Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21730 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kelvin Duta Pamungkas; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Redo Maulana
Abstrak:
Pendahuluan: Kebakaran merupakan salah satu permasalahan yang masih dihadapi di dunia, dimana dampaknya bersifat sangat merugikan. Laboratorium merupakan salah satu sektor dengan risiko kebakaran yang cukup tinggi akibat adanya potensi penggunaan material dan bahan kimia yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem keselamatan kebakaran yang sudah diterapkan di laboratorium PT. X pada tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif observasional yang menganalisis empat komponen utama berupa sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen tanggap darurat. metode pengumpulan data utama dilakukan melalui observasi yang ditriangulasi dengan mewawancarai laboran sebagai penghuni gedung beserta beberapa informan kunci, serta dengan menelaah dokumen sekunder yang tersedia di lokasi. Hasil: Laboratorium PT. X secara keseluruhan memenuhi 52,11% dimana kinerja tersebut tergolong kurang baik (Pramesti, A. 2024). Dengan dimensi tertinggi diraih pada penerapan sarana penyelamatan jiwa (61.11%) dan dimensi terendah pada penerapan sistem proteksi kebakaran aktif (47,05%). Kesimpulan: Laboratorium PT. X belum mampu memaksimalkan penerapan sistem keselamatan kebakaran yang sesuai dengan standar internasional NFPA. Dibutuhkan adanya upaya untuk memperbaiki sistem yang sudah ada untuk meningkatkan performa sistem keselamatan kebakaran tersebut.

Introduction: Fire remains a critical problem in the world, taking millions of casuality and losses up to billions of dollars. Laboratories using chemicals is one of high fire risk sectors due to usage of flammable and combustible chemicals. This study aims to evaluate PT. X laboratory’s existing fire safety systems at the year 2026. Method: the research design is a qualitative, observational study. Evaluating four main components: active fire protection system; passive fire protection system; means of egress; and emergency response management, in which data is collected primarily from observations and triangulated with interviews and document reviews. Result: Evaluation of PT. X laboratory’s existing fire safety system yielded a result of 52.11%. Based on recent study by Pramesti, A. (2024), the result is still unsatisfactory. The highest result attained from this study is from the performance of the implementation of means of egress (61.11%), while the lowest attained is from the performance of the implementation of active fire protection (47,05%). Conclusion: PT. X’s laboratory hasn’t been able to implement NFPA fire safety standards, and needs immediate action to improve the performance of its existing fire safety system.
Read More
S-12370
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yudhi Indharti; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yulianto S. Nugroho
T-2626
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brilianta Syafi Muhamamd; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji; Fatma Lestari, Pri Agustama
Abstrak:
Kebakaran pada gedung perkantoran bertingkat tinggi merupakan salah satu risiko yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan penghuni, aset, dan kelangsungan operasional perusahaan. PT X merupakan gedung perkantoran bertingkat tinggi yang memiliki aktivitas kerja dengan penggunaan instalasi listrik dan perangkat elektronik yang cukup kompleks, sehingga diperlukan penerapan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran penerapan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang meliputi sistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen kebakaran pada gedung perkantoran PT X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan semi-kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan menggunakan checklist, wawancara, dan telaah dokumen. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada standar NFPA, Permen PU No. 26/PRT/M/2008, dan Permen PU No. 20/PRT/M/2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja sistem manajemen keselamatan kebakaran di PT X memperoleh nilai sebesar 90,5% dan termasuk dalam kategori baik. Sistem proteksi kebakaran aktif memperoleh nilai 89%, sistem proteksi kebakaran pasif 73%, sarana penyelamatan jiwa 100%, dan manajemen kebakaran 100%. Temuan utama terdapat pada aspek proteksi kebakaran aktif dan pasif, terutama terkait inspeksi dan pemasangan APAR, pengujian pompa kebakaran, serta verifikasi fire rating pada elemen proteksi pasif. Secara umum, penerapan sistem keselamatan kebakaran di PT X telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek teknis dan dokumentasi pendukung agar sistem dapat lebih andal dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran.

Fire incidents in high-rise office buildings pose serious risks to occupant safety, company assets, and business continuity. PT X is a high-rise office building with work activities involving complex electrical installations and electronic equipment, making the implementation of an adequate fire safety management system essential. This study aimed to analyze the implementation of a fire safety management system, including fire protection systems, life safety facilities, and fire emergency management in PT X office building. This study used a descriptive analytic design with a semi-quantitative approach. Data were collected through field observation using checklists, interviews, and document review. The assessment was conducted based on NFPA standards, Minister of Public Works Regulation No. 26/PRT/M/2008, and Minister of Public Works Regulation No. 20/PRT/M/2009. The results showed that the overall performance of the fire safety management system at PT X reached 90.5%, categorized as good. The active fire protection system achieved 89%, passive fire protection system 73%, life safety facilities 100%, and fire emergency management 100%. The main findings were identified in the active and passive fire protection aspects, particularly related to fire extinguisher inspection and installation, fire pump testing, and verification of fire rating for passive fire protection elements. Overall, the implementation of the fire safety management system at PT X has been carried out well. However, improvements are still needed in technical aspects and supporting documentation to ensure the reliability of the system during fire emergencies.
Read More
S-12279
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmat Syafrianto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Ahmad Afif Maulidi, Putri Pujianti
Abstrak:
Industri pertambangan memiliki karakteristik profil risiko tinggi yang membutuhkan manajemen risiko proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen risiko pada kegiatan operasional penambangan di PT X Jobsite Y tahun 2026 berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui triangulasi wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko di PT X Jobsite Y secara struktural telah berjalan dengan dukungan dokumen SOP yang lengkap. Namun, tingkat kematangan sistem cenderung berada pada kategori reaktif dan memicu "paradoks kepatuhan SMKP", di mana kelengkapan administratif belum menjamin efektivitas substantif di lapangan. Pada aspek komunikasi, Pembicaraan 5 Menit (P5M) terlaksana konsisten sebagai komunikasi satu arah, tetapi konsultasi dua arah yang partisipatif masih lemah. Penetapan konteks risiko dominan berfokus pada aspek teknis operasional, sementara faktor sistemik dan sosial (seperti beban kerja dan kompetensi) terabaikan, dipengaruhi oleh minimnya pengawas berpengalaman di atas lima tahun. Selain itu, meskipun identifikasi bahaya empiris di lapangan tergolong kuat, formalisasi ke dalam dokumen IBPR dan Job Safety Analysis (JSA) masih lemah serta tidak konsisten menggunakan matriks penilaian formal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya transformasi manajemen risiko dari reaktif menjadi proaktif. Perusahaan disarankan untuk memperkuat mekanisme konsultasi partisipatif, meningkatkan akurasi pengisian instrumen K3 secara kuantitatif, serta memberikan pelatihan terstruktur bagi pengawas mengenai identifikasi faktor risiko sistemik guna membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

The mining industry inherently possesses a high-risk profile that requires proactive risk management. This study aims to analyze the implementation of risk management in mining operational activities at PT X Jobsite Y in 2026 based on the Mining Safety Management System (SMKP) and ISO 31000:2018. This research utilizes a descriptive qualitative approach, with data collected through the triangulation of in-depth interviews, field observations, and document reviews. The results indicate that risk management implementation at PT X Jobsite Y has structurally advanced, supported by a comprehensive set of SOP documents. However, the system's maturity level tends to be reactive, triggering a "compliance paradox of SMKP," where administrative completeness does not necessarily guarantee substantive effectiveness on the ground. In terms of communication, the 5-Minute Safety Talk (P5M) is consistently implemented as an effective one-way communication tool, but participatory two-way consultation remains weak. The determination of risk context dominantly focuses on operational technical aspects, while systemic and social factors (such as workload and competency) are neglected, influenced by the scarcity of supervisors with more than five years of tenure. Furthermore, while empirical hazard identification in the field is robust, its formalization into Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (IBPR) and Job Safety Analysis (JSA) documents remains weak and inconsistent with formal assessment matrices. The conclusion of this study emphasizes the necessity of transforming risk management from reactive to proactive. The company is recommended to strengthen participatory consultation mechanisms, improve the accuracy of quantitative OHS instrument completion, and provide structured training for supervisors on systemic risk factor identification to build a sustainable safety culture.
Read More
T-7639
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syelvira Yonansha; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Syahrul Munir, Adenan
Abstrak: Penulis ingin membahas mengenai evaluasi pelaksanaan audit internal sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang telah berlangsung di PT X selama tahun 2012-2014. Pelaksanaan audit internal ditinjau ulang menggunakan standar internasional, yaitu ISO 19011. Penelitian yang dilakukan ini bersifat deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini melibatkan informan kunci dan informan sebagai sumber data primer melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen pelaksanaan audit pada tahun 2012-2014.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan audit internal sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT belum berjalan dengan baik dan maksimal. Poin utama dari lemahnya pelaksanaan audit internal tersebut adalah implementasi, pemantauan, tinjauan ulang dan perbaikan pada sistem manajemen audit yang dilaksanakan. Perbaikan pada tahap perencanaan dan implementasi menunjukkan poin utama yang harus segera diperbaiki guna meningkatkan kualitas sistem manajemen audit dan bisa mengevaluasi sistem manajemen yang berlangsung di perusahaan dengan lebih baik.
Read More
T-4519
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aurelia Artari Puan Pramesti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Siti Widya Nazhrah
Abstrak:
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda perkeretaapian sebagai transportasi publik di wilayah metropolitan sejalan dengan pentingnya implementasi sistem keselamatan kebakaran di stasiun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem keselamatan kebakaran di Stasiun X yang terdiri dari kinerja sistem proteksi kebakaran, kinerja sarana penyelamatan jiwa, dan kinerja manajemen tanggap darurat. Desain penelitian merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, pengukuran jarak, dan telaah dokumen, lalu dibandingkan dengan standar NFPA. Tingkat kinerja direpresentasikan oleh persentase yang diperoleh dengan membandingkan jumlah komponen yang terpenuhi dengan jumlah komponen yang seharusnya terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja sistem proteksi kebakaran pasif sebesar 100% (Sangat Baik), kinerja sistem proteksi kebakaran aktif sebesar 95% (Sangat Baik), kinerja sarana penyelamatan jiwa sebesar 82.60% (Cukup Baik), dan kinerja manajemen tanggap darurat sebesar 80.64% (Cukup Baik). Secara umum, kinerja sistem keselamatan kebakaran di Stasiun X mencapai 89.56% (Sangat Baik) sehingga Stasiun X telah mengimplementasikan standar NFPA dengan efektif.

The high demand from the community for railway transportation as public transport in metropolitan areas goes hand in hand with the importance of implementing fire safety systems at the stations. This study aims to analyze the fire safety system performance at Station X, which consists of the performance of the fire protection system, the performance of means of egress, and the performance of emergency response management. The research design is descriptive-analytical with a qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, distance measurements, and document reviews, then compared with NFPA standards. The performance level is represented by the percentage obtained by comparing the number of fulfilled components to the total number of components that should be fulfilled. Based on the research findings, the performance of passive fire protection system is 100% (Very Good), the performance of active fire protection system is 95% (Very Good), the performance of means of egress is 82.60% (Adequately Good), and the performance of emergency response management is 80.64% (Adequately Good). Overall, the performance of the fire safety system at Station X reaches 89.56% (Very Good), indicating that Station X has implemented NFPA standards effectively.
Read More
S-11786
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur`aini Attahiroh; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-9040
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Fatmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yulita Tripuruswati
S-5708
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Fatmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yulita Tripuruswati
S-5708
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nugroho Joko; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Deni Andrias, Wayne Satria
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis penerapan sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X pada Tahun 2020 menggunakan Fire Safety Evaluation System (FSES). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X. Disain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan semi kuantitatif. Gedung A dan B merupakan gedung untuk aktifitas perkantoran. Evaluasi dilakukan terhadap 12 safety parameter menurut NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety dangan standar NFPA 101: Life Safety Code. Parameter yang di evaluasi adalah konstruksi gedung, pemisahan bahaya, bukaan vertikal, sprinkler, alarm kebakaran, pendeteksi asap, interior finish, pengendalian asap, akses keluar, jalur evakuasi, koridor/ kompartemen dan program tangap darurat. Analisis tambahan juga dilakukan pada sistem proteksi pasif, sistem proteksi aktif dan sarana penyelamat jiwa pada gedung A dan B. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X masih memenuhi nilai minimum keselamatan kebakaran gedung perkantoran berdasarkan mandatory requirement pada FSES.

This study analysis implementation of fire safety system at A and B buildings PT X in 2020 using Fire Safety Evaluation System (FSES). The purpose of this study was to know the condition of fire safety system at A and B building PT X. The design research was a descriptive with approach to semi quantitative. The building A and B are buildings for office activities. The evaluation was carried out for 12 safety parameters according to NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety with the NFPA 101: Life Safety Code standard. The parameters evaluated are building construction, hazard separation, vertical openings, sprinklers, fire alarms, smoke detectors,  2 interior finish, smoke control, exit access, evacuation routes, corridors/ compartment and emergency response programs. Additional analysis was also carried out on passive protection system, active protection system, and lifesaving facilities in building A and B. The result showed that the implementation of fire safety at A and B building PT X still met the minimum value of fire safety in the office building based on the mandatory requirements in FSES.   

Read More
T-5877
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive