Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31717 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kun Yuliastuti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Jaslis Ilyas, Purnawan Junadi, Mira Roziati Dachlan, Syougie
Abstrak:

Latar belakang: Penelitian ini mengembangkan sistem digital untuk layanan Medical Check Up (MCU) di Rumah Sakit Permata Cibubur menggunakan pendekatan Design Thinking. Sistem meliputi pendaftaran online, rekam medis elektronik, dan laporan digital. Integrasi Artificial Intelligence digunakan untuk otomatisasi laporan hasil pemeriksaan. Hasilnya, digitalisasi meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kepuasan pasien, serta mendukung kebijakan nasional transformasi layanan kesehatan. Tujuan penelitian: Mengembangkan sistem digital MCU berbasis Design Thinking untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mendukung transformasi digital di Rumah Sakit Permata Cibubur. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengadopsi Design Thinking dan elemen kuantitatif (mix methods) untuk mendukung validasi data. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, kuisioner, dan dokumentasi lalu dianalisis secara tematik dan deskripsi kuantitatif. Informan terdiri dari dokter, perawat, manajemen, staf kesehatan dan petugas administrasi. Kuisioner kepada pasien dengan menggunakan Liker't Scale (sangat puas, puas, tidak puas, sangat tidak puas) dengan tujuan mengukur kepuasan penggunaan sistem digital MCU berdasarkan pendekatan Design Thinking. Hasil penelitian: Pengguna dan dokter mendukung sistem digital MCU berbasis AI untuk mempercepat proses dan meningkatkan akurasi, meskipun pemeriksaan fisik langsung tetap diperlukan, dengan survei pasien menunjukkan kepuasan tinggi namun masih perlu perbaikan pada kecepatan dan kemudahan penggunaan.


Background: This research develops a digital system for Medical Check Up (MCU) at Permata Cibubur Hospital uses the Design Thinking approach.The system include online registration, electronic medical records, and digital reports. Artificial Intellgence intragtion is used to automateexamination result report. Articial Intelligencein used to automate examination result reports.As a result, digitalization improves efficiency accuracy and patient satisfaction and supports the national policy of health service transformation. Research objectives: Develop a digital MCUsystem based on Design Thinking to improve service efficiency and support digital transformation at Permata Cibubur Hospital. Research methodology: This study uses a qualitative method by adopting Design Thinking anf quantitative elements (mix methods) to support data validation. Data were obtained through interviews, field observations, consisted of doctors, nurses, management, health staff and administrative officers. Questionnaires for patients using the Likert Scale (very satisfied, satisfied, dissatisfied, very dissatisfied)with the aim of measuring satisfaction with the use of the digital. MCU system based on the Design Thinking approach.Research result: Users and doctors support the AI-based digital MCU system to speed up the process and improve accuracy, although direct physical examinations are still needed, with patient surveys showing high satisfaction but still needing improvement in speed and ease of use.

 

Read More
T-7361
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Pitaloka Sri Mumpuni; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Vetty Yulianty Permanasari, Mira Roziati Dachlan, Budi Hartono
Abstrak:
Latar Belakang : Waktu tunggu menjadi suatu permasalahan yang mendesak di rumah sakit karena semua rumah sakit saling berkompetisi untuk memberikan pelayanan yang tepat, cepat dan profesional. Di ruang rawat inap lantai 5 gedung baru RS Permata Cibubur kerap masih didapatkan keluhan pasien atau keluarga pasien terkait waktu tunggu pasien pulang dari rawat inap. Tujuan : Tercapainya perbaikan pelayanan pasien pulang dari rawat inap dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental dengan memberikan perlakuan perbaikan menggunakan metode Lean Six Sigma dan menghitung waktu tunggu pada proses pelayanan pasien pulang pada 2 kelompok pasien dengan jaminan pribadi dan pasien jaminan asuransi swasta, sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil : Setelah dilakukan observasi dan wawancara maka dilakukan identifikasi waste pada proses pelayanan pasien pulang dari rawat inap dan didapatkan 4 waste, yaitu waiting, defect, motion, dan overprocessing. Core problem dari proses pelayanan pasien pulang didapatkan bahwa DPJP tidak input sendiri resep pasien pulang, hal ini menyebabkan beberapa kegiatan yang tidak bernilai tambah dan membuat waktu tunggu proses pelayanan pasien pulang menjadi memanjang. Fokus perbaikan yaitu dengan menjadikan DPJP input sendiri resep pasien pulang dan didapatkan total waktu tunggu yang mengalami penurunan dan prosentase kegiatan bernilai tambah yang meningkat. Rata-rata waktu tunggu pasien pulang sebelum perlakuan dengan jaminan pribadi sebesar 61 menit dan dengan jaminan asuransi swasta sebesar 125,8 menit. Setelah dilakukan perlakuan upaya perbaikan dengan metode Lean Six Sigma didapatkan rata-rata waktu tunggu pasien pulang dengan jaminan pribadi sebesar 43,2 menit dan pasien dengan jaminan asuransi swasta sebesar 101,7 menit. Sedangkan prosentase kegiatan bernilai tambah sebelum perlakuan pada pasien dengan jaminan pribadi sebesar 57,4 % dan pasien dengan asuransi swasta sebesar 29,7%. Sesudah perlakuan upaya perbaikan didapatkan prosentase kegiatan bernilai tambah pada pasien pribadi sebesar 59,7 % dan pasien dengan asuransi swasta sebesar 30,4%. Kesimpulan : Metode Lean Six Sigma secara umum dapat dikatakan efektif untuk digunakan dalam melakukan evaluasi terhadap alur pelayanan di unit pelayanan kesehatan, karena terbukti khususnya pada penelitian ini terjadi pengurangan waktu tunggu pada proses pelayanan pasien pulang dari rawat inap.

Background: Waiting time is an urgent problem in hospitals because all hospitals compete with each other to provide precise, fast and professional services. In the inpatient room on the 5th floor of the new building of Permata Cibubur Hospital, there are often still complaints from patients or patients' families related to the waiting time for patients to return home from hospitalization. Objective: To achieve the improvement of patient services discharged from hospitalization by using the Lean Six Sigma method. Method: This study uses a quasi-experimental research design by providing improvement treatment using the Lean Six Sigma method and calculating the waiting time in the process of returning patients to 2 groups of patients with personal insurance and private insurance patients, before and after the treatment. Results: After observation and interviews, waste identification was carried out in the service process of patients returning from hospitalization and 4 wastes were obtained, namely waiting, defect, motion, and overprocessing. The core problem of the service process for discharged patients is found that the DPJP does not input the prescriptions of discharged patients themselves, this causes several activities that are not value-added and makes the waiting time for the process of serving discharged patients prolonged. The focus of improvement is to make the DPJP input its own prescription for patients to go home and get a decrease in the total waiting time and an increase in the percentage of value-added activities. The average waiting time for patients to go home before treatment with personal insurance is 61 minutes and with private insurance guarantee is 125.8 minutes. After the treatment of improvement efforts with the Lean Six Sigma method, the average waiting time for patients to go home with personal insurance was 43.2 minutes, and for patients with private insurance, guarantees were 101.7 minutes. Meanwhile, the percentage of value-added activities before treatment for patients with personal insurance was 57.4% and for patients with private insurance was 29.7%. After the treatment of improvement efforts, the percentage of value-added activities in private patients was 59.7% and for patients with private insurance was 30.4%. Conclusion: The Lean Six Sigma method in general can be said to be effective to be used in evaluating the service flow in health service units because it is proven that especially in this study there is a reduction in waiting time in the service process of patients returning from hospitalization.
Read More
T-7064
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stevani Dharma Yanti; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Iin Dewi Astuty, Aldrin Neilwan P.
Abstrak:
Electronic Medical Record (EMR) sebagai salah satu upaya pengelolaan satu data kesehatan berbasis individu masih belum terlaksana berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan 24/2022. Peraturan mewajibkan seluruh fasyankes menyelenggarakan rekam medis berbasis digital dan terintegrasi maksimal tanggal 31 Desember 2023. Hingga saat ini terdapat 2.000 dari 3.000 RS yang belum menyelenggarakan EMR sesuai peraturan. Salah satu penyebab adalah kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM). Padahal EMR memudahkan beberapa kegiatan pelayanan hingga meningkatkan kualitas dan organisasi pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan teori FITT Framework dan manajemen perubahan oleh Kotter untuk menganalisis kesiapan SDM dan strategi untuk mempercepat implementasi EMR. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling terdiri dari manajemen rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan, dan pihak mitra penyelenggara EMR. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu hasil pengumpulan data dan data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM di lokasi penelitian tidak siap terhadap kebutuhan, keterlibatan, penyediaan teknologi, dan ketersediaan kebijakan penyelenggaraan EMR. Ketidaksiapan SDM disebabkan kurang jelasnya regulasi, kurangnya dukungan dan komitmen manajemen terhadap perannya, dan kurangnya motivasi, komunikasi, koordinasi antar SDM. Kesimpulan penelitian adalah dibutuhkan penerapan manajemen perubahan secara bertahap bagi pihak terlibat untuk mempercepat implementasi EMR di lokasi penelitian.

Electronic Medical Record (EMR) as an effort to manage the entire individual-based health data is still not implemented based on The Regulation of Minister of Health 24/2022. Regulation requires all of health facilities to organize digital-based and integrated medical record by December 31st 2023. However, 2.000 out of 3.000 hospitals have not implemented EMR according to the regulation yet. One of the causes is a lack of human resources (HR) readiness. In fact, EMR can facilitate several service activities and improve the organizations and quality of health service. The study used the FITT Framework theory and Kotter’s change management to analyze the HR readiness and the strategies needed to accelerate the implementation. This study used a qualitative method with case study design. The informants of the study were determined using the purposive sampling method consisted of hospital management, medical personnel, health workers, and the organizing partner. The data collected is primary data from data collection and secondary data through document review. The study results showed that the HR at the research location is not ready for needs, engagement, providing technology and policy for impelementing EMR. The unreadiness of the HR is caused by the lack of clarity in the regulation, the lack of management support dan commitment to their role, and lack of motivation, communication, and coordination between the HR. The research conclusion is that implementing change management gradually is needed for the parties involved to accelerate the EMR implementation at the research location.
Read More
T-6863
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hsu Chong Jen; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Suriadi, Indra Maryunif
Abstrak:
Rumah sakit merupakan tempat layanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sedangkan dewasa ini rumah sakit terus bertambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga sangat penting bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Oleh karena itu penilaian kinerja rumah sakit sangat dibutuhkan agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan dapat bersaing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui analisis kinerja rumah sakit menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige di rumah sakit Tzu Chi Hospital tahun 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran serentak, dimana penelitian kuantitatif dan kualitatif dilakukan pada waktu yang sama untuk mendapatkan persepsi penilaian kinerja dari sudut karyawan dan pimpinan. Sampel penelitian kuantitatif didapatkan dengan cara propotional stratified random sampling dengan jumlah 283 responden dan penelitian kualitatif dengan sampel 8 orang dengan purposive sampling yang terdiri dari pimpinan rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan kinerja kepemimpinan mendapatkan nilai 71,47 (60%), Perencanaan strategis 45,64 (54%), Fokus pelanggan 52,13 (61%), pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan 50,15 (56%), Tenaga kerja 49,43 (58%), Operasional 49,52 (59%), Hasil 256,73 (57%), dengan total nilai 565,7 (56,7%) yang artinya kinerja rumah sakit pada tingkat good performance. Masing-masing kategori dimensi proses memiliki hubungan dengan dimensi hasil (pvalue 0,001), dengan kategori fokus tenaga kerja yang memiliki hubungan paling kuat dengan hasil (r 0,713).

The hospital is a place for health services to improve the health status of the community, while today the number of hospitals continues to grow to meet the needs of the community, so it is very important for hospitals to provide quality services. Therefore, hospital performance appraisal is needed in order to provide maximum service and be competitive. This research was conducted with the aim of knowing the analysis of hospital performance using the Malcolm Baldrige approach at Tzu Chi Hospital in 2023. The research method uses a simultaneous mixed methods approach, where quantitative and qualitative research is carried out at the same time to get perceptions of performance appraisal from the point of view of employees and leader. Quantitative research samples were obtained by means of proportional stratified random sampling with a total of 283 respondents and qualitative research with a sample of 8 people with purposive sampling consisting of hospital leaders. The results showed that leadership performance scored 71.47 (60%), strategic planning 45.64 (54%), customer focus 52.13 (61%), measurement, analysis and knowledge management 50.15 (56%). Workforce 49.43 (58%), Operations 49.52 (59%), Results 256.73 (57%), with a total score of 565.7 (56.7%) which means the hospital's performance is at a good performance level. Each category of process dimension has a relationship with the results dimension (p-value 0.001), with the workforce category having the strongest relationship with results (r 0.713).
Read More
T-7152
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Suryani; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Anita Yulvina, Punto Dewo
Abstrak: Implementasi Promosi Kesehatan di Rumah Sakit PKRS sangat penting karena tidak hanya bermanfaat bagi pasien untuk mendorong perilaku sehat, mencegah pasien berobat ulang dan juga menjaga kualitas hidup pasien, meningkatkan status kesehatan staf Rumah Sakit, serta berdampak pula pada peningkatan mutu layanan dan citra nama baik rumah sakit itu sendiri. Berdasarkan hasil observasi bahwa masih ada beberapa orang yang merokok di Lingkungan Rumah Sakit dan masih ditemuinya sebagian petugas pemberi pelayanan kesehatan yang tidak melakukan konseling terhadap pasien/ kliennya. Meskipun telah ada Tim PKRS namun implementasi PKRS di RSUD Pringsewu dirasa masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Penentu Belum Optimalnya Implementasi Promosi Kesehatan di Rumah Sakit PKRS pada RSUD Pringsewu pada tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Promosi Kesehatan di Rumah Sakit PKRS Pada Rumah Sakit Umum RSUD Pringsewu Kabupaten Pringsewu dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi belumlah berjalan secara optimal. Faktor penentu yang mempengaruhi implementasi PKRS di RSUD Pringsewu adalah kualitas dan kuantitas SDM yang belum optimal, proses komunikasi yang belum efektif dan struktur birokrasi yang belum melibatkan banyak sektor serta belum adanya SOP terkait pelaksanaan PKRS.

Implementation of Health Promotion in Hospital HPH is very important because it is not only beneficial for patient to encourage healthy behavior, but also to the prevent patient from re treatment and maintain the patient 39 s quality of life, improve the health status of hospital staff, and also impact on improvement of service and prestige good name of the hospital it self. Based on the observation result, there are still some people who smoke in the Hospital environment and still meet some health service providers who do not counsel to patients clients. Although HPH Team has existed, implementation of HPH in Pringsewu is Hospital is still not optimal. This study aims to know the Determinant Factor of Optimal Implementation of Health Promotion in Hospital HPH at Pringsewu is Hospital in 2018. This research is a qualitative research through primary data collection and secondary data. The result of research shows that Implementation of Health Promotion in Hospital HPH at Pringsewu General Hospital is influenced by 4 factors, these are communication, resources, disposition and bureaucracy structure has not run optimally yet. The determinant factors affecting the implementation of HPH in Pringsewu is Hospital are the quality and quantity of human resources that have not been optimal, the communication process has not been effective and the bureaucratic structure has not involved many sectors and the lack of SOP related to the implementation of HPH.
Read More
T-5261
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jumiaty; Pembimbing: Hafizurachman; Penguji: Purnawan Junadi, Dumilah Ayuningtyas, Kodrat Pramudho
T-3222
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akprilini Mustikawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Sandi Iljanto, Nienne Aridayanthi Hainun, Bambang Wisnubroto
Abstrak: Tesis ini membahas gambaran tentang kinerja rawat inap Rumah Sakit ABC melaluipendekatan balanced scorecard (BSC). Desain penelitian adalah analitik deskriptif denganpendekatan kuantitatif dan untuk mendukung hasil yang diperoleh juga dilakukanpendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara, telaah dokumen mengenai empatperspektif pada Balanced Scorecard. Hasil penelitian tahun 2013-2017 menunjukkan :(1).Perspektif keuangan : rata-rata tingkat pertumbuhan pendapatan rawat inap tidak ideal,rata-rata tingkat pengeluaran biaya ideal, perbandingan pendapatan dan pengeluaran ideal,(2). Perspektif pelanggan : kepuasan pasien rawat inap tidak ideal, retensi pelanggan tidakideal, akuisi pelanggan tidak ideal, (3). Perspektif proses bisnis internal : BOR tidak ideal,AvLOS tidak ideal, BTO ideal, TOI tidak ideal, NDR ideal, GDR ideal, pertumbuhanpasien rawat inap ideal, (4) Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran : kepuasan karyawantidak ideal, turn over karyawan ideal, akses terhadap pendidikan dan pelatihan tidak ideal.Saran secara umum hendaknya Rumah Sakit ABC mengukur kinerjanya denganmenggunakan pendekatan balanced scorecard, yang efektif dalam mengukur kinerja rumahsakit secara komprehensif, efektif dan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang ada,serta dapat membantu manajemen rumah sakit untuk menentukan langkah-langkahperbaikan demi meningkatkan kinerja rumah sakit khususnya kinerja rawat inap.
Kata kunci:Instalasi Rawat Inap, Kinerja, Balanced Scorecard.
This thesis discusses the description of hospitalization performance of ABC hospitalthrough balanced scorecard (BSC) approach. The research design is descriptive analyticalwith quantitative approach and to support the results obtained also conducted qualitativeapproach by conducting interviews, study documents on four perspectives on BalancedScorecard. The results of the year 2013-2017 show : (1). Financial perspective : averageinpatient income growth is not ideal, average cost of spending is ideal, ratio income andexpenditure is ideal, (2). Customer perspective: inpatient satisfaction is not ideal,customer retention is not ideal, customer acquisition is not ideal, (3). Internal businessprocess perspective: BOR is not ideal, AvLOS is not ideal, BTO is ideal, TOI is not ideal,NDR is ideal, GDR is ideal, inpatient growth is ideal, (4) Perspective of growth andlearning : employee satisfaction is not ideal, turn over employee is ideal, access toeducation and training is not ideal. General advice should ABC Hospital measure itsperformance by using balanced scorecard approach, which is effective in measuringhospital performance comprehensively, effectively and can identify problems, and canassist hospital management to determine improvement measures to improve performancehospitals especially inpatient performance.
Keywords :Inpatient Installation, Performance, Balanced Scorecard (BSC).
Read More
T-5294
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitra Mukti Nanggoro; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Astuti, Punto Dewo
Abstrak: Latar belakang: Rumah Sakit Umum Hasanah Graha Afiah HGA merupakan RumahSakit rujukan di Kota Depok yang memiliki tugas dan fungsi sebagai tempat pelayanankesehatan, yang memiliki potensi terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibatkerja yang dialami oleh petugas kesehatan, pasien maupun pengunjung Rumah Sakit.RSU HGA telah mendapatkan Akreditasi Utama akan tetapi masih ditemukannya temuandalam penilaian akreditasi pada Manajemen Fasilitas dan Keselamatan MFK sepertibelum optimalnya program K3RS yang efektif untuk mencegah cedera bagi pasien,keluarga, staf dan pengunjung serta belum sepenuhnya program deteksi dini kebakarandan asap.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penentu perilakutidak aman oleh pelaku pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Hasanah GrahaAfiah berdasarkan Permenkes No. 66 Tahun 2016.
Metode: Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah bersifat observasionalcross sectional. Pengumpulan data primer melalui kuesioner sedangkan pengumpulandata sekunder dilakukan dengan penelusuran dokumen.
Hasil: Penelitian dilakukan padabulan April-Mei 2018 di Rumah Sakit Umum Hasanah Graha Afiah, Depok, ProvinsiJawa Barat. Sampel 127 responden yang memiliki profesi sebagai perawat, bidan, petugaslaboratorium dan petugas radiologi. Analisis chi square dan regresi logistik. Variabelyang dominan adalah pelatihan p value=0,000; OR= 4,250 dan pengetahuan pvalue=0,01; OR=3,986.
Saran: Dengan adanya penelitian ini setelah melihat hasilpenelitian diharapkan untuk dapat dipertimbangkan bagi pihak Rumah Sakit untukmengeluarkan peraturan turunan dari Permenkes No. 66 Tahun 2016 dalam bentukperaturan Rumah Sakit.

Background: RSU Hasanah Graha Afiah HGA is a referral hospital in Depok City thathas duties and functions as a place of health services, which has the potential for work relate dillnesses and accidents due to work experienced by health workers, patients and visitors Sick. RSU HGA has received Major Accreditation but still finds findings inaccreditation assessment on Facility and Safety Management such as not yet optimaleffective K3RS program to prevent injury to patient, family, staff and visitors and not yetfully fire and smoke early detection program.
Objective: The purpose of this study wasto decide the determinants of unsafe behavior by health service actors at RSU HasanahGraha Afiah based on Permenkes No. 66 Tahun 2016.
Method: This research usesquantitative approach. The research design used was observational cross sectional.Primary data collection through questionnaires while secondary data collection is doneby tracking documents.
Results: The study was conducted in April May 2018 at RSUHasanah Graha Afiah, Depok, West Java Province. Sample 127 respondents who haveprofession as nurse, midwife, laboratory officer and radiology officer. Chi square analysisand logistic regression. The dominant variable is training p value 0,000 OR 4,250 and knowledge p value 0.01 OR 3,986.
Suggestion: Given this research afterlooking at the results of the research is expected to be considered for the Hospital to issuederivative regulations from Permenkes No. 66 Tahun 2016 in the form of Hospitalregulations.
Read More
T-5248
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosenita Wandi Putri; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad, Kusharisupeni Djokosujono
T-1896
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Susanti; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anwar Hasan
T-1887
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive