and utilization of non prescription medicine tended to be influenced by the following factors : individual characteristics, exposure to drug information and accessibility to electronic media. It was also influenced by both health professional and family support.
T-3126
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andi Rika Apryanti; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Rita Damayanti, Primayana Miranti
Abstrak:
Read More
Kecemasan adalah respons emosional negatif bersifat subjektif dan memiliki gejala fisik. Kecemasan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola asuh orang tua dan karakteristik siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi pola asuh dan karakteristik siswa dengan kecemasan pada siswa kelas 7 – 12 di Sekolah HighScope Indonesia tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Data dari 220 siswa dikumpulkan dengan mengisi booklet kuesioner secara mandiri berisi pertanyaan tentang karakteristik, kecemasan, dan pola asuh orang tua. Instrumen kecemasan menggunakan Zung Anxiety Self-Assessment Scale dan instrumen pola asuh dengan Scale of Parenting Style. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kecemasan pada siswa kelas 7 – 12 di Sekolah HighScope Indonesia tahun 2023 adalah 27,3%. Pola pengasuhan yang dirasakan siswa didominasi pola asuh authoritative (36,4%) dan neglectful (36,4%). Karakteristik siswa menunjukkan usia remaja awal (58,2%), jenis kelamin perempuan (50,5%), dengan tingkatan kelas SMP (72,7%). Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara pola asuh neglectful (p-value = 0,002, OR: 3,222, 95% CI= 1,500-6,921), pola asuh indulgent (p-value = 0,005, OR: 3,778, 95% CI= 1,455-9,808), jenis kelamin siswa (p-value = 0,000, OR: 3,817, 95% CI= 1,987-7,332), dan tingkatan kelas (p-value = 0,024; OR: 2,066, 95% CI= 1,093-3,908) dengan kecemasan siswa. Penelitian ini merekomendasi agar Sekolah HighScope Indonesia melakukan evaluasi terhadap siswa berisiko mengalami kecemasan (perempuan, tingkat SMA, pola asuh orang tuanya neglectful atau indulgent), disamping menyediakan “kotak curhat” untuk siswa dan workshop pola asuh bagi orang tua siswa.
Anxiety is a negative emotional response that is subjective with physical symptoms. Anxiety is influenced by various factors such as parenting styles and student characteristics. The purpose of this study was to determine the relationship between perceived parenting styles and student characteristics with anxiety in 7th – 12th grade students at Sekolah HighScope Indonesia in 2023. This research is a quantitative study using a cross-sectional design. Data from 220 students were collected by filling out a booklet questionnaire independently containing questions about student’s characteristics, anxiety, and parenting styles. The anxiety instrument uses the Zung Anxiety Self-Assessment Scale and the parenting instrument uses the Scale of Parenting Style. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that the prevalence of anxiety in 7th – 12th grade students at HighScope Indonesia Schools in 2023 were 27.3%. The most dominate student’s perceptions of their parenting styles are authoritative parenting (36.4%) and neglectful parenting (36.4%). Meanwhile, the characteristics of the students were early teens (58.2%), female (50.5%), and junior high school level (72.7%). The results of the analysis showed a significant relationship between neglectful parenting (p-value = 0.002, OR: 3.222, 95% CI = 1.500-6.921), indulgent parenting (p-value = 0.005, OR: 3.778, 95% CI= 1.455-9.808), student gender (p-value = 0.000, OR: 3.817, 9 5% CI = 1.987-7.332), and grade level (p-value = 0.024; OR: 2.066, 95% CI = 1.093-3.908) with student anxiety. This study recommends that Sekolah HighScope Indonesia should evaluate students risk of experiencing anxiety (female, high school level, parenting style of neglectful or indulgent), as well as providing a "student’s mail box" and parenting workshops.
S-11444
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Danang Wahansa Sugiarto; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Hadi Pratomo, Tomi Herutomo, Alex Firngadi
Abstrak:
Di Indonesia, tren usia mulai merokok paling banyak ada pada remaja rentang usia 15-19tahun, yang merupakan usia SMA. Di Kabupaten Purwakarta, jumlah proporsi perokoklebih tinggi dibanding angka provinsi. Diketahui bahwa paparan media sangatberpengaruh terhadap inisiasi remaja untuk merokok. Dikembangkanlah suatu konsepstrategi pengendalian tembakau berbasis sekolah, yaitu literasi media (smoking medialiteracy [SML]). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan SML dengan statusmerokok siswa SMA negeri di wilayah Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakartasetelah jenis kelamin, pendidikan orang tua, parenting, orang terdekat yang merokok(orang tua, saudara kandung, dan teman sebaya), capaian prestasi di sekolah, depresi, self-esteem, sifat memberontak, dan sifat mencari sensasi dikendalikan. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan padaApril-Mei 2018 di Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta. Data dikumpulkandengan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden yang berjumlah 310 siswa-siswi SMAnegeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14,2% responden yang berstatusmerokok. Nilai rata-rata skor SML responden adalah 68,94. Hasil regresi logistik gandamenunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara SML dengan status merokok setelahjenis kelamin, saudara yang merokok, teman sebaya yang merokok, capaian prestasi disekolah, dan sifat memberontak dikendalikan (nilai p = 0,048; CI = 1,008-7,085).Perlunya pendidikan dan pemahaman literasi media, promosi kesehatan denganpendekatan media sosial, dan lebih menggalakkan upaya kesehatan dengan pendekatankeluarga dapat mengurangi penggunaan rokok pada remaja.Kata kunci: literasi media, merokok, smoking media literacy, remaja, siswa SMA.
Read More
T-5342
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irma Rahmayani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Evi Martha, Siti Nur Anisah, Budiarti Setiyaningsih
Abstrak:
Read More
Tuberkulosis dan HIV merupakan isu kesehatan yang menjadi target tujuan pembangunan berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia untuk dapat diakhiri pada tahun 2030. Kaitan antara TBC dan HIV sangat erat, TBC merupakan penyebab kematian utama pada orang dengan HIV (ODHIV). Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC nomor dua terbanyak didunia. Dengan 271 juta penduduk Indonesia diketahui 543.100 orang yang hidup dengan HIV dan diperkirakan 4.700 orang pasien TBC-HIV. Upaya pencegahan sangat diperlukan untuk mencegah risiko penularan tuberkulosis pada ODHIV, dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) yang mengungkapkan persepsi seorang individu tentang penyakitnya akan mempengaruhi perilaku kesehatannya. Dengan diketahuinya kaitan persepsi ODHIV terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis pada ODHIV diharapkan perilaku pencegahan tuberkulosis pada ODHIV dapat ditingkatkan dan berdampak pada penurunan kasus koinfeksi TBC-HIV. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan desain studi kasus. Tujuan penelitian ini untuk menggali lebih dalam tentang persepsi perilaku pencegahan tuberkulosis pada ODHIV menggunakan komponen teori Health Belief Model (HBM). Hasil penelitian adalah perilaku pencegahan yang di lakukan ODHIV dalam pencegahan Tuberkulosis adalah pemeriksaan TBC, meminum Terapi pencegahan Tuberkulosis, memakai masker saat bepergian dan melakukan pola hidup sehat. Perilaku tersebut dipengaruhi persepsi kerentanan, persepsi bahaya/ kesakitan terhadap Tuberkulosis, persepsi manfaat dan hambatan untuk berperilaku tersebut, memiliki keyakinan dapat berperilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya dari petugas kesehatan, pendamping ODHIV, pasangan, dan teman sebaya.
Tuberculosis and HIV are health issues that are targeted by sustainable development goals to improve the welfare of the world community to end in 2030. The link between TB and HIV is very close, TB is the main cause of death in people living with HIV (PLWH). Indonesia is a country with the second most TB cases in the world. Of the 271 million population, there are 543,100 people living with HIV and an estimated 4,700 people with TB-HIV. Prevention efforts are urgently needed to prevent the risk of tuberculosis transmission in ODHIV, with the Health Belief Model (HBM) theoretical approach which reveals an individual's perception of his illness will affect his health behavior. By knowing the link between perceptions of ODHIV on tuberculosis prevention behavior in ODHIV, it is hoped that tuberculosis prevention behavior in ODHIV can be increased and have an impact on reducing cases of TB-HIV co-infection. This research is a qualitative using a case study design. The purpose of this study was to dig deeper into the perceptions of tuberculosis prevention behavior in ODHIV using the theory component of the Health Belief Model (HBM). The results of the study are preventive behaviors that are carried out by ODHIV in preventing tuberculosis, namely TB examinations, taking TB prevention therapy, wearing masks when traveling and adopting a healthy lifestyle. This behavior is influenced by perceptions of vulnerability, perceptions of danger/pain against tuberculosis, perceptions of benefits and barriers to this behavior, having beliefs about this behavior, and cues to do so from health workers, ODHIV companions, partners, and peers.
T-6756
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alya Tri Alvitasari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Cucu Sumintardi ; Yosef Sasmita
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Pendidikan kesehatan bagi remaja merupakan suatu proses edukatif yang terstruktur dan sistematis, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mereka dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. TikTok merupakan platform media sosial yang mengalami pertumbuhan pesat dengan basis pengguna yang luas, khususnya di kalangan generasi muda. Platform ini menawarkan format video pendek yang kreatif dan menarik, menjadikannya sarana potensial untuk menjangkau khalayak luas dalam upaya promosi kesehatan. Tujuan: tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media promosi kesehatan melalui aplikasi tiktok dan penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa SMPN pada program generasi emas bebas anemia dan zero new stunting (Gemaz) di lokus stunting UPTD Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi. Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian experimental dengan desain Quasi-eksperimen dengan rancangan Nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 243 remaja putri. Total keseluruhan sampel minimal yang diambil untuk 2 kelompok dalam penelitian ini adalah 152 responden dengan masing masing kelompok sebesar 76 responden. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan Uji Manova. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian promosi Kesehatan melalui aplikasi TikTok dan penyuluhan diketahui hasil uji Wilcoxon memiliki nilai sig. 0,001 < 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikasi antara pengetahuan, sikap, dan perilaku Siswa SMP. Pada perbandingan kedua metode intervensi anatara TikTok dan Penyuluhan, TikTok lebih efektif meningkatkan pengetahuan, pada Sikap dan perilaku lebih tinggi dengan intervensi penyuluhan secara persentase meskipun perbedaannya tidak cukup besar untuk mencapai signifikansi statistik. Saran: Untuk meningkatkan pengetahuan intervensi promosi kesehatan dapat memanfaatkan media sosial, dan untuk meningkatkan sikap dan perilaku dapat menggunakan penyuluhan offline.Intervensi dapat mengkombinasikan media edukasi mengunakan media sosial dengan penyuluhan offline sebagai sarana mengedukasi masyarakat tentang kesehatan terutama edukasi tentang anemia pada siswa SMP.
Background: Health education for adolescents is a structured and systematic educational process, aimed at improving their knowledge, attitudes and skills in maintaining the health of themselves and their environment. TikTok is a social media platform that is experiencing rapid growth with a wide user base, especially among the younger generation. The platform offers creative and engaging short video formats, making it a potential means of reaching a wide audience in health promotion efforts. Objective: The general objective of this research is to determine the effect of health promotion media through the TikTok application and counseling on changes in knowledge, attitudes and behavior of junior high school students in the anemia-free and zero new stunting (Gemaz) golden generation program at the UPTD stunting locus of the Cisaat Health Center, Sukabumi Regency. Method: The research design used in this research is experimental research with a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The population in this study was 243 young women. The total minimum sample taken for the 2 groups in this study was 152 respondents with 76 respondents in each group. This research sample was taken using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test and Manova test. Results: Based on the results of research on health promotion through the TikTok application and counseling, it is known that the Wilcoxon test results have a sig value. 0.001 < 0.05. This means that there is a significant influence between the knowledge, attitudes and behavior of junior high school students. In a comparison of the two intervention methods between TikTok and Extension, TikTok was more effective in increasing knowledge, Attitudes and behavior were higher than the extension intervention in percentage terms although the difference was not large enough to reach statistical significance.Suggestion: To increase knowledge, health promotion interventions can use social media, and to improve attitudes and behavior, you can use offline counseling. Interventions can combine educational media using social media with offline counseling as a means of educating the public about health, especially education about anemia in junior high school students.
T-7075
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nabila Putri Reiyan; Pembimbing: Tiara Amelia Penguji: Evi Martha, Nur Khajanah
Abstrak:
Didapati bahwa sebanyak 22% dari total penduduk dunia memiliki hipertensi. Di Indonesia sebesar 34,1% dengan Jawa Barat sebesar 39,6%, Kota Bogor sebanyak 36,2%, dan Kecamatan Tanah Sareal sebanyak 30%. Dari jumlah penderita hipertensi tersebut paling banyak adalah perempuan. Hipertensi pada perempuan banyak dialami dalam kehamilan dan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui gambaran karakteristik, pengetahuan, dan sikap ibu hamil terhadap hipertensi di Puskesmas Tanah Sareal tahun 2021-2022. Studi cross sectional dilakukan kepada 40 responden yang didapati dari purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan hasil penelitian menunjukkan bahwa 5% ibu hamil mengalami hipertensi, 80% usia 20-35 tahun, 47,5% memiliki pendidikan menegah, 82,5% tidak memiliki faktor genetik, 75% sedang mengalami hamil tunggal, 62,5% multigravida, 72,5% memiliki pengetahuan tinggi, dan 55% memiliki sikap positif. Pengetahuan pada ibu hamil dapat mempengaruhi dalam pencegahan hipertensi dengan meningkatnya pengetahuan dapat meningkatkan kesadaran dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit.
22% of the total world population has hypertension. In Indonesia it has 34.1% with 39.6% in West Java, 36.2% in Bogor City, and 30% in Tanah Sareal District. From the number of patients with hypertension, most are women. Hypertension in women is often experienced in pregnancy and can cause death. This study aims to describe the characteristics, knowledge, and attitudes of pregnant women towards hypertension at Tanah Sareal Public Health Center in 2021-2022. A cross-sectional study was conducted on 40 respondents which was obtained from purposive sampling. The data analyzed with univariate and the results showed that 5% of pregnant women had hypertension, 80% aged 20-35 years, 47.5% had secondary education, 82.5% did not have genetic factors, 75% were having a single pregnancy, 62, 5% are multigravida, 72.5% have high knowledge, and 55% have a positive attitude. Knowledge of pregnant women can affect the prevention of hypertension with increased knowledge can increase awareness in the prevention and early detection of disease.
Read More
22% of the total world population has hypertension. In Indonesia it has 34.1% with 39.6% in West Java, 36.2% in Bogor City, and 30% in Tanah Sareal District. From the number of patients with hypertension, most are women. Hypertension in women is often experienced in pregnancy and can cause death. This study aims to describe the characteristics, knowledge, and attitudes of pregnant women towards hypertension at Tanah Sareal Public Health Center in 2021-2022. A cross-sectional study was conducted on 40 respondents which was obtained from purposive sampling. The data analyzed with univariate and the results showed that 5% of pregnant women had hypertension, 80% aged 20-35 years, 47.5% had secondary education, 82.5% did not have genetic factors, 75% were having a single pregnancy, 62, 5% are multigravida, 72.5% have high knowledge, and 55% have a positive attitude. Knowledge of pregnant women can affect the prevention of hypertension with increased knowledge can increase awareness in the prevention and early detection of disease.
S-11071
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Riza Hayati Ifroh; Pembuimbing: Dian Ayubi; Penguji: Rita Damayanti, Tri Krianto, Nana Mulyana, Husein Habsyi
Abstrak:
Pemerintah Indonesia menargetkan standar pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS di Kabupaten/Kota sebesar 95%. Kalimantan Timur sebagai salah satuprovinsi di Indonesia berdasarkan data Dinas Kesehatannya tahun 2012,menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja di Kota Samarinda barumencapai 25,5%. Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Kesehatan ProvinsiKalimantan Timur melaksanakan kampanye kesehatan Aku Bangga Aku Tahu diKota Samarinda dengan menggunakan media bantu KIE. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektivitas kombinasi media audiovisual berupa film animasiAku Bangga Aku Tahu dan diskusi kelompok dalam meningkatkan pengetahuanHIV-AIDS pada remaja di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Samarinda. Desainpenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen yangterdiri dari 80 subjek penelitian. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2014menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh subjek penelitian. Analisis yangdilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan ujiWilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelahkegiatan intervensi, kelompok intervensi dan kontrol mengalami peningkatanpengetahuan tentang HIV-AIDS. Peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS pada kelompok intervensi adalah sebesar 22,41% dan peningkatanpengetahuan remaja tentang HIV-AIDS pada kelompok kontrol adalah sebesar21,6%. Selain itu, tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik padaperubahan nilai pengetahuan tentang HIV-AIDS antara kelompok intervensi(melalui pemutaran film dan diskusi kelompok) dan kelompok kontrol (melaluipemutaran film).Kata kunci: HIV-AIDS, media audiovisual, diskusi kelompok.
Read More
T-4074
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
