Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26984 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Iman Maanaiya; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf
S-2011
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayati; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
S-3728
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Hapsari K.D; Pembimbing: Sjaaf, Ridwan Z./ Panggeso, Paulus
M-2310
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Nurul Izzah; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Tubagus Dwika Yuantoko
S-12026
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronel Raders Sitompul; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, L. Meily Kurniawidjaja, Samy Awaluddin, Agus Mulyana
Abstrak:
Tesis ini membahas gambaran keluhan musculoskeletal symptoms yang terjadi pada 41 pengemudi professional light vehicle toyota hiace di PT ACD Indonesia Riau selama tahun 2020 untuk mencari penyebab terjadinya keluhan musculoskeletal symptoms yang terjadi dengan menggunakan metode REBA serta NBM tools, penelitian ini juga mencari bagaimana cara mencegah dan mengatasi keluhan yang terjadi kepada pengemudinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif observasional deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menyarankan perusahaan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan resiko ergonomi mengemudi kepada seluruh pengemudinya untuk meningkatkan tingkat awareness mereka terkait dengan keluhan yang dialami serta cara mengatasi nya; kegiatan olahraga rutin sebelum memulai pekerjaan; pertukaran pola kerja; serta perbaikan persyaratan saat melakukan prakualifikasi tender/lelang alat transportasi khusus nya persyaratan untuk kursi pengemudi yang dapat di adjustable naik dan turun serta roda kemudi yang bisa berfungsi tilt steering dan telescopic.

Driving requires high concentration for quick and accurate coordination between eyes, hands, feet and brain; therefore, driving is a job with high risk to experience exhaustion and other health disorders. The aim of this research is to illustrate the effects Musculoskeletal Symptoms (MSS) on drivers, their specific factors, as well as environmental factors towards 41 light vehicles professional drivers in 2020. This research is also a measure of risk levels of posture with REBA method on light vehicle drivers of toyota hiace at PT ACD Indonesia. The research method used is descriptive, qualitative, and observational with quantitative approach which applied to team SMO transportation at PT ACD Indonesia, especially in district of Duri. With this method, the researcher wants to get images of muscles and bones complaints also to figure ergonomic risk level using REBA method. Employee data is analyzed based on age, driving experiences, IMT, workout habit, smoking habits, driving duration, period of employment, work posture, physical and non- physical factors. The results of this research is drivers within the age group of 24-34 years old and period of employment less than 10 years never experience injuries and musculoskeletal complaints. Work pattern 5:2 with driving durations of 3 hours or more work responsibilities show 100% respondents experience musculoskeletal complaints on some of their body parts such as necks, backs, and calves. Drivers who of heights of 161 to 170 cm experience some complaints on their necks. Meanwhile those who work out a minimum three times a week for a minimum of 30 minutes per day dominantly experience musculoskeletal complaints on necks, the bottom of their backs, buttocks/thighs and calves. Based on this study, it is concluded that driving demands with high concentration can cause muscles constraints on their body parts, this can be seen on 90.2% respondents who experience musculoskeletal complaints on their body parts, meanwhile 9.8% do not experience any complaints, with 51.2% experience complaints on necks, 51.2% on the bottom of the backs, 56.1% on buttocks/thighs and 61.0% on calves. whereas, the biggest ergonomic risk level using REBA method while driving is when one has to turn steering wheel and also the dominant posture.

Read More
T-6025
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Medy Ana; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dede Dwicahyo Atmojo
Abstrak: Kelelahan kerja merupakan bahaya yang penting dalam berbagai sektor industri karena dampaknya yang memengaruhi kemampuan pekerja untuk dapat melakukan pekerjaannya dengan aman. Sektor manufaktur, yang umumnya menerapkan sistem produksi 24 jam memiliki risiko kelelahan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan pekerja dan menganalisis faktor-faktor yang dapat memengaruhinya di sektor manufaktur. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan terikat yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini adalah 110 orang pekerja pada bagian produksi di stamping plant milik PT. XYZ. Pengumpulan data akan dilakukan secara subjektif dengan menggunakan kuesioner. Tingkat kelelahan pekerja akan diukur menggunakan subjective self rating test dari ifrc, data kualitas dan kuantitas tidur menggunakan kuesioner pittsburgh sleep quality index, data beban kelelahan akan menggunakan kuesioner nasa-tlx, sedangkan untuk data kebisingan akan menggunakan data sekunder perusahaan. Hasil penelitian didapatkan 47,3% dari seluruh responden mengalami kelelahan terkait dengan durasi kerja, beban kerja, kualitas tidur, dan kuantitas tidur.
Kata kunci: faktor risiko; kelelahan; manufaktur
Read More
S-9802
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuly Astuti; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati
M-1150
Depok : FKM UI, 2002
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evryanti; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati
M-1123
Depok : FKM UI, 2002
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Refianto Setyawan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Lana Saria, Selamat Riyadi
Abstrak:
Sindrom metabolik memiliki dampak yang besar terhadap kondisi kesehatan pekerja, hal ini dapat meningkatkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan serta mengakibatkan hilangnya produktifitas maka perlu dilakukan penelitian faktor risiko sindrom metabolik pada pekerja kantor di PT X yang diharapkan dapat mencegah dan mengendalikan prevalensi sindrom metabolik demi menurunkan risiko sindrom metabolik dikemudian hari. Penelitian ini dilakukan pada pekerja kantor di PT X dengan responden penelitian sejumlah 106 orang selama bulan Februari - Agustus 2020 di Jakarta. PT X merupakan perusahaan enjineering penyedia produk dan jasa dibidang industri otomatis yang memiliki klien beberapa industri proses yang keseharian aktivitasnya lebih banyak di dalam ruangan. Desain studi penelitian ini menggunakan metode cross sectional (potong lintang). Adapun bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen (Faktor risiko individu dan faktor risiko pekerjaan) dengan variabel independen sindrom metabolik. Hasilnya menunjukkan bahwa sebesar proporsi sindrom metabolik sebesar 4,97% yang memiliki komponen kriteria sindrom metabolik tertinggi terdapat pada trigliserida tinggi 20,4%, yang memiliki kadar HDL rendah 14,9% dan memiliki obesitas perut sebesar 14,4%.. yang terdapat 1 gejala kriteria sindrom metabolik sebesar 25,4% dan yang terdapat 2 gejala kriteria sindrom metabolik sebesar 8,3%. Meskipun pada analisis didapat hasil yang tidak signifikan terhadap hubungan faktor individu dan pekerjaan terhadap sindrom metabolik akan tetapi pada beberapa faktor risiko individu seperti Merokok memiliki risiko 3,35 kali lebih besar dibanding tidak merokok, dan Tingkat pendidikan lebih tinggi beresiko 2,44 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan lebih rendah

Metabolic syndrome has a large impact on the health condition of workers, this can increase costs incurred by the company and lead to loss of productivity it is necessary to research the risk factors for metabolic syndrome in office workers at PT X which is expected to prevent and control the prevalence of metabolic syndrome in order to reduce risk factor of metabolic syndrome in future. This research was conducted on office workers at PT X with 106 research respondents during February - August 2020 in Jakarta. PT X is an engineering service provider of the Indusrial Automation that has clients in several process industries whose daily activities are sedentary. The design of this research study uses cross sectional method. The aim is to determine the relationship between the dependent variable (individual risk factors and occupational risk factors) with the independent variable Metabolic Syndrome. The results showed that the proportion of metabolic syndrome is 4,97% which the highest metabolic syndrome component was found in high triglycerides 20,4%, low HDL levels is 14,9% and had abdominal obesity is 14,4%. Which had 1 symptom of metabolic syndrome criteria is 25,4% and which had 2 symptoms of metabolic syndrome criteria are 8,3%. Although the analysis found no significant results on the relationship of individual factors and occupation of the metabolic syndrome, but on some individual risk factors such as smoking have a risk of 3,35 times greater than not smoking, and higher education levels 2,44 times higher risk compared to lower education levels.

Read More
T-5971
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imar Masriah; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7361
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive