Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34795 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ria Wijaya; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Popy Yuniar, Wachyu Sulistiadi, Martina Ovinda Suandi, Budi Hartono
Abstrak:
Seiring dengan semakin meningkat jumlah rumah sakit di Indonesia, persaingan antar rumah sakit tidak dapat dihindarkan.  Setiap rumah sakit berusaha menarik hati pasien dan calon pasien dengan memperkenalkan layanan kesehatan dan fasilitas yang ditawarkan. Rumah sakit perlu melakukan pemasaran yang efektif, yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pemasaran digital melalui media sosial, seperti instagram  mampu menjangkau audiens dengan efektif dan efisien. Charitas Hospital Palembang telah memanfaatkan instagram sebagai media digital marketing sejak tahun 2017, namun sampai saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap penerimaan pengguna terhadap media ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerimaan pengguna media instagram sebagai sarana pemasaran digital Charitas Hospital Palembang dengan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT).  Aspek yang dinilai, yaitu performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions terhadap behavioral intentions pasien  Charitas Hospital Palembang dalam menggunakan instagram sebagai media digital marketing. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada Februari–Maret 2025 pada 125 responden melalui  kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan performance expectancy dan facilitating conditions memiliki hubungan signifikan terhadap behavioral intentions pasien Charitas Hospital Palembang dalam menggunakan instagram sebagai media digital marketing. Sedangkan, effort expectancy dan social influence tidak memiliki hubungan signifikan.  Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemudahan dan pengaruh lingkungan bukan merupakan faktor utama yang mendorong niat pengguna, tetapi cenderung pada manfaat dan kegunaan dari instagram sebagai media pemasaran digital rumah sakit.

With the increasing number of hospitals in Indonesia, competition in the healthcare sector has become inevitable. To attract both current and prospective patients, hospitals are increasingly promoting their healthcare services and facilities through strategic marketing initiatives. In this digital era, effective marketing necessitates the integration of advanced digital technologies. Social media platforms, particularly instagram, offer an efficient and far-reaching medium for digital marketing in healthcare settings. Charitas Hospital Palembang has used instagram as part of its digital marketing strategy since 2017. However, an evaluation of user acceptance toward this platform has not yet been conducted. This study aims to assess the acceptance of instagram as a digital marketing tool by users of Charitas Hospital, applying the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) framework. Key constructs analyzed include performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions, in relation to the behavioral intentions of patients to engage with the hospital’s instagram platform. This quantitative study utilized a cross-sectional design and was conducted between February and March 2025, involving 125 respondents who completed a structured questionnaire. The results reveal that performance expectancy and facilitating conditions are significantly associated with user’s behavioral intention to utilize instagram for interacting with the hospital’ s digital marketing content. In contrast, effort expectancy and social influence were not found to have a statistically significant effect. These findings suggest that perceived usefulness and facilitating conditions are more critical drivers of user engagement than ease of use or social influence. This shows that ease of use and social influence are not the main factors influencing behavioral intentions. Rather, the focus tends to be on the benefits and utility of instagram as a digital marketing platform for hospitals.

Read More
B-2527
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jesslyn Valentina; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Masyitoh, Puput Oktamianti, Anthony Jayaprana, Melanie Vandauli Fabiola
Abstrak:

Latar Belakang: Proses pre-registrasi pasien rawat inap di RS Mayapada Tangerang terdiri dari tiga fase utama, yaitu penerimaan berkas admission, review asuransi, serta konfirmasi jadwal dan persiapan pasien. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pre-registrasi dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki guna meningkatkan efisiensi pelayanan dengan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Lean six sigma dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pencatatan waktu proses, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) bersama tim terkait. Analisis dilakukan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah, serta Pareto Analysis dan Problem Tree Analysis untuk menemukan akar penyebab pemborosan dan keterlambatan.
Hasil: Analisis terhadap alur dan capaian waktu proses menunjukkan adanya ketidakefisienan, dengan total waktu mencapai 26 jam 1 menit 48 detik. Proporsi aktivitas bernilai tambah (Value added) tercatat sebesar 71%, sementara 29% lainnya tergolong Non-Value added, dengan pemborosan terbesar terjadi pada fase review asuransi akibat waktu tunggu yang panjang dan aktivitas berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis Lean six sigma efektif dalam meningkatkan efisiensi, ditandai dengan penurunan lead time pada fase post-intervensi. Pada fase I dan II terjadi perbaikan signifikan, seperti penyederhanaan proses konfirmasi DPJP, percepatan verifikasi dokumen, serta pengurangan waktu tunggu pada proses review asuransi.
Kesimpulan: Penerapan Lean six sigma mampu memberikan dampak positif terhadap optimalisasi proses pre-registrasi pasien rawat inap di RS Mayapada Tangerang.


Background        : The inpatient pre-registration process at Mayapada Hospital Tangerang consists of three main phases: admission document submission, insurance review, and confirmation of schedule and patient preparation. This study aims to evaluate the pre-registration process and identify areas that need improvement to enhance service efficiency. Method        : This research uses the Lean six sigma approach with the DMAIC method (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control). Data were collected through direct observation, process time tracking, and focus group discussions (FGDs) with relevant teams. The analysis was conducted using Value Stream Mapping (VSM) to identify value-added activities, along with Pareto Analysis and Problem Tree Analysis to determine the root causes of waste and delays. Results        : Analysis of the process flow and time achievements revealed inefficiencies, with a total duration of 26 hours, 1 minute, and 48 seconds. The proportion of Value-Added (VA) activities was recorded at 71%, while the remaining 29% were classified as Non-Value added (NVA), with the most significant waste occurring during the insurance review phase due to long waiting times and repetitive tasks. The results showed that Lean six sigma-based interventions were effective in improving efficiency, as indicated by a reduction in lead time during the post-intervention phase. Significant improvements were observed in Phases I and II, including the simplification of DPJP (attending physician) confirmation, acceleration of document verification, and reduction in waiting time during the insurance review process. Conclusion        : The implementation of Lean six sigma has a positive impact on optimizing the inpatient pre-registration process at Mayapada Hospital Tangerang

 

Read More
B-2526
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ristanti Karina; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Purnawan Junadi, Maria Linggar Pratiwi, Melani Vandauli Fabiola
Abstrak:

Latar Belakang : Length of stay (LOS) atau ideal time merupakan salah satu indikator penilaian key performance indicator (KPI) patient experience untuk menilai pelayanan IGD. Pencapaian LOS di IGD Mayapada Hospital Bogor baru tercapai 91% di bulan September dari target 100% dengan angka variasi waktu pelayanan yang cukup tinggi.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian operational research dengan menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (mix methode) dan teknik stratified random sampling untuk metode pengambilan sampel dengan jumlah sebanyak 240 pasien IGD. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin.
Hasil Pembahasan : Pada penelitian ini ditemukan waste waiting sebagai penyebab masalah berdasarkan analisa pareto adalah pada kegiatan menunggu hasil laboratorium sebesar 28% (00:36:20), menunggu hasil radiologi sebesar 21% (00:27:38), persiapan obat, alkes dan oplos obat sebesar 19% (00:24:42) dan menunggu keputusan rawat inap sebesar 23% (00:30:11) dengan total keseluruhan sebesar 91%. Intervensi dengan implementasi lean six sigma yang dilakukan mampu menurunkan angka lead time sebesar (↓ 27,7%) dari 3 jam 59 menit 20 detik menjadi 2 jam 53 menit 2 detik dengan menghilangkan kegiatan non value added sebesar (↓ 37%) dari 2 jam 7 menit 4 detik menjadi 1 jam 20 menit 23 detik. Pada fase kontrol LOS pasien IGD menunjukan penurunan angka lead time sebesar 18% yaitu 2 jam 21 menit 23 detik dan penurunan kegiatan non value added menjadi 51 menit 7 detik
Kesimpulan : Intervensi lean six sigma dengan menggunakan tools standardize work, heijunka, 5S dan brainstorming terbukti mampu menurunkan waktu length of stay pelayanan pasien IGD.


Background                : Length of stay (LOS) or ideal time, is one of the key performance indicators (KPIs) used to assess patient experience in emergency department (ED) services. LOS achievement in the ED reached only 91% of the target 100% in September at Mayapada Hospital Bogor, with a high variation in service time. Methodology                : This study uses an operational research design, combining quantitative and qualitative research methods (mixed methods), and employs stratified random sampling techniques. The sampel size consisted of 240 ED patients, determined using the Slovin formula. Results and Discussion: In this study, the identified cause of the problem based on pareto analysis was waste due to waiting, with the following breakdown : waiting for laboratory results accounted for 28% (00:36:20), waiting for radiology results 21% (00:27:38), preparation of medications, medical devices, and drug mixing 19% (00:24:42), and waiting for inpatient admission decisions 23% (00:30:11), comprising a total of 91%. The intervention through the implementation of lean six sigma successfully reduced lead time by 27.7%, from 3 hours 59 minutes 20 seconds to 2 hours 53 minutes 2 seconds, by eliminating non–value-added activities by 37%, from 2 hours 7 minutes 4 seconds to 1 hour 20 minutes 23 seconds. In the control phase, the Emergency Department patient length of stay (LOS) showed a lead time reduction of 18%, equivalent to 2 hours, 21 minutes, and 23 seconds, and a decrease in non-value-added activities to 51 minutes and 7 seconds. During the control phase, the length of stay (LOS) for emergency department (ED) patients showed a further lead time reduction of 18%, reaching 2 hours 21 minutes 23 seconds, with a reduction in non–value-added activities to 51 minutes 7 seconds. Conclusion                : Lean Six Sigma interventions, utilizing tools such as standardized work, heijunka, 5S, and brainstorming, effectively reduced the length of stay for ED patients.

Read More
B-2549
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nindy Fairiska; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, Yeni Restuti ; Siti Ainun Dwiyanti
Abstrak:
Rebranding adalah aktivitas yang mempunyai tujuan untuk melakukan transformasi kedudukan brand dibenak pemilik kepentingan dan menjadikan label serta personalitas pembeda dengan lembaga lain. Upaya rebranding yang dilakukan rumah sakit daerah milik Pemerintah DKI Jakarta mempunyai tujuan untuk memperbaharui posisi brand dibenak masyarakat melalui perubahan nama, logo, posisi brand, dan meningkatkan kesan yang positif serta peningkatakan fasilitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pelayanan dan tingkat keparahan penyakit sebelum dan sesudah dilakukannya rebranding ‘Rumah Sehat Untuk Jakarta’ di RSUD Pasar Minggu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan studi perbandingan antara dua waktu, sebelum dan sesudah rebranding ‘Rumah Sehat Untuk Jakarta’ di RSUD Pasar Minggu pada bulan Mei 2024 dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kualitas pelayanan yang terlihat signifikan perubahannya pada dimensi bukti fisik (tangible) dan tidak terdapat program promotif dan preventif yang khusus dibuat sesudah adanya rebranding. Namun, promosi kesehatan pada media sosial terjadi perbaikan dari segi visual dan konten, serta peningkatan intensitas penggunaannya. Tingkat keparahan penyakit belum bisa diukur perbedaannya karena waktu penelitian yang masih sedikit. Kesimpulannya, rebranding ‘Rumah Sehat Untuk Jakarta’ memiliki tujuan yang baik, dengan perubahan signifikan terlihat pada logo, sarana prasarana, surat menyurat, dan seragam petugas. Dampak rebranding terhadap tingkat keparahan penyakit memerlukan analisis jangka panjang. Saran peneliti diharapkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan keberlanjutan untuk rebranding ‘Rumah Sehat Untuk Jakarta’ dengan menginisiasi program promotif dan preventif dan RSUD Pasar Minggu diharapkan terus berkomitmen melaksanakan makna dari ‘Rumah Sehat Untuk Jakarta’ dalam memberikan layanan kepada pasien.

Rebranding is an activity that has aim of transforming the the brand’s position in the stakeholders’s mind and making the label and personality different from other institutions. The rebranding efforts carried out by regional hospitals belonging to the DKI Jakarta Goverment have the aim of renewing brand’s position in the public’s mind through changes in name, logo, brand position, increasing positive impressions and improving service facilities. This study aims to determine the comparison of services and severity level of illness before and after rebranding of ‘Rumah Sehat Untuk Jakarta’ at RSUD Pasar Minggu. This research is a descriptive qualitative approach by conducting a comparative study between two period, before and after rebranding 'Rumah Sehat Untuk Jakarta’ at RSUD Pasar Minggu in May 2024, through in-depth interviews with selected informants. The research results show that the comparison of service quality shows significant changes in the dimension of physical evidence (tangible) and there are no specific promotive and preventive programs created after the rebranding. However, health promotion on social media has improved in terms of visuals and content, as well as an increase in the intensity of its use. The difference in the severity level of illness cannot be measured because the research period. In conclusion, the rebranding ‘Rumah Sehat Untuk Jakarta’ has a positive purpose, with the significant changes observed in the logo, infrastructure, correspondence and staff uniforms. The impact of rebranding on severity level of illness requires long-term analysis. Researchers suggest that the DKI Jakarta Health Office should continue the rebranding efforts of 'Rumah Sehat Untuk Jakarta' by initiating promotive and preventive programs and RSUD Pasar Minggu is expected to continue committing to the essence of 'Rumah Sehat Untuk Jakarta' in providing patient services.
Read More
B-2464
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernita Sari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Hibsah Ridwan, Nanang Sugiarto
Abstrak: Digital marketing saat ini banyak digunakan dan dicari pelaku bisnis, Perkembangan teknologi yang semakin canggih mempermudah proses pemasaran. Kebutuhan atas digital marketing yang terus meningkat, mengakibatkan para pebisnis rumah sakit menggunakan strategi pemasaran online terutama disaat pandemi Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) banyak orang menghindari untuk berkunjung ke rumah sakit dan lebih memilih menggunakan aplikasi medis berbasis digital. Penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerimaan penggunaan Digital Marketing pada media Instagram dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) di Rumah Sakit Bunda Palembang. TAM merupakan suatu model yang menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi yang berlandaskan atas kepercayaan (beliefs), sikap (attitude), minat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (user behavior relationship). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survey cross-sectional. Dimensi Perceived usefulness memberikan pengaruh sebesar 31,1% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram, perceived ease of use memberikan pengaruh sebesar 13,1% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram, attitude toward using hanya memberikan pengaruh sebesar 17% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram sedangkan behavioral intention to use memberikan pengaruh sebesar 17,5% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram di Rumah Sakit Bunda Palembang. Evaluasi menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dari berbagai dimensi didapatkan hanya dimensi perceived usefulness yang secara signifikan mempengaruhi penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram di Rumah Sakit Bunda Palembang.
Digital marketing is currently widely used and sought after by business people. The development of increasingly sophisticated technology makes the marketing process easier. The need for digital marketing continues to increase, resulting in hospital businesses using online marketing strategies. Especially during the Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) pandemic, many people avoid visiting hospitals and prefer to use digital-based medical applications. This study is to determine the evaluation acceptance of the use of Digital Marketing on Instagram media using the Technology Acceptance Model (TAM) approach at Bunda Hospital Palembang. TAM is a model that explains the behavior of information technology users based on beliefs, attitudes, intentions, and user behavior relationships. This study is a quantitative study with a cross-sectional survey design. The dimension of Perceived usefulness had an impact of 31.1% on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media. Meanwhile, perceived ease of use had an impact of 13.1% on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media, the attitude toward using had given 17% impact on acceptance of digital marketing use on Instagram media. Meanwhile, behavioral intention to use had given 17.5% impact on acceptance of digital marketing use on Instagram media at Bunda Hospital Palembang. The evaluation by using Technology Acceptance Model (TAM) approach from various dimensions. Perceived usefulness dimension was found significantly affected on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media at Bunda Hospital Palembang.
Read More
B-2323
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Fatihatun Nisa; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Dewi Kristanti, Nenden Hikmah Laila
Abstrak:

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini global dan prevalensinya masih tinggi di Indonesia. Obesitas sentral diidentifikasi sebagai faktor risiko yang signifikan terhadap hipertensi, termasuk pada kelompok berisiko tinggi seperti jemaah haji. Analisis ini bertujuan mengetahui risiko obesitas sentral terhadap hipertensi derajat satu pada jemaah haji Provinsi Banten tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cros-sectional) pada data Siskohatkes hasil pemeriksaan kesehatan jemaah haji Provinsi Banten tahun 2024 berusia 20-70 tahun dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi (N=4.650). Uji cox regression yang dimodifikasi dilakukan untuk memperoleh Prevalence Ratio (PR) dan 95% CI yang diestimasi dari nilai Hazard Ratio (HR).
Prevalensi hipertensi derajat satu pada jemaah haji provinsi Banten tahun 2024 sebesar 34,37%. Jemaah haji dengan hipertensi derajat satu pada kelompok obesitas sentral lebih tinggi (38,11%) dibandingkan yang tidak obesitas sentral. Setelah dikontrol IMT, obesitas sentral dapat meningkatkan risiko hipertensi derajat satu sebesar 1,12 kali (95% CI: 1,00–1,27). Risiko obesitas sentral terhadap kejadian hipertensi derajat satu pada subpopulasi umur dan jenis kelamin meningkat seiring bertambahnya usia. Dibandingkan laki-laki, risiko obesitas sentral terhadap hipertensi derajat satu pada perempuan terjadi lebih awal di usia muda pada 20-29 tahun, sedangkan pada laki-laki dimulai usia 40-59 lansia.
Obesitas sentral memiliki hubungan signifikan dan meningkatkan risiko hipertensi derajat satu pada jemaah haji Provinsi Banten tahun 2024. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi obesitas sentral dalam upaya pencegahan hipertensi, khususnya pada populasi berisiko tinggi.

Hypertension is one of the leading causes of premature death globally, and its prevalence remains high in Indonesia. Central obesity has been identified as a significant risk factor for hypertension, including among high-risk groups such as Hajj pilgrims. This study aimed to analyze the association between central obesity and stage 1 hypertension in Hajj pilgrims from Banten Province in 2024. A cross-sectional design was conducted using Siskohatkes RI health examination data from Hajj pilgrims aged 20–70 years in Banten Province in 2024 who met the inclusion and exclusion criteria (N=4,650). A modified Cox regression analysis was conducted to estimate the Prevalence Ratio (PR) and 95% Confidence Interval (CI) derived from the Hazard Ratio (HR). The prevalence of stage 1 hypertension among Hajj pilgrims in Banten Province in 2024 was 34.37%. The proportion of stage 1 hypertension was higher among pilgrims with central obesity (38.11%) compared to those without central obesity. After controlling for Body Mass Index (BMI), central obesity was found to increase the risk of stage 1 hypertension by 1.12 times (95% CI: 1.00–1.27). Central Obesity increases the risk of stage one hypertension with age appearing earlier in younger females and later in pre-elderly males. Central obesity has a significant association with an increased risk of stage 1 hypertension among Hajj pilgrims from Banten Province in 2024. These findings show that the importance of early detection and intervention of central obesity in the prevention of hypertension, especially in high-risk populations.

 

Read More
T-7333
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Maharani; PembimbingL: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dion Zein Nuridzin
Abstrak:
Latar Belakang.  Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dengan beban kasus TB tertinggi yang dilaporkan pada Tahun 2022 yaitu berjumlah 15.433 kasus serta prevalensi yang mencapai 413/100.000 penduduk. Hal ini menunjukan upaya penurunan prevalensi TB di daerah Jawa Barat masih kurang baik. Metode. Metode yang digunakan meliputi uji korelasi Spearman dan analisis spasial overlay terhadap data sekunder tahun 2022 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Variabel yang dianalisis meliputi proporsi tenaga kesehatan, rasio puskesmas cakupan imunisasi BCG, proporsi penduduk miskin, pendidikan rendah, PHBS, balita gizi buruk, kepadatan penduduk, pengelolaan air dan makanan, pengelolaan sampah, serta kualitas udara dalam rumah tangga. Kesimpulan. Variabel yang memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan kasus TB adalah penduduk miskin (R = 0.492) (P = 0.001). Sementara variabel lain menunjukkan korelasi lemah dan tidak signifikan. Analisis spasial overlay mengungkapkan pola sebaran TB yang cenderung tinggi di wilayah dengan kombinasi kerentanan sosial dan lingkungan yang juga tinggi, seperti Jonggol, Sukaraja, dan Parung.


Background. Bogor regency is one of the regions in West Java with the highest reported TB burden in 2022, totaling 15,433 cases with a prevalence of 413 per 100,000 population. Indicating that TB prevalence reduction efforts in West Java remain suboptimal. Methods. This study employed Spearman correlation test and spatial overlay analysis on secondary data from 2022, covering 40 sub-districts in Bogor Regency. The analyzed variables included the proportion of healthcare workers, ratio of health facilities, BCG immunization coverage, proportion of poor population, low education levels, PHBS, malnourished children, population density, hygienic management of water and food, household waste management, and indoor air quality. Conclusion. The variable significantly associated with TB cases was the proportion of poor population (R = 0.492; P = 0.001) The spatial overlay analysis revealed that TB distribution tended to be higher in areas with a combination of high social and environmental vulnerability, such as Jonggol, Sukaraja, and Parung.
Read More
S-12142
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Kurniawati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Ahmad Syafiq, Christa Dewi, Siti Masitoh
Abstrak:

Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pada anak dan remaja, obesitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, pola makan, dan status sosial ekonomi. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji obesitas pada kelompok usia ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan obesitas pada anak dan remaja di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Desain penelitian ini adalah potong lintang, dengan sampel terdiri dari 115.053 anggota rumah tangga berusia 5–19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 7,9% (95% CI 7,6–8,1). Faktor-faktor yang secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas meliputi: jenis kelamin laki-laki [AOR 1,56; 95% CI 1,451–1,678], pendidikan ibu tinggi [AOR 1,197; 95% CI 1,106–1,296], ibu bekerja [AOR 1,14; 95% CI 1,063–1,223], tinggal di perkotaan [AOR 1,27; 95% CI 1,176–1,370], status ekonomi teratas [AOR 1,791; 95% CI 1,548–2,032], aktivitas fisik rendah [AOR 1,534; 95% CI 1,230–1,913], konsumsi makanan olahan lebih dari satu kali sehari [AOR 1,27; 95% CI 1,009–1,242], serta konsumsi buah dan sayur minimal satu porsi per hari [AOR 1,142; 95% CI 1,060–1,227]. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi promosi kesehatan yang menargetkan faktor-faktor tersebut penting untuk mencegah dan mengendalikan obesitas pada anak dan remaja di Indonesia.

Obesity is a global health problem with a steadily increasing prevalence, including in Indonesia. Among children and adolescents, obesity is influenced by various factors such as genetics, environment, dietary patterns, and socioeconomic status. However, research specifically focusing on obesity within this age group remains limited. This study aims to examine the prevalence and determinants of obesity among children and adolescents in Indonesia using data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI). A cross-sectional study design was employed, with a total sample of 115,053 household members aged 5–19 years who met the inclusion and exclusion criteria. The results showed an obesity prevalence of 7.9% (95% CI: 7.6–8.1). Factors significantly associated with increased obesity risk included: male gender [AOR 1.56; 95% CI: 1.451–1.678], higher maternal education [AOR 1.197; 95% CI: 1.106–1.296], working mothers [AOR 1.14; 95% CI: 1.063–1.223], urban residence [AOR 1.27; 95% CI: 1.176–1.370], highest socioeconomic status [AOR 1.791; 95% CI: 1.548–2.032], low physical activity [AOR 1.534; 95% CI: 1.230–1.913], consumption of processed food more than once a day [AOR 1.27; 95% CI: 1.009–1.242], and fruit and vegetable intake of at least one portion per day [AOR 1.142; 95% CI: 1.060–1.227]. These findings underscore the importance of targeted health promotion interventions addressing these factors to prevent and control obesity among children and adolescents in Indonesia.  


 

Read More
T-7372
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfian Wahyu Utama; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Mufti Wirawan, Muthia Ashifa, Bimo Prasetyo
Abstrak:
Sektor industri konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki risiko tertinggi terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Tingkat kematangan budaya keselamatan dari suatu proyek dan lokasi kerja memiliki peran penting untuk terciptanya budaya kerja yang aman sehingga risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir dan dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kematangan budaya keselamatan di salah satu proyek PT. T yang merupakan proyek ekspansi pabrik pembuatan pelumas desesuaikan dengan konsep safety culture , serta menganalis bagaimana budaya keselamatan diterapkan antara karyawan direct dan indirect, karyawan Main contractor dan karyawan subcontractor, antara karyawan dengan rentan usia dibawah 25 tahun dan karyawan dengan rentan usia diatas 25 tahun dan karyawan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun dan karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun spesifik di proyek. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross-sectional, menggunakan kuisioner, terhadap sampel 273 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profil tingkat penerapan budaya keselamatan kerja yang diukur menunjukkan bahwa secara umum, budaya keselamatan di proyek PT. T berada pada tingkat baik dengan level generative. Tingkat kematangan budaya keselamatan antara karyawan direct dan indirect yang berlokasi di lapangan menunjukkan perbedaan signifikan, sedangkan hasil Analisis terhadap golongan kerja (main contractor dan subcontractor), usia, dan masa kerja tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Meskipun dari hasil analisis menyebutkan lokasi kerja sudah di level budaya keselamatan yang generative, dan kategori tersebut menjelaskan bahwa lingkungan kerja positif, pekerja harus selalu aktif mendukung program-program keselamatan yang sudah diatur oleh organisasi. Selanjutnya, pekerja perlu proaktif dalam mengimplementasi program-program safety culture yang sudah di tetapkan agar angka pencapaian program dapat terlihat dalam statistik. Statistik dan tren keselamatan inilah yang nantinya penting sebagai indikator terhadap penentuan budaya keselamatan yang lebih baik. 

The construction industry is one of the sectors with the highest risks related to occupational safety and health. The maturity level of safety culture at a project and worksite plays a crucial role in establishing a safe working environment, thereby minimizing and preventing work-related accidents. This study aims to assess the safety culture maturity profile at one of PT. T’s projects (specifically the expansion of a lubricant manufacturing plant) based on the safety culture concept. Additionally, the study analyzes how safety culture is implemented among direct and indirect workers, main contractor and subcontractor employees, employees aged under 25 and those over 25, as well as those with less than one year of service and those with more than one year of service at the project site. A quantitative research approach was employed using a cross-sectional design and questionnaire distributed to 273 respondents. The results show that the overall safety culture maturity profile at PT. T’s project is classified as good, falling into the generative level. A significant difference was found in the safety culture maturity level between direct and indirect employees working on site, while analysis of employee group (main contractor vs. subcontractor), age, and length of service showed no statistically significant differences. Although the project was classified as having a generative level of safety culture—indicating a positive work environment—workers are expected to actively support safety programs established by the organization. Furthermore, workers need to be proactive in implementing safety culture initiatives so that program achievements are reflected in safety statistics. These safety statistics and trends will be essential indicators in shaping and improving future safety culture development.
Read More
T-7323
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Farhan Ramadhan; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Trisari Anggondowati, Kamaluddin Latief
Abstrak:
Peningkatan prevalensi diabetes melitus melitus tipe 2 (DMT2) yang disertai dengan peningkatan angka kematian akibat komplikasi menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di berbagai negara termasuk di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi DMT2 tidak terkendali meningkatkan risiko komplikasi pada penderita DMT2. Penelitian terdahulu di Indonesia menunjukkan proporsi DMT2 tidak terkendali sebesar 67%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko DMT2 tidak terkendali di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 553 orang. Penelitian menggunakan data sekunder hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi DMT2 tidak terkendali sebesar 77,8%. Kurang aktivitas fisik (PR 1,24; 95% CI 1,00-1,53), konsumsi makanan tinggi gula (PR 1,44; 95% CI 1,10-1,89), dan konsumsi makanan tinggi lemak (PR 1,49; 95% CI 1,10-2,00) berhubungan dengan meningkatnya risiko DMT2 tidak terkendali. Penelitian ini menunjukkan bahwa DMT2 tidak terkendali merupakan masalah yang perlu ditangani lebih lanjut. Modifikasi gaya hidup seperti meningkatkan aktivitas fisik dan diet rendah gula serta lemak perlu dilakukan dalam upaya menurunkan angka DMT2 tidak terkendali.

The increasing prevalence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) accompanied by an increase in the number of deaths due to complications has become a major challenge for public health in various countries including Indonesia in recent decades. Uncontrolled T2DM increases the risk of complications in people with T2DM. Previous research in Indonesia has shown that the proportion of uncontrolled T2DM is 67%. This study aims to determine the risk factors for uncontrolled T2DM in Indonesia. This study used a cross-sectional study design with a sample size of 553 people. The study used secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The results of this study showed that the proportion of uncontrolled T2DM was 77.8%. Lack of physical activity (PR 1.24; 95% CI 1.00-1.53), consumption of high-sugar foods (PR 1.44; 95% CI 1.10-1.89), and consumption of high-fat foods (PR 1.49; 95% CI 1.10-2.00) were associated with increasing uncontrolled T2DM. This study shows that uncontrolled T2DM is a problem that needs to be addressed further. Lifestyle modifications such as increasing physical activity and a low-sugar and low-fat diet need to be done in an effort to reduce the number of uncontrolled DMT2.

Read More
T-7350
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive