Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15273 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Neneng Ernalisnawati; Pembimbing: Yovsyah
S-1187
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasmine; Pembimbing: Endang L. Achadi
S-4056
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Giri Inayah Abdullah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Fajar Tri; Setiaji Waluyanti, Bambang, Tukiman
Abstrak:

Pemerintah Indonesia menargetkan cakupan ASI eksklusif sebesar 80%. Hasil Riset Kesehatan dasar 2010 menunjukkan cakupan ASI eksklusif baru mencapai 15.3%. Dari tahun ke tahun, prevalensi pemberian ASI eksklusif cenderung turun dengan berbagai alasan, salah satunya karena ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kementerian Kesehatan. Instansi ini merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mensukseskan program ASI eksklusif di Indonesia. Rancangan penelitian yang dipakai adalah cross sectional pada data primer yang terdiri dari 120 responden. Penelitian dilakukan pada bulai Mei 2012 menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan chi square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan proporsi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kementerian Kesehatan sebesar 62.5%, lebih rendah dari target nasional (80%). Alasan responden berhenti menyusui eksklusif bukan karena bekerja melainkan karena ASI sedikit. Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini adalah sikap, ketersediaan fasilitas dan dukungan pengasuh. Variabel sikap merupakan faktor paling dominan dalam pemberian ASI eksklusif. Ibu bekerja yang memiliki sikap positif berpeluang 5,168 kali memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap negatif.


Government of Indonesia has a target of 80% exclusive breastfeeding coverage. Health Baseline Research 20120 showed the coverage only reached 15.3.8%. Year by year, the prevalence of exclusive breastfeeding tends to decrease with a variety of reasons. One of the reasons is exclusive breastfeeding on working mothers. This study aims to determine the prevalence of exclusive breastfeeding on the working mothers in the Ministry of Health. This ministry is one of the government ministries which responsible for the success of exclusive breastfeeding program in Indonesia. The study design used was cross sectional on the primary data consisted of 120 respondents. The study was conducted on May 2012 using self-administered questionnaire by respondents. Data analysis are univariate, bivariate analysis using chi-square and multivariate analysis using multiple logistic regression prediction model. The results showed the proportion of exclusive breastfeeding on working mothers in Ministry of Health is 62.5%, lower than the national target (80%). Reasons of respondents stopped breastfeeding is not because of working but because of insufficient breastfeeding supply. Factors associated with this behavior are the attitude, the availability of facilities and support of baby-sitter. Variable of attitude is the most dominant factor in exclusive breastfeeding. Working mothers having positiveness likely 5.168 times give breastfed exclusive compared with mother having negative attitude.

Read More
T-3633
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wildana Zakiia; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Dien Anshari, Witrianti
Abstrak: Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja dan memiliki anak di bawah 1 tahun. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2019 dengan metode kualitatif. Data utama penelitian adalah hasil wawancara dengan 10 informan. Data sekunder dari Profil Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Profil Puskesmas Mustika Jaya. Data primer dari hasil Indepth Interview (wawancara mendalam) pada 2 kelompok ibu bekerja yang memberikan ASI Eksklusif dan ASI Parsial. Penelitian menunjukan pengetahuan tentang ASI Eksklusif sudah baik pada 2 kelompok namun pengetahuan tentang persiapan pemberian ASI menjelang kembali bekerja dan saat bekerja pada ibu yang memberikan ASI Parsial kurang baik jika dibandingkan dengan ibu yang memberikan ASI Eksklusif, kepercayaan pribadi dalam memberikan makanan selain ASI kepada bayi berumur di bawah 6 bulan terdapat pada keluarga ibu dengan ASI Parsial, tempat bekerja sudah adanya ruang laktasi namun peraturan cuti melahirkan selama masih dianggap kurang, dukungan suami pada kelompok ibu dengan ASI Eksklusif sangat baik dan pada ibu dengan ASI Parsial kurang mendapat dukungan terutama dari ibu mertua. Diharapkan untuk lebih meningkatkan penyuluhan tentang persiapan menyusui menjelang kembali bekerja dan saat bekerja sejak masa kehamilan, selain itu libatkan keluarga dalam penyuluhan ASI Eksklusif terutama keluarga yang membantu merawat bayi saat ibu bekerja.
Read More
S-10147
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lina Kristina; Pembimbing: Tris Eryando
S-1987
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evrilia Bayu Fista Saraswati; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Evi Martha, Caroline Endah Wuryaningsin, Astrid Saraswaty Dewi, Hasnerita
Abstrak: Salah satu faktor yang berperan dalam kesuksesan ibu memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikososial atau efikasi diri. Pendekatan kualitatif memberikan gambaran yang lengkap terkait analisis efikasi diri pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di PT. Indonesia Epson Industry Tahun 2017. Dalam studi ini terdapat 4 faktor yang berperan dalam efikasi diri pada ibu bekerja yang terdiri dari pengalaman penguasaan, pengalaman orang lain, persuasi lisan dan kondisi emosional. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu bekerja memiliki efikasi diri tinggi. Hal ini dilihat dari usaha dan kesiapan ibu memberikan ASI eksklusif serta dapat mengatasi kesulitan maupun masalah menyusui yang dihadapi. Faktor pengalaman penguasaan lebih berperan terhadap efikasi diri. Sebagian besar ibu multipara dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya sehingga termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif kembali pada anak berikutnya. Selain itu lingkungan kerja dan tempat tinggal berperan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu diperlukan adanya motivasi menyusui dari efikasi diri serta lingkungan yang mendukung untuk meningkatkan kesadaran ibu bekerja dalam pemberian ASI eksklusif.

The most important factors that influence mother's success in giving exclusive breastfeeding is psychosocial factor. Qualitative approach provides a more complecated which describes self-efficacy analysis of breastfeeding at working mothers in PT. Indonesia Epson Industry in 2017. In this study there are 4 factors that influence self efficacy in working mother which consist of experience of mastery, experience of others, verbal persuasion and emotional condition. Factor of mastery experience more a role to self efficacy. The results show that most working mothers have high self-efficacy. This is seen from the efforts and readiness of mothers to give exclusive breastfeeding and can overcome the problems and problems of breastfeeding is. Factor of experience over mastery of self efficacy. Most mothers are multiparous by previous experience to be motivated to exclusively breastfeed back to the next child. Moreover the achievements are given not only by the self-efficacy behind workplace environment and mother's residence. It is therefore necessary to have a factor of self-efficacy as well as a supportive environment for raising mother awareness in the exclusive breastfeeding method of working mothers. 
Read More
T-5047
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arind Vicha Pradina; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sandra Fikawati, Hikmah Kurmiawati, Wayan Sri Agustina
Abstrak: Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyebutkan bahwa cakupan ASI eksklusif baru mencapai 38%. Menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes tahun 2014 diketahui cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 54,3%. Cakupan ASI eksklusif di Jawa Barat hanya sebesar 33,7% dan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bandung pada tahun 2016 sebesar 17,2%. Cukup rendahnya cakupan ASI eksklusif disebabkan berbagai faktor. Salah satunya faktor ibu bekerja, terlebih Jawa Barat adalah jantung industri nasional. Angkatan kerja wanita pun cukup besar di propinsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif pada ibu bekerja sektor industri di salah satu pusat industri di wilayah Kabupaten Bandung di Bawah pantauan wilayah Kerja Puskesmas Katapang berdasarkan teori Integrated Behavioral Model (IBM). Rancangan penelitian ini memakai desain cross sectional pada data primer yang terdiri dari 114 responden. Penelitian dilakukan pada akhir bulan Mei 2017. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kegagalan ASI eksklusif pada pekerja sektor industri sebesar 74,6% dengan 48,28% memberi alasan bahwa ibu sibuk bekerja/habis masa cuti. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif adalah niat menyusui eksklusif (p-value 0,021; OR 3,0; 95%CI 1,254-7,176) dan ketrampilan manajemen laktasi (p-value 0,012; OR 4,22; 95%CI 1,46-12,18). Berdasarkan analisis multivariat diketahui bahwa faktor paling dominan mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah niat memberikan ASI eksklusif (p-value 0,018; OR 3,9; 95%CI 1,269-12,055). Niat menyusui eksklusif juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan ibu (p-value 0,002; OR 6,23; 95%CI 2,011-19,300), dukungan tenaga kesehatan (p-value 0,000; OR 8,18; 95%CI 2,612-25,638), dukungan atasan (p-value 0,008; OR 6,59; 95%CI 1,635- 26,590) dan dukungan suami (p-value 0,006; OR 5,519; 95%CI 1,639-18,578).

Basic Health Research Results of 2013 stated that exclusive coverage of breastfeeding reached 38% only. According to Center of Data and Information Ministry of Health in 2014 known exclusive breastfeeding coverage in Indonesia by 54.3%. Exclusive breastfeeding coverage in West Java was only 33.7% and the coverage of exclusive breastfeeding in Bandung Regency in 2016 was 17.2%. The low coverage of exclusive breastfeeding is due to various factors. One of them work mother factor, especially West Java is the central of national industry. Women's labor force is quite large in the province. This study aims to determine the causing factors exclusive breastfeeding failure in industrial working mothers in one industrial center in Bandung Regency under the monitoring of Katapang health center working area based on Integrated Behavioral Model (IBM) theory. The design of this study used cross sectional design on primary data consisting of 114 respondents. The study was conducted at the end of May 2017. Data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with chi square and multivariate analysis using multiple logistic regression prediction model. The results showed the proportion of exclusive breastfeeding failure in industrial sector workers of 74.6% with 48.28% giving the reason that the mother is busy working / out of leave period. Factors that have significant effect on exclusive breastfeeding are exclusive breastfeeding (p-value 0.021, OR 3.0, 95% CI 1,254-7,176) and lactation management skills (p-value 0.012, OR 4.22, 95% CI 1, 46-12.18). Based on multivariate analysis, it is known that the most dominant factor influencing exclusive breastfeeding is the intention of exclusive breastfeeding (p-value 0.018; OR 3,9; 95% CI 1,269-12,055). Exclusive breastfeeding intentions are also influenced by maternal education factors (p-value 0.002, OR 6.23, 95% CI 2.011- 19,300), healthcare support (p-value 0,000, OR 8.18, 95% CI 2,612-25,638), leader Support (p-value 0,008; OR 6,59; 95% CI 1,635-26,590) and husband support (p-value 0,006; OR 5,519; 95% CI 1,639-18,578). 
Read More
T-5012
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eny Meiliya; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Adi Sasongko, Imran Agus Nurali, Budi Arimunastri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang peran pengelola tempat kerja dalam mendukung pemberian ASI eksklusif padaibu bekerja di Kabupaten Bekasi tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Rapid Assesment Procedures. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 65 orang. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa peran pengelola tempat kerja dapat mendukung keberhasilan menyusui eksklusif pada ibu bekerja. Pemberian kelonggaran waktu serta pemberian sarana ruang khsusus laktasicukup mendukung para ibu bekerja dalam upayanya menyediakan stok ASI untukbayinya di rumah. Hampir semua informan mengetahui dengan baik tentang ASIeksklusif serta arah kebijakan pemerintah terkait pemberian ASI eksklusif ditempat kerja, hanya masih ada kendala yang membuat pengelola tempat kerjabelum mengimplementasikan kebijakan tersebut secara keseluruhan, diantaranyaterbentur masalah prioritas pengaturan ruangan yang dikhususkan untuk laktasi.Institusi dalam penelitan ini sudah memanfaatkan kerja sama lintas sektor denganpuskesmas setempat dalam hal pemberian informasi terkait ASI dan dengan CSRterkait penyediaan sarana ruang laktasi. Kata Kunci: Peran pengelola tempat kerja, ASI eksklusif, ibu bekerja
The aim of this study was to obtain in-depth information about the role ofworkplace gatekeeper to support exclusive breastfeeding in working mothers inthe District Bekasi, 2014. Research using qualitative methods with Rapid Assessment Procedures. The number of informants in this study is 65 people. theresults showed that the role of workplace gatekeeper can support the success ofexclusive breastfeeding on the mother worked. Provision of spare time and means giving enough space to lactation support working mothers in their efforts toprovide breast milk for her baby stock at home. Almost all informants know alltoo well about exclusive breastfeeding and the direction of government policiesrelated to exclusive breastfeeding in the workplace, there are still obstacles thatonly makes managing workplace policies have not been implemented in itsentirety, including setting priorities hit the space devoted to lactation. Most non-health institutions already utilize cross-sector cooperation with the local healthcenter in terms of providing information related to breastfeeding and the provisionof related CSR for lactation room.Keywords: The role of workplace gatekeeper, exclusive breastfeeding, workingmothers
Read More
T-4108
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Furi Mardiani; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
S-2234
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Afriana; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Asih Setiarini, Agustin Kusumayati, Meida Octarina, Ramchan Rauf
Abstrak:
Prevalensi pemberian ASI eksklusif di Indonesia cenderung menurun dari tahun ke tahun. Data SDKI tahun 1986 terdapat 86%, tahun 1991 menjadi 53,8% tahun 1997 tinggal 52% dan tahun 2002 hanya 39,5%. Keadaan ini sangat memprihatinkan dan semakin kompleks karena angkatan kerja wanita yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini tidak dapat dihindari karena kesempatan dibidang pendidikan yang diperoleh kaum wanita semakin terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola menyusui di kalangan ibu-ibu yang bekerja di Instansi Pemerintah di DKI Jakarta tahun 2004 yang mempunyai anak umur 4 bulan s/d 2 tahun dan faktor-faktor apa yang berhubungan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dari data primer di 7 departemen terpilih melalui random sampling. Yaitu Departemen Agama, Departemen Luar Negeri, Departemen Perhubungan, Departemen Kehakiman dan HAM, Departemen Pertanian, Departemen Sosial dan Departemen Kehutanan. Dengan jumlah sampel 218 responden, dilaksanakan pada bulan Juni 2004. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur meliputi variabel umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan atasan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, sarana di tempat kerja, keterpaparan informasi, keterpaparan terhadap susu formula dan peraturan di tempat kerja. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini menyimpulkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja hanya 28 %. Presentase ini sangat jauh dari angka target nasional yaitu 80%. Hasil uji bivariat menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan secara bermakna dengan pola menyusui pada ibu bekerja adalah pendidikan, pengetahuan, sikap. dukungan keluarga, dan keterpaparan terhadap informasi tentang ASI. Dari hasil uji analisis multivariat terdapat tiga variabel yang berhubungan bermakna dengan pola menyusui pada ibu bekerja yaitu pengetahuan (OR = 2,478), keterpaparan terhadap informasi tentang ASI (OR = 3,737) dan dukungan keluarga (OR= 2,986). Dari ketiga variabel tersebut dapat disimpulkan variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan pola menyusui pada ibu bekerja adalah faktor keterpaparan terhadap informasi mengenai ASI. Mengingat sangat rendahnya proporsi menyusui eksklusif di kalangan ibu bekerja disarankan agar perlu adanya dukungan dari tempat kerja agar pemberian ASI eksklusif dapat terlaksana di kalangan ibu bekerja misalnya peraturan TPA harus dirubah, yang tadinya hanya menerima bayi usia 8 bulan ke atas sekarang dipertimbangkan untuk dapat menerima bayi usia 3 bulan ke atas. Selain hal tersebut perlu dikaji ulang sistem cuti yang berlaku saat ini, peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi mengenai ASI eksklusif agar ditingkatkan, perlu dukungan dan tindakan yang nyata dari pemerintah khusus Departemen Kesehatan mengenai kebijakan tentang promosi susu formula dan susu lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Read More
T-1980
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive