Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39379 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ari Putera Negara; Pembimbing: Pujiyanto
S-3777
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ririk Rikmaya; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Pujiyanto; Ondrio Nas
S-6378
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochammad Wahyu Hidayat; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Sinom Priyanti
S-9309
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nayla Keisha Putri Aribowo; Pembimbing; Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan keganasan dengan beban kasus tertinggi pada perempuan dan penatalaksanaannya banyak bertumpu pada kemoterapi intravena. Standar internasional mengarahkan pemberian kemoterapi intravena pada layanan rawat jalan karena dinilai aman dan efisien, namun praktik di Indonesia masih banyak menunjukkan pemberian melalui rawat inap, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah pemilihan rawat inap didasari indikasi klinis atau faktor lain di luar kebutuhan medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat layanan kemoterapi intravena pada pasien kanker payudara di FKRTL berdasarkan rawat jalan dan rawat inap serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya dalam sistem JKN tahun 2024. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Data sekunder bersumber dari Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2025 periode pelayanan 2024 dengan teknik total sampling, mencakup 2.373 kunjungan tidak berbobot dari 471 pasien atau setara 218.598 kunjungan setelah pembobotan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji kai kuadrat, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner berbobot. Hasil Penelitian: Layanan kemoterapi intravena didominasi rawat jalan sebesar 74,5%, sedangkan rawat inap sebesar 25,5%. Seluruh variabel independen berhubungan bermakna secara bivariat (p<0,001). Berdasarkan nilai Wald, tiga determinan paling dominan adalah wilayah FKRTL, metastasis, dan segmen kepesertaan, dengan peluang rawat inap tertinggi pada wilayah Sulawesi (OR=25,223), pasien metastasis (OR=6,066), dan segmen PBPU (OR=3,200). Pembahasan: Dominasi pengaruh wilayah FKRTL menunjukkan bahwa pemanfaatan rawat inap kemoterapi lebih banyak didorong oleh faktor struktural fasilitas dan ketersediaan kapasitas layanan antarwilayah dibandingkan dengan kebutuhan klinis murni. Metastasis sebagai determinan klinis terkuat mencerminkan kompleksitas kondisi pasien yang membutuhkan pemantauan lebih intensif, sementara tingginya peluang rawat inap pada segmen PBPU mengindikasikan adanya pengaruh karakteristik sosial peserta terhadap pola pemanfaatan layanan. Kesimpulan: Layanan kemoterapi intravena pada pasien kanker payudara peserta JKN tahun 2024 didominasi rawat jalan, dengan wilayah FKRTL, metastasis, dan segmen kepesertaan sebagai tiga determinan paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemerataan fasilitas dan tenaga onkologi di luar Jawa, penguatan kapasitas kemoterapi rawat jalan atau one-day care, penerapan kriteria klinis baku dalam penentuan setting layanan, serta peninjauan skema pembiayaan INA-CBG agar tidak menimbulkan disinsentif terhadap layanan rawat jalan.

Background: Breast cancer is the malignancy with the highest case burden among women, and its management relies heavily on intravenous chemotherapy. International standards direct the delivery of intravenous chemotherapy toward outpatient care because it is considered safe and efficient, yet in Indonesia, chemotherapy is still frequently delivered through inpatient care, raising the question of whether the choice of inpatient care is based on clinical indication or on factors beyond medical need. Objective: This study aimed to analyze the level of intravenous chemotherapy service among breast cancer patients in advanced referral health facilities (FKRTL) based on outpatient and inpatient care and the factors associated with it within the national health insurance (JKN) system in 2024. Methods: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. Secondary data were drawn from the 2025 BPJS Kesehatan Sample Data for the 2024 service period using total sampling, covering 2,373 unweighted visits from 471 patients, equivalent to 218,598 visits after weighting. Univariate, bivariate chi-square, and multivariate weighted binary logistic regression analyses were performed. Results: Intravenous chemotherapy was dominated by outpatient care at 74.5%, while inpatient care accounted for 25.5%. All independent variables were significantly associated in the bivariate analysis (p<0.001). Based on the Wald statistic, the three most dominant determinants were facility region, metastasis, and membership segment, with the highest odds of inpatient care found in the Sulawesi region (OR=25.223), patients with metastasis (OR=6.066), and the PBPU segment (OR=3.200). Discussion: The dominant influence of facility region indicates that inpatient chemotherapy utilization is driven more by structural facility factors and the availability of service capacity across regions than by purely clinical need. Metastasis as the strongest clinical determinant reflects the complexity of patient conditions requiring more intensive monitoring, while the high odds of inpatient care in the PBPU segment indicate an influence of patients' social characteristics on service utilization patterns. Conclusion: Intravenous chemotherapy service among breast cancer patients under JKN in 2024 was dominated by outpatient care, with facility region, metastasis, and membership segment as the three most dominant determinants. These findings underscore the importance of equalizing oncology facilities and personnel outside Java, strengthening outpatient or one-day care chemotherapy capacity, applying standardized clinical criteria for determining service setting, and reviewing the INA-CBG financing scheme to avoid disincentives against outpatient services.
Read More
S-12445
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Charina Putri Sauduria AS; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Sabina Murti
S-9261
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Asyuri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Handi Surya Adiguna
S-4994
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heri Sumiana; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mieke Savitri, A. Matahelumual
S-4689
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luthfi Handayni; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Rosmini Nurdin
Abstrak: Skripsi ini menganalisa kepuasan pasien peserta askes wajib terhadap kualitas pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan di Rumah Sakit Marinir Cilandak. Tahun 2013, berdasarkan variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, status kepesertaan dan pangkat/golongan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian ini menggunakan metode servqual, dengan cara menghitung nilai kesenjangan antara persepsi pasien dengan harapan pasien. Penilaian ini difokuskan pada dimensi pelayanan tangibles, reliability, responsiveness, confidence dan emphthy. Karena sifat pelayanan kesehatan dipengaruhi subyektifitas masing-masing pasien, sehingga hasil penelitian ini memberikan analisa tentang dimensi pelayanan yang harus diprioritaskan pengelolaanya oleh pihak manajemen rumah sakit, untuk mewujudkan kinerja rumah sakit seperti harapan pasien dan keluarganya juga untuk menjadikan Rumah Sakit Marinir Cilandak mampu bersaing dengan rumah sakit lainnya.
 

This skripsi analyzes the compulsory health insurance participants patient satisfaction on the quality of outpatient care in the advanced level Cilandak Marine Hospital. In 2013, based on the variables of age, gender, education, membership status and rank/ class. This research is descriptive quantitative research with cross sectional design. The results of this study using the method servqual, by calculating the value of the gap between the perception of the patient with the patient's expectations. This assessment focused on service dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, confidence and emphthy. Due to the nature of the subjectivity of the health care of each patient, so that the results of this study provide an analysis of the dimensions of care that should be prioritized its management by the hospital management, hospital performance to realize the expectations of patients and their families as well as to make Cilandak Marine Hospital was able to compete with other hospitals.
Read More
S-8072
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Kayla Ardani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Laksmi Damaryanti
Abstrak:

Latar belakang: Penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB), masih menjadi tantangan besar di Indonesia, dengan prevalensi yang tinggi dan dampak signifikan terhadap sistem kesehatan. Komorbiditas seperti Diabetes Mellitus (DM) dan koinfeksi HIV memperburuk pengobatan TB, memperpanjang durasi terapi, serta meningkatkan beban biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya rawat inap pada pasien TB dengan komorbid DM dan koinfeksi HIV di fasilitas kesehatan Indonesia, khususnya yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tujuan: Mengetahui perbandingan biaya rawat inap pada layanan FKRTL peserta JKN penderita TB/DM dan TB/HIV di Indonesia selama satu tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi cross-sectional menggunakan data sampel BPJS Kesehatan tahun 2023. Sampel penelitian ini adalah peserta dengan diagnosis primer TB yang memiliki diagnosis sekunder DM dan HIV pada pelayanan FKRTL. Hasil: Terdapat sebanyak 4.753 peserta RITL JKN tahun 2022. Dari total kunjungan, sebanyak 4.531 merupakan peserta komorbid TB/DM dan 232 peserta koinfeksi TB/HIV. Pada tahun 2022, BPJS Kesehatan membayarkan sebesar Rp28,8 miliar untuk peserta RITL komorbid TB/DM dan Rp3,1 miliar untuk peserta RITL koinfeksi TB/HIV. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan biaya komorbid TB/DM pada kunjungan RITL peserta JKN 2022 adalah umur, hak kelas rawat, segmen kepesertaan, dan rujukan FKTP. Sedangkan, faktor-faktor yang beruhubungan dengan biaya koinfeksi pada kunjungan RITL pada kunjungan peserta JKN 2022 adalah jenis kelamin, umur, hak kelas rawat, dan segmen kepesertaan.


Background: Infectious diseases, particularly Tuberculosis (TB), remain a major challenge in Indonesia, with high prevalence and significant impact on the healthcare system. Comorbidities such as Diabetes Mellitus (DM) and HIV coinfection worsen TB treatment, prolong therapy duration, and increase healthcare costs. This study aims to analyze the comparison of inpatient costs for TB patients with comorbid DM and HIV coinfection in Indonesian healthcare facilities, specifically those enrolled in the National Health Insurance (JKN) program. Objective: To determine the comparison of inpatient costs for JKN FKRTL services for TB/DM and TB/HIV patients in Indonesia over the course of one year. Method: This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design using BPJS Health sample data from 2023. The research sample includes participants with a primary TB diagnosis and secondary diagnoses of DM and HIV in FKRTL services. Results: There were 4,753 JKN inpatient participants in 2022. Of these, 4,531 were TB/DM comorbid patients, and 232 were TB/HIV coinfected patients. In 2022, BPJS Health paid Rp28.8 billion for TB/DM comorbid patients and Rp3.1 billion for TB/HIV coinfected patients. Conclusion: Factors related to the cost of TB/DM comorbidity for JKN inpatient visits in 2022 include age, inpatient class entitlement, membership segment, and FKTP referral. Meanwhile, factors related to the cost of coinfection for JKN inpatient visits in 2022 include gender, age, inpatient class entitlement, and membership segment.

Read More
S-11835
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira AUlia; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Mutia Narullita Anwar
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ini faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan penerbitan surat jaminan awal pada pasien rawat inap asuransi ABC di TPA XYZ periode Januari - Desember 2022 berdasarkan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Ketepatan penerbitan surat jaminan awal bukan hanya tepat dalam memberikan penjaminan saja melainkan juga tepat dalam waktu penerbitan surat jaminan awal. Selama periode bulan Januari – Desember 2022, 25,6% proses penerbitan surat jaminan awal mengalami keterlambatan lebih dari 1 x 24 jam atau 1 hari. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu penambahan karyawan, pembagian tugas kerja yang lebih jelas untuk call center staff, penambahan kapasitas koneksi internet, pembaharuan dan sosialisasi SOP yang berkala dengan Rumah Sakit yang sudah bekerjasama (Provider), dan komputerisasi dalam penulisan laporan medis awal

This study aims to determine factors related to the accuracy of issuing initial guarantee letters to ABC insurance inpatients at TPA XYZ based on in-depth interviews and document review. The accuracy of the issuance of the initial guarantee letter is not only appropriate in providing guarantees but also right at the time of issuance of the initial guarantee letter. During the period January – December 2022, 25,6% of the initial guarantee letter issuance process was delayed by more than 1 x 24 hours or 1 day. This is a quantitative and qualitative research, using data collection techniques including in-depth interviews and document review. The results of this study suggest that there are needed for additional employees, a clearer division of work duties for call center staff, increased internet connection capacity, update and socialize periodic SOP with partner providers, and computerization in writing initial medical reports.
Read More
S-11480
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive