Ditemukan 22043 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Asih Setiarini
658.4012 SET p
Depok : FKM-UI, 2006
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jim Mann, A. Stewart Truswell
612.3 MAN b
Jakarta : EGC, 2014
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hardinsyah, I Dewa nyoman Supariasa
612.3 HAR i
Jakarta : EGC, 2016
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sunaedi Pradja; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti, Trini Sudiarti
T-1789
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sari Ramadhani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Hermina
S-5466
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bardiatul Azkia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dwi Wigati Ratna Sari, Farida Arriyani
Abstrak:
Read More
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarakan evaluasi pelaksanaan program pencegahan dan penangan wasting pada balita di Jakarta Selatan tahun 2024. Beberapa upaya dan program telah dilaksanakan di Jakarta Selatan, evaluasi program tersebut dilakukan melalui analisis input, proses, output, dan outcome. Informan penelitian terdiri dari penanggungjawab program gizi Dinas DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, dan Pesanggrahan, serta ibu balita wasting yang menjadi peserta program. Pengambilan data melaui wawancara mendalam, diskusi kelompok, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa evaluasi program seperti sistem e-ppgbm yang sering error, dana APBD yang perlu pencairan tepat waktu, jumlah tenaga gizi yang terbatas, masih perlunya pelatihan terkait dengan komunikasi persuasif kepada tenaga gizi, penjagaan mutu PMT dari penyedia/catering, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Setelah menerima intervensi, balita mengalami kenaikan berat badan, sebagian balita juga mengalami perubahan status gizi, namun dapat mengalami penurunan berat badan kembali. Oleh karena itu, output dari program belum signifikan. Perlu perbaikan dari program wasting yang telah dilaksanakan di Jakarta Selatan untuk meningkatkan kualitas.
This study is a qualitative study that aims to describe the evaluation of the implementation of the wasting prevention and treatment program for toddlers in South Jakarta in 2024. Several efforts and programs have been implemented in South Jakarta, the program evaluation was conducted through input, process, output, and outcome analysis. The research informants consisted of the person in charge of the nutrition program of the DKI Jakarta Agency, the South Jakarta Health Sub-Department, the Community Health Centers of Jagakarsa, Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, and Pesanggrahan Districts, as well as mothers of wasting toddlers who were program participants. Data collection was through in-depth interviews, group discussions, and document reviews. The results of the study showed several program evaluations such as the e-PPGBM system that often had errors, APBD funds that needed to be disbursed on time, the limited number of nutrition workers, the need for training related to persuasive communication to nutrition workers, maintaining the quality of PMT from providers/catering, and strengthening cross-sector collaboration. After receiving the intervention, toddlers experienced weight gain, some toddlers also experienced changes in nutritional status, but could experience weight loss again. Therefore, the output of the program was not yet significant. Improvements are needed to the wasting program that has been implemented in South Jakarta to improve quality.
T-7460
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wiwin Lastyana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Triyanti, Rahmawati; Andri Mursita
Abstrak:
Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi pada masa emas ini bersifat irreversible (tidak dapat pulih), sedangkan kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Wasting adalah suatu keadaan kekurangan gizi akut pada balita. Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) merupakan indeks antropometri yang mengindikasikan terjadinya wasting. Wasting secara langsung disebabkan karena asupan gizi inadekuat dan penyakit infeksi pada anak sedangkan secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, pola asuh, ketersedian pangan serta faktor budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder Program Perencanaan Gzi (PPG) 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa variabel status garam beryodium, jenis kelamin dan asupan zat besi berhubungan secara signifikan dengan kejadian wasting pada balita dengan (p = 0,027, 0,039 dan 0,013) pada α = 0.05. Hasil uji multivarat menunjukkan bahwa variabel status garam beryodium dan jenis kelamin balita merupakan faktor dominan kejadian wasting pada balita. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan perlu adanya pembaharuan program yang terintegrasi dan multisektoral untuk menanggulangi kejadian wasting pada balita, terutama program-program untuk balita
The nutritional status of children under five is an important thing that every parent should know. The need for more attention to the development of children at the age of five is based on the fact that malnutrition during this golden period is irreversible, while malnutrition can affect children's brain development. Wasting is a condition of acute malnutrition in toddlers. Body weight for height (BW / TB) is an anthropometric index that indicates the occurrence of wasting. Wasting is directly caused by inadequate nutritional intake and infectious diseases in children, while indirectly it can be influenced by socio-economic factors, parenting styles, food availability and cultural factors. This research is a quantitative study using secondary data from the 2019 Gzi Planning Program (PPG). The research design used is cross-sectional. The results of the bivariate analysis using the chi square test showed that the variables of iodized salt status, gender and iron intake were significantly associated with the incidence of wasting in children under five (p = 0.027, 0.039 and 0.013) at α = 0.05. The results of the multivariate test showed that the variables of iodized salt status and the gender of the children under five were the dominant factors in the incidence of wasting in children under five. Therefore, the government, in this case the health department, needs an integrated and multisectoral program renewal to tackle the incidence of wasting in toddlers, especially programs for toddlers
Read More
The nutritional status of children under five is an important thing that every parent should know. The need for more attention to the development of children at the age of five is based on the fact that malnutrition during this golden period is irreversible, while malnutrition can affect children's brain development. Wasting is a condition of acute malnutrition in toddlers. Body weight for height (BW / TB) is an anthropometric index that indicates the occurrence of wasting. Wasting is directly caused by inadequate nutritional intake and infectious diseases in children, while indirectly it can be influenced by socio-economic factors, parenting styles, food availability and cultural factors. This research is a quantitative study using secondary data from the 2019 Gzi Planning Program (PPG). The research design used is cross-sectional. The results of the bivariate analysis using the chi square test showed that the variables of iodized salt status, gender and iron intake were significantly associated with the incidence of wasting in children under five (p = 0.027, 0.039 and 0.013) at α = 0.05. The results of the multivariate test showed that the variables of iodized salt status and the gender of the children under five were the dominant factors in the incidence of wasting in children under five. Therefore, the government, in this case the health department, needs an integrated and multisectoral program renewal to tackle the incidence of wasting in toddlers, especially programs for toddlers
T-6094
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmah Housniati; Pembimbing: Asih Setiarini; Kusharisupeni, Sandra Fikawati, Dien Sanyoto Besar
Abstrak:
Latar Belakang. Program 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusuiyang merupakan panduan dalam menjalankan Rumah Sakit Sayang Bayi. Banyakstudi menunjukkan program ini dapat membantu keberhasilan proses menyusuidan meningkatkan angka cakupan pemberian ASI eksklusif. Dalam menjalankanprogram ini dibutuhkan tenaga kesehatan, manajemen dan semua pihak agar bisaterlaksana. Kualitas tenaga kesehatan yang melayani juga perlu diperhatikan sertakelengkapan prosedur standar pelayanan. Sarana dan prasarana yang mendukungjuga dibutuhkan bagi keberlangsungan program. Sosialisasi dari kegiatan ini jugadiperlukan dalam proses pelaksanaan program. RSIA Kemang Medical Care telahmenjalankan langkah-langkah tersebut yang diharapkan dapat membantukeberhasilan menyusui bagi pasiennya.Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuanuntuk mendapatkan gambaran masukan, proses dan keluaran dalam program 10Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui. Pengumpulan data dilakukan denganmelakukan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion denganmanajemen, tenaga kesehatan serta pasien dan informan ahli dan juga observasidengan total 16 narasumber. Juga dilakukan survei kepada pasien RSIA KemangMedical Care yang melahirkan di awal tahun 2013 sebanyak 100 orang dari 184data yang ada. Penelitian dilakukan sejak 15 Oktober 2013 sampai 6 Desember2013 dan berlangsung di RSIA Kemang Medical Care.Hasil. Hasil analisa menunjukkan bahwa RSIA Kemang Medical Caretelah menjalankan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui dengan baik dariberbagai temuan yang ada. Hasil survei menunjukkan angka ASI eksklusif pasiendi awal tahun 2013 adalah sebesar 88%.Kata Kunci: Menyusui, Rumah Sakit Sayang Bayi, ASI Eksklusif, 10 LangkahMenuju Keberhasilan Menyusui.
Read More
T-4036
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anisa Rafni Rahmadani; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Sandra Fikawati, Sylviana Marcella
S-9475
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lisa Avianty; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti
S-3085
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
