Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38766 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Antonia Viena Hemo; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Gabriel Amir
Abstrak:
Pemasungan kerap dijadikan keluarga sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan kondisi pasien dengan gangguan jiwa berat. Akan tetapi, alih-alih mengurangi beban, praktik pemasungan justru menjadi stressor baru bagi keluarga. Stressor ini muncul dalam bentuk beban perawatan yang meningkat karena pasien harus dirawat di rumah dan membutuhkan perhatian serta pengawasan secara terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui beban perawatan, serta dinamika koping caregiver dan noncaregier yang melakukan perawatan pada pasien gangguan jiwa berat selama masa pemasungan di wilayah urban dan rural yang berada di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur pada informan utama, informan kunci, dan informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban yang dirasakan oleh caregiver dan noncaregiver sangat bervariasi, baik dari aspek objektif dan subjektif. Variasi ini turut memengaruhi strategi koping yang digunakan, dimana setiap individu menyesuaikan cara mengatasi beban berdasarkan jenis beban yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dalam merancang program yang bertujuan untuk mengurangi beban perawatan serta mendukung penguatan strategi koping yang lebih adaptif, baik caregiver maupun noncaregiver. 

Restraint is often used by families as a last resort to manage the condition of relatives with severe mental illness. However, instead of decreasing the burden, this practice often becomes a new stressor for the family. This stressor emerges in the form of an increased caregiving burden, as the patient must be cared for at home and requires constant attention and supervision. The aim of this study is to explore the caregiving burden and the coping dynamics of both caregivers and noncaregivers who are involved in the care of patients with severe mental illness during the period of restraint in both urban and rural areas of Manggarai Regency. This research employed a qualitative method, with data collected through semi-structured in-depth interviews with primary informants, key informants, and additional informants. The findings reveals that the burden experienced by caregivers and noncaregiers varies significantly, both in objective and subjective dimension. These variation also influence the coping strategies employed, as each individuals adapts their coping mechanisms according to the type and intensity of the burden they face. Therefore, collaboration between the Manggarai Regency Government and the Manggarai Regency Health Office is essential in designing programs aimed at reducing the caregiving burden and strengthening more adaptive coping strategies for both caregivers and noncaregivers.
Read More
S-11918
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Fitri; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Nadira, Siti Zubaidah
Abstrak:
Nama : Rahmi Fitri Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Analisis Dukungan Keluarga Terhadap Pencegahan Penularan Tuberculosis Oleh Penderita TBC Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Tahun 2023 Pembimbing : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hulu merupakan peringkat ke – 3 tertinggi jumlah kasus penderita TBC Paru dari 12 kab/kota yang ada di Provinsi Riau. Puskesmas Ujung Batu merupakan salah satu puskesmas yang memiliki kasus penderita TBC terbanyak se-Kabupaten Rokan Hulu. Faktor penyebab dari tingginya angka penderita TBC Paru dapat disebabkan oleh praktik perilaku pencegahan penularan penyakit TBC Paru yang rendah sehingga mempercepat penyebaran TBC Paru. Faktor- faktor yang mempengaruhi pencegahan penularan TBC Paru adalah faktor pengetahuan, sikap dan tindakan dari individu. Dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi penderita TBC Paru dalam berperilaku untuk mencegah penularan TBC Paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru di wilayah kerja Puskesmas Ujung Batu. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap lima orang informan utama dan lima orang informan kunci. Hasil dari penelitian ini diperoleh mayoritas penderita TBC Paru berjenis kelamin laki-laki yang berusia 30 - 60 tahun,status sosial ekonomi keluarga berada di level menengah kebawah dengan tingkat pendidikan mayoritas tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), praktik dalam keluarga sebagian besar sudah menerapkan perilaku pencegahan penularan TBC Paru, budaya dalam batuk /bersin sebagian penderita sudah berperilaku menutup mulut dengan tangan / masker namun budaya meludah masih disembarang tempat. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh kuat terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Bagi puskesmas sebaiknya mengoptimalkan sosialisasi terkait peran dukungan keluarga bagi penderita TBC Paru, sehingga masyarakat khususnya keluarga dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Kata Kunci : Dukungan keluarga, perilaku pencegahan penularan TBC Paru

Name : Rahmi Fitri Study Program : Public Health Sciences Title : Analysis of Family Support for Transmission Prevention Tuberculosis by Pulmonary TB Patients in the Working Area of Ujung Batu Health Center, Rokan Hulu Regency, Riau Province in 2023 Advisor : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Based on health profile data for Riau Province, Rokan Hulu Regency is ranked 3rd with the highest number of cases of pulmonary TB sufferers from 12 districts/cities in Riau Province. Ujung Batu Health Center is one of the health centers that has the most TB cases in Rokan Hulu Regency. The causal factor for the high number of patients with pulmonary tuberculosis can be caused by the low level of practice of prevention of transmission of pulmonary tuberculosis, thereby accelerating the spread of pulmonary tuberculosis. The factors that influence the prevention of transmission of pulmonary tuberculosis are the factors of knowledge, attitudes and actions of individuals. Support from the family is the most important element in increasing the self-confidence and motivation of people with pulmonary tuberculosis in behavior to prevent transmission of pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to determine the description of family support for the behavior of preventing disease transmission in patients with pulmonary tuberculosis in the working area of the Ujung Batu Health Center. Methods This research uses qualitative methods with case studies through in-depth interviews with five key informants and five key informants. The results of this study obtained that the majority of pulmonary TB sufferers were male aged 30-60 years, the socioeconomic status of the family was at the lower middle level with the education level of the majority graduating from junior high school (SMP), most of the practices in the family had implemented behavioral prevention of pulmonary TB transmission, culture in coughing / sneezing, some sufferers have the behavior of covering their mouths with their hands / masks, but the culture of spitting is still everywhere. This study shows that family support has a strong effect on disease prevention behavior in patients with pulmonary tuberculosis. It is better for puskesmas to optimize socialization related to the role of family support for pulmonary tuberculosis sufferers, so that the community, especially families, can play an active role in providing support to improve disease transmission prevention behavior in pulmonary tuberculosis sufferers. Keywords: Family support, behavior to prevent pulmonary TB transmission
Read More
T-6704
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahla Nur Fauziah; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Linawati
Abstrak:

Masa remaja merupakan periode kritis dalam pembentukan kebiasaan makan yang akan berdampak pada kesehatan jangka panjang. Remaja diperkirakan mencakup 16% dari seluruh populasi dunia dengan kebutuhan nutrisi yang tinggi akibat pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Remaja secara konsisten ditemukan sebagai kelompok populasi dengan kebiasaan makan terburuk dibandingkan kelompok usia lainnya. Kebiasaan makan yang tidak sehat pada remaja, seperti rendahnya konsumsi buah dan sayur serta tingginya konsumsi makanan cepat saji, berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi obesitas yang mencapai 23,48% secara nasional dan 29,16% di Kota Depok. Obesitas pada masa remaja merupakan katalis berbagai penyakit tidak menular di kemudian hari dan cenderung berlanjut hingga dewasa. Lingkungan keluarga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku makan remaja melalui ketersediaan makanan di rumah, frekuensi makan bersama keluarga, dan keberfungsian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor lingkungan keluarga dengan kebiasaan makan siswa SMP di SMPN 3 Depok tahun 2025. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 219 siswa kelas VIII dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan makanan di rumah (p<0,05) dan keberfungsian keluarga (p<0,05) memiliki hubungan signifikan dengan kebiasaan makan siswa, sedangkan frekuensi makan bersama keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lingkungan keluarga, khususnya ketersediaan makanan di rumah dan keberfungsian keluarga, berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan remaja. Penemuan ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam mengatasi masalah obesitas remaja di Indonesia.


Adolescence represents a critical period for establishing eating habits that significantly impact long-term health outcomes. Adolescents comprise approximately 16% of the global population with high nutritional requirements due to rapid growth and development. Adolescents are consistently identified as the population group with the poorest eating habits compared to other age groups. Unhealthy eating habits among adolescents, such as low consumption of fruits and vegetables and high consumption of fast food, contribute to increasing obesity prevalence reaching 23.48% nationally and 29.16% in Depok City. Adolescent obesity serves as a catalyst for various non- communicable diseases later in life and tends to persist into adulthood. Family environment plays an important role in shaping adolescent eating behaviors through food availability at home, family meal frequency, and family functioning. This study aimed to determine the relationship between family environmental factors and eating habits among junior high school students at SMPN 3 Depok in 2025. This cross-sectional study involved 219 eighth-grade students with data collection using questionnaires. The results showed that food availability at home (p<0.05) and family functioning (p<0.05) had significant relationships with student eating habits, while family meal frequency showed no significant relationship (p>0.05). This study concludes that family environmental factors, particularly food availability at home and family functioning, play important roles in shaping adolescent eating habits. These findings can serve as a foundation for developing family-based interventions to address adolescent obesity problems in Indonesia.

