Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29445 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rodooti Khasanah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Norma Syahria,
Abstrak:
Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis. TB menjadi penyebab kematian terbesar ke-13 dan pembunuh menular nomor dua di dunia. Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara penyumbang kasus TB terbesar di seluruh dunia. Depok menjadi salah satu kota di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah kasus dari tahun 2020-2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kejadian tuberkulosis di Puskesmas Tugu yang terletak di Depok dari tahun 2020-2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi case series. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan jumlah kasus tuberkulosis di Puskesmas Tugu tahun 2020-2023. Proporsi kejadian tuberkulosis tertinggi ditemukan pada pasien dengan jenis kelamin laki-laki (53,4%), kelompok umur 35-54 tahun (42,6%), IRT (18,7%), ststus HIV negatif 57,4%), dan riwayat DM tidak diketahui (64,9%). Berdasarkan klasifikasinya proporsi terbesar terdapat pada pasien tuberkulosis paru (96,8%), kasus baru (96,4%), terkonfirmasi bakteriologis (71,7%), OAT kategori 1 (89,2%), dan hasil pengobatan sembuh (48,6%). Puskesmas Tugu beserta bidang terkait agar memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan, pengendalian, dan pengobatan TB, terutama pada kelompok dengan karakteristik yang memiliki proporsi lebih besar pada kasus TB yang telah terjadi.

Tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. Tuberculosis became the 13th largest cause of death and the second most infectious killer in the world. Indonesia ranks second as the country that contributes the largest number of TB cases worldwide. Depok, one of the cities in Indonesia has experienced an increase in the number of cases from 2020-2022. The aim of this research is to see an overview of the tuberculosis incidence at Tugu Primary Healthcare located in Depok from 2020-2023. This was a decriptive research with case series study design. Sample in this research was taken using a total sampling technique. The research results show that there is a trend of increasing the number of tuberculosis cases at the Tugu Primary Healthcare in 2020-2023. The highest proportion of tuberculosis incidents was found in patients with male gender (53,4%), age group 35-54 years (42,6%), housewife (18,7%), HIV status negative 57,4%), and history of DM unknown (64,9%). Based on the classification, the largest proportion was found in patients with pulmonary tuberculosis (96,8%), new cases (96,4%), bacteriologically confirmed (71,7%), OAT category 1 (89,2%), and treatment results cured (48,6%). Tugu Primary Healthcare and related fields need to provide education to the public about how to prevent, control, and treat TB, especially in groups with characteristics that have a greater proportion of TB cases that have occurred.
Read More
S-11783
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Said Mardani; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Tri Yunis Miko Wahyono, Emita Ajis, Sulistyo
Abstrak:
Kematian TBC di Indonesia merupakan cerminan dinamika kompleks upaya penanggulangan TBC di tingkat regional, termasuk di Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Pada tahun 2022 kematian penderita TBC di Kabupaten Indragiri Hulu sebesar 7,1% dari total penderita TBC yang dilaporkan dan diobati, menjadikan Indragiri Hulu menempati peringkat kedua kematian TBC terbanyak di Provinsi Riau. Selain itu, kematian penderita TBC di Indragiri Hulu juga menunjukkan tren meningkat dari 0,8% (2020), menjadi 6,3% (2021), dan meningkat lagi menjadi 7,1% (2022). Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko semua kematian penderita TBC di Kabupaten Indragiri Hulu. Desain penelitian ini adalah kohort restrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari aplikasi SITB Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2020-2023. Populasi penelitian adalah seluruh penderita TBC di Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2020-2023 berjumlah 2.073 orang. Sampel penelitian berjumlah 1.908 yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekskluasi. Analisis data meliputi analisis univariat berupa tabel distribusi frekuensi dan deskriptif probababilitas survival kumulatif, analisis bivariat menggunakan metode Kaplan-Meier dan uji logrank, dan analisis multivariat menggunakan uji cox regression. Hasil penelitian menunjukkan kematian penderita TBC sebesar 6,6% dari total kasus TBC dengan insiden kematian 40 per 100.000 orang-hari dan probabilitas survival kumulatif akhir (hari ke-640) sebesar 31,12%. Model akhir analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko semua kematian penderita TBC di Kabupaten Indragiri Hulu adalah umur ≥50 tahun (HR=4,241, 95%CI: 2,902-6,197), status HIV (HR=8,104, 95%CI: 2,553-25,722), riwayat pengobatan sebelumnya (HR=1,848, 95%CI:1,076-3,174), dan resistensi obat (baseline HR=5,739, 95%CI: 1,482-22,225). Status HIV menjadi faktor risiko kematian penderita TBC yang paling dominan.

TBC deaths in Indonesia are a reflection of the complex dynamics of TBC control efforts at the regional level, including in Indragiri Hulu Regency, Riau Province. In 2022, TBC deaths in Indragiri Hulu Regency will be 7,1% of the total TBC cases reported and treated, making Indragiri Hulu the second highest TBC death rate in Riau Province. Apart from that, TBC deaths in Indragiri Hulu also show an increasing trend from 0.8% (2020), to 6.3% (2021), and increasing again to 7.1% (2022). The main objective of this research is to determine the risk factors for all deaths of TB patients in Indragiri Hulu Regency. The design of this study was a retrospective cohort. This research uses secondary data from the Indragiri Hulu Regency SITB application for 2020-2023. The research population is all TBC patients in Indragiri Hulu Regency in 2020-2023 totaling 2,073 people. The sample consisted of 1,908 subjects selected using total sampling techniques based on inclusion and exclusion criteria. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution tables and descriptive cumulative survival probabilities, bivariate analysis using the Kaplan-Meier method and logrank test, and multivariate analysis using the cox regression test. The results of the study showed that TBC death was 6.6% of the total TB cases with an incidence of death of 40 per 100,000 person-days and a cumulative survival probability at the end of observation (day 640) of 31.12%. The final model of the multivariate analysis showed that the risk factors for all TBC deaths in Indragiri Hulu Regency were age ≥50 years (HR=4,241, 95%CI: 2,902-6,197), HIV status (HR=8,104, 95%CI: 2,553-25,722), treatment history (HR=1,848, 95%CI:1,076-3,174), and drug resistance (HR=5,739, 95%CI: 1,482-22,225). HIV status is the most dominant risk factor for TBC death.
Read More
T-7019
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karyadi, Kuwat; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami, Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis , Dini Wardiani, Ely Setyawati
Abstrak:

Pencemaran udara merupakan masalah yang terjadi di area industri seperti salah satunya di pabrik semen, di mana hal ini dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan pada karyawan. Gangguan kesehatan berupa penyakit saluran pernafasan yang dapat terpicu oleh pencemaran udara salah satu di antaranya adalah Asma. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kecenderungan prevalensi Asma serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya pada karyawan di sebuah pabrik semen di Jawa Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi potong lintang (Cross Sectional) dilakukan selama 3 bulan Mei-Juli dilakukan wawancara terhadap 142 orang karyawan. Prevalensi asma di sebuah pabrik semen di Jawa Barat pada tahun 2008 adalah sebesar 9,2%. Asma pada karyawan tidak terkait langsung dengan faktor-faktor demografi, perilaku dan lingkungan kerja tetapi lebih pada faktor keturunan yang dibawa sejak sebelum bekerja di pabrik semen tersebut. Penanggulangan dapat dilakukan dengan penerimaan dan penempatan karyawan sesuai dengan syarat kesehatan yang telah ditetapkan.


Air pollution is a problem commonly in any industry area such as cement factory, and cause various respiratory problem like Asma. This study aims to description prevalence of asthma occurence, as well as to determine the correlation between any factor influencing of employees of a cement factory in West Java during 2008. This study is descriptive in nature and is a cross sectional study in design among three months during May-July to 142 respondents by interview. Asthma prevalence of employees of a cement factory in West Java during 2008 is 9.2%. Asthma of the employees is not be direct related with demography factors, behavioral and the environment work but mostly caused degraded by their parents or genetic factor since before working in this factory. Means to minimize the number of cases can be done with employees location and acceptance as according to health condition which have been specified.

Read More
T-3033
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalita Hartiyana Kusuma Wardani; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Trisari Anggondowati, Rina Handayani
Abstrak:
Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi kedua di dunia. Sedangkan provinsi Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang melaporkan jumlah kasus tuberkulosis paling besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan pengobatan pasien tuberkulosis di Jawa Barat tahun 2020 – 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi kohort retrospektif melalui data sekunder yang diperoleh dari SITB Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2020 – 2022. Penelitian menggunakan total sampel yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi. Data dibersihkan dan dianalisis menggunakan STATA 15 dengan uji chi-square untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel dan p-value <0,05 sebagai batas kemaknaan. Total sebanyak 303.100 kasus TB (54,52% laki-laki) dimasukkan dalam studi. Prevalensi ketidakberhasilan pengobatan adalah sebesar 12,10% yang terdiri dari gagal (0,40%), lost to follow up (8,89%), dan meninggal (2,82%). Ketidakberhasilan pengobatan ditemukan berhubungan dengan usia semakin tua, jenis kelamin laki-laki, tinggal di wilayah rural, pekerjaan wiraswasta dan pegawai negeri/swasta, TB ekstraparu, TB resisten obat, pernah melakukan pengobatan sebelumnya, TB-HIV, TB-DM, dan berobat di FKRTL. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi ketidakberhasilan pengobatan TB. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk meningkatkan program dan kebijakan kesehatan dalam pengendalian TB. Pentingnya meningkatan cakupan skrining TB pada pasien DM. Peningkatan jumlah cakupan skrining dapat dilakukan dengan mengintegrasikan layanan geriatri dan prolanis di puskesmas hingga tingkat posbindu.

Indonesia is the country with the second highest number of tuberculosis cases in the world. Meanwhile, West Java province is the province in Indonesia that reports the largest number of tuberculosis cases. This study aims to identify factors associated with unsuccessful treatment outcomes of tuberculosis patients in West Java in 2020–2022. This research is a quantitative study with a retrospective cohort study design using secondary data obtained from the SITB of the Indonesian Ministry of Health in 2020–2022. Research using the total sample that meets the inclusion and exclusion criteria. Data were cleaned and analyzed using STATA 15 with the chi-square test to determine the degree of relationship between variables and p-value
 
Read More
S-11520
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeni Suryamah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, SUdarto Ronoatmodjo, Emita Aziz, Rusli
T-4487
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saleh Budi Santoso; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Rusli
Abstrak: Abstrak

Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar pada anak di seluruh dunia. Setiap tahunnya diestimasikan sekitar 18% kematian anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia disebabkan oleh pneumonia. Faktor risiko pasti yang berkontribusi diantaranya yaitu balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian pneumonia balita usia 12 -23 bulan setelah dikontrol terhadap confounder. Studi kasus kontrol ini dilakukan di tiga wilayah puskesmas Kota Cimahi berdasarkan angka insidens kasus pneumonia balita yang tertinggi di tahun 2012. Kasus adalah balita usia 12 - 23 bulan yang berkunjung ke sarana puskesmas penelitian periode Januari - Desember 2012 dan didiagnosa sebagai kasus pneumonia. Kontrol merupakan tetangga dari kasus, dengan perbandingan jumlah kasus dan kontrol yaitu 1:1. Besar sampel minimal sebanyak 133 untuk masing - masing kelompok. Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Besar asosiasi balita yang tidak mendapat ASI eksklusif memiliki OR untuk terjadinya pneumonia sebesar 3,58 kali (95% CI: 2,08 - 6,19) dibandingkan yang mendapat ASI eksklusif setelah dikontrol terhadap confounder.

Penelitian ini memperkuat penelitian terdahulu yang membuktikan kekuatan hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian pneumonia pada balita. Berfokus pada daerah dengan angka insiden kasus penumonia yang tinggi, pihak dinas kesehatan dan puskesmas dapat lebih meningkatkan upaya promosi dan fasilitasi ASI eksklusif, menciptakan kawasan tanpa asap rokok di tingkat rumah tangga, pengurangan adanya paparan asap pembakaran di dalam rumah, peningkatan pengetahuan ibu berkaitan faktor risiko pneumonia.


Pneumonia is the biggest cause of death in children worldwide. Each year approximately 18% of estimated deaths of children under five worldwide are caused by pneumonia. Definite risk factors that contribute to them are children under five who are not exclusively breastfed.

The purpose of this study to determine the relationship of exclusive breastfeeding on the incidence of pneumonia children under five age 12 -23 months after controlling for confounders.Case-control study was conducted in three areas of public health centers Cimahi City based incidence rates were highest children under five cases of pneumonia in 2012. Cases were children aged 12-23 months who visited the research public health centers means the period of January to December 2012 and was diagnosed as a case of pneumonia. Control is a neighbor of the case, the ratio of the number of cases and controls is 1:1. Minimum sample size for each of as many as 133 - each group. Multivariate analysis using logistic regression. Major association children under five who are not exclusively breastfed for the occurrence of pneumonia had an OR of 3.58 (95% CI: 2.08 to 6.19) than those who are breastfed exclusively after controlling for confounders.

This study reinforces previous research that proves the strength of association of exclusive breastfeeding on the incidence of pneumonia in infants. Focusing on areas with a number of high incidence of cases of pneumonia, the health department and public health center could further enhance the promotion and facilitation of exclusive breastfeeding, creating a smoke-free area at the household level, reduction in exposure to combustion fumes in the house, increasing maternal knowledge of risk factors associated pneumonia.

Read More
T-3824
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riezky Febiola; Pembimbing: Tri yunis Miko Wahyono; Penguji: Nuning M. Kiptiyah, Syafiyal
Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif namun dapat menimbulkan efek simpang dari reaksi vaksin. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran KIPI dan korelasinya terhadap cakupan imunisasi di enam wilayah di propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dari data surveilans KIPI tahun 2012. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara KIPI dengan cakupan imunisasi BCG (p= 0,397), cakupan DPT/HB (p=0,704), cakupan polio (p=0,787), dan cakupan campak (p=957). Surveilans KIPI yang sudah ditingkatkan dan dikembangkan untuk memonitor kualitas vaksin dimasyarakat sangat dibutuhkan.
 

 
Immunization is one of public health efforts which is most effective but can cause adverse events from vaccine reactions. This purpose of this study is to description adverse events following immunization and its correlation to immunization coverage in six districts in West Java in 2012. The design of this study is ecology using AEFI Surveillance data in 2012. Data were analyzed with the spearman correlation test. The result of this study indicate that there is no significant relationship between AEFI with BCG immunization covarage (p=0,397), DPT/HB covarage (p=0,704), polio covarage (p=0,787), and measles coverage (p=0,957). Improved and well-developed AEFI seuveillance to monitor the quality of vaccines in the community is highly needed.
Read More
S-8127
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jahiroh; Pemb. Nurhayati Prihartono; Penguji: Ratna Djuwita, Rusli
T-3889
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marfin; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Nyoman Kandun
Abstrak: Latar belakang: Difteri merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh corynebacterium Diphteriae yang dapat menyebabkan kematian. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaporkan kasus difteri sebanyak 33 kasus dalam periode Desember 2017 Januari 2018. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 Tahun 2010, 1 kasus difteri merupakan Kejadian Luar Biasa. Riset ini bertujuan menggambarkan kasus difteri secara epidemiologi, melihat model fit untuk prediksi faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri dan melihat efikasi Vaksin.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 121 responden dengan jumlah kasus 31 responden dan kontrol 90 responden. Penelitian ini dilakukan oleh Tim dari mahasiswa FETP FKM UI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang dilaksanakan tanggal 6 9 Februari 2018 di 13 Puskesmas yang dilaporkan adanya kasus. Analisis data dilakukan dengan uji resgresi logistic untuk melihat nilai odds ratio menggunakan stata versi 14,2 di Laboratorium Komputer FKM UI.
Hasil: Pola KLB merupakan propagated epidemic yang terjadi pada umur 1 Tahun 71 Tahun. Kasus Primer terjadi pada minggu 48 Tahun 2017. Analisis multivariat fit model menunjukan status imunisasi berhubungan dengan kejadian difteri (Pvalue = 0,036; OR=3,5; 95% CI = 1,08-11,10) dan riwayat perjalanan berhubungan dengan kejadian difteri (Pvalue = 0,000; OR = 5,4; 95% CI = 2,08-13,93). Efikasi vaksin DPT, DT, Td sebesar 71,4%.
Kesimpulan dan saran: Telah terjadi penularan penyakit dari orang ke orang. Indeks case dan sumber penularan tidak diketahui karena mobilitas penduduk yang tinggi. Ada hubungan bermakna antara status imunisasi dan riwayat perjalanan dengan kejadian difteri. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut agar dapat Meningkatkan Kwalitas dan cakupan imunisasi DPT, DT, Td, Meningkatkan perbaikan pencatatan imunisasi dengan tertib, dan Meningkatkan koordinasi pelaporan dalam penemuan kasus baru dan karier
Read More
T-5470
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
B. Nunung Priyatni; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo
Abstrak:
Tetanus Neonatorum adalah penyebab utama kematian neonatal dan penyebab kematian kedua pada anak diantara penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Setiap tahun 450.000 bayi meninggal sebelum umur l bulan. Di Propinsi Jawa Barat, Tetanus Neonatorum masih menjadi masalah kesehatan, dimana selama 5 tahun berturut-turut dari tahun 1994-1998 kasus Tetanus Neonatorumn masih relatif tinggi dengan kematian yang relatif menetap. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status imunisasi TT ibu hamil dengan kejadian Tetanus Neonatorum di Propinsi Jawa Barat tahun 1999-2000. Studi ini menggunakan desain kasus kontrol. Kasus adalah bayi umur 0 - 28 hari yang menderita Tetanus Neonatorum pada tahun 1999-2000, sedangkan kontrol adalah bayi sehat dengan umur yang hampir sama dan merupakan tetangga terdekat penderita. Data diperoleh dari wawancara dengan menggunakan kuesioner pada ibu bayi dan data yang diperoleh dikonfirmasi terhadap penolong persalinan, KMS, Catatan di Puskesmas, Pustu dan Polindes. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status imunisasi TT ibu hamil dengan kejadian Tetanus Neonatorum (OR = 21,82 , 95%C1, p = 0,0000). Setelah dilakukan kontrol terhadap variabel perawatan tali pusat dan persalinan "3 bersih", maka risiko kejadian Tetanus Neonatorum pada bayi yang ibunya tidak pernah mendapat imunisasi TT adalah 31,39 kali dibandingkan bayi yang ibunya mendapat imunisasi TT Iengkap.

The Relation of Babies? Immunity with Tetanus Neonatorum MorbidityIn West Java on 1999-2000The Tetanus Neonatorum is the first cause neonatal death and the second cause of children death between the diseases which can be prevented by immunization. There are 450.000 babies death before one month old. In West Java Tetanus Neonatorum still be the first health problem During 5 years from 1994 - 1998, the morbidity and mortality of Tetanus Neonatorum has been relative constantly. This research is to find out the relation of pregnancy mother immunization status with Tetanus Neonatorum morbidity in West Java in 1999 - 2000. This study using design case control. The case is a 0 - 28 old days baby who had Tetanus Neonatorum in 1999 - 2000, and the controls is a health baby with the same age and live in the nearest illness baby. The data get through questionnaires from mother's illness baby and mother's health baby. The data was confirmed by midwife or birth attendant who help delivery, by puskesmas record, by baby ISMS and the other record in Puskesmas, Pustu and Polindes. The result of study reveals that there is a significant relationship between baby's immunization and Tetanus Neonatorum occurring. After controlling the other variable, such as umbilical cord care, "Three cleans delivery". The risk of Tetanus Neonatorum occur of baby's mother who has never have Tetanus Toxoid Immunization is 31,39 times compare with baby's mother who has completed TT Immunization. The Relation of Babies? Immunity with Tetanus Neonatorum MorbidityIn West Java on 1999-2000The Tetanus Neonatorum is the first cause neonatal death and the second cause of children death between the diseases which can be prevented by immunization. There are 450.000 babies death before one month old. In West Java Tetanus Neonatorum still be the first health problem During 5 years from 1994 - 1998, the morbidity and mortality of Tetanus Neonatorum has been relative constantly. This research is to find out the relation of pregnancy mother immunization status with Tetanus Neonatorum morbidity in West Java in 1999 - 2000. This study using design case control. The case is a 0 - 28 old days baby who had Tetanus Neonatorum in 1999 - 2000, and the controls is a health baby with the same age and live in the nearest illness baby. The data get through questionnaires from mother's illness baby and mother's health baby. The data was confirmed by midwife or birth attendant who help delivery, by puskesmas record, by baby ISMS and the other record in Puskesmas, Pustu and Polindes. The result of study reveals that there is a significant relationship between baby's immunization and Tetanus Neonatorum occurring. After controlling the other variable, such as umbilical cord care, "Three cleans delivery". The risk of Tetanus Neonatorum occur of baby's mother who has never have Tetanus Toxoid Immunization is 31,39 times compare with baby's mother who has completed TT Immunization.
Read More
T-1014
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive