Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34155 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nisa Fitriyanti; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Ascobat Gani, Purnawan Junadi, Anhari Achadi, Nur Indah
Abstrak:
Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri. Prevalensi anemia remaja putri di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi pada tahun 2022 mencapai 68,7% sehingga Puskesmas Muaragembong melakukan intervensi program inovasi dalam pemberian TTD remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penurunan anemia melalui pemberian TTD remaja putri di Puskesmas Muaragembong Kabupaten Bekasi tahun 2023. Penelitian menggunakan desain mixed method explanatory sequential. Penelitian kuantitatif dengan jenis studi cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 150 remaja putri. Kadar hemoglobin (Hb) diukur menggunakan alat hemocue, status gizi dihitung menggunakan indeks massa tubuh (IMT), pola menstruasi, riwayat penyakit infeksi, perilaku CTPS, pola konsumsi pangan, konsumsi tablet tambah darah, tingkat pengetahuan remaja putri, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan orang tua diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan regresi logistik sederhana, multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Penelitian kualitatif dilakukan melalui Rapid Assessment Procedure (RAP) untuk mengevaluasi efektivitas program menggunakan teori logic models dimana program akan dinilai dari sisi input, activity output serta outcome. Setelah dilakukan intervensi program terjadi penurunan prevalensi anemia remaja putri sebesar 62,15% menjadi 26%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri diantaranya adalah status gizi, pola menstruasi, pola konsumsi pangan, perilaku CTPS dan konsumsi TTD dimana faktor yang paling dominan adalah pola menstruasi. Terdapat ketidaksesuaian dalam program pemberian TTD pada variable SDM, sarana, advokasi, sosialisasi, jejaring dan komunikasi, pemberian, pendatatan dan pelaporan.

Anemia is still a major health problem among adolescent girls. The prevalence of anemia among adolescent girls in Muaragembong District, Bekasi Regency in 2022 reached 68.7% so that the Muaragembong Health Center conducted an innovation program intervention in TTD supplementation for adolescent girls. This study aims to evaluate the effectiveness of the anemia reduction program through TTD supplementation for adolescent girls at the Muaragembong Health Center, Bekasi Regency in 2023. The study used mixed method explanatory sequential design. Quantitative research with a cross-sectional study type. The sample used was 150 adolescent girls. Hemoglobin (Hb) levels were measured using a hemocue device, nutritional status was calculated using body mass index (BMI), menstrual patterns, history of infectious diseases, CTPS behavior, food consumption patterns, consumption of iron tablets, level of knowledge of adolescent girls, maternal education level and parental income level were obtained through interviews using questionnaires. Bivariate data analysis used the chi square test and simple logistic regression, multivariate using multiple logistic regression tests. Qualitative research is conducted through the Rapid Assessment Procedure (RAP) to evaluate the effectiveness of the program using the logic models theory where the program will be assessed from the input, activity output and outcome aspects After the program intervention, there was a decrease in the prevalence of anemia in adolescent girls by 62.15% to 26%. Factors related to anemia in adolescent girls include nutritional status, menstrual patterns, food consumption patterns, CTPS behavior and TTD consumption where the most dominant factor is the menstrual pattern. There are discrepancies in the TTD provision program in the variables of human resource, facilities, advocacy, socialization, networking and communication, provision, data collection and reporting.
Read More
T-7177
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eliya Christin; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Pujiyanto, Maliah
Abstrak:
Indonesia memiliki angka cakupan pemberian dan konsumsi TTD yang masih belum memenuhi target nasional. Berdasarkan Renstra Kemenkes RI Tahun 2020-2024 target nasional konsumsi TTD bagi remaja putri sebesar 54% di tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi Program pemberian TTD remaja putri di Puskesmas Jatinegara dan Puskesmas Matraman Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus dan menggunakan metode Rapid Assessment Procedures (RAP). Penelitian dilakukan di Puskesmas Jatinegara, Puskesmas Matraman, SMK Paramita 2 & SMK Cahaya Sakti pada bulan April-Mei Tahun 2023 secara tatap muka dengan 11 Informan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan adanya ketidaksesuaian pelaksanaan program pemberian TTD pada variabel Dana, SDM, Sarana, Sosialisasi, Pencatatan, Komunikasi, Pelaporan, dan pemantauan.

Indonesia has coverage rates for iron supplement administration and consumption that still do not meet national targets. Based on the Republic of Indonesia Ministry of Health's Strategic Plan for 2020-2024, the national iron supplement consumption target for young women is 54% in 2022. The purpose of this study was to evaluate the implementation of the Iron Tablets program for young women at Jatinegara Health Center and Matraman Health Center, East Jakarta Administrative City. This research is a qualitative research with case studies and uses the Rapid Assessment Procedures (RAP) method. The research was conducted at the Jatinegara Health Center, Matraman Health Center, Paramita 2 Vocational School & Cahaya Sakti Vocational School in April-May 2023 with 11 informants. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The results of this study indicate that there is a discrepancy in the implementation of the program for providing iron supplements to the variables of Funds, Human Resources, Facilities, Socialization, Recording, Communication, Reporting, and coaching.
Read More
T-6609
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Kartika Sari; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Dedih Nazmudin
S-6374
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reza Rahman; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Budi Hartono
S-6237
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atrie Fitriah Pribadi; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Nurjamil, Punto Dewo
T-5287
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rival Alfia; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Popy Yuniar, Eksi Wijayanti, Nurul Hakim
Abstrak:

Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Lebak tahun 2023 terjadi ketidakmerataan, dimana (39,5%) 17 Puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak tidak mencapai target cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dari target Nasional yaitu sebesar 100%.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di dua puskesmas dengan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) tertinggi dan terendah di Kabupaten Lebak. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu enam informan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi melalui telaah dokumen, kemudian dilakukan analisis data kualitatif.
Penelitian menunjukkan bahwa cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) berkaitan dengan pelayanan kesehatan, sumber daya manusia, logistik vaksin, pembiayaan, pencatatan pelaporan, penggerakan pelaksanaan serta pengawasan pengendalian penilaian. Sehingga dapat disimpulkan kinerja program imunisasi terhadap cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Lebak tahun 2023 masih menghadapi beberapa tantangan utama yang berdampak pada ketidakmerataan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).


The coverage of Complete Basic Immunization (CBI) in Lebak Regency in 2023 was uneven, where (39.5%) 17 Health Centers in the working area of the Lebak Regency Health Office did not achieve the target of Complete Basic Immunization (CBI) coverage from the National target of 100%.  The study used a qualitative approach with a case study design carried out in two health centers with the highest and lowest Complete Basic Immunization (CBI) coverage in Lebak Regency. The number of informants in this study was six informants. Data collection was carried out through in-depth interviews and observations through document review, then qualitative data analysis was carried out.  The study shows that the coverage of Complete Basic Immunization (CBI) is related to health services, human resources, vaccine logistics, financing, reporting records, implementation mobilization and supervision of assessment control. So it can be concluded that the performance of the immunization program on the coverage of Complete Basic Immunization (CBI) in Lebak Regency in 2023 still faces several major challenges that have an impact on the uneven coverage of Complete Basic Immunization (CBI).

Read More
T-7255
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Qurrata Ayuni; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Inensa Khairul Harap, Guruh Wicaksono
Abstrak:
Sektor kesehatan merupakan bidang yang harus selalu beradaptasi untuk mengimbangi ilmu pengetahuan dan kesehatan yang berkembang secara cepat. Organisasi pembelajaran di sektor kesehatan dapat menjadi jawaban bagi permasalahan pada pencapaian pelayanan kesehatan di Indonesia, hal ini karena bentuk organisasi ini berfokus pada sumber daya manusia di dalamnya. Puskesmas sebagai salah satu organisasi pelayanan publik di bidang kesehatan diharuskan untuk selalu berubah dan beradaptasi mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana penerapan organisasi pembelajaran di puskesmas Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif dengan desain studi kasus pada rentang waktu dari bulan November-Desember 2023. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara Focus Group Discussion terhadap 12 informan dari pegawai puskesmas, wawancara mendalam terhadap 3 informan dari kepala puskesmas, telaah dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi pembelajaran sudah diterapkan dengan cukup baik, meskipun masih terdapat hambatan pada penerapannya. Saran penelitian ini kepada puskesmas, yaitu menanamkan pentingnya rasa saling peduli diantara sesama pegawai, mencari informasi sebanyak mungkin terkait pelatihan dan seminar gratis untuk profesi-profesi yang belum memiliki anggaran, memberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi dan memiliki kinerja yang baik, serta mempertahankan kualitas pelayanan yang baik.

The health sector is a field that must always adapt to keep pace with health sciences that are developing rapidly. Learning organizations in the health sector can be the answer to the problem of achievement of health services in Indonesia, it is because this form of organization focuses on human resources in it. Public health center is required to always change and adapt to follow changes that occur in its work area. This study was aimed to identify the extent of the implementation of learning organizations in the Sidoarjo Regency health center. This research used qualitative data type with case study design in the time span from November-December 2023. The data collection method was carried out by means of Focus Group Discussion on 12 informants from public health center employees, in-depth interviews with 3 informants from the head of the public health center, document review, and observation. The results showed that the learning organization has been implemented quite well, although there are still obstacles to its implementation. This research suggestion to puskesmas, namely instilling the importance of mutual care among fellow employees, seeking as much information as possible related to free training and seminars for professions that do not have a budget, rewarding employees who excel and have good performance, and maintain good service quality
Read More
T-6868
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ardhani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Prastuti Soewondo, Heribertua Dedy. K.Y, Sulistyo
Abstrak:
Indonesia memiliki jumlah penderita TB terbanyak kedua di dunia dengan notifikasi kasus yang masih rendah, ini menandakan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam program TB masih rendah salah satunya rumah sakit khusus gigi dan mulut. Padahal tindakan perawatan gigi dan mulut memiliki risiko infeksi yang tinggi dan lebih dari 15% pasien TB yang memiliki masalah gigi dan mulut. RSGM UGM Prof. Soedomo merupakan salah satu RS khusus dengan angka penemuan kasus yang rendah. Tujun Penelitian : Evaluasi program penanggulangan tuberkulosis di RSGM UGM Prof. Soedomo Tahun 2023. Metode : Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data akan diperoleh dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi di RSGM. Informan berjumlah 9 dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil : Komponen program TB mulai dari komponen input, proses, dan monitoring dan evaluasi sudah dijalankan sesuai dengan regulasi tetapi terdapat komponen yang perlu diperbaiki seperti pada klinik isolasi dan bilik dahak yang jarang terpakai, keterlambatan pelaporan kasus TB, leaflet TB yang habis tidak diisi kembali, monitor TV tidak selalu hidup, dan monev TB yang belum rutin. Komponen output (angka penemuan kasus) masih berada dibawah target yang ditetapkan yaitu 0 (zero), ini disebabkan oleh tidak adanya pasien TB yang datang ke RS mengingat RS merupakan RS Khusus Gigi dan Mulut. Kesimpulan : RSGM UGM ikut berperan aktif dalam program TB khusussnya penemuan ,dilihat dari seluruh komponen program TB telah dijalankan sesuai dengan regulasi meskipun terdapat komponen yang perlu dimaksimalkan.

Indonesia has the second highest number of TB sufferers in the world with case notifications which are still low, this indicates that hospital involvement in the TB program is still low, one of which is a special dental and oral hospital. Even though dental and oral care procedures have a high risk of infection and more than 15% of TB patients have dental and oral problems. RSGM UGM Prof. Soedomo is a special hospital with a low case discovery rate. Research Aim: Evaluation of the tuberculosis control program at RSGM UGM Prof. Soedomo Year 2023. Method: Research uses qualitative methods. Data will be obtained by in-depth interviews, document review, and observations at RSGM. Nine informants were selected using purposive sampling technique. Results: TB program components starting from input, process, and monitoring and evaluation components have been carried out in accordance with regulations but there are components that need to be improved, such as isolation clinics and sputum chambers which are rarely used, delays in reporting TB cases, TB leaflets which are used up and not refilled. , the TV monitor is not always on, and TB monitoring and evaluation is not routine. The output component (case discovery rate) is still below the set target, namely 0 (zero), this is due to the absence of TB patients coming to the hospital considering that the hospital is a special dental and oral hospital. Conclusion: RSGM UGM plays an active role in the TB program, especially discovery, it can be seen that all components of the TB program have been carried out in accordance with regulations, although there are components that need to be maximized.
Read More
T-6963
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Julaeha; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anwar Hasan, Yuni S Suryaman
S-4976
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Fitra Hara; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Suryadi, Selpi Pratiwi
Abstrak:
Skrining secara dini dalam mendeteksi kanker serviks dalam meningkatkan perilaku sehat pada masyarakat, mengurangi faktor risiko kesehatan masyarakat, mendiagnosis dan mengobati kasus agar terjadi penurunan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit kanker leher rahim atau serviks, Kementerian Kesehatan RI mengembangkan program pencegahan kanker serviks dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA tes). Pada tahun 2022 capaian pemeriksaan IVA test Puskesmas Tajur sebanyak 1550 WUS, Target sasaran selama 5 tahun Wanita Usia Subur (WUS) yang dilakukan pemeriksaan IVA yaitu 5704 WUS, sedangkan capaian Puskesmas Tajur dari tahun 2020-2022 adalah 4275 WUS yang sudah melakukan IVA. Capaian deteksi dini dengan IVA dilihat secara kumulatif setiap tahunnya, banyaknya tantangan dalam mencapai target IVA sehingga perlunya manajemen pelayanan untuk mencapai hasil yang diinginkan, dari unsur sistem dinilai input - proses – output. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode inspeksi visual asam asetat (IVA Test) di Puskesmas Tajur tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini terdiri dari 2 Informan Utama, dan 8 Informan Triangulasi. Hasil pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA Puskesmas Tajur masih belum maksimal. Unsur sistem Input, sumber daya pemeriksaan IVA dilakukan dengan bidan dan dokter belum pernah melakukan pemeriksaan IVA karena belum melakukan pelatihan IVA, kurangnya dana dalam pemeriksaan IVA, sarana dan prasarana IVA juga mengalami kendala dikarenakan kurangnya dana dalam pembelian alat untuk pemeriksaan IVA, sistem pelayanan puskesmas masih belum melakukan pelayanan IVA di luar gedung puskesmas sistem pelayanan dilakukan didalam gedung puskesmas, dan untuk unsur proses pada advokasi belum ada dukungan dari Kepala Kelurahan dan Kepala Kecamatan, Sosialisasi masih belum dilakukan setiap hari dan belum meratanya melakukan sosialisasi di wilayah Puskesmas Tajur, untuk proses Pra IVA, tindakan IVA dan Pasca IVA tidak masalah dalam pelaksanaan IVA. Unsur Output yaitu input, proses dan output didapatkan cakupan pemeriksaan IVA bertambah setiap tahunnya 1-3%. Saran meningkatkan perannya dalam pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA.



Early screening in detecting cervical cancer in increasing healthy behavior in the community, reducing public health risk factors, diagnosing and treating cases so that there is a reduction in morbidity, disability and death from cervical or cervical cancer, the Indonesian Ministry of Health developed a cervical cancer prevention program by Acetic Acid Visual Inspection (IVA test). In 2022 the results of the IVA test at the Tajur Health Center were 1550 WUS. The target for 5 years for Women of Reproductive Age (WUS) for IVA examinations was 5704 WUS, while the achievements of the Tajur Health Center from 2020-2022 were 4275 WUS who had already done IVA. The achievement of early detection with IVA is seen cumulatively every year, there are many challenges in achieving the IVA target so that service management is needed to achieve the desired results, from system elements assessed input - process - output. The purpose of this study was to determine the evaluation of the implementation of the cervical cancer early detection program using the visual acetic acid inspection method (IVA Test) at the Tajur Health Center in 2022. This research method uses a descriptive observational study with a qualitative approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and document review. This study consisted of 2 main informants and 8 triangulation informants. The results of the implementation of the cervical cancer early detection program using the IVA method at the Tajur Health Center are still not optimal. Elements of the Input system, IVA examination resources carried out by midwives and doctors have never conducted VIA examinations because they have not conducted IVA training, lack of funds in VIA examinations, IVA facilities and infrastructure also experience problems due to lack of funds in purchasing equipment for IVA examinations, health center service system still not doing IVA services outside the puskesmas building the service system is carried out inside the puskesmas building, and for process elements in advocacy there is no support from the Kelurahan Head and the Kecamatan Head, Outreach is still not carried out every day and the socialization is not evenly distributed in the Tajur Puskesmas area, for the process Pre IVA, IVA actions and Post IVA are not a problem in implementing IVA. The output elements, namely input, process and output, show that IVA examination coverage increases 1-3% every year. Suggestions to increase its role in implementing cervical cancer early detection programs with IVA examinations.
Read More
T-6757
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive