Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35001 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Herman Tuah Sitohang; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Popy Yuniar, Savitri Handayana, Intan Rachmita Sari
Abstrak:
Implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) merupakan bagian dari upaya transformasi digital kesehatan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem rujukan pelayanan kesehatan di Indonesia. Meskipun implementasi SISRUTE telah diwajibkan bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, evaluasi terhadap efektivitas implementasinya, khususnya pada rumah sakit swasta, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi SISRUTE di rumah sakit swasta wilayah Jakarta Barat menggunakan pendekatan Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit) Model untuk menganalisis hubungan aspek manusia, organisasi, dan teknologi terhadap manfaat bersih (net benefit) implementasi sistem. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diadaptasi dari instrumen HOT-Fit dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Sebanyak 183 responden dari 17 rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Barat memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang baik dengan nilai R² sebesar 0,730 pada variabel kepuasan pengguna, 0,872 pada penggunaan sistem, dan 0,800 pada manfaat bersih. Dari sembilan hipotesis yang diuji, enam hipotesis diterima dan tiga hipotesis ditolak. Kepuasan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem (β=0,415; p<0,001) dan manfaat bersih (β=0,570; p<0,001). Struktur organisasi berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem (β=0,425; p<0,001), lingkungan organisasi berpengaruh positif terhadap manfaat bersih (β=0,378; p<0,001), serta kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem (β=0,190; p=0,010) dan kepuasan pengguna (β=0,485; p=0,002). Sebaliknya, dukungan manajemen terhadap penggunaan sistem, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SISRUTE di rumah sakit swasta belum cukup efektif karena masih diperlukan dukungan manajemen dalam meningkatkan penggunaan sisrute dan diperlukan peningkatan kualitas informasi dan kualitas layanan dalam meningkatkan kepuasan pengguna SISRUTE. Kata kunci: SISRUTE, HOT-Fit Model, Evaluasi Sistem Informasi, Rumah Sakit Swasta, SEM-PLS, Kepuasan Pengguna, Manfaat Bersih.

The implementation of the Integrated Referral Information System (SISRUTE) is part of the digital health transformation effort aimed at enhancing the effectiveness and efficiency of the healthcare referral system in Indonesia. Although SISRUTE implementation has been mandated for all healthcare facilities, evaluations regarding the effectiveness of its implementation—particularly in private hospitals—remain limited. This study aims to evaluate the effectiveness of SISRUTE implementation in private hospitals in West Jakarta City using the Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit) model to analyze the relationships between human, organizational, and technological aspects and the net benefits of the system's implementation. A quantitative research with a cross-sectional design was employed. Data were collected via structured questionnaires adapted from the HOT-Fit instrument and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). A total of 183 respondents from 17 private hospitals in West Jakarta City met the criteria for the study sample. The results indicate that the model possesses good predictive capability, with R² values of 0.730 for user satisfaction, 0.872 for system use, and 0.800 for net benefits. Of the nine hypotheses tested, six were accepted and three were rejected. User satisfaction had a positive and significant effect on system use (β=0.415; p<0.001) and net benefits (β=0.570; p<0.001). Organizational structure positively influenced system use (β=0.425; p<0.001), organizational environment positively influenced net benefits (β=0.378; p<0.001), and system quality positively influenced system use (β=0.190; p=0.010) and user satisfaction (β=0.485; p=0.002). Conversely, management support for system usage, information quality regarding user satisfaction, and service quality regarding user satisfaction did not show a significant relationships. The study concludes that the implementation of SISRUTE in private hospitals is not yet sufficiently effective; management support is still required to increase system usage, and improvements in information quality and service quality are needed to enhance user satisfaction.
Read More
B-2631
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Cahya Paramitha; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Popy Yuniar, Purnawan Junadi, Endang Adriyani, Erni Trisnasari
Abstrak:
Layanan kefarmasian di rumah sakit merupakan suatu sistem kompleks dalam berbagai aspek. Dalam Instalasi Farmasi, efisiensi dan efektivitas layanan akan berpengaruh pada kepuasan dan keselamatan pasien. Penggunaan sistem informasi rumah sakit dapat membantu layanan kefarmasian. Rumah Sakit Permata Serdang menggunakan SIMRS Khanza untuk mendukung layanan kefarmasian rumah sakit dengan mengaplikasikan peresepan dan penginputan bahan medis habis pakai secara digital. Salah satu model yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan SIMRS adalah menggunakan model HOT-Fit yang dikembangkan oleh Yusof et al (2008) yang menempatkan aspek human (manusia), organization (organisasi), technology (teknologi) dan bagaimana ketiga aspek tersebut mempengaruhi manfaat (net benefit) dalam implementasi sebuah sistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran evaluasi dan implementasi penggunaan SIMRS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Permata Serdang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data pada 56 responden. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SEM-PLS, penggunaan sistem (p=0,000) dan kepuasan pengguna (p=0,031) dari aspek human berhubungan dengan net benefit, kualitas sistem dari aspek technology memiliki hubungan bermakna dengan aspek human, sedangkan aspek organization baik struktur maupun lingkungan organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap net benefit. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan mengevaluasi feedback dari user untuk menerapkan format sesuai kebutuhan pengguna, investasi dalam infrastruktur IT, serta pembentukan tim IT

Pharmaceutical services in hospitals constitute a complex system in various aspects. In the Pharmacy Installation, the efficiency and effectiveness of services will affect patient satisfaction and safety. The use of hospital information systems can assist pharmaceutical services. Permata Serdang Hospital uses the Khanza Hospital Management Information System (SIMRS) to support pharmaceutical services by applying digital prescription and inputing disposable medical materials. One model used to evaluate the success of SIMRS is the HOT-Fit model developed by Yusof et al. (2008), which places emphasis on the human, organization, and technology aspects and how these three aspects influence the net benefit in the implementation of a system. The purpose of this study is to understand the evaluation and implementation overview of SIMRS usage in the Pharmacy Installation at Permata Serdang Hospital. This research is a cross-sectional study using a questionnaire as a data collection instrument on 56 respondents. Based on data analysis using SEM-PLS, system usage (p=0.000) and user satisfaction (p=0.031) from the human aspect are related to net benefit; system quality from the technology aspect has a significant relationship with the human aspect, whereas the organization aspect, both structure and organizational environment, does not have a significant effect on net benefit.Recommendations include evaluating user feedback to implement formats according to user needs, investing in system quality in internet networks, software, and hardware supporting SIMRS, and forming the IT team.
Read More
B-2535
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Azwar; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Tris Eryando, R. Sutiawan, Maria Fransisca Antonelly Schoggers, Bambang Suberkah
Abstrak: Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, profesionalisme, kinerja, serta akses dan pelayanan pada rumah sakit. Informasi pada sistem tersebut digunakan oleh manajemen rumah sakit sebagai alat pendukung dalam pengambilan keputusan dan administrasi di rumah sakit. Evaluasi SIMRS diperlukan untuk memahami kinerja sistem agar dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan dan biayanya, serta untuk menentukan keamanan dan efektivitas SIMRS. Keberhasilan implementasi SIMRS dipengaruhi oleh faktor manusia, faktor lingkungan, dan faktor teknologi. Metode evaluasi manfaat SIMRS terhadap faktor manusia, organisasi, dan kesesuaian teknologi (HOT-Fit) mampu dan berguna dalam melakukan studi evaluasi SIMRS secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi SIMRS yang dianalisis menggunakan model Human Organization Technology (HOT) ? Fit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Muhammad Jamaludin I. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih dengan cara purposive sampling sebanyak 6 orang, terdiri dari 5 orang yang berasal dari unit pelayanan dan 1 orang dari staf Informasi dan Teknologi (IT) di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan secara umum implementasi penerapan SIMRS di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I telah berjalan baik dengan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Faktor Manusia menunjukkan bahwa penggunaan SIMRS telah bejalan baik dan kepuasan pengguna dirasakan terhadap sistem, namun masih dirasakan kurang dalam hal pemberian pelatihan kepada seluruh pengguna. Faktor Organisasi menunjukkan bahwa struktur organisasi dan lingkungan telah mendukung untuk pelaksanaan SIMRS, tetapi belum ada jadwal pemeliharaan rutin dan antivirus pada komputer dan jaringan SIMRS, dan kurangnya perangkat komputer serta belum ada Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk pelaksanaan SIMRS di unit-unit. Faktor Teknologi pada kualitas sistem masih terkendala gangguan koneksi jaringan akibat kendala sinyal internet dan belum dimanfaatkannya fitur keamanan, kualitas informasi yang dihasilkan telah sesuai dengan kebutuhan pengguna, dan kualitas layanan yang diberikan telah dirasakan baik namun belum disebarnya panduan dan buku pedoman penggunaan SIMRS di unit-unit. Faktor Manfaat SIMRS telah menunjukkan adanya efektivitas dan efisiensi bagi pengguna dan rumah sakit dalam pelaksanaannya. RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I disarankan untuk membuat SPO dan menambah perangkat komputer dalam pelaksanaan SIMRS, meningkatkan pelatihan dan membagikan modul penggunaan SIMRS kepada seluruh pegawai di unit, serta menerapkan sistem keamanan di SIMRS.
Hospital Management Information System (SIMRS) implementation aims to improve efficiency, effectiveness, professionalism, performance, access and services at hospitals. Information on the system is used by hospital management as a supporting tool in decision making and administration at the hospital. SIMRS evaluation is needed to understand system performance in order to help improve the quality of care and costs, as well as to determine the safety and effectiveness of SIMRS. Successful implementation of SIMRS is influenced by human factors, environmental factors, and technological factors. Evaluation method of the SIMRS benefits on human factors, organization, and technology suitability (HOT-Fit) is capable and useful in conducting a comprehensive SIMRS evaluation study. The purpose of this study was to find out the results of SIMRS implementation with analyzed using the Human Organization Technology (HOT) ? Fit model at the Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital. This research method was a qualitative research with a descriptive approach. Informants were selected by purposive sampling as many as 6 people, consisting of 5 people from the service unit and 1 person from Information and Technology (IT) staff at the hospital. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation, and document review. The results of the study found that in general the implementation of SIMRS at Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital has been going well with several obstacles encountered in its implementation. Human factors indicate that the use of SIMRS has been running well and user satisfaction have been felt with the system, but there is still a lack of training in providing training to all users. Organizational factors indicate that the organizational structure and environment have supported the implementation of SIMRS, but there is no routine maintenance schedule yet and no antivirus on SIMRS computers and networks, and there is a less of computer equipment and there is no Standard Operating Procedure for SIMRS implementation in units. Technological factors, system quality is constrained by network connection disturbances caused by internet signal problems and the security features has not utilized, the quality of information is in accordance with user needs, the quality of service has be perceived as good but the guidelines and manuals for the use of SIMRS in units have not been disseminated. SIMRS Benefit Factor has shown effectiveness and efficiency for users and hospitals in its implementation. Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital recomended to make an SOP and add computer equipment number in the implementation of SIMRS, improve training and distribute SIMRS usage modules to all employees in the unit, and implement a security system in SIMRS.
Read More
B-2326
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raymond Surya Tan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Dian Ekawati, Iing Ichsan Hanafi
Abstrak:
Latar Belakang:. Rekam medis elektronik (RME) merupakan teknologi informasi yang bertujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan mengakses data dalam sistem informasi manajemen RS. Grup RS Hermina mulai menerapkan RME paling pertama pada November 2022. Untuk menjaga keberlangsungan serta meningkatkan pengembangan RME, grup RS Hermina perlu melakukan analisis implementasi RME. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penggunaan RME di grup RS Hermina. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang di grup RS Hermina selama bulan April hingga Mei 2024 dengan melibatkan 49 RS di Indonesia. Terdapat 12.429 karyawan tenaga medis yang terdiri dari bidan/ perawat, dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis, 149 karyawan direksi/ manajemen RS, dan 277 karyawan rekam medis. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner Human Organization Technology net benefit (HOT-fit) digital sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden pengguna diambil dengan proportional sampling. Sampel responden pengguna terdiri dari bidan/ perawat, dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis sebanyak 200 orang. Sampel responden manajemen diambil dengan total sampling yaitu sebesar 149 orang. Sementara itu, seluruh perwakilan responden rekam medis dari masing-masing RS Hermina diambil untuk mengetahui widget mana yang masih dikerjakan secara manual. Data yang diperoleh dilakukan analisis univariat, bivariat, hingga multivariat dengan kemaknaan p<0,05. Penelitian ini telah lolos dari komite etik riset FKM UI. Hasil: Kuesioner HOT-fit modifikasi dilakukan uji validitas dengan hasil seluruh pernyataan valid dan reliabel. Setelah dilakukan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan responden yang berpartisipasi dalam penelitian ialah 392 responden. Dari sisi pengguna, sebagian besar memberikan respon positif (>50% setuju atau sangat setuju) pada pernyataan yang ada di faktor manusia, organisasi, teknologi, dan manfaat dari implementasi RME. Hasil analisis multivariat menunjukkan ketiga faktor memiliki hubungan bermakna dengan manfaat efektivitas RME. Pada manajemen, terdapat 34 responden yang melakukan pengisian kuesioner. Hasil jawaban manajemen menunjukkan respon positif (>50% setuju atau sangat setuju) pada pernyataan yang ada di faktor organisasi, teknologi, dan manfaat dari implementasi RME). Diskusi: Implementasi RME di grup RS Hermina dapat dikatakan efektif dilihat dari cara mendapatkan informasi lebih cepat dan efisien, mengurangi angka kesalahan penulisan diagnosis, kemudahan konsultasi, alat legal untuk klaim BPJS, serta meningkatkan keamanan data pasien. Dari hasil penelitian, hal yang dapat ditingkatkan meliputi RME dikurangi tingkat error melalui alokasi dana untuk peningkatan jaringan dan perlu standar prosedur operasional jika terjadi kendala RME. Selain itu, tampilan menarik, sederhana, dan mudah digunakan dapat diperbaiki melalui adanya focused group discussion antara pengguna dengan vendor penyedia RME. Kesimpulan: Implementasi RME di grup RS Hermina sudah efektif dan ketiga faktor baik faktor manusia, organisasi, maupun terknologi memiliki hubungan dengan efektivitas RME. Kuesioner HOT-fit modifikasi ini dapat digunakan untuk menilai analisis implementasi RME di masing-masing grup RS Hermina.

Background: Electronic medical record (EMR) is an information technology for collecting, saving, processing, and accessing data in hospital management information system. The Hermina Hospital Group began implementing EMR firstly in November 2022. To maintain sustainability and enhance the EMR development, the Hermina Hospital Group needs to conduct an analysis of EMR implementation. Objective: This study aims to analyze the implementation of EMR usage in the Hermina Hospital Group. Methods: This study used a a cross-sectional method in the Hermina Hospital Group from April to May 2024 involving 49 hospitals around Indonesia. There were approximately 12,429 medical staffs consisting of midwives/nurses, general practitioners, dentists, and specialists, 149 hospital management/ director staffs, and 277 medical record staffs.. The study was carried out through the distribution of the modified Human Organization Technology Net Benefit (HOT-fit) digital questionnaire according to inclusion and exclusion criteria. User respondent samples were taken using proportional sampling. User respondent samples consisted of 200 midwives/nurses, general practitioners, dentists, and specialists. Management respondent samples were taken with a total sampling of 149 people. Meanwhile, all representative respondents of medical records from each Hermina Hospital were taken to determine which widgets were still being manually processed. Data obtained were analyzed univariately, bivariately, and multivariately with significance p50% agree or strongly agree) to the statements in the human, organizational, technological, and benefits factors of EMR implementation. Multivariate analysis showed that these three factors had a significant relationship with the effectiveness benefits of EMR implementation. In management, there were 34 respondents who completed the questionnaire. The management response results showed positive responses (>50% agree or strongly agree) to the statements in the organizational, technological, and benefits factors of EMR implementation. Discussion: The implementation of EMR at Hermina Hospital Group can be considered effective based on quicker and more efficient information retrieval, reduced diagnostic error rates, ease of consultation, legal compliance for BPJS claims, and enhanced patient data security. Areas for improvement identified from the study include reducing EMR error rates through increased network funding and establishing standard operational procedures for EHR challenges. Additionally, improving user interface attractiveness, simplicity, and usability could be achieved through focused group discussions between users and EHR vendors. Conclusion: EMR implementation at Hermina Hospital Group has been effective with all three factors—human, organizational, and technological—demonstrating a relationship with EHR effectiveness. This modified HOT-fit questionnaire can be used to reproduce for analysis of EMR implementation in each Hermina Hospital group.
Read More
B-2453
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suprihati; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Popy Yuniar, Santi Purna Sari, Teuku Nebrisa Zagladin, Amelia Rahayu
Abstrak:
Implementasi sistem resep elektronik merupakan bagian dari digitalisasi layanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan. Penelitian ini menganalisis implementasi resep elektronik di RS Izza Karawang tahun  2025 menggunakan kerangka HOT-Fit. Fokus analisis mencakup gambaran implementasi resep elektronik berdasarkan aspek human, organization, technology , dan net benefit, serta hubungan antara ketiga aspek HOT terhadap pencapaian net benefit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan desain sequential explanatory, data kuantitatif dilakukan  survei terhadap 71 responden pengguna sistem dan dilakukan analisis dengan metode partial least square-structural equation modeling (PLS-SEM) sedangkan data kualitatif diperoleh dengan wawancara semi terstruktur terhadap 6 informan dan dianalisis dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara variabel human, organization, dan technology terhadap net benefit (p<0,05). Secara kualitatif, teridentifikasi bahwa implementasi sistem resep elektronik di RS Izza Karawang sudah berjalan cukup baik. Keberhasilan implementasi sistem resep elektronik ditentukan oleh sinergi antara teknologi yang andal, dukungan organisasi yang kuat, pengguna yang siap dan puas, serta hasil nyata berupa manfaat sistem. Namun masih terdapatnya kendala seperti kurang optimalnya fitur sistem dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan kapasitas pengguna, memperkuat dukungan organisasi serta mengembangkan infrastruktur teknologi guna mendukung keberlanjutan sistem. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kerangka HOT-Fit efektif dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi resep elektronik.


The implementation of an electronic prescription system is part of the digitalization of health services that aims to improve the efficiency and quality of service. This study analyzes the implementation of electronic prescriptions at Izza Karawang Hospital in 2025 using the HOT-Fit framework. The focus of the analysis includes an overview of the implementation of electronic prescriptions based on human, organizational, technological, and net benefit aspects, as well as the relationship between the three HOT aspects to achieving net benefits.This study uses a mix-method approach with a sequential explanatory design, quantitatively were surveyed on 71 respondents who used  the system and analyzed using the partial least square-structural equation modeling (PLS-SEM) method while qualitative data were obtained through semi-structured interviews with 6 informants and analyzed using thematic analyzis method. The results showed that there was a significant relationship between human, organization, and technology variables on net benefits (p<0,05). Qualitatively, it was identified that the implementation of the electronic prescription systen at Izza Karawang Hospital had been running quite well. The succes of the implementionof the electronic prescription system is determined by the synergy between reliable technology, strong organizational support, ready and satisfied users, and real results in the form of system benefits. However, there are still obstacles such as less than optimal system features and the need for ongoing training. This study also shows that the HOT-Fit framework is effective in explaining factors that influence the succes of e-prescription implementation. 

Read More
B-2527
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pusposari Purwoko; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Artha Prabawa, Dwi Edhityasrini Pratikto
Abstrak:
Rekam medis merupakan berkas yang wajib dimiliki oleh rumah sakit, karena berisi tentang catatan pengobatan pasien di rumah sakit (RS). Saat ini rekam medis di Indonesia telah mengalami perubahan menjadi rekam medis berbasis elektronik dan wajib diimplementasikan paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Beberapa RS telah mengembangkan RME namun implementasinya tidak berjalan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi rekam medis elektronik (RME) menggunakan metode Human, Organization dan Technology (HOT)-Fit di Instalasi Rawat Jalan RS AN-NISA Tangerang. Hubungan antara ketiga variabel tersebut akan dianalisis mengenai kaitannya dengan net benefit penggunaan rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melalui survei. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada hubungan antara teknologi RME dengan pengguna RME, ada hubungan antara teknologi RME dengan organisasi RS, ada hubungan antara organisasi RS dengan net benefit RME, ada hubungan tidak langsung antara teknologi RME dengan net benefit RME melalui organisasi RS, dan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan hubungan antara pengguna RME dengan net benefit RME. Saran dari penelitian ini supaya RS melakukan evaluasi rutin dan melibatkan para pengguna RME dalam pengembangan aplikasi.

Medical records are files that must be owned by hospitals, because they contain records of patient treatment in hospitals. Currently, medical records in Indonesia have changed to electronic-based medical records and must be implemented no later than December 31, 2023. Some hospitals have developed RME but the implementation is not running smoothly. This study aims to evaluate the implementation of electronic medical records (RME) using the Human, Organization and Technology (HOT)-Fit method at the Outpatient Installation of AN-NISA Tangerang Hospital. The relationship between the three variables will be analyzed regarding their relationship with the net benefits of using electronic medical records. This research is a quantitative study with a cross sectional approach through a survey. The data analysis technique uses path analysis to see the relationship between variables. The results illustrate that there is a relationship between RME technology and RME users, there is a relationship between RME technology and hospital organization, there is a relationship between hospital organization and RME net benefits, there is an indirect relationship between RME technology and RME net benefits through hospital organization, and there is no evidence strong enough to prove the relationship between RME users and RME net benefits. The suggestion from this study is for hospitals to conduct regular evaluations and involve RME users in application development.
Read More
B-2386
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Valencia Imelda Triastuti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Tris Eryando, Savitri Handayana , Sunardi
Abstrak:
Tesis ini membahas implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) yang dinilai dari hubungan faktor manusia (human), faktor organisasi (organization), dan faktor teknologi (tekhnology) dengan manfaat bersih (net benefit) dalam kerangka evaluasi sistem model HOT-Fit untuk mendapatkan analisis optimalisasi waktu respon dan gambaran hambatan-hambatannya. Faktor manusia (human) dinilai dari pengaruh penggunaan sistem (system use) dan kepuasan pengguna (user satisfaction). Faktor organisasi (organization) dinilai dari pengaruh struktur organisasi (structure organization), lingkungan organisasi (environment organization), dukungan manajemen (management support). Faktor teknologi (tekhnology) dinilai dari pengaruh kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), dan  kualitas layanan (service quality). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif cross sectional dengan penguatan hasil penelitian dengan mendapatkan informasi melalui metode wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara positif faktor faktor manusia (human), faktor organisasi (organization), dan faktor teknologi (tekhnology) dengan manfaat bersih (net benefit),selain itu juga didapatkan gambaran hambatan implementasi SISRUTE yaitu, beberapa Rumah Sakit Daerah tidak memiliki petugas khusus yang mengoperasikan SISRUTE, kurangnya pemahaman petugas kesehatan terhadap keunggulan SISRUTE dengan sistem informasi rujukan lainnya terkait keamanan data, kurangnya kepatuhan untuk melakukan log in kembali saat akun petugas ter log out  , kualitas sistem yang belum baik karena SISRUTE masih sering eror, fitur yang belum dianggap memudahkan dan terbatas, ketidakseragaman atau ketidaklengkapan informasi yang ditampilkan, belum ada layanan pengguna atau PIC dari pemilik sistem yang dapat dihubungi bila terjadi gangguan, belum ada SOP khusus dalam implementasi SISRUTE, terdapat kanal rujukan lain yang dianggap lebih cepat dan memudahkan

The focuss of this study is the implementation of the Integrated Referral Information System (SISRUTE) as assessed by the relationship between human factors, organizational factors, and technology factors with net benefits within the HOT-Fit system evaluation framework to obtain an analysis of response time optimization and an overview of its obstacles. Human factors are assessed based on the influence of system use and user satisfaction. Organizational factors are assessed based on the influence of organizational structure, organizational environment, and management support. Technology factors are assessed based on the influence of system quality, information quality, and service quality. This research is a quantitative cross sectional study with the strengthening of research results by obtaining information through the interview method. The results show that there is a positive influence of human factors, organizational factors, and technology factors on net benefits. In addition, it was also found that the obstacles to the implementation of SISRUTE are that some Regional Hospitals do not have special officers to operate SISRUTE, a lack of understanding among health workers regarding the advantages of SISRUTE compared to other referral information systems related to data security, a lack of compliance to log back in when the officer's account is logged out, poor system quality because SISRUTE is still often experiencing errors, features that are not considered easy and limited, inconsistencies or incompleteness of information displayed, no user services or PIC from the system owner that can be contacted if there are disturbances, no specific SOPs in the implementation of SISRUTE, there are other referral channels that are considered faster and easier.
Read More
B-2518
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratiwi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, R. Sutiawan, Muhammad Riendra, Asral Hasan
Abstrak:
Pandemi COVID ? 19 menjadi tantangan dalam kapasitas sistem kesehatan dimana sistem kesehatan yang ada harus memastikan pasien COVID ? 19 dapat mengakses layanan kesehatan sekaligus menangani pandemi di masyarakat. Rekomendasi yang dikeluarkan WHO dalam menghadapi tantangan kapasitas sistem kesehatan diantaranya menambah jumlah rumah sakit rujukan dan mengupayakan sistem rujukan yang memadai terhadap lonjakan kasus COVID ? 19. Di Indonesia, pemerintah menggunakan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) dalam rujukan kasus COVID ? 19, meski dalam praktiknya masih bervariasi di berbagai daerah. Penggunaan SISRUTE sebelum COVID ? 19 dinilai masih belum optimal, sementara saat pandemi sangat sedikit pasien COVID ? 19 yang diterima melalui SISRUTE. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran terkait efektivitas penggunaan SISRUTE dalam kasus COVID ? 19 di Semen Padang Hospital sebagai rumah sakit swasta pertama di Kota Padang yang menjadi rumah sakit rujuikan COVID ? 19 selama periode April 2020 hingga Oktober 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data dilakukan dengan analisis data sekunder, wawancara mendalam kepada tujuh orang informan yang dipilih secara purposive sampling dan telaah dokumen. Dari penelitian ditemukan bahwa SISRUTE digunakan oleh dokter umum di UGD dan isolasi COVID ? 19 dan terdapat penggunaan SISRUTE berulang pada pasien yang sama karena penolakan dan rujukan yang tidak direspon. Respon time rujukan via SISRUTE sangat lama disebabkan tidak adanya dokter yang khusus bertugas mengecek SISRUTE dan panjangnya alur konsultasi penerimaan rujukan. Banyaknya penolakan rujukan via SISRUTE disebakan oleh penuhnya ruangan, tidak tersedianya fasilitas seperti kamar operasi dan persalinan khusus COVID, ventilator mekanik dan alat hemodialisa. Kendala dari kualitas SISRUTE yang tidak menampilkan kapasitas dan fasilitas yang tersedia, aplikasi berbasis web sulit dibuka di handphone, perlunya penambahan beberapa fitur serta belum tersedianya pencarian otomatis menyulitkan dalam melakukan rujukan. Penggunaan SISRUTE dalam kasus COVID ? 19 tidak efektif karena kemungkinan pasien diterima lewat SISRUTE jauh lebih kecil dibandingkan dengan pasien datang sendiri ke UGD, respon time yang lama, banyaknya rujukan yang ditolak dan dikaitkan dengan kapasitas yang tidak mampu menghadapi lonjakan kasus COVID-19.

COVID ? 19 pandemic is a challenge in the capacity of the health system where the existing health system must ensure that COVID ? 19 patients can access health services as well as handle the pandemic in the community. Recommendations issued by WHO in facing health system capacity challenges include increasing the number of referral hospitals and seeking an adequate referral system for spikes in COVID-19 cases. In Indonesia, the government uses the Integrated Referral Information System (SISRUTE) in referring cases of COVID-19, even though in practice still varies in different regions. The use of SISRUTE before COVID-19 was considered not optimal, while during the pandemic very few COVID-19 patients were accepted through SISRUTE. Therefore, this study aims to obtain an overview regarding the effectiveness of using SISRUTE in cases of COVID-19 at Semen Padang Hospital as the first private hospital in Padang City to become a referral hospital for COVID-19 during the period April 2020 to October 2021. This research is a qualitative, data collection process was carried out by secondary data analysis, in-depth interviews with seven informants selected by purposive sampling and document review. From the study it was found that SISRUTE was used by general practitioners in the ER and COVID-19 isolation and there was repeated use of SISRUTE in the same patient due to rejection and referrals that did not respond. The response time for referrals via SISRUTE was very long due to the absence of a doctor who was specifically tasked with checking SISRUTE and the length of the consultation flow for receiving referrals. Many rejections of referrals via SISRUTE are caused by full rooms, unavailability of facilities such as special COVID operating and delivery rooms, mechanical ventilators and hemodialysis equipment. Constraints from the quality of SISRUTE which does not display available capacities and facilities, web-based applications are difficult to open on mobile phones, the need to add several features and the unavailability of automatic search makes it difficult to make referrals. The use of SISRUTE in cases of COVID-19 is not effective because the possibility of patients being accepted via SISRUTE is much smaller than patients coming alone to the ER, the response time is long, the number of referrals rejected and is associated with the capacity to be unable to deal with the surge in COVID-19 cases.
Read More
B-2327
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi AriawanPembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Supriyantoro, Prihantoosa Soepradja
Abstrak: ABSTRAK SIM RS di RSU Bali Royal sudah digunakan sejak tahun 2010. Tetapi pemanfaatan SIM RS masih belum optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur efektivitas implementasi SIM RS di RSU Bali Royaldengan menggunakan indikator PIECES ( Performance, Information and data, Economics, Control and security, Efficiency, Service ) di evaluasi dari sisi Informasi yang bisa dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah System Assessment Method. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam ( Indepth Interview ) menggunakan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan telaah dokumen yang telah dilakukan, didapatkan hasil kinerja SIMRS RSU Bali Royal dari sisi informasi berdasarkan performance sudah baik diketahui dari indikator throughput dan respond time, dari information sudah baik bila dinilai dari outputs, inputs serta stored data, secara economics sudah baik, dari cotrolling and security keamanan data masih kurang, dari segi efficiency informasi yang didapatkan di SIMRS sudah baik, dari segi service bahwa SIMRS RSU Bali Royal sudah baik. Saran penambahan server, penerapan elektronik rekam medis, mengintegrasikan sistem dengan peralatan yang ada, adanya log out otomatis dan pemantauan rutin implementasi SIMRS ke seluruh unit. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIM RS ), Efektivitas, Informasi, Metode PIECES. Hospital Management Information System ( HMIS ) in Bali Royal Hospital has been used since 2010. But the utilization of HMIS is not optimal. The purpose of this research is to measure the effectiveness of HMIS implementation in RSU Bali Royal by using PIECES indicator (Performance, Information and Data, Economics, Control and security, Efficiency, Service) from the Information that can be provided by HMIS. The research design is System Assessment Method. Data collection was done by in-depth interviews (Indepth Interview) using interview guidelines. Based on the results of in-depth interviews and data processing, the results is performance of HMIS in Bali Royal in terms of information seen from the performance is good known from the throughput and respond time indicators, from the information is good assessed from outputs, inputs and stored data, economics is good, from controlling and security data security is not good , in terms of information efficiency obtained in HMIS is good, in terms of service that HMIS Bali Royal Hospital is good. Suggestion of server addition, implementation of electronic medical record, integrate system with existing equipment, automatic logout and routine monitoring of HMIS implementation to all units Keyword : Hospital Management Information System (HMIS), effectiveness, Information, PIECES.
Read More
B-1991
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retnany Litarini; Pembimbing: Pujianto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Kurnia Sari, Eko Prijono
Abstrak: Abstrak

Tesis ini menganalisis faktor SDM, faktor teknis (hardware, software, dan koneksi jaringan), faktor saluran komunikasi (proses sosialisasi-pelatihan dan pendampingan), dan faktor manajemen yang berperan dalam keberhasilan sistem informasi manajemen rumah sakit di bagian keuangan RSIJ Cempaka Putih. Tesis ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kendala dari keberhasilan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah faktor SDM tipe Laggard, faktor teknis berupa rumah sakit tidak memiliki source dari software yang digunakan dan saat awal implementasi tidak dilakukan cut-off sehingga informasi yang dihasilkan tidak valid, dan tidak adanya kebijakan manajemen dalam penghargaan dan sanksi. Disarankan agar dilakukan evaluasi terhadap user dan rotasi SDM, menempatkan SDM dengan pendidikan S1, mengerti keuangan akutansi, menguasai Microsoft Office, dan memilki tipe early majority, dilakukan cut-off, membuat kebijakan berupa pemberian penghargaan dan sanksi, serta untuk pengembangan dengan vendor supporting system agar dilakukan pembelian source software.


 This thesis analyzes the human resource factors, technical factors (hardware, software, and network connections), the factor of communication channels (the process of socialization- training and mentoring), and management factors that play a role in the success of hospital information systems management in the financial section of RSIJ Cempaka Putih. This method used is qualitative research. The results showed the constraints for a successful hospital management information system are human resource factor with Laggard type, technical factors in the form of hospitals do not have the source of the software used and the cut-off is not done when initial implementation so that the resulting information is invalid, and the absence management policies in the rewards and punishments. It is recommended that an evaluation of the user and the rotation of human resources is done, placing human resource with undergraduate degree, understands financial accounting, masters Microsoft Office, and has an early majority type, made the cut-off, make policy in the form of rewards and punishments, and for development in order to contract with the vendor, including the purchase source software.

Read More
B-1390
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive