Ditemukan 37615 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Heru Laksono; Pembimbing: Bambang Sutrisna
S-3539
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Stella Tracylia; Pembimbing: Rizka Maulida; Penguji: Trisari Anggondowati, Budi Setiawan
Abstrak:
Read More
Studi terkait mortalitas akibat kanker, khususnya di tingkat lokal, seperti provinsi, masih terbatas dan sebagian besar berfokus pada morbiditas atau prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren mortalitas akibat kanker di Jakarta pada tahun 2017, 2019, 2021, dan 2023 menggunakan desain potong lintang dengan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Analisis univariat dilakukan untuk mengevaluasi tren mortalitas berdasarkan tahun, kelompok usia, jenis kelamin, wilayah, dan sumber pelaporan fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan peringkat kanker utama, di mana kanker trakea, bronkus, dan paru-paru, yang menjadi penyebab kematian tertinggi pada 2017, digantikan oleh kanker payudara mulai 2019. CSDR (Cause Specific Death Rate) kanker utama meningkat sejak 2017, menurun pada 2021, lalu mencapai puncaknya pada 2023. Mortalitas tertinggi terjadi pada kelompok lansia (43,9% – 44,6%) dan dewasa paruh baya (42,8% – 44,7%), dengan perempuan (52,0% – 57,7%) lebih banyak terdampak dibandingkan laki-laki (42,3% – 48%). Jakarta Timur melaporkan mortalitas tertinggi (27,9% – 30,8%), diikuti Jakarta Barat (20,9% – 26,7%), dengan rumah sakit sebagai sumber pelaporan utama (66,2% – 83,7%). Kasus-kasus tereksklusi dalam penelitian ini mencerminkan tantangan dalam pengumpulan dan pencatatan data yang akurat. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas data untuk mendukung kebijakan dan intervensi yang lebih efektif dalam mengurangi beban mortalitas akibat kanker.
Studies related to cancer mortality, especially at the local level, such as provinces, are still limited and mostly focus on morbidity or prevalence. This study aims to analyze cancer mortality trends in Jakarta in 2017, 2019, 2021, and 2023 using a cross-sectional design with data from the Jakarta Provincial Health Office. Univariate analysis was conducted to evaluate mortality trends based on year, age group, gender, region, and the reporting source from healthcare facilities. The results show a change in the ranking of major cancers, where tracheal, bronchial, and lung cancer, which was the leading cause of death in 2017, was replaced by breast cancer starting in 2019. The Cause-Specific Death Rate (CSDR) for major cancers increased since 2017, decreased in 2021, and then peaked in 2023. The highest mortality occurred in the elderly group (43.9% – 44.6%) and middle-aged adults (42.8% – 44.7%), with women (52.0% – 57.7%) being more affected than men (42.3% – 48%). East Jakarta reported the highest mortality (27.9% – 30.8%), followed by West Jakarta (20.9% – 26.7%), with hospitals as the primary reporting source (66.2% – 83.7%). Cases excluded from this study reflect challenges in the collection and recording of accurate data. This study emphasizes the importance of improving data quality to support policies and interventions that are more effective in reducing the cancer mortality burden.
S-11861
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Riskina Tri Januarti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Pembinmbing: Yovsyah, Eulis Wulantari
S-5944
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Thalita Sekar Alya; Pembimbing: Rizka Maulida; Penguji: Lhuri D. Rahmartani, Budi Setiawan
Abstrak:
Read More
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian, terutama di wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta. Namun, kajian mortalitas akibat diabetes melitus berbasis data kematian rutin di tingkat provinsi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tren mortalitas akibat diabetes melitus di Provinsi DKI Jakarta tahun 2020–2025 berdasarkan usia, jenis kelamin, dan wilayah administrasi. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data surveilans kematian Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2020–2025. Sampel penelitian mencakup 17.582 kasus kematian akibat diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan indikator Cause-Specific Death Rate (CSDR) dan 95% confidence interval (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CSDR tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 34,90 per 100.000 penduduk (95% CI: 33,78–36,04), kemudian menurun pada tahun 2022 menjadi 23,81 (95% CI: 22,89–24,75) dan relatif stabil hingga tahun 2025. Kelompok usia ≥70 tahun memiliki angka kematian tertinggi, perempuan cenderung memiliki nilai CSDR sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki meskipun CI beririsan, serta Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara menunjukkan nilai CSDR relatif tinggi. Mortalitas akibat diabetes melitus di DKI Jakarta masih menunjukkan beban kematian yang tinggi, terutama pada kelompok usia lanjut dan wilayah tertentu.
Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases contributing to high mortality rates, particularly in urban areas such as Jakarta. However, studies on diabetes mellitus mortality using routine mortality data at the provincial level remain limited. This study aimed to describe mortality trends due to diabetes mellitus in Jakarta Province from 2020 to 2025 based on age, sex, and administrative region. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach utilizing mortality surveillance data from the Jakarta Provincial Health Office from 2020 to 2025. The study sample consisted of 17,582 deaths due to type 1 and type 2 diabetes mellitus that met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate analysis with the Cause-Specific Death Rate (CSDR) indicator and 95% confidence interval (CI). The results showed that the highest CSDR occurred in 2021 at 34.90 per 100,000 population (95% CI: 33.78–36.04), followed by a decline in 2022 to 23.81 (95% CI: 22.89–24.75), and remained relatively stable until 2025. The ≥70 years age group had the highest mortality rate, females tended to have slightly higher CSDR values than males although the CIs overlapped, and East Jakarta, Central Jakarta, and North Jakarta showed relatively high CSDR values compared with other regions. Mortality due to diabetes mellitus in Jakarta remains a substantial public health burden, particularly among older adults and certain regions.
S-12230
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Natalya Simangunsong; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal Syarif, Lita Renata Sianipar
S-6623
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Refni Rifai; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Rachmadhi Purwana
T-1949
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadiya Eka Suci; ;Pembimbing: Rizka Maulida; Penguji: Lhuri Dwianti Rahmartani, Budi Setiawan
Abstrak:
Read More
Penyakit ginjal kronis meningkat secara global maupun nasional, namun studi terkait mortalitas akibat penyakit ginjal kronis terbatas. Penelitian bertujuan menganalisis tren dan distribusi kematian akibat penyakit ginjal kronis di DKI Jakarta berdasarkan umur, jenis kelamin, wilayah, dan sumber pelaporan selama 2020-2025 dengan desain potong lintang menggunakan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Penelitian menggunakan total sample berjumlah 11.495, dengan minimal 384 sampel per tahun, berupa kematian dengan penyebab dasar penyakit ginjal kronis sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan Crude-Specific Death Rate dengan Confidence Interval 95% menunjukkan angka kematian populasi cenderung meningkat selama periode penelitian, puncak tren terjadi tahun 2024 CSDR 215,8 (CI 95%:207,8-224,8) dengan rumah sakit sebagai sumber pelaporan utama. Kelompok usia ≥60 tahun mendominasi dengan puncak di tahun 2025 CSDR 1014,4 (CI 95%:959,9-1071,2). Angka kematian laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan dengan puncak tren di 2025 CSDR 233,7 (CI 95%:221,0-247,0). Wilayah Jakarta Timur menyumbang jumlah kematian absolut tertinggi, dengan puncak di tahun 2024 CSDR 251,5 (CI 95%:234,1-269,8). Ditemukan 317 data anomali kode menunjukkan inkonsistensi pengkodean diagnosis, dengan puskesmas menyumbang laporan anomali terbanyak. Tren mortalitas penyakit ginjal kronis di DKI Jakarta yang meningkat, terutama pasca-pandemi, serta laporan kasus tidak valid menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan perbaikan kualitas data untuk mendukung efektivitas pengendalian penyakit.
Chronic kidney disease is rising both globally and nationally, yet studies on mortality due to chronic kidney disease remain limited. This study aims to analyse trends and the distribution of mortality rates due to chronic kidney disease in Jakarta, based on age, sex, region, and source of reporting, for the period 2020-2025, using a cross-sectional design and data from the Jakarta Provincial Health Office. The study used a total sample of 11.495, with a minimum 384 cases per year, comprising deaths with chronic kidney disease as the underlying cause, in accordance with the inclusion and exclusion criteria. The results showed that the mortality rate for the entire population tended to increase during the study period, peaking in 2024 at a CSDR of 215.8 (95% CI: 207.8–224.8), with hospitals as the primary source of reporting. The age group ≥60 years dominated, with a peak in 2025 at a CSDR of 1014.4 (95% CI: 959.9–1071.2). Men had a higher mortality rate than women, with the trend peaking in 2025 at a CSDR of 233.7 (95% CI: 221.0–247.0). The East Jakarta region contributed the highest absolute number of deaths, with a peak in 2024 at 251.5 CSDR (95% CI: 234.1–269.8). A total of 317 cases of coding anomalies were identified, indicating inconsistencies in diagnosis coding, with the community health centre accounting for the highest number of anomalous reports. The rising trend in chronic kidney disease mortality in Jakarta, particularly post-pandemic, along with reports of invalid cases, highlights the need for preventive measures and improvements in data quality to support the effectiveness of disease control.
S-12228
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Desfalina Aryani; Pembimbing: Nuning Mari Kiptiyah; Penguji: Helda, Jeanne Uktolseja
S-7715
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Resa Ana Dina; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Moch. Iqbal
S-5814
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Priyanto; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
S-3499
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