Read More
S-11922
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabilatus Syarifah; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Hida Hidayati
Abstrak:

Program KB di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan target yang diharapkan. Jumlah Wanita Usia Subur (WUS) yang aktif menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciater Kota Tangerang Selatan berkisar 52,5%. Angka ini tentu saja masih berada di bawah target nasional sebesar 61,78%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi pada WUS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciater tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, pada 115 responden yang dipilih secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pekerjaan (p <0,001), pendapatan (p <0,001), pengetahuan (p <0,001), sumber informasi (p = 0,030, akses fasilitas kesehatan (p <0,001), dukungan keluarga (p <0,001), dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,001) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi pada WUS. Atas dasar tersebut perlu pemberian edukasi mengenai kontrasepsi melalui berbagai metode seperti edukasi langsung, layanan konseling personal, serta pendekatan berbasis keluarga terutama suami dan komunitas dengan melibatkan kader Puskesmas Ciater pada WUS di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ciater.
Kata kunci: Wanita Usia Subur, Kontrasepsi, Keluarga Berencana


The Family Planning program in Indonesia has not yet fully met its expected targets. The percentage of Women of Reproductive Age (WRA) actively using contraceptives in the working area of UPTD Ciater Public Health Center, South Tangerang City, is approximately 52.5%. This figure remains below the national target of 61.78%. This study aims to identify the factors associated with contraceptive use among WRA in the UPTD Ciater Public Health Center working area in 2025. This research employed a cross-sectional design involving 115 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected through self-administered questionnaires. The results showed that employment status (p < 0.001), income (p < 0.001), knowledge (p < 0.001), sources of information (p = 0.030), access to health facilities (p < 0.001), family support (p < 0.001), and support from health workers (p = 0.001) were significantly associated with contraceptive use behavior among WRA. Based on these findings, it is necessary to provide contraceptive education through various methods, such as direct education, personal counseling services, and family-based approaches—particularly involving husbands and the community—by engaging Ciater Health Center cadres within the WRA population in the UPTD Ciater Public Health Center working area. Keywords: Women of Reproductive Age, Contraception, Family Planning

Read More
S-12134
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Rohmatul Aolya; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Imron Fanani
Abstrak:
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media penting dalam edukasi dan pencatatan guna menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Namun, di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abadi Jaya, pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan Buku KIA oleh ibu hamil berdasarkan model PRECEDE. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Informan terdiri dari ibu hamil berisiko, bidan, kader, serta penanggung jawab program di puskesmas dan dinas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan analisis dilakukan secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa Buku KIA lebih sering dibawa untuk keperluan pelayanan kesehatan dibandingkan digunakan sebagai sumber informasi. Pengetahuan ibu terhadap isi buku terbatas, hanya fokus pada informasi yang dianggap relevan. Meskipun sikap ibu terhadap buku umumnya positif dan aksesibilitas buku cukup baik, kualitas fisik buku dinilai kurang tahan lama. Pendampingan dari tenaga kesehatan dan kader masih belum konsisten, serta dukungan keluarga terutama suami masih terbatas. Implementasi kebijakan pemanfaatan buku juga belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi bagi ibu, penguatan peran kader dan tenaga kesehatan, pelibatan aktif keluarga, serta optimalisasi kebijakan agar Buku KIA dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media edukasi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

The Mother and Child Health Book (KIA) is an important medium for education and record-keeping to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). However, in the working area of the Abadi Jaya Community Health Center (UPTD Puskesmas), its utilization has not been optimal. This study aims to describe the utilization of the KIA Book by pregnant women based on the PRECEDE model. The study employs a qualitative approach using the Rapid Assessment Procedure (RAP) design. Informants include high-risk pregnant women, midwives, community health workers, and program coordinators at the health center and health department. Data collection was conducted through in-depth interviews, and analysis was performed thematically. Results indicate that the KIA Book is more frequently brought for healthcare services than used as an information source. Mothers' knowledge of the book's contents is limited, focusing only on information deemed relevant. Although mothers' attitudes toward the book are generally positive and its accessibility is adequate, the physical quality of the book is considered less durable. Support from health workers and community health workers remains inconsistent, and family support, particularly from husbands, is limited. The implementation of policies regarding the use of the book is also not yet optimal. Therefore, there is a need to enhance education for mothers, strengthen the role of community health workers and healthcare providers, actively involve families, and optimize policies to ensure that the KIA Book can be maximally utilized as an educational tool in improving the health of mothers and children.
Read More
S-11983
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kania Nurfatihah; Pembimbing: Tiara Amelia; Pneguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Imran Fanani
Abstrak:
Latar Belakang: Partisipasi penggunaan alat kontrasepsi di Kelurahan Cisalak masih rendah dibandingkan wilayah lain di Kota Depok. Tujuan: Menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur berdasarkan Theory of Planned Behavior. Metode: Pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure, data diperoleh melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi. Hasil: Menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan informan cukup baik, sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku lebih menentukan niat. Kesimpulan: Dukungan sosial dari teman/tetangga, serta rasa aman dan nyaman, menjadi kunci dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi.

Introduction: The contraceptive use rate in Cisalak Subdistrict remains low compared to other areas in Depok. Aims: to describe the factors influencing family planning decisions among couples of reproductive age using the Theory of Planned Behavior. Method: A qualitative approach with a Rapid Assessment Procedure design was employed through in-depth interviews, focus group discussions, and observations. Findings: Although knowledge was adequate, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were more influential in shaping intention Conclusion: Social support from friends or neighbors, along with a sense of safety and comfort, played a crucial role in contraceptive decision-making
Read More
S-12046
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syaza Luthfani Udyaputri; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Yovsyah, Eka Viora
S-6615
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferriandra Henry Wicaksono; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Linawati
Abstrak:
Fase remaja merupakan periode penting dalam membentuk pola hidup sehat jangka panjang. Permasalahan akibat pola hidup tidak sehat, seperti pola makan berlebihan hingga kurangnya aktivitas fisik, berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian berat badan berlebih (overweight dan obesitas), yang dapat memicu penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dll. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan angka prevalensi overweight dan obesitas pada kelompok usia remaja 13-15 tahun tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 11,8% untuk kategori overweight dan 5,2% untuk obesitas. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, Kota Depok adalah salah satu kabupaten/kota dengan prevalensi overweight dan obesitas tertinggi, yaitu 11,27% untuk overweight dan 4,86% untuk obesitas. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan berlebih pada SMP Negeri 3 Kota Depok tahun 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Kota Depok dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara aktivitas fisik, screen on time, dan night eating syndrome dengan kejadian berat badan berlebih. Tetapi, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalori dengan kejadian berat badan berlebih. Dengan demikian, kegiatan edukasi serta implementasi pola hidup sehat perlu dilakukan di lingkungan sekolah sebagai tindakan preventif terhadap kejadian berat badan berlebih pada siswa usia remaja. 

The adolescent phase is an it mportanperiod in shaping a long-term healthy lifestyle. Problems due to unhealthy lifestyles, such as overeating and physical inactivity, contribute to the increasing incidence of overweight and obesity, which can lead to non-communicable diseases such as hypertension, type 2 diabetes mellitus, cardiovascular diseases, metabolic syndrome, etc. According to the 2023 Indonesian Health Survey (IHS), West Java Province is one of the provinces with the highest prevalence rates of overweight and obesity in the adolescent age group of 13-15 years in Indonesia, which amounted to 11.8% for the overweight category and 5.2% for obesity. Based on the 2018 Riskesdas, Depok City is one of the districts/cities with the highest prevalence of overweight and obesity, which is 11.27% for overweight and 4.86% for obesity. This research design is quantitative using a cross-sectional approach that aims to determine the faktors associated with the incidence of overweight at SMP Negeri 3 Depok City in 2025. The population of this study were all students of SMP Negeri 3 Depok City with purposive sampling. The results showed that there was no significant relationship between physical activity, screen on time, and night eating syndrome with the incidence of excess weight. However, there is a significant relationship between calorie intake and the incidence of overweight. Thus, educational activities and implementation of a healthy lifestyle need to be carried out in the school environment as a preventive measure against the incidence of overweight in adolescent students.
Read More
S-11945
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annesya Yusvita Iskandar; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Yusef Gunawan
Abstrak:
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi konsumsi minuman manis ≥1 kali per hari tertinggi terdapat pada anak usia 5–9 tahun (53%), usia 3–4 tahun (51,4%), dan 10–14 tahun (50,7%). Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik orang tua terhadap konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan praktik orang tua dalam membatasi konsumsi MBDK pada anak sekolah dasar di SDN X Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi tertutup pada informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan orang tua memiliki pengetahuan dasar mengenai definisi, jenis, dan dampak MBDK, tetapi pengetahuan mereka terkait label nilai gizi masih kurang. Orang tua juga memiliki sikap tidak mendukung terhadap konsumsi MBDK. Terdapat ragam praktik pencegahan yang dilakukan oleh orang tua seperti nasihat, peringatan tegas, substitusi minuman sehat, hingga pembatasan uang jajan pada anak. Di sisi lain, seluruh informan tidak menerima informasi mengenai MBDK dari sekolah. Oleh karena itu disarankan kepada sekolah untuk menyelenggarakan edukasi rutin kepada orang tua siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka sebagai salah satu upaya pencegahan konsumsi MBDK berlebih pada siswa sekolah dasar.

The 2023 Indonesian Health Survey (SKI 2023) shows that daily consumption of sweetened beverages (≥1 time/day) is highest among children aged 5–9 years (53%), followed by those aged 3–4 years (51.4%) and 10–14 years (50.7%). Previous studies have indicated a link between parental knowledge, attitudes, and practices and children's consumption of sugar-sweetened packaged beverages. This qualitative study aimed to explore parental knowledge, attitudes, and practices in limiting SSBs consumption among elementary students at SDN X Bogor Regency. Data were collected through in-depth interviews and non-participant observation with purposively selected informants. Findings revealed that parents had basic knowledge about the definition, types, and health impacts of SSBs, but limited understanding of nutrition labels. Most parents showed unsupportive attitudes toward SSBs consumption. Preventive practices included giving advice, firm warnings, providing healthier alternatives, and limiting pocket money. However, none of the parents had received SSB-related information from the school. This study suggests that school should implement regular educational programs for parents to improve their knowledge and attitudes, as a preventive strategy against excessive SSB consumption among elementary school children.
Read More
S-11896
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miftahul Jannah; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hadi Pratomo, Tristiyenny Pubianturi, Ramadanura
Abstrak: Prevalensi hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena gayahidup masyarakat yang semakin tidak sehat. Salah satu gaya hidup tidak sehat yangberpengaruh terhadap hipertensi yaitu faktor perilaku makan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku makan penderitahipertensi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kolonodale KabupatenMorowali Utara, menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak140 orang penderita hipertensi yang melakukan kontrol dan pengobatan ke Puskesmasdan Posbindu. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yangsudah di uji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan uji chi-squaredan regresi logistik ganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan62,9% responden berperilaku makan kurang baik. Hasil analisis membuktikan faktordukungan keluarga (p= 0,016, OR: 3,349, 95% CI: 1,257-8,922) dan dukungan temansebaya/peer group (p= 0,019, OR: 2,577, 95% CI: 1,166-5,696) berhubungan denganperilaku makan penderita hipertensi setelah dikontrol oleh dukungan petugas kesehatan.Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan berhubungan denganperilaku makan penderita hipertensi, responden yang cukup mendapat dukungankeluarga berpeluang untuk berperilaku makan baik 3,349 kali dibanding yang kurangmendapat dukungan keluarga setelah dikontrol oleh dukungan teman sebaya dandukungan petugas kesehatan. Untuk itu instansi terkait perlu merekomendasikanDASHI sebagai pola makan bagi penderita hipertensi serta memberikan edukasi terkaitdiet tersebut kepada keluarga, teman dan mengingatkan pasien untuk berperilaku makanyang baik sesuai rekomendasi DASHI, disamping perlu ada kelompok teman sebayaantara sesama penderita hipertensi agar bisa saling berbagi informasi dan mengingatkanterkait berbagai hal yang berhubungan dengan hipertensi.Kata Kunci: Perilaku Makan, Hipertensi, DASHI, Dukungan.
Read More
T-5422
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive