Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35011 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yanti Herawati; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal, Andi Ardjuna Sakti
Abstrak:
Haji adalah ibadah yang membutuhkan jasmani sehat juga bugar. Permenkes tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Nomor 15 Tahun 2016 membawa konsekuensi mengedepankan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan bagi jemaah haji agar dapat menunaikan ibadahnya secara mandiri sesuai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebugaran jasmani pada jemaah haji di Provinsi DKI Jakarta tahun 2023. Desain studi penelitian menggunakan kohort restrospektif, dengan total sampling sebanyak 4.779 sampel serta menggunakan data sekunder dari Siskohatkes. Instrumen pengukuran kebugaran menggunakan metode Rockport Walking Test dan Six Minutes Walking Test. Analisis data menggunakan uji chi-square (bivariat) dan uji cox regression (multivariat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa proporsi kebugaran jasmani pada jemaah haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023 adalah 42,7% tidak bugar. Dari hasil analisis bivariat diketahui bahwa variabel yang signifikan bermakna secara statistik dan berisiko terhadap ketidakbugaran (p-value <0,05 dan nilai RR >1) antara lain umur ≥60 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan rendah dan tidak bekerja, anemia, hipertensi, DM, PJK, gagal ginjal kronis, PPOK/COPD dan IMT rendah. Dari hasil analisis multivariat diketahui hubungan yang paling kuat dengan kebugaran jasmani antara lain umur (≥60 tahun), pendidikan (rendah), anemia, hipertensi, Diabetes Melitus (DM), dan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Disarankan kepada institusi pemerintah untuk mengadakan program pembinaan kebugaran jasmani terhadap jemaah haji yang dilakukan minimal 6 (enam) bulan sebelum keberangkatan serta bagi jemaah haji disarankan untuk menerapkan program GERMAS, CERDIK serta upaya pengendalian penyakit komorbid melalui program PATUH

Hajj is a worship that needs a healthy body as well as fitness. Permenkes about Istithaah Health Jemaah Haji Number 15 Year 2016 brings the consequences of advancing examination and health construction for the jemaah Hajj to be able to perform their worship independently according to the Islamic shariah. The study aims to identify the factors associated with physical fitness in Hajj congregations in DKI Jakarta Province in 2023. The study was designed using a restrospective cohort, with a total sampling of 4,779 samples and using secondary data from Siskohatkes. Fitness measurement instruments using the Rockport Walking Test and Six Minutes Walking test methods. Data analysis using chi-square (bivariate) and cox regression tests (multivariate). This study concluded that the proportion of physical fitness in the Hajj congregation in DKI Jakarta Province in 2023 is 42.7% unfit. From the results of the bivariate analysis it is known that significant variables are statistically significant and are at risk of malnutrition (p-value <0,05 and RR >1) among others age ≥60 years, female sex, low education and not working, anemia, hypertension, DM, PJK, chronic kidney failure and COPD/COPD, and low IMT. From the multivariate analysis the strongest relationship with physical fitness is known among other age (≥ 60 years), education (low), anaemia, high blood pressure, Diabetes mellitus (DM), and Coronary Heart Disease (PJK). It is recommended to government institutions to conduct physical fitness training programmes against Hajj congregations that are carried out at least 6 (six) months before departure as well as for Hajj gatherings it is suggested to implement GERMAS, CERDIK programmes and efforts to control comorbid diseases through PATUH programmes
Read More
T-7035
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danny; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Ratna Djuwita, Mohammad Imran, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan Kesehatan fisik dan mental agar setiap rangkaian kegiatannya dapat terlaksana dengan baik. Pada Jemaah Haji Indonesia tahun 2019 hipertensi menjadi penyakit tertinggi nomor dua dengan proporsi 12,26% dab meningkat menjadi 32% pada tahun 2021. Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko hipertensi. tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan obesitas sentral dengan hipertensi derajat 1. Desain penelitian ini cross sectional dengan menggunakan data hasil pemeriksaan Kesehatan tahap 2 jemaah haji provinsi DKI Jakarta tahun 2022, yang diperoleh dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Cox Regression. Hasil penelitian menunjukkan Proporsi hipertensi derajat 1 pada calon Jemaah haji adalah sebesar 18,60%, sedangkan proporsi hipertensi secara keseluruhan (hipertensi derajat 1 dan derajat 2) adalah sebesar 26,46%. Proposi Obesitas Sentral adalah sebesar 73,41%. Hubungan obesitas sentral dan hipertensi derajat 1 diketahui prevalensi hipertensi derajat 1 pada calon Jemaah haji dengan obesitas sentral adalah 1,25 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak obesitas sentral setelah dikontrol faktor usia, jenis kelamin dan IMT. Disarankan pemerintah menguatkan kembali fungsi dari posbindu haji, pemantauan tekanan darah selama masa tunggu haji, melakukan deteksi dini faktor risiko hipertensi, serta sosialisasi dan edukasi terkait penyakit hipertensi dan obesitas sentral. Pada calon jemaah diharapkan menjaga pola makan dan gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik cukup, cek Kesehatan berkala, dan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan Kesehatan haji.

Hajj is a worship that requires physical and mental health so that every pilgrims activities can be performed properly. Hypertension was the second highest disease with a proportion of 12.26% in 2019. Central obesity is one of the risk factors for hypertension. The aim of this study is to find out the link between central obesity and grade 1 hypertension. The design of the research is cross sectional using the results of the health examination of the 2nd stage of the Hajj pilgrims of DKI Jakarta in 2022, obtained from the Siskohatkes of the Ministry of Health. Data analysis using Chi-square and Cox Regression tests. The study results showed that the proportion of high blood pressure of degree 1 in Hajj pilgrims was 18.60%, while the ratio of overall hypertension (hypertension of grade 1 and grade 2) was 26.46%. The proportion of Central Obesity in is 73.41%. The relationship between central obesity and grade 1 hypertension is that the prevalence of grade 1 hypertension in Hajj pilgrims with central obesity is 1.25 times higher than those without central obesity after controlling for factors such as age, gender and BMI. It is recommended that the government strengthen the function of the Hajj Posbindu, monitor blood pressure during the Hajj waiting period, carry out early detection of risk factors for hypertension, as well as socialize and educate people related to hypertension and central obesity. Pilgrims are expected to maintain a balanced diet and nutrition, carry out sufficient physical activity, have regular health checks, and follow all stages of the Hajj health examination.
Read More
T-6859
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Zaenab; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, Tabah Budi Margono
S-9902
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Totok Sutianto; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulandari, Yessi Desputri
Abstrak: Ibadah haji adalah ibadah dengan aktifitas fisik tinggi yang membutuhkan kebugaran fisik. Komponen penting kebugaran fisik yaitu kebugaran jantung-paru. Faktor risiko yang berpengaruh adalah usia, pendidikan, penyakit yang diderita, perilaku kesehatan, lingkungan sosial, sosial ekonomi dan psikologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kebugaran jantungparu calon jemaah haji usia Desain penelitian adalah cross sectional dengan sumber data sekunder rekapitulasi Kabupaten Bogor Tahun 2017. Data diambil pada bulan Juli 2017, sebanyak 2.474 sampel terpilih dengan cara total population sample. Identifikasi variabel independen dan variabel dependen dilakukan berdasarkan data tersebut dan kemudian dilakukan analisis. Analisis yang digunakan yaitu Cox Regression. Pada penelitian ini prevalensi kebugaran jantung-paru kurang sebesar 27,2%. Prevalensi kebugaran jantung-paru kurang sebagian besar pada (43,8%), berjenis kelamin laki-laki (27,8%), berpendidikan rendah (31,6%), tidak bekerja (29,8%), status gizi normal (28,4%), hipertensi (46,7%) dan ada penyakit jantung-paru (43,1%). Kesimpulannya, faktor-faktor yang berhubungan bermakna terhadap kebugaran jantung-paru kurang adalah umur hipertensi, ada penyakit jantung-paru dan adanya variabel interaksi antara umur dengan tekanan darah. Calon jemaah haji, pada usia jika hipertensi memiliki risiko 1,54 kali mempunyai kebugaran jantung paru kurang dan jika tidak hipertensi memiliki risiko 2,52 kali mempunyai kebugaran jantung paru kurang. Kata kunci: kebugaran jantung-paru, umur, tekanan darah, penyakit jantung-paru Hajj is worship with high physical activity that requires physical fitness. An important component of physical fitness is cardiorespiratory fitness. Influential risk factors are age, education, illness, health behavior, social environment, socioeconomic and psychological. This study was conducted to determine the risk The research design is cross sectional with secondary data source of recapitulation result of first stage examination of pilgrims Regency 2017. Data taken in July 2017, as many as 2,474 selected samples by total population sample. Identification of independent variables and dependent variables is done based on the data and then analyzed. The analysis used is Cox Regression. In this study the prevalence of cardiorespiratory fitness was less than 27,2%. The prevalence of cardiorespiratory fitness was le ,8%), male sex (27,8%), low-educated (31,6%), non-employment (29,8%), normal nutritional status (28,4%), hypertension (46,7%) and cardiorespiratory disease (43,1%). In conclusion, factors related significantly to cardiorespiratory fitness are 60 years, hypertension, cardiorespiratory disease and the presence of variable interactions between age and blood pressure. Pilgrims candidate, at the age ension has a risk of 1,54 times have cardiorespiratory fitness less and if not hypertension has a risk of 2,52 times have less cardiorespiratory fitness. Keywords: cardiorespiratory fitness, age, blood pressure, cardiorespiratory disease
Read More
T-5076
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mawary Edy; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Yovsyah, Tri Yunis Miko, Azimal, Eka Muhiriyah
T-3037
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R.A. Della Patrisia Pramesti; Pembimbing: Helda; Penguji: Ratna Djuwita, Andri Mursita
Abstrak: latar belakang: prevalensi stunting di provinsi dki jakarta dan beberapa kabupaten/kota di dalamnya masih berada di atas 20% berdasarkan beberapa riset berbeda di tahun 2013, 2015, dan 2016. stunting masih menjadi masalah gizi di wilayah tersebut.
tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita 6-59 bulan di provinsi dki jakarta tahun 2016.
metode: penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional ini menggunakan data sekunder yaitu data pemantauan status gizi 2016. penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 1562 balita untuk menganalisis 10 faktor risiko stunting.
hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi stunting dalam penelitian ini sebesar 21.1%. hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian stunting diantaranya adalah usia balita (por = 1.62, 95% ci = 1.23-2.12), jumlah balita dalam rumah tangga (por = 3.24, 95% ci = 1.08-9.71), dan pendidikan ibu (por = 1.52, 95% ci = 1.18-1.95).
kesimpulan: prevalensi stunting di provinsi dki jakarta dalam penelitian ini masih diatas 20% dan hanya ada tiga faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan kejadian stunting.
kata kunci : stunting, gizi, balita.
Read More
S-9604
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirsal Picasso; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal, Inggariwati, Nurul Jamal
Abstrak:
Penelitian bertujuan untuk menggali faktor determinan yang mempengaruhi kelelahan jemaah haji Provinsi DKI Jakarta tahun 1443 H/ 2022M. Desain studi yang digunakan Kohort retrospektif dari data hasil kuesioner revised- piper fatigue scale (R-PFS) Jemaah haji dan data Siskohatkes Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2022 M/ 1443 H. Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor determinan yang mempengaruhi kelelahan Jemaah haji adalah Tingkat Kebugaran (HR: 1,3; CI 95%: 1,07-1,5) dan Pendidikan (HR:1,3; CI 95%: 1,03-1,6). Disarankan untuk mewajibkan seluruh Jemaah haji melakukan pengukuran dan pembinaan kebugaran secara rutin dan berkala, mengoptimalkan kondisi kebugaran Jemaah haji dan senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengaplikasikan Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) selama masa tunggu dan masa keberangkatan ibadah haji.

This study aims to explore the determinant factors that affect the fatigue of pilgrims in DKI Jakarta Province in 1443 H/ 2022M. The study design used a retrospective cohort based on data from the revised-piper fatigue scale (R-PFS) questionnaire for pilgrims and Siskohatkes data from the DKI Jakarta Provincial Health Office in 2022 M/1443 H. The results of this study found that the determinant factors affecting the fatigue of pilgrims are Fitness Level (HR: 1.3; 95% CI: 1.07-1.5) and Education (HR: 1.3; 95% CI: 1.03-1.6). It is recommended to oblige all pilgrims to carry out regular and periodic fitness measurements and coaching, optimize the fitness conditions of pilgrims and always apply clean and healthy living behaviors, and apply the Community Movement for Healthy Living (GERMAS) during the waiting period and departure for the pilgrimage.
Read More
T-6613
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prillia Syafira Liani; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Helda, Edi Supriyatna
S-9960
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulil Hikmah Hakimi; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Rebeka
Abstrak: Pre hipertensi adalah tekanan darah dengan angka sistolik antara 120 sampai 139 mmHg atau angka diastolik berada antara 80 sampai 89 mmHg. Sedangkan hipertensi adalah tekanan darah dengan angka sistolik lebih dari 140mmHg atau angka diastolik lebih dari 90 mmHg. Pre Hipertensi dan Hipertensi merupakan kesatuan penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor risiko. Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi yang terukur pada penduduk usia lebih dari sama dengan 18 tahun sebesar 34,1%. Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi dengan hipertensi tertinggi ke 9 yaitu 33,4%. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pre hipertensi dan hipertensi di Provinsi DKI Jakarta tahun 2018. Data yang digunakan adalah data skrinning PTM dengan 1749 sampel. Dalam penelitian ini didapatkan factor risiko yang berhubungan dengan kejadian Pre hipertensi dan hipertensi adalah umur ≥ 45 tahun (PR 1,182; 95% CI 1,094- 1,277), merokok (PR 1,192; 95% CI 1,085-1,311), obesitas (PR 1,234; 95% CI 1,143-1,333) dan riwayat hipertensi keluarga (PR 1,145; 95% CI 1,040-1,259).
Kata Kunci: Pre hipertensi, Hipertensi, Faktor Risiko
Read More
S-10044
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zahra Hanifah; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Sulistyo
Abstrak:

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia
yang merupakan negara dengan kasus TBC tertinggi kedua di dunia. Tahun 2023 di DKI Jakarta terjadi peningkatan insiden TBC sebesar 31,75% dibandingkan tahun sebelumnya dan bahkan melebihi target insiden 2023 yang ditetapkan (>54.175 kasus). Penelitian ini merupakan studi cross-sectional yang memanfaatkan data Sistem Informasi Tuberkulosis Komunitas (SITK), dengan tujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TBC paru di Provinsi DKI Jakarta tahun 2022-2023. Sampel penelitian adalah seluruh kontak terduga TBC di Provinsi DKI Jakarta tahun 2022-2023 yang memiliki hasil pemeriksaan TBC. Hasil penelitian menunjukkan lansia (PR = 1,56; 95% CI: 1,473–1,653), laki-laki (PR = 1,37; 95% CI: 1,314–1,441), perokok (PR = 1,28; 95% CI: 1,206–1,367), penderita DM (PR = 1,85; 95% CI: 1,585–2,171), dan pengobatan TBC tidak tuntas (PR = 2,24; 95% CI: 2,121–2,365) merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian TBC paru. Sementara itu kontak serumah (PR = 0,6; 95% CI: 0,538–0,678) memiliki hubungan signifikan yang bersifat protektif terhadap kejadian TBC paru. Sosialisasi upaya berhenti/mengurangi rokok, penyuluhan pencegahan TBC kepada lansia dan penderita DM serta pendampingan pengobatan pasien TBC merupakan upaya yang dapat mencegah terjadinya insiden TBC paru di DKI Jakarta.


Tuberculosis is a major public health threat in Indonesia, which is the second-highest TB burdened country in the world. In 2023, the incidence of TB in Jakarta increased by  31.75% compared to the previous year and even exceeded the 2023 incidence target  (>54,175 cases). This study is a cross-sectional study utilizing data from the Community  Tuberculosis Information System (SITK), aimed at identifying risk factors associated  with pulmonary TB cases in Jakarta Province from 2022 to 2023. The study sample  consisted of all suspected TB contacts in Jakarta Province from 2022 to 2023 who had  undergone TB testing. The study results showed that older adults (PR = 1.56; 95% CI:  1.473–1.653), males (PR = 1.37; 95% CI: 1.314–1.441), smokers (PR = 1,28; 95% CI:  1,206–1,367), DM patients (PR = 1.85; 95% CI: 1.585–2.171), and incomplete TB  treatment (PR = 2.24; 95% CI: 2.121–2.365) were significant risk factors for pulmonary  TB incidence. Meanwhile, household contacts (PR = 0.6; 95% CI: 0.538–0.678) have a  significant protective association with the occurrence of pulmonary TB. Efforts to  promote smoking cessation/reduction, TB prevention education for the elderly and DM  patients, and patient accompaniment during TB treatment are measures that can prevent  the occurrence of pulmonary TB in Jakarta. 

Read More
S-11960
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive