Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29235 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Megawati; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Yovsyah, Ni Ketut Susilarini
S-7467
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadhiratul Syaputri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Muammar Muslih, Zakiah
Abstrak: Laporan WHO pada akhir bulan April 2021th menyebutkan bahwa terjadi peningkatan angka kematian COVID-19 dalam 6 minggu secara global dan dalam 3 minggu di regional Asia Tenggara. Sejalan dengan itu, angka kematian COVID-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Laporan kematian akibat COVID-19 juga terus terjadi setiap harinya di Kota Depok berkisar 1-10 kematian per hari. Berbagai studi dari dalam maupun luar negeri menyebutkan bahwa usia, diabetes mellitus, dan hipertensi memiliki asosiasi yang paling kuat terhadap kejadian kematian akibat COVID. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah gejala klinis memodifikasi hubungan antara hipertensi dengan kematian penderita COVID-19. Diketahui bahwa kombinasi antara penderita COVID19 yang hipertensi dan gejala klinis >3 meningkatkan risiko kematian 18 kali (pvalue 0,01) dibandingkan penderita COVID-19 tanpa hipertensi dan gejala klinis ≤3
Read More
T-6156
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Astuti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Bantas, Krisnawati; Rachmawati
S-6293
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firdaus; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Inggariwati
Abstrak:
DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus pertusis yang signifikan pada tahun 2024, dengan 106 kasus terkonfirmasi laboratorium dan insidensi 10,62 per satu juta penduduk, melampaui rata-rata nasional maupun kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi spasial, faktor ekologis wilayah, dan karakteristik klinis kasus pertusis di DKI Jakarta tahun 2024. Desain penelitian menggunakan studi ekologis cross-sectional dengan dua unit analisis: (1) 42 kecamatan daratan sebagai unit analisis ekologis, dan (2) 179 kasus pertusis (106 terkonfirmasi laboratorium dan 73 kasus klinis) sebagai unit analisis individu. Analisis spasial dilakukan menggunakan Global Moran's I dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan matriks pembobot Queen Contiguity (999 permutasi) melalui perangkat lunak GeoDa. Hubungan faktor ekologis dengan insidensi dianalisis menggunakan korelasi Spearman dan regresi Ordinary Least Squares (OLS). Karakteristik klinis kasus dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa Global Moran's I tidak signifikan (I = 0,027; p = 0,231), mengindikasikan distribusi insidensi pertusis bersifat acak secara global. Namun, analisis LISA mengidentifikasi cluster spasial lokal yang bermakna pada 5 kecamatan (11,9%): cluster High-High di Kecamatan Koja (hotspot), cluster High-Low di Gambir (outlier), dan cluster Low-Low di Matraman, Setiabudi, serta Tebet (coldspot). Model OLS terpilih sebagai model akhir (R² = 5,3%) karena seluruh uji diagnostik spasial tidak signifikan, menunjukkan bahwa variabel ekologis yang tersedia memiliki daya penjelas yang terbatas terhadap variasi insidensi antarkecamatan. Pada analisis level individu, regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa gejala apnea dengan atau tanpa sianosis merupakan satu-satunya variabel yang secara independen berhubungan bermakna dengan status konfirmasi laboratorium (AOR = 3,41; 95% CI: 1,01-11,46; p = 0,048). Gejala ini merupakan manifestasi klinis (clinical marker) pertusis berat, bukan faktor risiko kausal, yang secara bermakna membedakan kasus terkonfirmasi laboratorium dari kasus klinis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa distribusi pertusis di DKI Jakarta bersifat heterogen dengan hotspot di kawasan Koja-Cilincing (Jakarta Utara). Penguatan surveilans aktif di wilayah hotspot dan peningkatan kewaspadaan klinis terhadap gejala apnea pada bayi di bawah satu tahun yang tidak pernah divaksinasi merupakan prioritas intervensi yang perlu segera dilaksanakan.

DKI Jakarta experienced a significant surge in pertussis cases in 2024, recording 106 laboratory-confirmed cases with an incidence rate of 10.62 per million population, exceeding both the national average and the Southeast Asian regional rate. This study aimed to analyze the spatial distribution patterns, ecological factors, and clinical characteristics of pertussis cases in DKI Jakarta in 2024. The study employed a cross-sectional ecological design with two units of analysis: (1) 42 mainland subdistricts as the ecological unit, and (2) 179 pertussis cases (106 laboratory-confirmed and 73 clinical cases) as the individual-level unit.  Spatial analysis was conducted using Global Moran's I and Local Indicators of Spatial Association (LISA) with Queen Contiguity weight matrices (999 permutations) using GeoDa software. The association between ecological factors and incidence was examined using Spearman correlation and Ordinary Least Squares (OLS) regression. Clinical characteristics were analyzed using Chi-Square tests and binary logistic regression.  The Global Moran's I was not statistically significant (I = 0.027; p = 0.231), indicating a globally random spatial distribution of pertussis incidence. However, LISA analysis identified significant local spatial clusters in 5 subdistricts (11.9%): a High-High cluster in Koja (hotspot), a High-Low cluster in Gambir (spatial outlier), and Low-Low clusters in Matraman, Setiabudi, and Tebet (coldspots). The OLS model was selected as the final model (R² = 5.3%) as all spatial diagnostic tests were non-significant, indicating that the available ecological variables had limited explanatory power over inter-subdistrict incidence variation.  At the individual level, multivariate logistic regression revealed that apnea with or without cyanosis was the only variable independently associated with laboratory confirmation status (AOR = 3.41; 95% CI: 1.01-11.46; p = 0.048). This symptom represents a clinical marker of severe pertussis, rather than a causal risk factor, that significantly distinguishes laboratory-confirmed cases from clinical cases.  This study concludes that pertussis distribution in DKI Jakarta is spatially heterogeneous with a hotspot in the Koja-Cilincing area (North Jakarta). Strengthening active surveillance in hotspot areas and enhancing clinical vigilance for apnea symptoms in unvaccinated infants under one year of age are priority interventions requiring immediate implementation.
Read More
T-7711
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofi Mardiah; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Mela Hidayat
Abstrak:
Latar Belakang: Masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia masih terbilang cukup tinggi, MMR (Maternal Mortality Rate) di Indonesia sendiri data tahun 2017 mencapai angka 177 per 100.000 kelahiran hidup. Near-miss didefinisikan sebagai ibu hamil atau ibu baru melahirkan (dalam 42 hari setelah terminasi kehamilan) yang jiwanya terancam tetapi berhasil selamat karena pelayanan atau perawatan yang baik atau karena faktor kebetulan. Kejadian near-miss atau nyaris meninggal sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan kesehatan terutama pada masa pandemi.  Pandemi COVID-19 telah menimbulkan implikasi pada berbagai sektor termasuk sektor pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Tujuan: Mengetahui bagaimana hubungan pandemi COVID-19 dengan kejadian near-miss atau nyaris meninggal pada pasien – pasien yang mendapatkan metode persalinan sectio caesarea di rumah sakit Ananda Bekasi periode rawat inap Oktober 2019 – Juni 2020. Metode: Penelitian observasional menggunakan desain kohort retrospektif. Data yang digunakan diambil dari rekam medis pasien – pasien obstetrik di rumah sakit tempat penelitian ini dilakukan. Analisis data dilakukan bertahap, dimulai dari analisis univariat, analisis bivariat, analisis stratifikasi dan analisis multivariat dengan cox regression untuk mengidentifikasi hubungan antar vaiabel. Hasil: Terdapat 46 kasus near-miss (10,48%) dari total sampel penelitian sebanyak 439. Pada Analisa bivariat ditemukan bahwa ibu yang mendapat tindakan sectio caesarea pada masa pandemi COVID-19 memiliki risiko sebesar 1,35 lebih besar untuk mengalami near-miss (RR 1,356 ; 95% CI 0,78 – 2,34) p value 0,272.

Background: The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia remains relatively high. The Indonesia MMR data in 2017 showed that the rate of maternal mortality reached 177 per 100,000 live births. Near-miss is pregnant women or mothers who have recently given birth (within 42 days after termination of pregnancy) with threatening live conditions, but managed to survive due to health service quality or health care or due to accidental factors. Near-miss incidence or near death is greatly influenced by health service quality, especially during the COVID-19 pandemic. The COVID-19 pandemic brings implications to various sectors including the maternal and neonatal health care sector. Objectives: This study aims to find the relation between the COVID-19 pandemic and near-miss incidents or near-death in patients who received the delivery method with sectio caesarea at Ananda Hospital Bekasi, inpatient period from October 2019 to June 2020. Methods: By using a retrospective cohort design, this observatory study analyzed data taken from the medical records of obstetrical patients in some stages, starting with univariate analysis, bivariate analysis, stratification analysis, and multivariate analysis with cox regression to find relationships between variables. Result: This study shows that from the total sample of 439 patients with sectio caesarean, 46 cases are near-miss cases (10.48%). Furthermore, the bivariate analysis shows  that mothers who received sectio caesarean during the COVID-19 pandemic have greater risk (1.35) of experiencing near-miss (RR 1.356; 95% CI 0.78 - 2.34) pvalue 0.272. Kata kunci: Maternal death, near-miss, pandemic COVID-19, section caesarea
Read More
T-6079
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Fitriani; Pembimbing: Bambang Sutrisana, Syahrizal; Penguji: Nugraha Utama Pelupessy
Abstrak: Kanker ovarium adalah salah satu kanker ginekologi yang paling umum terjadi dan menempat urutan ketiga setelah kanker serviks dan kanker uterus. Sebagian besar kasus kanker ovarium
Read More
T-5809
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Susanti Haryoso; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Jeremia Immanuel Siregar
Abstrak:
ABSTRAK
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular utama pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan independen PGK pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Menteng periode 2024–2025. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis elektronik pasien DM tipe 2 di Puskesmas Menteng periode 2024–2025. Sebanyak 462 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian. Analisis dilakukan menggunakan regresi Poisson dengan robust variance untuk memperoleh adjusted prevalence ratio (aPR) dan confidence interval (CI) 95%. Hasil: Sebanyak 338 responden (73,16%) mengalami PGK. Pasien berusia ≥60 tahun memiliki prevalensi PGK 1,46 kali lebih tinggi dibandingkan pasien berusia
ABSTRACT 
Background: Chronic kidney disease (CKD) is one of the major microvascular complications in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM), contributing to increased morbidity and mortality. This study aimed to identify the independent determinants of CKD among patients with T2DM at Menteng Primary Health Center during 2024–2025. Methods: An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted using secondary data from electronic medical records of patients with T2DM at Menteng Primary Health Center during 2024–2025. A total of 462 participants who met the inclusion and exclusion criteria were included in the study. Data were analyzed using Poisson regression with robust variance to estimate adjusted prevalence ratios (aPRs) and 95% confidence intervals (95% CIs). Results: A total of 338 participants (73.16%) had CKD. Participants aged ≥60 years had a 1.46-fold higher prevalence of CKD than those aged
Read More
T-7680
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Maemun; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Adria Rusli
Abstrak: Tujuh puluh delapan juta penduduk dunia terinfeksi Human Immunodefiency Virus (HIV), 39 juta diantaranya meninggal. Tuberkulosis (TB) yang merupakan ko-infeksi terbanyak pada ODHA di Indonesia. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh waktu awal pengobatan ARV terhadap ketahanan hidup pasien ko- infeksi TB-HIV. Desain penelitian kohort retrospektif, dilakukan pengamatan selama satu tahun (365 hari), yaitu pasien ko-infeksi TB-HIV yang naive ARV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode Januari 2011-Mei 2014, berusia ≥16 tahun. Analisis ketahanan hidup menggunakan metode Kaplan-Meier, bivariat dengan Log rank test dan multivariat dengan cox regression. Probabilitas ketahanan hidup kumulatif pasien ko-infeksi TB-HIV yang mendapatkan ARV pada satu tahun adalah 81,5%. Hasil analisis multivariat bahwa pasien ko-infeksi TB-HIV yang mendapatkan pengobatan ARV di fase lanjut berisiko 2,33 kali (95%CI: 1,25-4,33; p=0,008) mengalami kematian setelah dikontrol oleh lokasi infeksi M.tuberculosis. Ko-infeksi TB-HIV telah memperburuk progresivitas, HIV yang menyerang makrofag menyebabkan imunitas (CD4) menurun sehingga berdampak pada ketidakmampuan imunitas melawan kehadiran M.tuberculosis. Maka, segera memulai pengobatan TB dan memulai ARV pada fase intensif (2-8 minggu). Ketahanan hidup pasien ko-infeksi TB-HIV yang mendapatkan pengobatan ARV pada fase intensif lebih besar dibandingkan pada fase lanjut. Mengoptimalkan pengobatan ARV pada fase intensif (2-8 minggu) untuk meningkatkan ketahanan hidup pasien ko-infeksi TB-HIV. Kata Kunci : Antiretroviral, TB-HIV, ketahanan hidup
Read More
T-4543
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Talitha El Zhafira Hadi; Pembimnbing: Helda; Penguji: Nurhayati Adnan, Alfons M. Letelay, Suyono
Abstrak:
Angka mortalitas HIV/AIDS hingga saat ini masih menjadi permasalahan kompleks di tingkat global, terutama pada negara berkembang. Terapi Antiretroviral (ARV) menjadi salah satu bentuk pencegahan berkembangnya kasus HIV menjadi AIDS. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ODHA yang telah memulai terapi ARV pun masih berisiko tinggi untuk mengalami kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan terapi antiretroviral terhadap kejadian mortalitas pada pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Tangerang periode tahun 2006 – 2022. Desain studi yang digunakan adalah kohort restrospektif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 924 pasien yang diobservasi melalui rekam medis pasien. Kelompok exposed yaitu 510 pasien yang patuh terapi ARV dan kelompok non-exposed yaitu 414 pasien yang tidak patuh terapi ARV. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa probabilitas kumulatif survival dan median survival time secara keseluruhan adalah 52,3% dan 7 tahun. Rata-rata waktu pengamatan survival pada tahun ke 8 dan median survival time pada tahun ke 7 pengamatan. Selain itu, diketahui pula terdapat pengaruh antara kepatuhan terapi ARV terhadap kejadian mortalitas pasien HIV/AIDS dengan nilai adjHR = 1,71 (95% CI: 0,03 - 3,18) setelah mengendalikan variabel usia dan infeksi oportunistik. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dan pertimbangan dalam meningkatkan kepatuhan ODHA dalam menjalankan terapi ARV di kemudian hari supaya tren kematian dapat ditekan.

The mortality rate of HIV/AIDS is still being a complex problem at the global level, especially in developing countries. Antiretroviral Therapy (ARV) is one form of prevention of the development of HIV cases into AIDS. However, it is undeniable that people living with HIV who have started ARV therapy are still at high risk of death. This study aims to determine the effect of adherence to antiretroviral therapy on the survival of HIV/AIDS patients at General Hospital of Tangerang Regency for the period 2006 – 2022. The study design used a retrospective cohort design. The exposed group was 510 patients who were adherent to ARV therapy and the non-exposed group was 414 patients who were not adherent to ARV therapy. Based on the results of the analysis, it is known that the cumulative probability of survival and median survival time as overall are 52.3% and 7 years. The average survival observation time at year 8 and median survival time at year 7 observation. In addition, it is also known that there is an correlation between adherence to ARV therapy on the mortality incidence of HIV/AIDS patients with adjHR = 1.71 (95% CI: 0,03 - 3,18) after controlling for age and opportunistic infection variables. The results of this study can be a reference and consideration in improving the compliance of PLHIV in carrying out ARV therapy in the future so that the mortality trend can be suppressed.
Read More
T-6670
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azelia Rahmi; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah, Luthfi Gatam
S-6031
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive