Ditemukan 26667 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Latar Belakang: Intra Uterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang. Penggunaan IUD di Indonesia masih tergolong sedikit dan hanya 8.35%. Berdasarkan dari rencana strategis BKKBN, target penggunaan MKJP sebesar 28.39% pada tahun 2024. Salah satu fokus strategi dengan komunikasi, informasi, edukasi (KIE) serta konseling KB. Tenaga kesehatan berperan dalam pelayanan program KB sikap dan perilaku terhadap perencanaan keluarga yang lebih baik, serta menjadi role model
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan yang mempengaruhi penggunaan IUD di kalangan tenaga kesehatan.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 110 responden tenaga kesehatan wanita berusia 20-49 tahun yang bekerja di Jakarta, dan merupakan pengguna KB aktif IUD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden tenaga kesehatan merupakan pengguna baru IUD. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia (p < 0.001), paritas (p = 0.002), sikap (p = 0.031), efek samping penggunaan IUD (p = 0.041), dan dukungan pasangan (p = 0.045) dengan penggunaan IUD. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis IUD (p = 0.326) dan biaya KB (p = 0.364) dengan penggunaan IUD pada tenaga kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor usia, paritas, sikap, dukungan pasangan, dan efek samping berpengaruh terhadap penggunaan IUD di kalangan tenaga kesehatan.
Kata Kunci: penggunaan IUD, tenaga kesehatan
Background: Intra Uterine Device (IUD) is a long-term contraceptive method. The usage of IUD in Indonesia remains low at only 8.35%. According to the strategic plan of the National Population and Family Planning Board (BKKBN), the target for the use of Long-Acting Contraceptive Methods (MKJP) is 28.39% by 2024. One of the strategic focuses is on information, education, communication (IEC), and family planning counseling. Health workers play a crucial role in providing family planning services by improving attitudes and behaviors towards better family planning, as well as serving as role models. This study aims to identify the determinants affecting IUD usage among health workers. Method: This research is a quantitative study with a cross-sectional design, involving 110 female health worker respondents aged 20-49 years who work in Jakarta and are active IUD users. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with chi-square tests. Conclusion: The results show that 75% of health worker respondents are new IUD users. The findings reveal significant relationships between age (p < 0.001), parity (p = 0.002), attitude (p = 0.031), side effects of IUD use (p = 0.041), and partner support (p = 0.045) with the use of IUD. However, no significant relationship was found between the type of IUD (p = 0.326) and contraceptive cost (p = 0.364) with the use of IUD among health workers. This study concludes that age, parity, attitude, partner support, and side effects significantly influence IUD usage among health workers. Keywords: IUD usage, health workers
Program KB di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan target yang diharapkan. Jumlah Wanita Usia Subur (WUS) yang aktif menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciater Kota Tangerang Selatan berkisar 52,5%. Angka ini tentu saja masih berada di bawah target nasional sebesar 61,78%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi pada WUS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciater tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, pada 115 responden yang dipilih secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pekerjaan (p <0,001), pendapatan (p <0,001), pengetahuan (p <0,001), sumber informasi (p = 0,030, akses fasilitas kesehatan (p <0,001), dukungan keluarga (p <0,001), dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,001) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi pada WUS. Atas dasar tersebut perlu pemberian edukasi mengenai kontrasepsi melalui berbagai metode seperti edukasi langsung, layanan konseling personal, serta pendekatan berbasis keluarga terutama suami dan komunitas dengan melibatkan kader Puskesmas Ciater pada WUS di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ciater.
Kata kunci: Wanita Usia Subur, Kontrasepsi, Keluarga Berencana
The Family Planning program in Indonesia has not yet fully met its expected targets. The percentage of Women of Reproductive Age (WRA) actively using contraceptives in the working area of UPTD Ciater Public Health Center, South Tangerang City, is approximately 52.5%. This figure remains below the national target of 61.78%. This study aims to identify the factors associated with contraceptive use among WRA in the UPTD Ciater Public Health Center working area in 2025. This research employed a cross-sectional design involving 115 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected through self-administered questionnaires. The results showed that employment status (p < 0.001), income (p < 0.001), knowledge (p < 0.001), sources of information (p = 0.030), access to health facilities (p < 0.001), family support (p < 0.001), and support from health workers (p = 0.001) were significantly associated with contraceptive use behavior among WRA. Based on these findings, it is necessary to provide contraceptive education through various methods, such as direct education, personal counseling services, and family-based approaches—particularly involving husbands and the community—by engaging Ciater Health Center cadres within the WRA population in the UPTD Ciater Public Health Center working area. Keywords: Women of Reproductive Age, Contraception, Family Planning
