Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31917 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aurelia Artari Puan Pramesti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Siti Widya Nazhrah
Abstrak:
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda perkeretaapian sebagai transportasi publik di wilayah metropolitan sejalan dengan pentingnya implementasi sistem keselamatan kebakaran di stasiun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem keselamatan kebakaran di Stasiun X yang terdiri dari kinerja sistem proteksi kebakaran, kinerja sarana penyelamatan jiwa, dan kinerja manajemen tanggap darurat. Desain penelitian merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, pengukuran jarak, dan telaah dokumen, lalu dibandingkan dengan standar NFPA. Tingkat kinerja direpresentasikan oleh persentase yang diperoleh dengan membandingkan jumlah komponen yang terpenuhi dengan jumlah komponen yang seharusnya terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja sistem proteksi kebakaran pasif sebesar 100% (Sangat Baik), kinerja sistem proteksi kebakaran aktif sebesar 95% (Sangat Baik), kinerja sarana penyelamatan jiwa sebesar 82.60% (Cukup Baik), dan kinerja manajemen tanggap darurat sebesar 80.64% (Cukup Baik). Secara umum, kinerja sistem keselamatan kebakaran di Stasiun X mencapai 89.56% (Sangat Baik) sehingga Stasiun X telah mengimplementasikan standar NFPA dengan efektif.

The high demand from the community for railway transportation as public transport in metropolitan areas goes hand in hand with the importance of implementing fire safety systems at the stations. This study aims to analyze the fire safety system performance at Station X, which consists of the performance of the fire protection system, the performance of means of egress, and the performance of emergency response management. The research design is descriptive-analytical with a qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, distance measurements, and document reviews, then compared with NFPA standards. The performance level is represented by the percentage obtained by comparing the number of fulfilled components to the total number of components that should be fulfilled. Based on the research findings, the performance of passive fire protection system is 100% (Very Good), the performance of active fire protection system is 95% (Very Good), the performance of means of egress is 82.60% (Adequately Good), and the performance of emergency response management is 80.64% (Adequately Good). Overall, the performance of the fire safety system at Station X reaches 89.56% (Very Good), indicating that Station X has implemented NFPA standards effectively.
Read More
S-11786
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naila Adinda Achmad; Pembimbing: Hendra; Penguji: Abdul Kadir, M. Fiki Handriyanto
Abstrak:
Stasiun Manggarai merupakan stasiun paling aktif yang menghubungkan tujuh persimpangan jalur kereta api. Sebelum pandemi, tercatat bahwa Stasiun Manggarai merupakan stasiun tersibuk yang melayani lebih dari 20.000 pengguna setiap harinya (Ditjen Perkeretaapian 2022). Pada Januari 2023, terkonfirmasi bahwa Stasiun Manggarai memiliki 150.000 pengguna transit dan 14.000 pengguna stasiun per harinya (Fransisca, 2023). Jumlah pengguna yang banyak dapat meningkatkan kepadatan sehingga dapat meningkatkan potensi bahaya dan risiko, termasuk bahaya dan risiko kebakaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran sistem proteksi kebakaran dan keselamatan kebakaran di Stasiun Transit Manggarai Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek dengan menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan komparasi. Penulis membandingkan hasil penerapan sistem proteksi kebakaran dan keselamatan kebakaran di Stasiun Manggarai dengan standar NFPA 130 dan Code of Practice for Fire Precautions in Rapid Transit Systems 2022. Hasil dari penelitian ini didapatkan dengan wawancara, telaah dokumen, dan observasi langsung pada stasiun. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa persentase pemenuhan sistem proteksi kebakaran dan keselamatan kebakaran pada Stasiun Manggarai adalah sebesar 84,34% dengan pemenuhan tertinggi pada aspek Fungsi, Reliabilitas, dan Ketersediaan Sistem Komunikasi dan Kontrol dan Persyaratan Kawat dan Kabel sebesar 100% dan pemenuhan terendah pada aspek Sistem Komunikasi Keadaan Darurat sebesar 50%.

Stasiun Manggarai is the most active station. In January 2023, Stasiun Manggarai has 150,000 transit users and 14,000 station users per day (Fransisca, 2023). This large number of users can certainly increase the density – and according to research – density can increase the existing potential hazards and risks, including fire hazards. Therefore, this research was conducted to find out the implementation of fire protection and fire safety system at Stasiun Transit Manggarai Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek using a descriptive observational method with comparative approach. The author compares the results of implementing fire protection and fire safety systems at Manggarai Station with NFPA 130 and Code of Practice for Fire Precautions in Rapid Transit Systems 2022. The results of this study were obtained through interviews, document review, and observation. The research found that the proportion of implementation of fire protection and fire safety systems at the Stasiun Manggarai is 84.34% with the highest fulfillment at the percentage of 100% on Function, Reliability, and Availability of Communication and Control Systems; and Wire and Cable Requirements aspect. The lowest compliance is in the Emergency Communication System aspect with the percentage of 50%.
Read More
S-11285
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhewi Mega Sari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Sjahrul Meizar Nasri, Errik Yusnadi Saleh, Imam Santoso
Abstrak:
Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan dan menimbulkan kerugian aset hingga munculnya korban jiwa. Kasus kebakaran di Indonesia terhadap bangunan gedung, mayoritas disebabkan oleh kelistrikan dan pemeliharaan proteksi kebakaran pada bangunan gedung yang kurang baik hingga tidak disediakan proteksi kebakaran. Selain itu beberapa kasus kebakaran di bangunan gedung diperparah dengan proteksi kebakaran yang tersedia di bangunan gedung tidak sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku. Beberapa kasus kebakaran yang pernah terjadi di bangunan gedung Universitas X disebabkan oleh arus pendek dan puntung rokok. Bangunan multifungsi memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan proteksi kebakaran yang sesuai dengan fungsi dari setiap aktivitas yang dilakukan pada ruangan atau lantai selain perlindungan terhadap bangunan gedung secara keseluruhan sesuai PERMEN PU no 26 tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem proteksi kebakaran pada bangunan multifungsi di Zona Perpustakaan yang terdapat di Universitas X. Desain penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa pemeriksaan sistem proteksi kebakaran, dan desain studi deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi sistem proteksi kebakaran, wawancara untuk konfirmasi kondisi sistem proteksi kebakaran dan pemeriksaan dokumen terkait, serta analisis simulasi evakuasi menggunakan software Pathfinder 2019, dan dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan kelistrikan menggunakan thermograph serta pemeriksaan kesesuaian instalasi peralatan kelistrikan yang beroperasi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sistem proteksi aktif termasuk kategori cukup baik (43%), kondisi sistem proteksi kebakaran pasif termasuk kategori baik (52%), dukungan organisasi termasuk kategori baik (60%), kondisi pemeriksaan thermograph menunjukkan 10 peralatan kelistrikan perlu dilakukan pemantauan dan pemeriksaan kesesuaian termasuk kategori baik (70%). Akan tetapi mengingat pernah terjadi beberapa kasus kebakaran di Universitas X, maka peneliti masih menganggap perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kondisi peralatan proteksi kebakaran aktif yang perlu ditingkatkan adalah sistem pemadaman berbasis air, sistem deteksi, alarm dan sistem kebakaran yang terdapat di bangunan gedung, serta pemantauan secara rutin terhadap fasilitas APAR pada bangunan gedung. Kondisi peralatan proteksi kebakaran pasif yang perlu ditingkatkan adalah memastikan kondisi struktur bangunan, pintu dan jendela pada bangunan gedung tahan terhadap kebakaran minimal 1-2 jam, pemeriksaan kondisi tangga darurat pada bangunan gedung, terdapat denah evakuasi dan signage kedaruratan sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Kondisi dukungan organisasi yang perlu ditingkatkan adalah penyediaan prosedur keadaan darurat, penyelenggaraan simulasi, ketersediaan informasi tim tanggap darurat dan nomor darurat yang mudah terlihat, serta memastikan tim tanggap darurat dan penghuni gedung mendapatkan pelatihan keadaan darurat secara rutin. Pemeriksaan peralatan kelistrikan menunjukkan 10 peralatan kelistrikan perlu dilakukan pemantauan karena memiliki suhu ukur > 1 derajat dari suhu referensi. Hasil observasi peralatan kelistrikan perlu perapihan penyimpanan dan penempatan perkabelan. Simulasi evakuasi dibandingkan dengan drill pada bangunan yang telah dilaksanakan ditemukan bahwa waktu pada saat drill lebih lama dibandingkan dengan simulasi evakuasi menggunakan modeling. Hal ini disebabkan oleh kepanikan dan pengambilan keputusan serta interaksi antar manusia dalam kondisi darurat. Dari hasil diatas perlu dilakukan pemeliharaan peralatan proteksi kebakaran yang tersedia dan dilakukan perapihan serta pemantauan dan evaluasi terhadap peralatan kelistrikan di dalam bangunan. Selain itu perlu dilakukan simulasi keadaan darurat secara rutin untuk mendukung penurunan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan evakuasi gedung dalam kondisi darurat.

Fire is an undesirable event and causes asset loss and even fatalities. Most cases in Indonesia in buildings are caused by defective electricity and fire protection maintenance in buildings and fire protection is not provided. Several cases of fire in buildings are exacerbated by the fire protection available in buildings that do not comply with applicable regulations and standards. Short circuits and cigarette butts caused several cases of fires that have occurred in the University X building. Multifunctional buildings have different characteristics, so they require fire protection by the function of each activity carried out in a room or floor in addition to protection of the building according to PERMEN PU no. 26 of 2008. The purpose of this study was to analyze the fire protection system in multifunctional buildings in the Library Zone located at University X. The research design includes a quantitative descriptive study for fire protection system inspections and a qualitative descriptive study involving observations, interviews, document reviews, evacuation simulations using Pathfinder 2019, and thermographic inspections of electrical equipment to assess installation and operation suitability. The results of the study showed that the condition of the active protection system was in the fairly good category (43%), the condition of the passive fire protection system was in the good category (52%), organizational support was in the good category (60%), the condition of the thermograph examination showed that 10 electrical equipment needed to be monitored and checked for suitability, including the good category (70%). However, considering that there have been several fire cases at University X, the researcher still considers it necessary to conduct further research. The conditions of active fire protection equipment that need to be improved are water-based extinguishing systems, detection systems, alarms, fire systems in buildings, and routine monitoring of APAR facilities in buildings. Passive fire protection equipment conditions that need to be improved are ensuring the condition of the building structure, doors and windows in the building are fire resistant for at least 1-2 hours, checking the condition of the emergency stairs in the building, there are evacuation plans and emergency signage according to applicable standards and regulations. Improvements needed for organizational support include providing clear emergency procedures, conducting simulations, ensuring visibility of emergency contact information, and offering routine emergency training for the response team and building occupants. Inspection of electrical equipment showed that 10 electrical equipment needed monitoring because they had a measuring temperature > 1 degree from the reference temperature. The results of observations of electrical equipment require tidy storage and wiring placement. Evacuation simulation compared to drills in buildings that have been implemented found that the time during the drill was longer than the evacuation simulation using modeling. This is caused by panic, decision-making, and human interaction in emergencies. It is necessary to maintain the available fire protection equipment, conduct repairs, and monitor, also evaluate electrical equipment. In addition, it is required to simulate emergencies regularly to reduce the time needed to evacuate buildings in emergency conditions.
Read More
T-7175
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brilianta Syafi Muhamamd; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji; Fatma Lestari, Pri Agustama
Abstrak:
Kebakaran pada gedung perkantoran bertingkat tinggi merupakan salah satu risiko yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan penghuni, aset, dan kelangsungan operasional perusahaan. PT X merupakan gedung perkantoran bertingkat tinggi yang memiliki aktivitas kerja dengan penggunaan instalasi listrik dan perangkat elektronik yang cukup kompleks, sehingga diperlukan penerapan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran penerapan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang meliputi sistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen kebakaran pada gedung perkantoran PT X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan semi-kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan menggunakan checklist, wawancara, dan telaah dokumen. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada standar NFPA, Permen PU No. 26/PRT/M/2008, dan Permen PU No. 20/PRT/M/2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja sistem manajemen keselamatan kebakaran di PT X memperoleh nilai sebesar 90,5% dan termasuk dalam kategori baik. Sistem proteksi kebakaran aktif memperoleh nilai 89%, sistem proteksi kebakaran pasif 73%, sarana penyelamatan jiwa 100%, dan manajemen kebakaran 100%. Temuan utama terdapat pada aspek proteksi kebakaran aktif dan pasif, terutama terkait inspeksi dan pemasangan APAR, pengujian pompa kebakaran, serta verifikasi fire rating pada elemen proteksi pasif. Secara umum, penerapan sistem keselamatan kebakaran di PT X telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek teknis dan dokumentasi pendukung agar sistem dapat lebih andal dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran.

Fire incidents in high-rise office buildings pose serious risks to occupant safety, company assets, and business continuity. PT X is a high-rise office building with work activities involving complex electrical installations and electronic equipment, making the implementation of an adequate fire safety management system essential. This study aimed to analyze the implementation of a fire safety management system, including fire protection systems, life safety facilities, and fire emergency management in PT X office building. This study used a descriptive analytic design with a semi-quantitative approach. Data were collected through field observation using checklists, interviews, and document review. The assessment was conducted based on NFPA standards, Minister of Public Works Regulation No. 26/PRT/M/2008, and Minister of Public Works Regulation No. 20/PRT/M/2009. The results showed that the overall performance of the fire safety management system at PT X reached 90.5%, categorized as good. The active fire protection system achieved 89%, passive fire protection system 73%, life safety facilities 100%, and fire emergency management 100%. The main findings were identified in the active and passive fire protection aspects, particularly related to fire extinguisher inspection and installation, fire pump testing, and verification of fire rating for passive fire protection elements. Overall, the implementation of the fire safety management system at PT X has been carried out well. However, improvements are still needed in technical aspects and supporting documentation to ensure the reliability of the system during fire emergencies.
Read More
S-12279
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nugroho Joko; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Deni Andrias, Wayne Satria
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis penerapan sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X pada Tahun 2020 menggunakan Fire Safety Evaluation System (FSES). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X. Disain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan semi kuantitatif. Gedung A dan B merupakan gedung untuk aktifitas perkantoran. Evaluasi dilakukan terhadap 12 safety parameter menurut NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety dangan standar NFPA 101: Life Safety Code. Parameter yang di evaluasi adalah konstruksi gedung, pemisahan bahaya, bukaan vertikal, sprinkler, alarm kebakaran, pendeteksi asap, interior finish, pengendalian asap, akses keluar, jalur evakuasi, koridor/ kompartemen dan program tangap darurat. Analisis tambahan juga dilakukan pada sistem proteksi pasif, sistem proteksi aktif dan sarana penyelamat jiwa pada gedung A dan B. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X masih memenuhi nilai minimum keselamatan kebakaran gedung perkantoran berdasarkan mandatory requirement pada FSES.

This study analysis implementation of fire safety system at A and B buildings PT X in 2020 using Fire Safety Evaluation System (FSES). The purpose of this study was to know the condition of fire safety system at A and B building PT X. The design research was a descriptive with approach to semi quantitative. The building A and B are buildings for office activities. The evaluation was carried out for 12 safety parameters according to NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety with the NFPA 101: Life Safety Code standard. The parameters evaluated are building construction, hazard separation, vertical openings, sprinklers, fire alarms, smoke detectors,  2 interior finish, smoke control, exit access, evacuation routes, corridors/ compartment and emergency response programs. Additional analysis was also carried out on passive protection system, active protection system, and lifesaving facilities in building A and B. The result showed that the implementation of fire safety at A and B building PT X still met the minimum value of fire safety in the office building based on the mandatory requirements in FSES.   

Read More
T-5877
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Wahyudi; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Djamal Thaib, Ellen Happy Forever
T-3345
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kelvin Duta Pamungkas; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Redo Maulana
Abstrak:
Pendahuluan: Kebakaran merupakan salah satu permasalahan yang masih dihadapi di dunia, dimana dampaknya bersifat sangat merugikan. Laboratorium merupakan salah satu sektor dengan risiko kebakaran yang cukup tinggi akibat adanya potensi penggunaan material dan bahan kimia yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem keselamatan kebakaran yang sudah diterapkan di laboratorium PT. X pada tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif observasional yang menganalisis empat komponen utama berupa sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen tanggap darurat. metode pengumpulan data utama dilakukan melalui observasi yang ditriangulasi dengan mewawancarai laboran sebagai penghuni gedung beserta beberapa informan kunci, serta dengan menelaah dokumen sekunder yang tersedia di lokasi. Hasil: Laboratorium PT. X secara keseluruhan memenuhi 52,11% dimana kinerja tersebut tergolong kurang baik (Pramesti, A. 2024). Dengan dimensi tertinggi diraih pada penerapan sarana penyelamatan jiwa (61.11%) dan dimensi terendah pada penerapan sistem proteksi kebakaran aktif (47,05%). Kesimpulan: Laboratorium PT. X belum mampu memaksimalkan penerapan sistem keselamatan kebakaran yang sesuai dengan standar internasional NFPA. Dibutuhkan adanya upaya untuk memperbaiki sistem yang sudah ada untuk meningkatkan performa sistem keselamatan kebakaran tersebut.

Introduction: Fire remains a critical problem in the world, taking millions of casuality and losses up to billions of dollars. Laboratories using chemicals is one of high fire risk sectors due to usage of flammable and combustible chemicals. This study aims to evaluate PT. X laboratory’s existing fire safety systems at the year 2026. Method: the research design is a qualitative, observational study. Evaluating four main components: active fire protection system; passive fire protection system; means of egress; and emergency response management, in which data is collected primarily from observations and triangulated with interviews and document reviews. Result: Evaluation of PT. X laboratory’s existing fire safety system yielded a result of 52.11%. Based on recent study by Pramesti, A. (2024), the result is still unsatisfactory. The highest result attained from this study is from the performance of the implementation of means of egress (61.11%), while the lowest attained is from the performance of the implementation of active fire protection (47,05%). Conclusion: PT. X’s laboratory hasn’t been able to implement NFPA fire safety standards, and needs immediate action to improve the performance of its existing fire safety system.
Read More
S-12370
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hariandy Hasbi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Subkhan, Tubagus Dwika Yuantoko
Abstrak:
Kepemimpinan keselamatan yang kuat dapat menjadi role models, pemotivasi, dan pendorong karyawan untuk berperilaku aman, nyaman, dan sehat dalam bekerja. Ketika karyawan dilibatkan dalam proses usaha, mereka akan lebih bersemangat, berdedikasi, dan sangat menikmati pekerjaan yang diberikan. Sikap dan perilaku tidak berwujud tersebut mendorong karyawan menunjukkan performa terbaik, sehingga terbangun budaya keselamatan yang terus tumbuh semakin baik dan akan mendorong terciptanya kinerja keselamatan perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pengaruh ekosistem kepemimpinan keselamatan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang dimediasi oleh keterlibatan karyawan serta pengaruh budaya keselamatan pada kinerja keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional di mana analisis data multivariat dihitung dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner yang telah disetujui melalui informed consent. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT X bidang konstruksi perkeretaapian. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling yang diambil secara acak dari berbagai level jabatan dan lokasi kerja yang memenuhi kriteria inklusi, di mana penetapan jumlah sampel menggunakan formulasi Slovin, sehingga didapatkan sebanyak 243 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan keselamatan berpengaruh positif terhadap budaya keselamatan dan juga pada kinerja keselamatan, keterlibatan karyawan mampu menjadi mediasi antara kepemimpinan keselamatan terhadap budaya keselamatan, serta budaya keselamatan berpengaruh positif terhadap kinerja keselamatan. Implikasinya bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan keselamatan melalui visi, kredibilitas, orientasi terhadap tindakan, komunikasi, kolaborasi, umpan balik, dan pengakuan pada seluruh karyawan di setiap level jabatan dan lokasi. Hal ini dapat membangun budaya keselamatan yang lebih baik melalui keterlibatan karyawan yang memiliki semangat kerja tinggi, berdedikasi dan menikmati pekerjaannya membentuk perilaku aman, nyaman, dan sehat, sehingga membentuk dan berdampak pada patuhnya terhadap aturan dan ikut bersama-sama membangun keselamatan di lingkungan perusahaan.

Strong safety leadership can be a role model, motivator, and booster for employees to behave safely, comfortably and healthily at work. When employees are involved in the business process, they will be more enthusiastic, dedicated, and really enjoy the work. These intangible attitudes and behaviors encourage employees to show their best performance so that a safety culture is built that continues to grow better and will encourage the creation of great and sustainable company safety performance. The purpose of this study is to analyze how the relationship between the safety leadership ecosystem in building a work safety culture mediated by employee involvement and the influence of safety culture on safety performance. This study uses a descriptive method through a quantitative approach with a cross-sectional research design where multivariate data analysis is calculated using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Primary data collection uses a questionnaire that has been approved through informed consent. The population of this study were all employees of PT X in the railway construction sector, the sampling technique used stratified random sampling which was taken randomly from various job levels and work locations that met the inclusion criteria, where the determination of the number of samples used the Slovin formulation so that 243 respondents were obtained. The results of the study indicate that safety leadership has a positive effect on safety culture and also on safety performance, employee engagement can be a mediator between safety leadership and safety culture, and safety culture has a positive effect on safety performance. The implication is that increasing the capacity of safety leadership through: vision, credibility, action orientation, communication, collaboration, feedback and recognition in all employees at every level of position and location can build a great safety culture through the employees engagement who have high work enthusiasm, are dedicated and enjoy their work forming safe, comfortable and healthy behaviors so that they form and have an impact on compliance with the rules and participate together in building safety in the company.
Read More
T-7214
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samiyah Salim; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Tyagita Meyril Rahmadhani, Hendra
Abstrak: Sektor perkantoran yang berada pada bangunan bertingkat tinggi memiliki potensi bahaya dan risiko kebakaran yang signifikan. Penelitian ini memiliki fokus pada analisis sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen keselamatan kebakaran di Kantor Pusat PT XYZ. Desain penelitian menggunakan studi observasional dengan pendekatan semi kuantitatif. Pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, telaah dokumen, serta menggunakan instrumen lembar checklist. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual terhadap Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008, Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 Tahun 2009, dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Berdasarkan hasil penelitian, sistem proteksi kebakaran aktif memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 85,2% dengan kriteria baik, sistem proteksi kebakaran pasif memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 66,6% dengan kriteria cukup, sarana penyelamatan jiwa memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 91,5% dengan kriteria baik, serta manajemen keselamatan kebakaran memperoleh persentase tingkat kesesuaian sebesar 91,8% dengan kriteria baik. Secara umum, elemen sistem proteksi kebakaran dan manajemen keselamatan kebakaran di Kantor Pusat PT XYZ telah memenuhi peraturan dan standar dengan persentase rata-rata yaitu 83,7%.
The office sector located in high-rise buildings has the potential for significant fire hazards and risks. This study focuses on the analysis of active protection systems, passive protection systems, means of escape, and fire safety management at PT XYZ Head Office. The research design uses an observational study with a semi-quantitative approach. Data collecting is gathered through direct observation, interviews, document review, and using the checklist sheet instrument. Data analysis is performed by comparing the actual conditions with Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008, Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 Tahun 2009, and Standar Nasional Indonesia (SNI). According to the results of the study, the active fire protection system obtained a percentage level of conformity of 85,2% with good criteria, the passive fire protection system obtained a percentage level of conformity of 66,6% with sufficient criteria, means of escape obtained a percentage level of conformity of 91,5% with good criteria, and fire safety management obtained the percentage of conformity level of 91,8% with good criteria. In general, the elements of fire protection systems and fire safety management at PT XYZ Head Office have complied with regulations and standards with an average percentage of 83,7%.
Read More
S-11104
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dayana Al Amin; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Rifaudi Hidayanto
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang analisis sistem proteksi kebakaran, saranapenyelamatan jiwa, serta manajemen kebakaran di Asrama Haji X. Desain penelitian yangdigunakan merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Objekpenelitian ini adalah sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, sarana penyelamatan jiwa,serta manajemen kebakaran di gedung D3 Asrama Haji X. Pengumpulan data didapatkanmelalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, serta menggunakan instrumenberupa checklist. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual denganstandar NFPA, Permen PU No. 26 tahun 2008, Permen PU No 20 tahun 2009, dan PerdaDKI Jakarta No 8 tahun 2008. Hasil akhir data merupakan persentase tingkat pemenuhandari standar dan peraturan yang berlaku. Hasil akhir menunjukkan rata-rata pemenuhansistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen kebakaran diGedung D3 Asrama Haji X yaitu sebesar 34,2%. Hal ini menunjukkan bahwa gedung D3Asrama Haji X belum memneuhi standar dan peraturan yang berlaku.
Kata kunci: Sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sarana penyelamatan jiwa, manajemen kebakaran, gedung D3 Asrama Haji X
This study discusses about the analysis of fire protection systems, means of escapefacilities, and fire management in Hajj X Building. The design of this study is adescriptive analytic with qualitative approach. The objects of this study are active andpassive fire protection systems, means of escape facilities, and fire management in D3Hajj X Building. Data collection is obtained by observation, interviews and documentreview, and using instruments in the form of checklist. Data analysis is performed bycomparing the actual conditions with NFPA, Permen PU No. 26 tahun 2008, Permen PUNo 20 tahun 2009, and Perda DKI Jakarta No 8 tahun 2008 standards. The final result ofthe data is a percentage of the level of compliance with the applicable standards andregulations. The final results showed an average of 34,2% fulfillment of the fire protectionsystem, means of escape facilities, and fire management in the D3 Hajj X Building. Thisshows that the D3 Hajj X Building has not met the requirements in applicable standards.
Key words:Active fire protection system, passive fire protection system, means of escape, firemanagement, D3 Hajj X Building.
Read More
S-10282
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive