Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29023 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wirdah; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Amal Chalik Sjaaf, Endah Kartika Dewi
Abstrak:
Layanan radioterapi sebagai modalitas penanganan kasus kanker secara komprehensif menjadi permasalahan global atas sebaran yang belum merata dan pengembangan layanan yang memerlukan investasi sumberdaya manusia serta sarana dan prasarana berbiaya tinggi. Pemanfaatan layanan radioterapi yang optimal diharapkan dapat menjadikan layanan tersebut sustainable dan mandiri dalam pembiayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi optimalisasi pemanfaatan layanan radioterapi yang dikembangkan dalam suatu rencana aksi. Dengan pendekatan kualitatif dilakukan pengolahan data primer dan sekunder melalui tahap input stage dengan matriks IFE dan EFE, matching stage dengan matriks SWOT dan IE Matriks, serta decission stage dengan matriks QSPM. Hasil penelitian didapatkan strategi terpilih meliputi product development, market penetration dan market development. Strategi product development meliputi pengembangan layanan okologi terpadu dalam kemampuan diagnostik, layanan kanker sistemik (kemoterapi) pengembangan cakupan layanan pembedahan dan penyinaran (radiasi), serta penyusunan layanan radioterapi eksekutif. Strategi market penetration meliputi penyusunan jejaring rujukan kanker dan penyusunan kesepakatan kerja sama rujukan radioterapi pada RSUD di Jakarta dan rumah sakit jejaring rujukan. Strategi market development yang dipilih adalah pengembangan pemasaran radioterapi dengan digital marketing, pengukuran capaian pemasaran radioterapi serta promosi layanan rasioterapi dengan menggunakan sistem informasi estimasi waktu tunggu layanan. Rekomendasi hasil penelitian menitik beratkan pada perlunya pengkajian pemanfaatan SDM unit radioterapi dalam penelitian selanjutnya.

Radiotherapy services as a comprehensive cancer case treatment modality are a global problem due to uneven distribution and service development that requires investment in human resources and high-cost facilities and infrastructure. Optimal utilization of radiotherapy services is expected to make these services sustainable and independent in their financing. This study aims to determine the strategy for optimizing the utilization of radiotherapy services developed in an action plan. With a qualitative approach, primary and secondary data processing was carried out through the input stage with the IFE and EFE matrices, the matching stage with the SWOT and IE matrices, and the decision stage with the QSPM matrix. The results of the study obtained selected strategies including product development, namely market penetration and market development. The product development strategy includes the development of integrated oncology services in diagnostic capabilities, systemic cancer services (chemotherapy), development of surgical and radiation (radiation) service coverage, and the preparation of executive radiotherapy services. The market penetration strategy includes the preparation of a cancer referral network and the preparation of a radiotherapy referral cooperation agreement at regional hospitals in Jakarta and referral network hospitals. The chosen market development strategy is the development of radiotherapy marketing with digital marketing, measurement of radiotherapy marketing achievements and promotion of ratiotherapy services using a service waiting time estimation information system. The recommendations of the research results emphasize the need for an assessment of the utilization of radiotherapy unit human resources in further research.
Read More
B-2542
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Ningsih; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Iing Ichsan Hanafi, Balgis Alzagladi
Abstrak:
Latar Belakang: Waktu tunggu radioterapi merupakan salah satu indikator mutu penting dalam pelayanan onkologi karena keterlambatan memulai terapi dapat memengaruhi luaran klinis, pengalaman pasien, dan mutu layanan rumah sakit. RS Hermina Bekasi mengalami peningkatan kebutuhan layanan radioterapi yang tidak sepenuhnya diimbangi oleh kapasitas pelayanan sehingga menimbulkan antrean dan waktu tunggu yang panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Lean Six Sigma dalam mengurangi waktu tunggu radiasi pertama di RS Hermina Bekasi. Metode: Penelitian menggunakan desain operational research dengan pendekatan mixed methods explanatory sequential. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui time-motion study terhadap pasien BPJS dengan seluruh diagnosis kanker yang menjalani pelayanan radioterapi sejak konsultasi dokter onkologi radiasi hingga radiasi pertama. Sampel terdiri atas 55 pasien periode pre-intervensi, 55 pasien periode post-intervensi, dan 50 pasien periode control. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, telaah dokumen, wawancara, dan Focus Group Discussion. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Lean Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), pemetaan alur proses, Value Stream Mapping, identifikasi aktivitas value added dan non-value added, analisis Pareto, Five Whys, serta Statistical Process Control. Hasil: Sebelum intervensi, total lead time pelayanan radioterapi mencapai 70,05 hari, dengan waktu terpanjang pada tahap konsultasi dokter onkologi radiasi hingga CT Simulator sebesar 61,44 hari. Aktivitas value added sebesar 5,87 hari (8,38%), sedangkan aktivitas non-value added sebesar 64,18 hari (91,62%). Waste dominan adalah waiting, terutama menunggu jadwal CT Simulator akibat keterbatasan kapasitas layanan dan ketersediaan slot LINAC. Intervensi yang dilakukan meliputi penambahan LINAC kedua, penambahan dokter spesialis onkologi radiasi, pengembangan dashboard monitoring antrean radioterapi terintegrasi SIMRS, perbaikan SPO penjadwalan pasca CT Simulator menggunakan kartu kontrol pasien, serta standarisasi pelaksanaan PSQA sebelum radiasi pertama. Setelah intervensi, total lead time menurun menjadi 31,05 hari, sedangkan pada tahap control menurun lebih lanjut menjadi 19,60 hari. Aktivitas value added meningkat menjadi 6,15 hari (19,81%) dan aktivitas non-value added menurun menjadi 24,88 hari (80,13%). Hasil control chart menunjukkan variasi proses yang lebih stabil dibandingkan sebelum intervensi. Kesimpulan: Penerapan Lean Six Sigma mampu mengurangi waktu tunggu radiasi pertama dan meningkatkan efisiensi alur pra-terapi radioterapi di RS Hermina Bekasi. Perbaikan terutama terjadi pada tahapan konsultasi hingga CT Simulator sebagai bottleneck utama pelayanan. Kombinasi peningkatan kapasitas, standarisasi proses, penguatan sistem monitoring, dan pengendalian berkelanjutan terbukti efektif dalam mendukung pencapaian indikator mutu prioritas rumah sakit berupa waktu tunggu radiasi pertama ≤30 hari.
Background: Waiting time for radiotherapy is an important quality indicator in oncology services because delays in treatment initiation may adversely affect clinical outcomes, patient experience, and hospital service quality. Hermina Bekasi Hospital has experienced increasing demand for radiotherapy services that has not been fully matched by service capacity, resulting in long waiting lists and prolonged waiting times. This study aimed to analyze the implementation of Lean Six Sigma in reducing waiting time to first radiation treatment at Hermina Bekasi Hospital. Methods: An operational research design with a mixed-methods explanatory sequential approach was employed. Quantitative data were collected through a time-motion study involving BPJS-insured patients with all cancer diagnoses undergoing radiotherapy services from radiation oncology consultation to first radiation treatment. The study included 55 patients in the pre-intervention phase, 55 patients in the post-intervention phase, and 50 patients in the control phase. Qualitative data were obtained through observation, document review, interviews, and focus group discussions. Data were analyzed using the Lean Six Sigma DMAIC framework, process mapping, Value Stream Mapping, value-added and non-value-added analysis, Pareto analysis, Five Whys analysis, and Statistical Process Control. Results: Before the intervention, total radiotherapy service lead time was 70.05 days, with the longest delay occurring between radiation oncology consultation and CT simulation (61.44 days). Value-added activities accounted for 5.87 days (8.38%), while non-value-added activities accounted for 64.18 days (91.62%). The dominant waste was waiting, particularly for CT simulation scheduling, primarily caused by limited service capacity and LINAC slot availability. Interventions included the addition of a second LINAC, recruitment of an additional radiation oncologist, development of a radiotherapy queue monitoring dashboard integrated with the hospital information system, revision of post-CT simulation scheduling procedures using patient control cards, and standardization of PSQA implementation before first radiation treatment. Following the intervention, total lead time decreased to 31.05 days and further decreased to 19.60 days during the control phase. Value-added activities increased to 6.15 days (19.81%), while non-value-added activities decreased to 24.88 days (80.13%). Control chart analysis demonstrated improved process stability compared with the pre-intervention period. Conclusion: Lean Six Sigma implementation successfully reduced waiting time to first radiation treatment and improved the efficiency of the radiotherapy pre-treatment process at Hermina Bekasi Hospital. The most substantial improvement occurred in the consultation-to-CT simulation stage, which was identified as the primary service bottleneck. A combination of capacity expansion, process standardization, monitoring system enhancement, and continuous control proved effective in supporting the hospital’s priority quality indicator of maintaining waiting time to first radiation treatment within 30 days.
Read More
T-7604
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Hasyim; Pembimbing: Istiyana
B-797
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Jusela; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Dedy Waskita; Budi Hartono
Abstrak:
Latar Belakang: Perkembangan Rumah Sakit di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 melanda Indonesia menyebabkan perubahan tatanan kesehatan indonesia. Rumah Sakit Pertamina Jaya berubah semula Rumah Sakit Umum menjadi Rumah Sakit Khusus Rujukan COVID. Pada tahun 2020, sebelum pandemi melanda Indonesia, Rumah Sakit Pertamina Jaya akan menambah layanan Center of Excellence (CoE) ibu dan anak, dimulai dengan membuat center layanan anak. Setelah pandemi COVID-19 berakhir, Rumah Sakit Pertamina Jaya kembali menjadi Rumah Sakit Umum dan meneruskan pengembangan CoE layanan ibu dan anak. Masalah yang muncul dalam Rumah Sakit Pertamina Jaya adalah belum adanya Perencanaan Strategis untuk pengembangan layanan anak. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan strategis pengembangan layanan anak di Rumah Sakit Pertamina Jaya periode tahun 2025-2029. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode operational research dengan menggunakan data primer berupa wawancara mendalam kepada informan dan Consensus Decision Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder menggunakan data rekam medis Rumah sakit, laporan kinerja, literatur, hasil penelitian dan dokumen lainnya. Kerangka konsep menggunakan pendekatan strategic management model dengan tiga tahapan yaitu input stage, matching stage dan decision stage. Hasil Penelitian: Dalam proses input dimana pada analisa lingkungan intermal didapatkan hasil Sumbe Daya Manusia, Standar Operasional Prosedur, Sistem Informasi merupakan kekuatan. Kelemahan Rumah Sakit adalah fasilitas umum, keuangan dan pemasaran. Peluang Rumah Sakit adalah kebijakan pemerintah, demografi, epidemiologi, teknologi dan pesaing. Ancaman rumah sakit adalah sosial ekonomi dan pelanggan. Pada matching stage posisi Rumah Sakit berada di kuadran II yaitu grow and build dimana alternatif strategi market penetration, market development and product development. Strategi yang akan diterapkan berdasarkan prioritas adalah pengembangan produk layanan tumbuh kembang anak, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan layanan anak, revitalisasi dan perluasan banguanan Rumah Sakit Pertamina Jaya, brand awareness layanan anak, pengembangan teknologi, penetrasi pasar rujukan layanan anak pihak ke-III. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan posisi rumah sakit adalah grow and build dengan prioritas utama adalah pengembangan produk layanan tumbuh kembang anak

Background: Hospital development in Indonesia continues to experience significant growth from year to year. The COVID-19 pandemic in 2020 hit Indonesia causing changes to Indonesia's health system. Pertamina Jaya Hospital was transformed from a General Hospital into a Special COVID Referral Hospital. In 2020, before the pandemic hit Indonesia, Pertamina Jaya Hospital will add center of excellence services for mothers and children, starting by creating a children's service center. After the COVID-19 pandemic ended, Pertamina Jaya Hospital returned to being a General Hospital and continued developing a center of excellence for maternal and child services. The problem that arises at Pertamina Jaya Hospital is that there is no Strategic Planning for the development of children's services. Objectives: This research aims to create a strategic plan for the development of children's services at Pertamina Jaya Hospital for the period 2025-2029. Methodology: This research uses operational research methods using primary data in the form of in-depth interviews with informants and the Consensus Decision Making Group (CDMG) with informants. Secondary data uses hospital medical record data, performance reports, literature, research results and other documents. The conceptual framework uses a strategic management model approach with three stages, namely input stage, matching stage and decision stage. Results: In the input process, the analysis of the internal environment shows that Human Resources, Standard Operating Procedures, Information Systems are strengths. Hospital weaknesses are public facilities, finance and marketing. Hospital Opportunities are government policy, demographics, epidemiology, technology and competitors. The threat to hospitals is socio-economic and customer. In the matching stage, the hospital's position is in quadrant II, namely grow and build, where alternative strategies are market penetration, market development and product development. The strategies that will be implemented based on priority are product development for child growth and development services, increasing the competency of child service health workers, revitalization and expansion of the Pertamina Jaya Hospital building, brand awareness for children's services, technology development, penetration of third party children's service referral markets. Conclusion: Based on the research results, it was found that the hospital's position is grow and build with the main priority being the development of child growth and development service products
Read More
B-2474
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghulam Mustafa; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Helen Andriani, Adang Bachtiar,Rakhmad Hidayat
Abstrak:

Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, non-eksperimental, dan observasional untuk menilai kepuasan pasien mahasiswa internasional terhadap layanan kesehatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), sebuah rumah sakit pendidikan utama yang berkomitmen memberikan KEYWORDS:  International student satisfaction, Universitas Indonesia Hospital, service quality, healthcare quality, patient-centred care) pelayanan berkualitas tinggi dan berpusat pada pasien. Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa internasional yang mengandalkan RSUI, pemahaman terhadap pengalaman mereka sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyelaraskan standar dengan praktik global. Kuesioner terstruktur digunakan dengan menggabungkan model SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) dan HEALTHQUAL (safety, efficiency, care improvement), serta dimensi komunikasi dan sensitivitas budaya. Sebanyak 100 pasien mahasiswa internasional berpartisipasi dalam penelitian ini selama periode April hingga Mei 2025. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, crosstabulation, dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan tinggi pada dimensi tangibles, assurance, dan safety. Namun, empathy dan komunikasi memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan secara keseluruhan, menunjukkan perlunya perbaikan dalam aspek-aspek tersebut. Terdapat hubungan signifikan antara kualitas layanan, komunikasi, dan kepuasan pasien (p < 0,05). Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan layanan penerjemah, pelatihan staf dalam kompetensi budaya dan komunikasi, serta perbaikan alur pelayanan. Studi ini mengisi kesenjangan literatur terkait kepuasan pasien asing di Indonesia dan memberikan rekomendasi strategis bagi RSUI dalam mencapai keunggulan layanan bagi pasien internasional.


 

This study used a quantitative, non-experimental, observational design to assess international student patient satisfaction with healthcare services at Universitas Indonesia Hospital (RSUI), a major academic hospital committed to high-quality, patient-centred care. With a growing international student population relying on RSUI, understanding their service experiences is critical to enhancing care delivery and aligning with international standards. A structured questionnaire was used, combining the SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) and HEALTHQUAL (safety, efficiency, care improvement) models, along with communication and cultural sensitivity dimensions. A total of 100 international student patients participated between April and May 2025. Data were analysed using descriptive statistics, crosstabulation, and logistic regression. The results showed high satisfaction in the dimensions of tangibility, assurance, and safety. However, empathy and communication were found to have a negative influence on overall satisfaction, indicating key areas that require improvement. A significant relationship was observed between service quality, communication, and patient satisfaction (p < 0.05). These findings underscore the need for strengthening interpreter services, implementing staff training in cultural and communication competence, and improving service workflows. This study contributes new insights to the limited literature on foreign patient satisfaction in Indonesia and offers strategic recommendations to support RSUI in achieving service excellence for international patients.

 

Read More
B-2547
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yesti Mulia Eryani; Pembimbing: Pujiyanti; Penguji:
Abstrak:
Latar belakang: Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan telah mendorong rumah sakit untuk menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) guna meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi kerja, dan keselamatan pasien. Kerangka PIECES merupakan kerangka kerja yang mengklasifikasikan masalah, peluang, dan arahan menjadi 6 kategori yang dapat memberikan panduan yang komprehensif dan seluruh faktor penting diperhatikan dalam melakukan evaluasi sehingga dapat diidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan dan dapat mengukur dampak terhadap organisasi secara menyeluruh dalam evaluasi sistem RME. Penerapan RME di RS Andhika berjalan sejak 2022 namun sampai saat ini belum berjalan maksimal dan masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya seperti formulir yang tidak lengkap, hak akses staf tidak aktif masih ada, adanya dobel rekam medis dan capaian pengisian rekam medis di RS Andhika baru mencapai 93% dengan standar 100%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME di RSU Andhika Jakarta Selatan menggunakan metode PIECES yang mencakup enam aspek terdiri dari Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, dan Service. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta telaah dokumen. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada aspek Performance, sistem RME telah memberikan informasi yang cukup tetapi masih ditemukan kendala teknis dan kelengkapan data. Information and Data dinilai cukup informatif namun fleksibilitas dan kesesuaian data dengan kebutuhan masih perlu ditingkatkan. Pada aspek Economics, ditemukan tantangan terkait keterbatasan integrasi dan tingginya biaya operasional. Control and Security sudah mengatur hak akses, namun masih ditemukan kelemahan dalam autentikasi pengguna. Efficiency menunjukkan sistem cukup mudah dipelajari namun tidak memberi notifikasi kesalahan. Aspek Service menunjukkan akurasi cukup baik, namun masih terdapat ketidakkonsistenan data di beberapa jenis data. Kesimpulan: Penerapan RME di RS Andhika saat ini belum optimal yang masih diperlukan perbaikan dalam setiap aspek yang mempengaruhi dilihat dari segi Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, dan Service dengan melakukan perencanaan, evaluasi, dan monitoring dalam penerapan rekam medis elektronik serta berupaya untuk selalu melakukan perbaikan.

Background: The development of information technology in the health sector has encouraged hospitals to organize Electronic Medical Records (EMR) to improve reciprocal services, work efficiency, and patient safety. The PIECES framework is a framework that classifies problems, opportunities, and directions into 6 categories that can provide comprehensive guidance and all important factors are considered in conducting evaluations so that areas that need improvement can be identified and the impact on the organization as a whole can be measured in the EMR evaluation system. The implementation of EMR at Andhika Hospital has been running since 2022, but until now it has not been running optimally and there are still obstacles in its implementation such as incomplete forms, inactive staff access rights still exist, there are double medical records and the achievement of filling in medical records at Andhika Hospital has only reached 93% with a standard of 100%. Purpose: This study aims to analyze the implementation of EMR at Andhika Hospital, South Jakarta using the PIECES method which includes six aspects consisting of Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, and Service. Method: This study is a qualitative study with data collection techniques carried out through observation, in-depth interviews and document review. Results: The results show that in the Performance aspect, the RME system has provided sufficient information but there are still technical constraints and data completeness. Information and Data are considered quite informative but anxiety and alignment of data with needs still need to be improved. In the Economic aspect, challenges were found related to limited integration and high operational costs. Control and Security have regulated access rights, but there are still weaknesses in user authentication. Efficiency shows that the system is quite easy to learn but does not provide error notifications. The Service aspect shows fairly good accuracy, but there is still data inconsistency in several types of data. Conclusion: The implementation of RME at Andhika Hospital is currently not optimal and still needs improvement in every aspect that affects it in terms of Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, and Service by planning, evaluating, and monitoring in the implementation of electronic medical records and trying to always make improvements.

Read More
B-2534
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winardini; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisamito; Penguji: Amilla Megraini, Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar
B-1034
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Askar; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Sumijatun, Prapanca Yuli Satar
Abstrak:

Pelayanan kamar Operasi merupakan salah satu bentuk pelayanan yang sangat mempengaruhi tampilan dan merupakan salah satu indikator pelayanan Rumah Sakit.Instalasi Kamar Bedah Rumah Sakit Otorita Batam terdiri dari empat ( 4 ) buah kamar operasi yang melayani operasi cito, dan operasi bedah elektif. Komplain dari pasien dan dari survey awal pada saat residensi di bulan September 2010 dari data buku register instalasi kamar bedah didapatkan 95,79% (205 operasi terlambat dimulai dari 214 operasi elektif yang telah dijadwalkan sebelumnya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab keterlambatan dimulainya operasi elektif di instalasi kamar bedah Rumah Sakit Otorita Batam,sehingga diharapkan menjadi masukan yang berarti bagi pihak manajemen Rumah sakit untuk mengelola Instalasi kamar bedah kedepannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan tidak bersifat intervensi. Hasil penelitian membuktikan bahwa 68% penyebab keterlambatan dimulainya operasi disebabkan oleh terlambatnya kedatangan operator.


 Operating room service is one type of services that greatly affect the appearance and is one indicator Hospital appearance. Surgery Instalation Room Batam Authority Hospital consists of four (4) operating rooms that serve Cito surgery, and elective surgery. Complaints from patients and from the initial survey at the time of residency in September 2010 from the data register book installation of the operating room founded 95.79% (205 operations performed late in starting the operation of 214 elective operations previously scheduled). This study aims to analyze the causes of delay in the commencement of elective surgery in the operating room installation Batam Authority Hospital, which is expected to be input which means the part of hospital management to manage the Installation of the operating room in the future.The study was a descriptive research approach is qualitative and no intervention. The research proves that 68% of the causes of delay in the commencement of operations caused by the delay in the arrival of the operator.

Read More
B-1275
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhika Putra Marsaban; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Masyitoh, Lia Gardenia Partakusuma, Veronica Fridawati
Abstrak:
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menghadapi tantangan operasional dalam sistem penyediaan darahnya, yang ditandai dengan tingginya angka pembatalan darah, waktu tunggu layanan yang lama, dan biaya pengadaan eksternal yang signifikan, yang berpotensi menghambat pengembangan layanan unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pra-kelayakan yang komprehensif terhadap rencana pendirian Unit Pengelola Darah (UPD) di RSPP guna memberikan rekomendasi strategis berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, dan observasi langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendirian UPD dengan klasifikasi Madya sangat layak untuk dilaksanakan. Terdapat potensi permintaan yang sangat besar, dengan proyeksi volume gabungan untuk RSPP dan RS PELNI mencapai 28.093 kantong pada tahun 2025. Proyek ini memerlukan estimasi biaya investasi (CAPEX) sebesar Rp 10,65 miliar dan biaya operasional (OPEX) tahunan sekitar Rp 6,46 miliar. Meskipun memerlukan investasi besar, analisis finansial awal menunjukkan kelayakan yang sangat kuat dengan periode pengembalian (Payback Period) 3,22 tahun, Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 30,05 miliar, dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 34,22%. Disimpulkan bahwa proyek ini layak untuk dilanjutkan ke tahap studi kelayakan (FS) penuh, dengan fokus pada penyusunan desain teknis rinci, analisis finansial mendalam, rencana induk SDM, dan mitigasi risiko utama terkait pendanaan, teknis, sumber daya manusia, dan keberlanjutan pasokan donor.
Pertamina Central Hospital (RSPP) faces operational challenges in its blood supply system, characterized by high blood cancellation rates, long service turnaround times, and significant external procurement costs, which potentially hinder the development of its centers of excellence. This study aims to conduct a comprehensive pre-feasibility analysis of the plan to establish a Blood Management Unit (UPD) at RSPP to provide evidence-based strategic recommendations. This research employed a qualitative case study method supported by quantitative data. Data was collected through document analysis, in-depth interviews with key stakeholders, and direct observation. The results indicate that the establishment of an Intermediate (Madya) classification UPD is highly feasible. There is significant potential demand, with a projected combined volume for RSPP and PELNI Hospital reaching 28,093 bags in 2025. The project requires an estimated investment cost (CAPEX) of IDR 10.65 billion and annual operational costs (OPEX) of approximately IDR 6.46 billion. Despite the large investment, the preliminary financial analysis shows very strong viability with a Payback Period of 3.22 years, a positive Net Present Value (NPV) of IDR 30.05 billion, and an Internal Rate of Return (IRR) of 34.22%. It is concluded that the project is feasible to proceed to a full Feasibility Study (FS) stage, with a focus on detailed engineering design, in-depth financial analysis, a human resources master plan, and mitigation of key risks related to funding, technical aspects, human resources, and the sustainability of donor supply.

Read More
T-7384
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astriana; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Herdiana Eta Prananti, Fitria Saftarina
Abstrak:
Meningkatnya tren jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) dari tahun ke tahun di Rumah Sakit Graha Husada menjadi kewaspadaan pada kinerja perawat. Penilaian kinerja yang menurun pada tahun 2023 sangat disayangkan oleh manajemen dan dapat berdampak pada pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Graha Husada pada masa yang akan datang. Penilaian kinerja yang dapat diukur melalui teori Gibson melalui variabel individu, organisasi, psikologis serta kebugaran perawat merupakan salah satu langkah untuk menilai kualitas kinerja yang bermutu baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan variabel individu, organisasi dan psikologis terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dengan tujuan dapat mengetahui besarnya signifikansi faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 kepada 82 perawat yang bekerja di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel individu dengan p-value 0,0012 < 0,05, kebugaran dengan p-value 0,090 < 0,05, variabel organisasi dengan p-value 0,000 < 0,05 dan variabel psikologis dengan p-value 0,0002 < 0,05 terhadap kinerja perawat dengan nilai OR secara berurutan (3,93), (20,308), dan (5,438). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan kuat terhadap kinerja perawat adalah variabel organisasi dan variabel psikiologis, namun dari kedua variabel tersebut variabel yang memiliki hubungan paling kuat terhadap kinerja perawat adalah variabel organisasi. Artinya dengan meningkatnya variabel organisasi maka dapat meningkatkan kinerja perawat di rumah sakit. Sehingga rumah sakit perlu untuk mengembangkan pengelolaan organisasi dengan berbagai cara seperti meningkatkan akses yang memadai, meningkatkan sumber daya fisik yang diperlukan, memperbaiki struktur organisasi dan hirarki kepemimpinan, memperhatikan desain pekerjaan dengan keberagaman tugas dan tantangan serta memperhatikan kepuasan kerja perawat.

The increasing trend in the Bed Occupancy Rate (BOR) year by year at Graha Husada Hospital has raised concerns about the performance of the nurses. The decline in performance ratings in 2023 is regrettable for management and could impact healthcare services at Graha Husada Hospital in the future. Performance assessment, which can be measured through Gibson's theory via individual, organizational, psychological, and wellness variables of the nurses, is one of the steps to evaluate high-quality performance. The aim of this research is to determine the relationship between individual, organizational, and psychological variables on the performance of nurses at Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. This study is a type of quantitative research using a cross-sectional design to determine the significance of factors related to nurse performance. The study was conducted in May 2024 with 82 nurses working at Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. The results showed a significant relationship between individual variables with a p-value of 0.0012 < 0.05, wellness with a p-value of 0.090 < 0.05, organizational variables with a p-value of 0.000 < 0.05, and psychological variables with a p-value of 0.0002 < 0.05 on nurse performance, with OR values of (3.93), (20.308), and (5.438) respectively. The results indicate that the variables with a strong relationship to nurse performance are organizational and psychological variables, with organizational variables having the strongest relationship to nurse performance. This means that improving organizational variables can enhance nurse performance in the hospital. Therefore, the hospital needs to develop organizational management in various ways, such as increasing adequate access, improving necessary physical resources, refining organizational structure and leadership hierarchy, paying attention to job design with task variety and challenges, and considering nurse job satisfaction.
 
Read More
B-2488
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive