Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38741 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dhima Paramitha Oktacynara; Pembimbimbing: Helen Andriani; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Dhoni Suhendra, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Kemajuan teknologi digital telah menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform yang sangat berpengaruh dalam edukasi kesehatan. Namun, eksplorasi pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit masih perlu dikaji dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di RSIA Pasutri Bogor pada April - Juni 2025. Informan terdiri atas sepuluh pasien dan lima tenaga kesehatan (dokter spesialis, perawat, bidan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Konten edukasi kesehatan di Instagram RSIA Pasutri Bogor dinilai mudah dipahami oleh pasien maupun tenaga kesehatan. Fitur interaktif Instagram mendukung komunikasi dua arah yang efektif, dengan konten edukatif terbukti paling memengaruhi keputusan pasien. Selain itu, konsistensi penyampaian, relevansi topik dengan isu kesehatan terkini, serta kolaborasi antara tenaga medis dan tim pemasaran menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan edukasi kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa Instagram dapat menjadi media strategis dalam edukasi kesehatan rumah sakit jika dikelola secara konsisten, relevan, dan kolaboratif. Hasil penelitian diharapkan memberi rekomendasi praktis bagi RSIA Pasutri Bogor dalam menyempurnakan strategi komunikasi digital, berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, serta memperkaya literatur terkait edukasi kesehatan berbasis media sosial. Kata kunci: Edukasi kesehatan, media sosial, Instagram, tenaga kesehatan

Advances in digital technology have positioned social media, particularly Instagram, as a highly influential platform for health education. However, the utilization of social media by hospitals still requires further exploration from the perspectives of patients and healthcare providers. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at RSIA Pasutri Bogor from April to June 2025. The informants consisted of ten patients and five healthcare providers (specialist physicians, nurses, and midwives). Data were collected through in-depth interviews and observations, and subsequently analyzed using data reduction, data display, and conclusion-drawing techniques. The health education content on RSIA Pasutri Bogor’s Instagram account was perceived as easy to understand by both patients and healthcare providers. Instagram’s interactive features supported effective two-way communication, with educational content proven to have the greatest influence on patients’ decision-making. In addition, consistency in message delivery, relevance of topics to current health issues, and collaboration between medical professionals and the marketing team were identified as key factors determining the success of health education. These findings affirm that Instagram can serve as a strategic medium for hospital health education when managed consistently, relevantly, and collaboratively. The results of this study are expected to provide practical recommendations for RSIA Pasutri Bogor in refining its digital communication strategy, contribute to the improvement of public health, and enrich the literature on social media–based health education
Read More
B-2576
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermansyah Pattyranie; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Masyitoh, Trimartani, Ahmad Qoyyim
Abstrak:
Emergency boarding time merupakan indikator penting dalam menilai efisiensi dan responsivitas layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Istilah ini merujuk pada jeda waktu antara keputusan dokter untuk merawat pasien secara inap hingga pasien benar-benar dipindahkan ke ruang perawatan. Penelitian kualitatif ini bertujuan mengkaji fenomena Emergency boarding time di Rumah Sakit Unimedika Setu Bekasi dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima pasien dan lima tenaga kesehatan, meliputi dokter, perawat, serta staf administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami waktu tunggu yang cukup lama, yakni lebih dari 120 menit, yang melebihi standar waktu Emergency boarding time rumah sakit sebesar 65 menit. Berbagai faktor internal teridentifikasi sebagai penyebab utama, antara lain keterbatasan kamar rawat inap, lamanya pemeriksaan penunjang, kurangnya tenaga kerja, serta kendala administratif. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental pasien serta menurunkan kualitas dan keselamatan pelayanan di IGD. Para informan mengusulkan beberapa perbaikan, seperti optimalisasi alur kerja, peningkatan koordinasi antar unit, pemanfaatan sistem informasi kesehatan, dan pelatihan sumber daya manusia. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan strategi sistemik dan berkelanjutan guna memperpendek Emergency boarding time dan meningkatkan mutu layanan darurat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam menyusun kebijakan operasional yang lebih efektif dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Emergency boarding time serves as a vital metric in assessing the effectiveness and responsiveness of hospital emergency departments. Defined as the interval between a physician’s decision for inpatient admission and the patient’s transfer to a hospital ward, emergency boarding time plays a crucial role in patient safety and service efficiency. This qualitative research explores the emergency boarding time phenomenon at Unimedika Setu Bekasi Hospital through the viewpoints of both patients and healthcare professionals. Data were gathered using in-depth interviews involving five patients and five health workers, including medical, nursing, and administrative staff. The study revealed that the majority of patients experienced extended boarding times surpassing 120 minutes—almost double the institution’s benchmark of 65 minutes. Several internal factors were identified, such as limited inpatient room availability, lengthy diagnostic procedures, insufficient human resources, and administrative delays. These prolonged waiting times were reported to negatively affect both the physical and psychological conditions of patients while also compromising the overall quality and safety of emergency care. Respondents proposed actionable improvements, including better workflow management, enhanced coordination among departments, investment in health information systems, and comprehensive training for staff. The findings emphasize the importance of developing systemic and sustainable strategies to reduce emergency boarding time and enhance emergency service outcomes. This study is intended to inform hospital administrators and policymakers in devising more effective operational policies that ensure timely admissions and higher standards of care in emergency settings.
Read More
B-2555
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lili Marliani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Kevin Gilbert, Iin Dewi Astuty
Abstrak: Semakin bertambahnya rumah sakit di Indonesia menyebabkan perlunya strategi marketing dari pihak manajemen rumah sakit, termasuk promosi dokter. Pada era Milenial sekarang ini, dimana terjadi pergeseran dari marketing tradisional ke digital, promosi melalui media sosial menjadi pilihan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi dokter spesialis obstetri dan ginekologi melalui media sosial terhadap kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda Ciputat periode 2016- 2019.
Metode penelitian adalah observasi data SIRS terhadap perbedaan kunjungan dokter yang mendapat promosi media sosial dan yang tidak mendapatkan, serta trend kunjungan dokter-dokter yang mendapatkan promosi. Juga dilakukan survei pendapat pasien dengan pendekatan kuantitatif tentang promosi media sosial RSIA Bunda Citra Ananda yang dilanjutkan dengan survei terhadap dokter obsgin dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian didapatkan perbedaan jumlah kunjungan dokter yang mendapatkan promosi melalui media sosial dan yang tidak, dimana dokter yang mendapat promosi meperoleh kunjungan pasien yang meningkat sebesar 385,2 % sedangkan dokter yang tidak mendapatkan promosi mempunyai kunjungan pasien yang menurun sebesar 2,8 %. Terdapat perbedaan trend kunjungan pasien pada keempat dokter yang mendapatkan promosi melalui media sosial. Respon yang tertinggi dari survei terhadap pasien terdapat pada variabel ask dan advocate yang menandakan tingginya rasa keingintahuan dari follower terhadap informasi yang didapatkan dalam akun Instagram RSIA Bunda Citra Ananda dan tingginya kesetiaan atau penganjuran dari pelanggan atau pasien RSIA Bunda Citra Ananda. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda selain promosi melalui media sosial.
Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat pengaruh positif antara promosi dokter melalui media sosial terhadap kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda yang juga dipengaruhi oleh faktor dari dokter dan dari rumah sakit. Promosi di RSIA Bunda Citra Ananda menurut persepsi pasien sudah efektif yang ditandai dengan nilai Aware, Appeal,Ask, Act dan Advocate (5A) yang cukup tinggi

The increasing number of hospitals in Indonesia has led to the need for marketing
strategies on the part of hospital management, including the promotion of doctors. In this
Millennial era, where there is a shift from traditional marketing to digital, promotion
through social media is a choice. The purpose of this study was to determine the effect of
the promotion of obstetric and gynecology specialists through social media on patient
visits at RSIA Bunda Citra Ananda Ciputat for the period of 2016-2019.
The research method was observing SIRS data on differences in doctor visits that received
social media promotions and those who did not get them, as well as trends in doctor visits
that received promotions. A survey of patients' opinions was also carried out with a
quantitative approach to the promotion of RSIA Bunda Citra Ananda’s social media,
followed by a survey of obstetricians with a qualitative approach.
The results showed differences in the number of visits to doctors who get promotions
through social media and those who don't, where doctors who get promotions get patient
visits which increases by 385.2% while doctors who don't get promotions have patient
visits decrease by 2.8%. There is a difference in the trend of patient visits among the four
doctors who get promotions through social media. The highest response from the survey
of patients lies in the ask and advocate variable which indicates the high curiosity of
followers towards the information obtained in the Instagram account of RSIA Bunda Citra
Ananda and the high loyalty or encouragement from customers or patients of RSIA Bunda
Citra Ananda. There are other factors that influence patient visits at RSIA Bunda Citra
Ananda besides promotion through social media.
The conclusion of the study is that there is a positive influence between the promotion of
doctors through social media on patient visits at RSIA Bunda Citra Ananda which is also
Universitas Indonesia
influenced by factors from doctors and from hospitals. Promotion in RSIA Bunda Citra
Ananda according to the patient's perception has been effective which is marked by the
high Aware, Appeal, Ask, Act and Advocate (5A) values.
Read More
B-2140
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Listyani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Helen Andriani, Puji Triastuti, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Masih kurangnya angka kunjungan MCU di RS Marzoeki Mahdi (RSMM) mencerminkan rendahnya niat beli masyarakat, yang bisa disebabkan oleh kurang efektifnya pemasaran dan persepsi konsumen yang kurang positif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis SEM-PLS untuk mengevaluasi hubungan antara pemasaran media sosial Instagram, niat beli, dan nilai persepsi konsumen. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pemasaran media sosial dan niat beli (koefisien jalur 0,831), pemasaran media sosial dan nilai persepsi konsumen (0,498), nilai persepsi dan niat beli (0,335), serta pemasaran media sosial dengan niat beli melalui nilai persepsi (0,278). Dimensi interaksi dalam pemasaran media sosial memiliki nilai Outer Loading tertinggi (0,907). Kesimpulannya, pemasaran media sosial RSMM, menunjukkan hubungan positif dengan nilai persepsi dan niat beli konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung.

The lack of MCU visits at RS Marzoeki Mahdi (RSMM) reflects the low purchase intention of the community, which could be caused by less effective marketing and less positive consumer perceptions. This study used quantitative methods with a cross-sectional design and SEM-PLS analysis to evaluate the relationship between Instagram social media marketing, purchase intention, and consumer perception scores. The results show a significant relationship between social media marketing and purchase intention (path coefficient 0.831), social media marketing and consumer perception value (0.498), perception value and purchase intention (0.335), and social media marketing with purchase intention through perception value (0.278). The interaction dimension in social media marketing has the highest Outer Loading value (0.907). In conclusion, RSMM social media marketing, shows a positive relationship with perceived value and consumer purchase intention both directly and indirectly.
Read More
B-2472
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernita Sari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Hibsah Ridwan, Nanang Sugiarto
Abstrak: Digital marketing saat ini banyak digunakan dan dicari pelaku bisnis, Perkembangan teknologi yang semakin canggih mempermudah proses pemasaran. Kebutuhan atas digital marketing yang terus meningkat, mengakibatkan para pebisnis rumah sakit menggunakan strategi pemasaran online terutama disaat pandemi Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) banyak orang menghindari untuk berkunjung ke rumah sakit dan lebih memilih menggunakan aplikasi medis berbasis digital. Penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerimaan penggunaan Digital Marketing pada media Instagram dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) di Rumah Sakit Bunda Palembang. TAM merupakan suatu model yang menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi yang berlandaskan atas kepercayaan (beliefs), sikap (attitude), minat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (user behavior relationship). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survey cross-sectional. Dimensi Perceived usefulness memberikan pengaruh sebesar 31,1% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram, perceived ease of use memberikan pengaruh sebesar 13,1% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram, attitude toward using hanya memberikan pengaruh sebesar 17% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram sedangkan behavioral intention to use memberikan pengaruh sebesar 17,5% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram di Rumah Sakit Bunda Palembang. Evaluasi menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dari berbagai dimensi didapatkan hanya dimensi perceived usefulness yang secara signifikan mempengaruhi penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram di Rumah Sakit Bunda Palembang.
Digital marketing is currently widely used and sought after by business people. The development of increasingly sophisticated technology makes the marketing process easier. The need for digital marketing continues to increase, resulting in hospital businesses using online marketing strategies. Especially during the Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) pandemic, many people avoid visiting hospitals and prefer to use digital-based medical applications. This study is to determine the evaluation acceptance of the use of Digital Marketing on Instagram media using the Technology Acceptance Model (TAM) approach at Bunda Hospital Palembang. TAM is a model that explains the behavior of information technology users based on beliefs, attitudes, intentions, and user behavior relationships. This study is a quantitative study with a cross-sectional survey design. The dimension of Perceived usefulness had an impact of 31.1% on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media. Meanwhile, perceived ease of use had an impact of 13.1% on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media, the attitude toward using had given 17% impact on acceptance of digital marketing use on Instagram media. Meanwhile, behavioral intention to use had given 17.5% impact on acceptance of digital marketing use on Instagram media at Bunda Hospital Palembang. The evaluation by using Technology Acceptance Model (TAM) approach from various dimensions. Perceived usefulness dimension was found significantly affected on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media at Bunda Hospital Palembang.
Read More
B-2323
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdining Ageng Pratikno; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Ivanny Khosasih, Mahendro Prasetyo Kusumo
Abstrak:
Latar belakang: Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara manusia mencari informasi, termasuk layanan kesehatan. Rumah Sakit Yos Sudarso Padang memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran namun masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Tujuan: Penelitian ini mengkaji hubungan antara media sosial dan electronic word of mouth (e-WOM) melalui brand awareness terhadap minat kunjungan pasien di RS Yos Sudarso Padang. Temuan penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling dengan menyebar kuesioner online kepada 100 sampel penelitian yang merupakan konsumen setia (followers) akun media sosial (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook) dari Rumah Sakit Yos Sudarso Padang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil: Hasil analisis melihatkan adanya hubungan yang signifikan antara media sosial dan brand awareness, serta antara media sosial dan minat kunjungan. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dan brand awareness, serta antara e-WOM, brand awareness, dan minat kunjungan secara bersama-sama. Meskipun begitu, terdapat hubungan yang signifikan antara e-WOM dan minat kunjungan, serta antara brand awareness dan minat kunjungan. Kesimpulan: Berdasarkan temuan ini, Rumah Sakit Yos Sudarso Padang dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat utama untuk meningkatkan minat kunjungan pasien dan memperkuat kesadaran merk calon pasien.

Background: The development of technology and social media has transformed how people seek information, including healthcare services. Yos Sudarso Hospital in Padang utilizes social media as a marketing tool but still faces challenges in increasing patient visits. This study examines the relationship between social media and electronic word of mouth (e-WOM) through brand awareness on patient visit interest at Yos Sudarso Hospital Padang. The findings are expected to develop more effective marketing strategies to increase patient visits. Methodology: This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach and purposive sampling technique, distributing online questionnaires to 100 research samples who were loyal consumers (followers) of RS Yos Sudarso Padang's social media accounts (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook). Data analysis was conducted using Partial Least Square (PLS). Results: The analysis confirmed a significant relationship between social media and brand awareness, as well as between social media and visit intention. However, there was no significant relationship between and brand awareness, as well as between e-WOM, brand awareness, and visit intention together. Nevertheless, there was a significant relationship between e-WOM and visit intention, as well as between brand awareness and visit intention. Conclusion: Based on these findings, Yos Sudarso Hospital Padang can develop more effective marketing strategies by leveraging social media as a primary tool to increase patient visit interest and strengthen brand awareness among potential patients.
Read More
B-2463
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widia Hitayani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Artha Prabawa, Supriyantoro, Devi Novianti Santoso
Abstrak:
RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya melakukan implementasi SIMRS GOS 2 untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kinerja. Penerimaan penggunaan SIMRS merupakan penentu dalam kesuksesan implementasi. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan pengguna SIMRS GOS 2 terbanyak di rumah sakit, sehingga dianggap perlu untuk menganalisis penerimaannya. Analisis penerimaan pengguna dilakukan berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) dalam penelitian kuantitatif berdesain cross sectional. Responden penelitian sebanyak 265 tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUD dr Doris Sylvanus. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan Structural Equation Model (SEM).Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan langsung yang positif dan terbukti secara statistik antara persepsi kemudahan dengan persepsi manfaat. Persepsi manfaat memiliki hubungan yang positif dengan sikap. Sikap memiliki hubungan positif dengan niat menggunakan. Niat menggunakan memiliki hubungan positif dengan penggunaan SIMRS GOS 2 secara nyata. Hubungan tidak langsung dan positif didapatkan antara persepsi manfaat dengan niat menggunakan melalui sikap.Tidak didapatkan hubungan langsung antara persepsi kemudahan dengan sikap, demikian pula antara persepsi manfaat dengan niat menggunakan SIMRS GOS 2 oleh para tenaga medis dan tenaga kesehatan di RSUD dr Doris Sylvanus.

RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya implemented SIMRS GOS 2 to improve efficiency, effectiveness, and performance. Acceptance of the use of SIMRS is decisive in successful implementation. Medical personnel and health workers are the most users of SIMRS GOS 2 in hospitals, so it is considered necessary to analyze their acceptance. User acceptance analysis was conducted based on the Technology Acceptance Model (TAM) in quantitative research with a cross sectional design. The respondents of the study were 265 medical personnel and health workers of Dr. Doris Sylvanus Hospital. The analysis was carried out with univariate tests and the Structural Equation Model (SEM). The results of the study found that there was a positive and statistically proven direct relationship between the perception of convenience and the perception of benefits. The perception of benefits has a positive relationship with attitude. Attitude has a positive relationship with intent to use. The intention to use has a positive relationship with the real use of SIMRS GOS 2. An indirect and positive relationship is obtained between the perception of benefits and the intention to use through attitude. There is no direct relationship between the perception of convenience and attitude, nor between the perception of benefits and the intention to use SIMRS GOS 2 by medical personnel and health workers at Dr. Doris Sylvanus Hospital.
Read More
B-2364
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruliando Hasea Purba; Pembimbing: Heru Kusumanto; Penguji: Hendrianto Trisnowibowo, Dumilah Ayuningtyas, Boyke Dian Nugraha, Gatot Sutono
Abstrak:

Klinik Pasutri pada saat ini sedang mengembangkan layanan kesehatan melalui internet yang pada saat ini telah banyak digunakan oleh klinik-klinik online. Layanan kesehatan ini meliputi layanan Artikel, konsultasi kesehatan melalui E-mail dan chatting.Untuk dapat melayani masyarakat melalui internet butuh banyak persiapan yang meliputi kesiapan Teknologi, Sumber daya manusia, keuangan dan Manajemen serta organisasi yang cocok untuk mengelola layanan ini. Sehubungan banyaknya persiapan dalam menyediakan layanan ini, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Klinik Pasutri dalam memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dengan customer, serta mengenali permasalahan yang ada, dan sekaligus mencari cara pemecahan masalah yang tepat.Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan mengadakan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan mengadakan wawancara mendalam (indeph interview) terhadap petugas yang berkaitan dengan layanan kesehatan melalui internet ini di Klinik Pasutri.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dibalik persiapan yang sudah dilaksanakan oleh Klinik Pasutri masih ada kekurangan-kekurangan yang masih harus dibenahi baik dalam manajemen, teknologi, sumber daya manusia serta keuangan.


 

Health Clinics nowadays are using internet online as a tool to help community in health services. Pasutri Clinic, one of health clinics is also developing in health services via internet. These health services are consist of article service and health consultation via E-mail and chatting.For community services via Internet, they need more preparation and readiness of technology, human resources, financial, management and suitable organization. Related in preparing these services, therefor this research has intend for knowing how ready Pasutri Clinic in using internet as a communication media with customers and also knowing its problem plus to End out the right solution.This research is a descriptive study with using a qualitative approach. Qualitative method is made by in-depth interview with person in charged who relate with health service via intemet in Pasutri Clinic.We got the result and make our conclusion from this research that preparation which has been done by Pasutri Clinic still find out many of lacks and has to straighten out by management,technology, human resource and finance.

Read More
B-647
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Syaw`dini P; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Sandi Iljanto, Nurmaini Hasibuan
S-6919
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Mardiati; Pembimbing:Anhari Achadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Purnawan Junadi, Avicena M Iqbal, Supriyantoro
Abstrak:
Menurut Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Usaha menyatakan bahwa tahun 2020 semua rumah sakit di Indonesia harus sudah menerapkan green hospital, namun di lapangan belum semua rumah sakit yang mengimplementasikan green hospital atau terimplementasi dengan persentasi yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan RSIA Assalam dalam penerapan green hospital berdasarkan pedoman green hospital dari Kementerian Kesehatan tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti melakukan analisis kesiapan rumah sakit menuju green hospital dengan menggunakan pedoman green hospital Kementerian Kesehatan. Penilaian kesiapan green hospital dilakukan dengan skoring self assessment green hospital Kementerian Kesehatan. Dilakukan juga wawancara dan kuisioner ke informan eksternal (pasien) untuk menilai green hospital bagi pengguna. Lokasi penelitian di RSIA Assalam, Cibinong, Kabupaten Bogor yang merupakan rumah sakit khusus ibu anak tipe C. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa implementasi green hospital di RSIA Assalam secara keseluruhan mencapai total 50%, dengan perincian kepemimpinan 50%, lokasi dan landscape 50%, bangunan RS 71%, pengelolaan bahan kimia dan B3 54%, pengelolaan limbah 71%, efisiensi energi 7%, efisiensi air 33%, kebersihan lingkungan dan sektor penyakit 80%, pengelolaan makanan 80%, kualitas udara 40%, inovasi lain terkait green hospital 0%, penghargaan bidang kesehatan lingkungan lainnya 0%. Elemen yang memiliki persentase paling tinggi adalah elemen kebersihan lingkungan dan sektor penyakit dan elemen pengelolaan makanan, sedangkan elemen yang memiliki persentase terendah adalah elemen inovasi lain terkait green hospital dan elemen penghargaan bidang kesehatan lingkungan lainnya. Berdasarkan status keberlanjutan pengelolaan lingkungan menuju green hospital maka RSIA Assalam berada di posisi brown hospital (kurang berkelanjutan) yakni usaha atau kegiatan pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan. 

According to the Indonesian Ministry of Health, the Directorate General of Business Development stated that all hospitals in Indonesia must implement green hospitals by 2020, but in the field not all hospitals have implemented green hospitals or implemented with a low percentage. The purpose of this study was to analyze the readiness of RSIA Assalam in implementing a green hospital based on the green hospital guidelines from the Ministry of Health in 2018. This study uses a qualitative research approach with a case study method. Researchers analyzed the readiness of hospitals towards green hospitals using the Ministry of Health's green hospital guidelines. Assessment of green hospital readiness was carried out by scoring the Ministry of Health's green hospital self-assessment. Interviews were also conducted to external informants (patients) to assess green hospital for users. The research location is RSIA Assalam, Cibinong, Bogor Regency which is a special type C mother and child hospital. After the research was conducted, it was found that the implementation of green hospital in RSIA Assalam as a whole reached a total of 50%, with details of leadership 50%, location and landscape 50%, hospital buildings 71%, chemical and hazardous waste management 54%, waste management 71%, energy efficiency 7%, water efficiency 33%, environmental hygiene and disease sector 80%, food management 80%, air quality 40%, other innovations related to green hospital 0%, other environmental health awards 0%. The elements that have the highest percentage are the elements of environmental hygiene and the disease sector and food management elements, while the elements that have the lowest percentage are other elements of innovation related to green hospitals and other elements of environmental health awards. Based on the sustainability status of environmental management towards a green hospital, RSIA Assalam is in the brown hospital position (less sustainable), namely environmental management efforts or activities required in accordance with statutory provisions or regulations.
Read More
B-2350
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive