Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32632 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Alya Hanan Nabilah; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Fatma Lestari, Ambi Pradiptha
Abstrak:
Sebagai pusat bisnis dan ekonomi, banyak gedung perkantoran di DKI Jakarta yang padat aktivitas. Kebakaran dalam gedung dapat disebabkan oleh korsleting peralatan listrik atau kelalaian manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem tanggap darurat saat terjadi kebakaran di kantor pusat PT X berdasarkan NFPA 1660 Standard for Emergency, Continuity, and Crisis Management: Preparedness, Response and Recovery. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan semi-kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yaitu wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa dokumen perusahaan dan studi literatur. Data yang telah dikumpul kemudian dianalisis menggunakan form checklist untuk melihat pemenuhan sistem tanggap darurat yang sudah ada dengan NFPA 1660 edisi 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penerapan sistem tanggap darurat pada kejadian kebakaran di PT X setelah dianalisis menggunakan NFPA 1660 menunjukan bahwa terdapat 4 variabel yang kesesuaian nya memadai, 6 variabel dengan persentase kesesuaian sebagian memadai, dan 2 variabel tidak memadai. Hasil penelitian diharapkan agar PT X dapat mempertimbangkan saran yang diberikan untuk mengembangkan sistem tanggap darurat yang telah dimiliki oleh perusahaan. 
As a business and economic center, many office buildings in DKI Jakarta are bustling with activity. Fires in buildings can be caused by electrical equipment short circuits or human negligence. This study aims to analyze the implementation of emergency response systems in the event of a fire at the PT X headquarters based on NFPA 1660 Standard for Emergency, Continuity, and Crisis Management: Preparedness, Response and Recovery. This study employs a descriptive research design with a semi-quantitative approach. The data used include primary data such as interviews and observations, as well as secondary data in the form of company documents and literature reviews. The collected data were analyzed using a checklist form to assess the compliance of the existing emergency response system with NFPA 1660, 2024 edition. The research results indicate that the compliance of the emergency response system implementation in fire incidents at PT X, after being analyzed using NFPA 1660, shows that there are 4 variables with adequate compliance, 6 variables with partially adequate compliance, and 2 variables with inadequate compliance. The research results are expected to encourage PT X to consider the recommendations provided to further develop the emergency response system already in place at the company.
Read More
S-12006
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nandita Humaira Luthfiya Artanti; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Fatma Lestari, Othman Syarief Nasution
Abstrak:
Bangunan bertingkat tinggi seperti gedung perkantoran yang berlokasi di wilayah padat penduduk dengan aktivitas tinggi seperti DKI Jakarta rentan dan berisiko tinggi terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem tanggap darurat kebakaran di gedung kantor PT X berdasarkan elemen dalam NFPA 1600 edisi 2019: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah dokumen perusahaan. Data yang terkumpul dianalisis kesesuaiannya terhadap standar NFPA 1600 edisi 2019 dan Permen PU No. 20/PRT/M/2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total persentase elemen NFPA 1600 edisi 2019 yang terpenuhi sebesar 91,58%, terpenuhi sebagian sebesar 4,49%, tidak terpenuhi sebesar 1,68%, dan tidak dapat diaplikasikan sebesar 2,24%. Sedangkan total persentase elemen Permen PU No. 20/PRT/M/2009 yang terpenuhi sebesar 87,50% dan terpenuhi sebagian sebesar 12,50%. Secara keseluruhan, penerapan sistem tanggap darurat terhadap bahaya kebakaran di gedung kantor PT X sudah baik, namun terdapat beberapa aspek yang perlu dievaluasi kembali oleh perusahaan seperti struktur tim tanggap darurat, penilaian risiko gedung terhadap bahaya kebakaran, serta prosedur pemulihan dari insiden kebakaran.

High-rise buildings such as office buildings located in densely populated areas with high activity such as DKI Jakarta are vulnerable and have a high risk of fire hazard. This study aims to analyze the emergency response preparedness for fire hazards in the PT X office building based on the elements in the 2019 edition of NFPA 1600: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management and Permen PU Nomor 20/PRT/M/2009. This research design uses a qualitative approach with a descriptive design. The data used are primary and secondary data collected through interviews, direct observation, and review of company documents. The collected data was analyzed by comparing it with the 2019 edition of the NFPA 1600 standard and Permen PU No. 20/PRT/M/2009. The study results showed that the total percentage of elements of the 2019 edition of NFPA 1600 that were fulfilled was 91.58%, partially fulfilled was 4.49%, not fulfilled was 1.68%, and not applicable was 2.24%. Meanwhile, the total percentage of elements of Permen PU No. 20/PRT/M/2009 that were fulfilled was 87.50% and partially fulfilled was 12.50%. Overall, the implementation of emergency response preparedness for fire hazards in PT X's office building is good, but there are several aspects that need to be re-evaluated by the company such as the structure of the emergency response team, building risk assessment for fire hazards, and recovery procedures from fire incidents.
Read More
S-11361
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rumondang Krisna Marpaung; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, T. Saut P. Siahaan
S-10472
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firly; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Starya, Soehatman Ramli
Abstrak: Pertumbuhan pembangunan gedung bertingkat maupun perkantoran yang terus meningkat memiliki potensi akan bahaya dan bencana misalnya kebakaran sehingga perlu diperhatikan sistem tanggap darurat guna meminimalisir dampak kerugian baik dari segi material maupun manusia melalui upaya mitigasi, pencegahan, dan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sistem tanggap darurat (Emergency Response Preparedness) pada fase pra, saat, maupun pasca kebakaran di Gedung Balaikota Depok berdasarkan NFPA 1600 edisi 2013: Standard on Disaster/Emergency Management and Business Continuity Programs. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem tanggap darurat bahaya kebakaran di gedung Balaikota Depok masih belum maksimal dan komprehensif. Kata Kunci : Sistem Tanggap Darurat, Kebakaran, NFPA 1600
The growth of multi-storey buildings and offices have hazard potential to become disaster like fire that need to be consider an emergency response system to minimize the impact of losses in terms of material and human through step of mitigation, prevention, and early detection. This study aims to look at describtion of emergency response system (Emergency Response Preparedness) in pre, during, and post disaster of fire in the building of Balaikota Depok based on standard of NFPA 1600: Standard on Disaster / Emergency Management and Business Continuity Programs. This study uses descriptive analytic design with a qualitative approach. From this study, it can be concluded that the emergency response system for fire hazard in the building of Depok City Hall was not optimally and comprehensive. Keywords : Emergency Response System, Fire, NFPA 1600
Read More
S-9041
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Daniati; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Salah satu penyebab terjadinya korban jiwa pada suatu kejadian kebakaran di gedung adalah penghuni gedung yang tidak cepat terevakuasi. Skripsi ini membahas mengenai evaluasi terhadap sarana ERP yang ada di gedung GPA dan MO PT Pupuk Kujang, serta memberikan gambaran proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat dalam gedung tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sarana ERP di kedua gedung dan gambaran bagaimana proses evakuasi dilakukan jika terjadi keadaan darurat.Untuk sarana ERP, seperti sarana jalan keluar, pintu darurat, tangga darurat, penerangan darurat, petunjuk arah evakuasi dan tempat berkumpul belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditentukan dari NFPA 101 dan Permen PU No. 26/PRT/M/2008. Untuk prosedur tanggap darurat, mulai dari perencanaan sampai penanggulangan sudah terdokumentasi dengan baik pada “Prosedur Emergency dan Evakuasi”, namun prosedur tanggap darurat tersebut merupakan prosedur untuk tanggap darurat di pabrik, bukan di gedung. Kemudian dalam prosedur tersebut, ada beberapa elemen yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam ISRS, yaitu jumlah personil P3K dan peralatan P3K yang masih belum mencukupi kuantitasnya. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan agar pihak perusahaan membuat prosedur dan tim tanggap darurat gedung secara khusus, untuk meningkatkan performa kinerja K3 dan tim penanggulangan keadaan darurat dalam memenuhi semua komponen penunjang proses evakuasi di gedung. Antara lain lebih meningkatkan kegiatan inspeksi untuk sarana ERP, redesain sarana ERP bila memungkinkan, mengadakan pelatihan keadaan darurat di kedua gedung secara rutin dan menambah jumlah personil P3K.
 

One of the causes of loss of life in a fire incident in a building is a building that is not fast occupants evacuated. This study discusses the evaluation of the facility Emergency Response Preparedness (ERP) in the Gedung Pusat Admnistrasi (GPA) and the Maintenance Office building (MO) PT Pupuk Kujang, as well as provide an overview of the evacuation in the event of an emergency in the building. This type of research uses descriptive design based on observations and interviews. The purpose of this study was to determine the condition of the means of ERP in both the building and an idea of how the evacuation process to do if an emergency occurs. For means of ERP, as a means of escape, emergency exit, fire escape stairs, emergency lighting, evacuation directions and a assembly point not fully comply with specified standards of NFPA No. 101 and Permen PU. 26/PRT/M/2008. For emergency response procedures, ranging from planning to response has been well documented in the "Prosedur Emergency dan Evakuasi", but the procedure is an emergency response procedures for emergency response in the plant, not in the building. Later in the procedure, there are some elements that are not in accordance with the provisions of the ISRS, the number of personnel and equipment P3K are still not sufficient quantity. Based on these results, the authors suggested that the company establish procedures and emergency response teams in particular buildings, to improve the performance of the K3 performance and emergency response team to meet all the components supporting the evacuation of the building. Among other inspection activities to further improve the means of ERP, ERP redesigning facilities when possible, emergency training in the two buildings on a regular basis and increase the number of personnel P3K.
Read More
S-7680
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resky Dwi Deswita Iqbal; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Abdul Kadir, Yunita Setiarsih
S-12160
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasmin Himayah Assadila; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Imam Pratama Azi
Abstrak:
Pelaporan bahaya merupakan salah satu bentuk kepatuhan perilaku keselamatan kerja yang penting untuk mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. PT X sebagai perusahaan di sektor manufaktur telah menerapkan program safety observation untuk mendorong pelaporan kondisi dan perilaku tidak aman. Namun, hingga awal tahun 2025, tingkat pelaporan masih belum mencapai target yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaporan bahaya pada pekerja bagian direktorat operasional PT X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 81 responden yang dipilih. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup variabel predisposisi (usia, masa kerja, sikap, dan persepsi terhadap bahaya), pemungkin (pelatihan), dan penguat (dukungan rekan kerja). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,034), masa kerja (p=0,001), persepsi terhadap bahaya (p<0,001), pelatihan (p=0,019), dan dukungan rekan kerja (p=0,001) dengan kepatuhan pelaporan bahaya. Sebaliknya, sikap tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,318). 


The Safety Observation Program at PT X aims to enhance hazard reporting in the workplace as part of accident prevention and safety culture improvement. However, the level of reporting compliance remains relatively low. This study aims to analyze factors associated with hazard reporting compliance among employees in the operational directorate of PT X. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. A total of 81 respondents were selected through stratified random sampling. Data were collected using an online questionnaire and analyzed using the chi-square test to examine the relationship between independent variables and compliance. The variables studied include predisposing factors (age, length of service, attitude, and risk perception), enabling factor (training), and reinforcing factor (coworker support). The results showed significant associations between hazard reporting compliance and age (p=0.034), length of service (p=0.001), risk perception (p<0.001), training (p=0.019), and coworker support (p=0.001). On the other hand, attitude did not show a significant relationship (p=0.318). These findings highlight the importance of experience, risk awareness, and social support in promoting reporting behavior in the workplace.
Read More
S-12079
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Kusuma Wardhani; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Ishak Ramli
S-5089
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Fatmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yulita Tripuruswati
S-5708
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Fatmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yulita Tripuruswati
S-5708
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive