Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38893 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Achmad Huzairi; Pembimbing: Anhari Achadi
S-799
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pimanih; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
T-1056
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiur Riana Katarina Samosir; Pembimbing: Tris Eryando
S-725
Depok : FKM UI, 1993
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermin Suyoso; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi
S-711
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosep Dodi N.; Pembimbing: Lestari Fatma; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Fajar Hadisantoso
S-5961
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Rahmat Abdullah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Hendra, Subkhan, Gilang Andhika Putra
Abstrak:
Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan terjadinya kecelekaan kerja pada bidang konstruksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan kerja pekerja konstruksi pada pekerjaan rigid pavement jalan tol PT XYZ. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 110 yang merupakan pada pekerja konstruksi jalan tol pekerjaan rigid pavement PT XYZ. Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu faktor fisik, faktor emosional dan faktor sosial, sedangkan variabel dependen kelelahan kerja. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, dengan teknik analysis data yaitu univariate dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 84 orang atau 76% mengalami kelelahan ringan, sedangkan sebanyak 26 orang atau 24% mengalami kelelahan sedang. Terdapat hubungan kecenderungan hubungan antara faktor fisik yaitu variabel lama perjalanan dan stres kerja dengan kelelahan kerja. Terdapat kecenderungan hubungan antara faktor emosional yaitu kualitas tidur dengan kelelahan kerja. Terdapat kecenderungan hubungan antara faktor sosial variabel tekanan pekerjaan, komunikasi yang buruk, penindasan dan intimidasi, hubungan rekan kerja, tuntutan pekerjaan dengan kelelahan kerja.

Work fatigue is one of the factors that has the potential to increase the occurrence of work accidents in the construction sector. The aim of this research is to find out what factors are related to construction workers' work fatigue on the job rigid pavement PT XYZ toll road. The research method used is a quantitative method with an approach cross sectional study. The samples taken were 110 who were toll road construction workers rigid pavement PT XYZ. The variables in this study consist of independent variables, namely physical factors, emotional factors and social factors, while the dependent variable is work fatigue. Data collection was carried out by distributing questionnaires, using data analysis techniques, namely univariate and bivariate. The research results showed that 84 people or 76% experienced mild fatigue, while 26 people or 24% experienced moderate fatigue. There is a tendency for the relationship between physical factors, namely the length of travel and work stress variables with work fatigue. There is a tendency for a relationship between emotional factors, namely sleep quality, and work fatigue. There is a tendency for a relationship between social factors such as work pressure, poor communication, bullying and intimidation, co-worker relationships, job demands and work fatigue.
Read More
T-7180
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Murwani; Pembimbing: Izhar M. Fihir
S-638
Depok : FKM UI, 1992
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melly Fadhilah Harahap; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Mila Tejamaya, Devi Dwirantih, Fahmi Syaiful
Abstrak: Di era revolusi industri 4.0, manusia masih berperan penting dalam menghasilkan produksi di beberapa sektor. Namun manusia juga memiliki keterbatasan dari segi fisik, fisiologis maupun psikologis. Ketidakseimbangan tersebut dapat menimbulkan suatu masalah pada tubuh, yaitu gangguan otot dan tulang rangka (gotrak). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor individu, pekerjaan dan psikososial terhadap terjadinya gotrak pada pekerja di area pengepakan PT AS. Jenis penelitian adalah potong lintang dengan responden sebanyak 172 pekerja di area pengepakan. Pada penilaian risiko ergonomi, administrator/supervisor menggunakan ROSA, operator pengepakan menggunakan RULA, helper menggunakan OWAS. Hasil kuesioner didapatkan prevalensi tertinggi pada gotrak 7 hari yaitu leher, bahu dan punggung atas, sedangkan pada gotrak 12 bulan, prevalensi tertinggi yaitu leher dan bahu. Analisis penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan antara gotrak 7 hari dengan sikap kerja membungkuk 1-4 jam dengan nilai OR 2.07 (1.00-4.32), frekuensi angkut beban 21-30 kali/jam dengan nilai OR 8.33 (1.13-61.50) dan tingkat stres ringan dengan nilai OR 2.48 (1.10-5.59). Sedangkan pada gotrak 12 bulan, tuntutan kerja tinggi memiliki hubungan signifikan terhadap gotrak pada pekerja area pengepakan PT AS dengan nilai OR 2.67 (1.19-5.99). Keluhan gotrak pada pekerja di area pengepakan PT AS cukup tinggi (>60%), untuk itu perlu dilakukan perbaikan segera
In the era of the industrial revolution 4.0, humans still being an important role in production in several sectors. But humans also have limitations in terms of physical, physiological, and psychological. This imbalance can cause a problem in the body, namely work musculoskeletal disorders (WMSDS). The purpose of this study was to analyze individual, occupational, and psychosocial factors on WMSDS in workers in the packing area of PT AS. This type of research is cross-sectional with 172 workers in the packing area of PT AS. In ergonomics risk assessment, administrators/supervisors use ROSA, packing operators use RULA, helpers use OWAS. The results of questionnaire showed that the highest prevalence at 7-days WMSDS were neck, shoulder and upper back, while at 12 months, the highest prevalence were neck and shoulder. The analysis of this study found that there was a relationship between 7-days WMSDS with a stooping attitude for 1-4 hours with an OR value of 2.07 (1.00-4.32), the frequency of carrying loads 21-30 times/hour with an OR value of 8.33 (1.13-61.50) and mild level of stress with an OR value of 2.48 (1.10-5.59). Meanwhile, at 12 months of WMSDS, high work demands have a significant relationship with WMSDS in packing area workers of PT AS with an OR value of 2.67 (1.19-5.99). complaints of WMSDS in the packing area of PT AS are quite high (>60%), so it is necessary to repair it immediately
Read More
T-6282
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haris Muzakir; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri, Hendra, Novianto Herupratomo
Abstrak: Risiko kecelakaan dan masalah kesehatan pada pilot akibat kelelahan mempunyaidampak yang sangat besar jika seorang pilot mengambil suatu keputusan dalamsuatu penerbangan. Berbagai penelitian dan laporan kasus membuktikan kelelahanpada pilot masih banyak terjadi. Analisis faktor risiko kelelahan dilakukan untukmengetahui kelelahan pada pilot pesawat komersial. Untuk mengetahui kelelahanpada pilot menggunakan Samn-Perelli Subjective Scale. Studi kasus dilakukan diPT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Jakarta. Penelitian ini menggunakan desainstudi cross-sectional yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabelindependen dan dependen dan diteliti secara bersamaan dalam satu waktu.Peneliti menggunakan instrumen kuesioner dalam mengumpulkan data danmelakukan wawancara berstruktur dengan beberapa pilot. Penelitian inimenganalisis hubungan faktor kelelahan yang tidak terkait dengan pekerjaan danfaktor kelelahan yang terkait dengan pekerjaan dengan kelelahan pada pilot.Perusahaan perlu mempertahankan program yang sudah dijalankan oleh PT.Garuda Indonesia seperti limitasi waktu terbang, waktu tugas serta periode waktuistirahat untuk mengurangi kelelahan pada pilot.Kata kunci: Kelelahan pada pilot
The risk of accidents and health problems in a result of pilot fatigue will bring abig impact on decision making during the flight. Some case studies and reportsprove that pilot fatigue is still occured. Risk factor analysis is conducted to reviewand determine fatigue on pilot. Samn-Perelli subjective scale is being used in thisstudy to determine the fatigue of pilot. Case studies is conducted in PT. GarudaIndonesia (Persero) Tbk., Jakarta. Cross-sectional method is used as a designstudy to review the relationship between the dependent variable at one time.Researchers used a questionnaire instruments to collect data and conductinterviews to several pilots. This research analyze the relationship between fatiguework related factors and fatigue work non-related factors with pilot fatigue.Company needs to maintain the company's program such as as flight and dutytime limitation, rest period to reduce the fatigue.Key words: Pilot fatigue.
Read More
T-4565
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatmah; Pembimbing: Hafizzurrachman
S-667
Depok : FKM UI, 1993
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive