Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33293 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Riris; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Abdul Kadir, Indri Hapsari Susilowati, Ade Kurdiman, Ali Syahrul Choiruman
Abstrak:

Latar Belakang: Gangguan Muskuloskeletal (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di kalangan pekerja, terutama perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Perawat IGD sering melakukan aktivitas fisik intens seperti mendorong dan mengangkat pasien, yang meningkatkan risiko MSDs. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko keluhan MSDs pada perawat IGD di Rumah Sakit XYZ. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 15 perawat IGD di Rumah Sakit XYZ. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Risiko postur kerja dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9011:2021. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa keluhan MSDs tertinggi terjadi pada pinggang, bahu, dan leher. Aktivitas mendorong dan mengangkat pasien dengan teknik yang tidak ergonomis merupakan faktor risiko utama. Kesimpulan: Penelitian ini mengidentifikasi faktor risiko MSDs pada perawat IGD dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan ergonomi guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja. Kata Kunci: Gangguan Muskuloskeletal, Perawat IGD, Risiko Ergonomi, Rapid Entire Body Assessment, SNI 9011:2021.


Background: Musculoskeletal Disorders (MSDs) are common health issues among workers, particularly nurses in hospital Emergency Departments (ED). ED nurses often engage in physically demanding activities such as pushing and lifting patients, increasing the risk of MSDs. Objective: This study aims to evaluate the risk of MSD complaints among ED nurses at XYZ Hospital. Methods: This is a descriptive study with a cross-sectional approach, involving 15 ED nurses at XYZ Hospital. Data were collected through observations, interviews, and the questionnaire. Work posture risk was assessed using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Indonesian National Standard (SNI) 9011:2021. Results: The results indicated that the highest MSD complaints occurred in the lower back, shoulders, and neck. The main risk factors were improper ergonomics in pushing and lifting patients. Conclusion: This study identified the risk factors for MSDs among ED nurses and provided recommendations for ergonomic improvements to enhance occupational safety and health. Keywords: Musculoskeletal Disorders, Emergency Room Nurses, Ergonomic Risk, Rapid Entire Body Assessment, SNI 9011:2021.

Read More
T-7139
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Effyanti Rahayu; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Delvi Yolanda
S-6364
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Bagus Riyanto; Pembimbing: Hendra; Penguji: Franky H. Sitinjak, Baiduri Widanarko
Abstrak: Aktivitas di dalam ruang kantor seperti menggunakan komputer merupakan pekerjaan yang paling sering dilakukan. Penggunaa komputer yang terus-menerus setiap harinya akan menimbulkan risiko pekerja mengalami musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi dan keluhan subjektif MSDs pada pekerja pengguna komputer di kantor PT XYZ. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat risiko ergonomi, usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, dan keluhan subjektif MSDs. Penelitian ini dilakukan kepada 26 pekerja dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan antara indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, serta kebiasaan olahraga terhadap keluhan subjektif MSDs.
Read More
S-9637
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fadilah Dewi; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Dadan Erwandi, Neneng Churaeroh
S-5290
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debora Octoliana C.A.; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Izhar M. Fihir, Ratna Dewi Suriani, Okta Mutiara Marlina
Abstrak:

Kebanyakan dokter gigi tidak menyadari pentingnya manfaat sistem ergonomi dengan posisi yang baik saat merawat pasien. Gangguan muskuloskeletal adalah salah satu yang jelas sebagai hazard. Saat melakukan pencabutan gigi, kadang-kadang dokter gigi membungkuk ke arah pasien, bergerak secara mendadak, memutar tubuh dari satu sisi ke sisi yang lain. Seluruh gerakan tersebut dilakukan berkali-kali dalam jangka waktu yang panjang sehingga sering mengalami rasa tidak nyaman dan sakit di daerah leher, bahu, tulang punggung serta pergelangan tangan. Penelitian ini meninjau faktor-faktor risiko ergonomi dokter gigi terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders pada aktivitas pencabutan dengan jenis potong lintang melalui pendekatan observasional.Hasil penelitian 74,3% tindakan pencabutan gigi menimbulkan gangguan secara fisik, 61,4% melakukan gerakan berulang punggung membengkok ke depan, belakang atau ke samping , 35,7% melakukan gerakan berulang punggung membengkok dan memutar secara simultan dalam melakukan tindakan dan melalui Nordic Map Quesioner didapat frekuensi timbulnya keluhan pada daerah sekitar leher 38,6%. Intensitas keluhan rasa nyeri, sakit dan ketidaknyamanan akibat kerja yang cukup mengganggu aktifitas kerja dikemukakan pada bagian kaki kanan 61,4 %, bahu kanan atas sebanyak 48,6 %, pada bagian pergelangan tangan kanan 40% serta pada leher sebanyak 47,1%.Hasil akhir yang didapat melalui observasi dengan pengukuran metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) di dapatkan kategori 2 dimana postur kerja memiliki beberapa efek yang berbahaya bagi system musculoskeletal serta diperlukan tindakan untuk perubahan posisi kerja pada perencanaan yang akan datang.


Most dentists do not realize the importance of the benefits ergonomics system with a good position when treating patients. Musculoskeletal disorders is an obvious one as a hazard. When performing tooth extraction, dentists sometimes leaned toward the patient, a sudden move, rotate the body from one side to the other. The whole movement is done many times in the long term so often experience discomfort and pain in the neck, shoulder, spine and wrist. This study reviewed the dentist ergonomic risk factors from Musculoskeletal Disorders in the type of extraction activity through cross-sectional observational approach.74.3% of research results to extract a tooth cause physical disorders, 61.4% perform repetitive motions backs bent forward, backward or sideways, 35.7% perform repetitive movements back bend and rotate simultaneously in action and through Nordic Map questioner obtained the frequency of complaints in the area around the neck of 38.6%. complaints of pain intensity, pain and discomfort caused by work is quite disturbing work activities presented in section 61.4% right foot, right shoulder up 48.6%, 40% on the right wrist and the neck 47.1%.The final result is obtained through observations with measurements of methods OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) in which the working posture level 2 has some effects that are harmful to the musculoskeletal system and the necessary action to change the position of the work on the future planing.

Read More
T-3818
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Rahayu; Pembimbing: Tata Soemitra
T-1945
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suparni; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Pembimbing: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Nurmainah
T-3421
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aines Hibatillah Satyaputri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Resky Wandhikasasri Adline
Abstrak:
Low Back Pain merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami perawat akibat paparan risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran keluhan LBP serta hubungan faktor risiko fisik, psikososial, dan individu terhadap LBP pada perawat di Rumah Sakit X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 72 perawat. Keluhan LBP diukur menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), faktor fisik dengan QEC (postur tidak netral, manual handling, beban kerja, durasi aktivitas kerja), dan faktor psikososial dengan ENSS (Stres kerja dan kurangnya dukungan sosial), faktor individu dengan kuesioner karakteristik individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan BMI). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan prevalensi LBP dalam 7 hari terakhir sebesar 38,9%. Sebagian besar variabel tidak berhubungan signifikan dengan LBP. Namun, beban kerja berhubungan signifikan dengan LBP (p=0,034), dengan risiko meningkat pada beban kerja sedang (OR=2,29), tinggi (OR=5,2), dan sangat tinggi (OR=18). Dengan demikian, rumah sakit perlu mengembangkan program pencegahan LBP yang berfokus pada pengendalian beban kerja serta disesuaikan dengan kondisi kerja dan karakteristik individu perawat.

Low back pain is a musculoskeletal complaint frequently experienced by nurses due to exposure to ergonomic risks. This study aims to analyze the characteristics of low back pain complaints and the relationship between physical, psychosocial, and individual risk factors and low back pain among nurses at Hospital X. The study used a cross-sectional design and purposive sampling technique, with a sample size of 72 nurses. LBP complaints were measured using the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), physical factors using the QEC (non-neutral posture, manual handling, workload, duration of work activity), psychosocial factors using the ENSS (work stress and lack of social support), and individual factors using the individual characteristics questionnaire (age, gender, physical activity, and BMI). Analysis was performed using the Chi-square test and Odds Ratio (OR) calculation. The results showed a prevalence of low back pain (LBP) in the past 7 days of 38.9%. Most variables were not significantly associated with LBP. However, workload was significantly associated with LBP (p=0.034), with the risk increasing with moderate (OR=2.29), high (OR=5.2), and very high (OR=18) workloads. Therefore, hospitals need to develop LBP prevention programs that focus on workload management and are tailored to the working conditions and individual characteristics of nurses.
Read More
S-12198
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Priska Aulianingrum; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Hendra, Ika Ratnawati, Jubaedah
Abstrak:
Musculoskeletal Disorders (MSDs) telah menjadi salah satu masalah kesehatan kerja paling serius yang dihadapi perawat di seluruh dunia. Cedera ini sebagian besar disebabkan oleh kelelahan yang terkait dengan mengangkat, memindahkan, dan mengubah posisi pasien secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor risiko MSDs pada perawat ruang rawat inap di RS X. Design penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 127 perawat runag rawat inap. Penelitian ini menggunakan kuesioner REBA untuk mengukur postur kerja, kuesioner SNI 9011:2021 untuk menilai tingkat risiko MSDs dan kuesioner COPSOQ III untuk menilai faktor risiko psikososial. Uji statistik chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel faktor risiko individu,pekerjaan, dan psikososial dengan keluhan MSDs. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak 89,9% perawat melaporkan keluhan nyeri dengan lokasi nyeri keluhan terbanyak adalah leher (72,44%), punggung bawah (62,99) & betis kiri (62,99%), kemudian betis kanan (62,20%). Memindahkan pasien dari brankar ke tempat tidur merupakan aktivitas dengan postur kerja yang paling berisiko tinggi terhadap kejadian MSDs. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor psikososial tuntutan kerja dengan keluhan MSDs (p value = 0,024 ; OR 5,127). Kesimpulannya postur kerja janggal dan tuntutan kerja berkontribusi terhadap keluhan MSDs pada perawat.

Musculoskeletal Disorders (MSDs) have become one of the most serious occupational health problems faced by nurses worldwide. These injuries are mostly due to fatigue associated with manually lifting, moving, and repositioning patients. The purpose of this study was to analyze the risk factors for MSDs in inpatient nurses at X Hospital. The study design was cross-sectional, research on 127 nurses, used the REBA questionnaire to measure work posture, the SNI 9011:2021 questionnaire to assess the risk level of MSDs and the COPSOQ III to assess psychosocial risk factors. The chi-square statistical test was used to determine the relationship between individual, occupational, and psychosocial risk factor with MSDs complaints. The results of this study found that 89.9% of nurses reported complaints of pain with the most common locations of pain complaints being the neck (72.44%), lower back (62.99%) & left calf (62.99%), then right calf (62.20%). Transferring patients from gurney to bed is an activity with work postures that has the highest risk of MSDs. There is a significant relationship between psychosocial factors of work demands and MSDs complaints (p value = 0.024; OR 5.127). In conclusion, awkward work postures and work demands are contribute to MSDs complaints among nurses.
Read More
T-6614
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Futry Dewi Fermana; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Iman Saepul Muslim
S-8184
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive