Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30316 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Emi Narsih; Pembimbing: Indrawani Yvonne M.
S-3259
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ina Cahya Maulina; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari
S-3345
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memet Slamet; Pembimbing: Alex Papilaya
S-855
Depok : FKM UI, 1995
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmayani John; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti
S-2994
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Rosanti; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Asih Setiarini, Dewi Damayanti
S-7868
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Alpita Silva; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Trini Sudiarti, Sahruna
Abstrak:
Prevalensi wasting di DKI Jakarta mencapai 8% pada tahun 2022. Menurut data SSGI tahun 2022, Jakarta Utara memiliki prevalensi wasting tertinggi sebesar 9,4% (mendekati batas angka 10% masalah gizi kesehatan masyarakat berat) dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta. Usia 24-59 bulan merupakan usia rentan mengalami kejadian wasting karena kebutuhan gizi anak yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan cepat sehingga dibutuhkan asupan gizi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang berhubungan (asupan gizi, penyakit infeksi, karakteristik keluarga, dan karakteristik anak) dan faktor dominan kejadian wasting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik simple random sampling. Subjek penelitian balita usia 24-59 bulan di wilayah Kecamatan Tanjung Priok berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan chi-square dilanjutkan dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian wasting adalah asupan energi (p-value= 0,023), dan asupan lemak (p-value=0,05), sedangkan yang paling dominan adalah asupan energi OR = 4,026 (95%, CI: 1,211-13,385). Perlu adanya deteksi dini dan pencegahan wasting pada anak harus ditingkatkan melalui program pemantauan tumbuh kembang anak pada saat kegiatan penimbangan setiap bulan oleh posyandu dengan dukungan pihak puskesmas.

The prevalence of wasting in DKI Jakarta reached 8% in 2022. According to SSGI data in 2022, North Jakarta has the highest prevalence of wasting at 9.4% (close to the 10% limit for severe public health nutrition problems) compared to other regions in DKI Jakarta. Age 24-59 months is a vulnerable age to experience the incidence of wasting due to the high nutritional needs of children to support rapid growth so that adequate nutritional intake is needed. This study aims to determine and analyze related factors (nutritional intake, infectious diseases, family characteristics, and child characteristics) and dominant factors of wasting incidence in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta 2023. The study used a cross-sectional design with simple random sampling technique. Subjects of research toddlers aged 24-59 months in the District of Tanjung Priok amounted to 188 people. Data was collected through interviews and anthropometric measurements. Data analysis using chi-square followed by logistic regression. The results showed that the factors significantly associated with the incidence of wasting are energy intake (p-value= 0.023), and fat intake (p-value=0.05), while the most dominant is energy intake OR = 4.026 (95%, CI: 1.211-13.385). The need for early detection and Prevention of wasting in children must be improved through a child growth and Development Monitoring program during monthly weighing activities by posyandu with the support of the public health center.
Read More
S-11302
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atika Ramadhani; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Endang L. Achadi, Casilia Meti Dwiriani
Abstrak: KEJADIAN STATUS GIZI LEBIH PADA REMAJA MERUPAKAN MASALAH YANG SUDAH TERJADI DIMANA-MANA. PREVALENSI STATUS GIZI LEBIH PADA REMAJA DI JAKARTA TIMUR LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN DENGAN ANGKA PROVINSI DKI JAKARTA. REMAJA YANG MEMILIKI STATUS GIZI LEBIH DAPAT BERISIKO TERKENA BERBAGAI PENYAKIT DEGENERATIF , MEMILIKI STATUS GIZI LEBIH DIMASA MENDATANG, DAN DAMPAK PALING BURUKNYA, YAITU KEMATIAN DINI. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN KUANTITATIF YANG BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERHADAP STATUS GIZI LEBIH PADA MURID SLTA X DI JAKARTA TIMUR TAHUN 2017. DESAIN PENELITIAN YANG DIGUNAKAN ADALAH DESAIN POTONG LINTANG PADA 130 ORANG RESPONDEN USIA 15-17 TAHUN. METODE PENGAMBILAN DATA YANG DIGUNAKAN ANTARA LAIN PENGUKURAN TINGGI BADAN DAN BERAT BADAN DENGAN MICROTOISE DAN TIMBANGAN DIGITAL, PENGISIAN KUESIONER, DAN PENCATATAN WAKTU MAKAN. ANALISIS STATISTIK YANG DIGUNAKAN ADALAH UNIVARIAT DAN BIVARIAT MENGGUNAKAN UJI CHI-SQUARE. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA 33,8% MURID MEMILIKI STATUS GIZI LEBIH. HASIL ANALISIS BIVARIAT MENUNJUKKAN BAHWA TIDAK ADA HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA VARIABEL INDEPENDEN, YAITU JENIS KELAMIN, ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO, KEBIASAAN JAJAN, PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK, KECEPATAN MAKAN, DAN PERSEPSI CITRA TUBUH DENGAN STATUS GIZI LEBIH. NAMUN, TERDAPAT BEBERAPA VARIABEL YANG MEMILIKI KECENDERUNGAN TERHADAP STATUS GIZI LEBIH, YAITU ASUPAN LEMAK, KEBIASAAN JAJAN, PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK, KECEPATAN MAKAN, DAN PERSEPSI CITRA TUBUH. UNTUK ITU, PERLU ADANYA EDUKASI ATAU PENYULUHUAN MENGENAI CARA MENJAGA STATUS GIZI DAN MENGAPLIKASIKAN PEDOMAN GIZI SEIMBANG.
KATA KUNCI : STATUS GIZI LEBIH, REMAJA
Read More
S-9480
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Manzilla; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ahmad Syafiq, Nazhif Gifari
Abstrak: Dehidrasi merupakan kondisi yang terjadi apabila air yang keluar dari dalam tubuh melebihi air yang masuk ke dalam tubuh. Kejadian dehidrasi pada remaja lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa dan dapat berdampak pada penurunan performa fisik dan kognisi, serta meningkatkan risiko berbagai gangguan atau penyakit.
 
Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status dehidrasi pada murid di SLTA X Jakarta Timur tahun 2017. Data yang dikumpulkan berupa status dehidrasi, konsumsi air, kebiasaan minum, pengetahuan air dan dehidrasi, aktivitas fisik, status gizi dan jenis kelamin. Pengambilan data diukur melalui kuesioner, metode food recall 2x24 jam, pengukuran antropometri, serta pengukuran status dehidrasi melalui warna urin dengan menggunakan Kartu PURI Periksa Urin Sendiri.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 64.2 responden mengalami status dehidrasi dari 134 responden. Berdasarkan uji statistik Chi Square diketahui bahwa terdapat hubungan bermakna antara status dehidrasi dengan konsumsi air dan status gizi. Proporsi kejadian dehidrasi lebih banyak terjadi pada remaja yang memiliki konsumsi air rendah dan status gizi lebih.
 

Dehydration is a condition that happens when the output of water from the body exceeds the body rsquo s water intake. Dehydration happens to adolescents more often than to adults and can contribute in the lowering physical performance and cognition, and may also increase the risk of several disabilities or diseases.
 
This study takes on a cross sectional design in order to know the factors related to dehydration status in SLTA X students, East Jakarta 2017. Data collected in this study includes dehydration status, water intake, drinking habit, knowledge towards water and dehydration, physical activity, nutritional status, and gender. Data was collected using a questionnaire, 2 x 24 hours food recall, anthropometry measures, and measuring dehydration status using PURI cards.
 
Results of this study conclude that 64.2 of the 134 respondents were dehydrated. Furthermore, Chi Square analysis shows that there is a significant relation between water intake and nutritional status. Also, the proportion of dehydration occurs more on adolescents with low water intake and an over nutrition status.
Read More
S-9407
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cornelis Novianus; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sandra Fikawati, Titus Priyo Harjatmo, Puji Heriyanto
Abstrak: Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak dialami khususnyaoleh anak umur sekolah dasar. Kejadian karies gigi pada anak diukur melalui indeks DMFT.Karies gigi berkaitan erat dengan kebiasaan anak SD dalam mengkonsumsi makanankariogenik. Di Kota Serang, jumlah siswa SD yang menderita karies gigi tertinggi yaituberada di wilayah kerja Puskesmas Taktakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuihubungan karakteristik siswa dan perilaku konsumsi makanan kariogenik dengan kejadiankaries gigi pada siswa umur 11-12 tahun di SDN terpilih wilayah kerja Puskesmas TaktakanKota Serang tahun 2015, meliputi karakteristik (jenis kelamin, uang saku, pengetahuan,sikap, pH saliva), perilaku siswa (konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menggosok gigi,cara menggosok gigi yang benar). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di SDN terpilihyang berada di wilayah kerja Puskesmas Taktakan Kota Serang dengan memakai teknikcluster random sampling yaitu SDN Drangong I, SDN I Taktakan, dan SDN Pereng. Hasilpenghitungan besar sampel diperoleh sebanyak 140 orang. Pengumpulan data menggunakankuesioner, pemeriksaan gigi, pengukuran pH saliva dan observasi cara menyikat gigi yangbenar. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, uji bivariat dengan uji Kai Kuadrat,dan multivariat dengan Regresi Logistik. Hasil rekapitulasi indeks DMFT bahwa frekuensiDMFT terbanyak berada pada SDN Drangong I dan SDN Pereng termasuk tingkat keparahankaries gigi tinggi. Sedangkan SDN 1 Taktakan termasuk dalam tingkat keparahan karies gigirendah. Makanan kariogenik yang paling sering dikonsumsi siswa adalah makanankariogeniknya tinggi yang berbentuk padat lengket dan manis. Variabel yang mempunyaihubungan bermakna dengan kejadian karies gigi dengan p value < 0,05 adalah variabel uangsaku, variabel pengetahuan, variabel sikap, variabel kebiasaan menggosok gigi, variabel caramenggosok gigi yang benar, dan variabel konsumsi makanan kariogenik, sedangkan variabelyang tidak memiliki hubungan bemakna dengan kejadian karies gigi dengan p value > 0,05adalah variabel jenis kelamin dan variabel pH saliva. Faktor paling dominan adalah variabelkonsumsi makanan kariogenik berhubungan dengan kejadian karies gigi. Sedangkan variabelpengganggu yaitu variabel kebiasaan menggosok gigi dan cara menggosok gigi yang benar.Saran bagi siswa dapat membawa bekal makanan yang tidak terlalu manis dan lengket, selainpemeriksaan gigi rutin pada semua siswa Puskesmas Taktakan bekerja sama dengan pihaksekolah untuk memberikan penyuluhan kepada orangtua siswa tentang kesehatan gigianaknya terutama mengenai waktu yang tepat untuk anaknya menyikat gigi setelah makanmakanan yang kariogenik.Kata Kunci : Karakteristik Siswa, Karies Gigi, Makanan Kariogenik
Dental caries is one disease the teeth and mouth that many experienced particularly byprimary school children. The incidence of dental caries in children is measured through anDMFT index. Dental caries is closely related to elementary school children in the habitcariogenic foods consumption. In Serang City, the number of students who suffer from dentalcaries highest in the Puskesmas Taktakan working area. This study purpose was to determinethe relationship students characteristics and cariogenic food consumption behavior withdental caries incidence at students aged 11-12 years Selected the State Elementary School AtThe Puskesmas Taktakan working area Serang city 2015 include characteristics (gender,pocket money, knowladge, attitude, salivary pH), student behavior (cariogenic foodconsumption, tooth brushing habits, tooth brushing method). The method used in this study isusing Cross Sectional design. Research conducted at Selected The State Elementary Schoolslocated in the Puskesmas Taktakan working area serang city using cluster random samplingtechniques that is Drangong I State Elementary School, Taktakan I State Elementary Schooland Pereng State Elementary School Calculation results of the samples Size about 140people. Data collection using questionnaires, examination of teeth, salivary pH measurementand correct brushing method. Data was analyzed using univariate analysis, Bivariate with ChiSquare Test and multivariate with Regresi Logistic test. DMFT index recapitulation thatfrequency is the highest DMFT on Drangong And Pereng I State Elementary School andPereng State Elementary School while Taktakan I State Elementary School including theseverity of dental caries low Cariogenic foods most frequently consumed foodskariogeniknya students is high and sweet sticky solid. that have a significant relationship withthe dental caries incidence by p value < 0,05 is pocket money, knowladge, attitude,cariogenic food consumption, tooth brushing habits, tooth brushing method and whereasvariables that do not have a significant relationship with the dental caries p value > 0,05 isincidence is gender, salivary pH. The most dominant factor is cariogenic food consumptionvariable associated with the dental caries incidence. While the confounding variable is thetooth brushing habits variable, tooth brushing method variable. suggestion for students canbring food that is not too sweet and sticky, Routine dental examinations on all studentPuskesmas Taktakan cooperate with the school to provide counseling to parents about theirdental health, especially regarding the right time to brush her teeth after eating cariogenicfoods.Keyword : Students Characteristics, Dental Caries, Cariogenic Food.
Read More
T-4322
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Sulistyorini; Pembimbing: Kusharisupeni
S-3655
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive