Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32711 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anindita Parakitri; Pembimbing: Robiana Modjo
S-4049
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mas Agung S. Aji; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan
S-2304
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yudi Riandika; pembimbing : Hendra; Penguji: Meily Kurniawidjaja, Heny D Mayawati
Abstrak: Pekerja yang menggunakan komputer berisiko menderita keluhan ComputerVision Syndrome (CVS). Keluhan CVS dapat menimbulkanketidaknyamanan dan penurunan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitianini adalah untuk menjelaskangambaran faktor-faktor risiko CVS yang terdiridari faktor individu, faktor lingkungan, faktor komputer dan faktor proseskerja pada pekerja yang menggunakan komputer di PT. Sukabumi TradingCoy. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif yang menggambarkan faktor-faktor risiko pada 15 responden.Hasil penelitian menunjukan 60%responden menderita CVS, 83,3% responden perempuan menderita CVS,75% responden yang menggunakan kacamata menderita CVS, 50%responden yang jarak penggunaan komputer tidak sesuai menderita CVS dan 53,85% responden yang memiliki tingkat pencahayaan meja kerja yangtidak sesuai menderita CVS . Diperlukan perbaikan lingkungan kerja dan perhatian lebih kepada pekerja untuk mencegah terjadinya keluhan CVS. Kata Kunci :Computer Vision Syndrome (CVS), faktor individu, faktor lingkungan, faktor komputer ̧ faktor proses kerja.
Workers who use computers at risk of suffering from complaints ComputerVision Syndrome (CVS). Complaints CVS can cause discomfort anddecreased work productivity. The purpose of this study is to clarify thepicture of CVS risk factors consisting of individual factors, environmentalfactors, factors computer and work process factors in workers who use acomputer at PT. Sukabumi Trading Coy. This type of research is descriptivethat describes the risk factors in 15 respondents. The results showed 60% ofrespondents suffer from CVS, 83.3% of women suffer from CVSrespondents, 75% of respondents make use of glasses suffer CVS, 50% ofrespondents who use computers are not appropriate distance suffers CVSand 53.85% of respondents who have a work desk lighting levels CVSincompatible suffer. Necessary repair work environment and more attentionto workers to prevent complaints CVS.Key words :Computer Vision Syndrome (CVS), individual factors,environmental factors, computer factors, factor computer work processes.
Read More
S-8491
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fikri Firdaus; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Izhar M. Fihir, Ratna Dewi Suriani, Okta Mutiara Marlina
Abstrak:

Latar belakang: Penggunaan komputer dapat menimbulkan suatu keluhan kesehatan yang disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS), Sindrom ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko individual, lingkungan dan komputer.

Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor resiko ergonomik individual dan komputer yang berhubungan dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada pekerja pengguna komputer yang berkacamata dan pekerja yang tidak berkacamata.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatatif. Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2013 di Unit Pelakasana dan Pelatihan. Sampel sebanyak 18 orang dengan kriteria tertentu, dibagi menjadi 2 kelompok pekerja berkacamata dan pekerja yang tidak berkacamata. Peneliltian dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner dan pengukuran.

Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian CVS adalah Kelembaban 71%, Pencahayaan kurang dari 300-500 lux (KEPMENKES nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002), Usia lebih dari 40 tahun (das et al.), lama bekerja dengan komputer, dan jarak komputer dengan mata.

Kesimpulan: Gejala ekstraokuler pada pekerja pengguna kacamata bifocal melakukan retrofleksi leher sehingga leher tertekuk kebelakang yang menyebabkan keluhan nyeri pada leher. Penderita terbanyak bukan dari pengguna kacamata tetapi pada pekerja yang tidak berkacamata. Serta penderita CVS (berdasarkan kriteria anamnesa) di usia 25 tahun, kedua hal ini berkaitan dengan potur ergonomi pada saat kerja baik secara design tempat kerja, kondisi ruangan ataupun durasi kerja yang semuanya saling berkaitan sehingga menimbulkan gejala Computer Vision Syndrome (CVS).


Background: Computer usage could cause health complaints called Computer Vision Syndrome (CVS). This syndrome was influenced by individual and computer risk factors.

Aim: The objective of the study is to identify and to analyze individual and computer factors of computer Vision Syndrome (CVS).

Methods: This study was an observational study with methods qualitatively. The research was conducted in April-May 2013 in the Pelakasana and Training Unit. Sample of 18 people with certain criteria, divided into 2 groups of workers and workers who are not wearing glasses glasses. Peneliltian done by direct interviews using questionnaires and measurements.

Results: Factors associated with the incidence of CVS is Humidity 71%, less than the 300-500 lux lighting (KEPMENKES 1405/Menkes/SK/XI/2002), age over 40 years (das et al.), Long working computers, and computer distance by eye.

Conclusion: Extraocular symptoms in workers bifocal glasses users do retrofleksi neck so the neck is bent backwards which causes pain in the neck. Most patients but not from users goggles to workers who do not wear glasses. And people with CVS (based on criteria anamnesis) at the age of 25 years, these two things related to ergonomic posture at work both in design work, ambient conditions or duration of action that are all intertwined, giving rise to symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS).

Read More
T-3800
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andraditta Safitri; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Farida Tusafariah
Abstrak: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan gejala yang sering dialami oleh pengguna komputer dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor personal, komputer, durasi, lingkungan, dan kombinasi dari keempatnya. Penelitianini merupakan penelitian deskriptif untuk melihat distribusi dan frekuensi dari faktorrisiko CVS pada pegawai Pengembagan & Pelayanan Sistem Informasi (PPSI) di Gedung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI). Desain studi penelitian ini adalah cross sectional dan melibatkan 26 pegawai sebagai responden penelitian. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara, observasi,dan pengukuran langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa 84,6% respondenmengalami keluhan gejala CVS dengan keluhan yang paling banyak dirasakan adalaheyestrain (73,1%), fatigue (65,4%), nyeri pundak dan nyeri punggung (57,7%) padaresponden yang memiliki area kerja dengan tingkat pencahayaan < 300 lux. Memperbaiki tingkat pencahayaan pada area kerja, melakukan koreksi yang tepatpada kelainan refraksi mata, dan memperbaiki postur duduk saat bekerja denganmenggunakan komputer dapat membantu mengurangi gejala CVS. Kata kunci:Computer vision syndrome, CVS, Pegawai PPSI
Computer Vision Syndrome (CVS) is a group of symptoms that are often experiencedby computer users and it is influenced by various factors: personal, computer,duration, and environmental factors or combination of these factors. This descriptivestudy aims to determine the distribution and frequency of CVS risk factors in PPSIemployee at Faculty of Computer Science, University of Indonesia ( UI ). The designof this study is cross-sectional and involved 26 employees as respondent. The datawere collected by questionnaires, interviews, observation, and direct measurement.The results showed that 84.6 % respondents get CVS complaint with the mostcomplaints are eyestrain (73.1 %), fatigue (65.4 %), shoulder and back pain (57.7 %)in work area with light levels <300 lux. Improve the level of lighting in the workarea, correct the vision error with a proper lens, and improve sitting posture whileworking with computer may help to reduce the CVS symptoms.Keyword: Computer vision syndrome, CVS, PPSI employee
Read More
S-8113
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Fachri; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak: Pendahuluan: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan penyakit yangmuncul sejak perkembangan teknologi diabad ke-21 dengan tingkat prevalensikejadian secara global sebesar 60 juta dan kerugian Rp192 trilliun setiap tahunnya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu,lingkungan dan komputer serta faktor risiko dominan dengan kejadian CVS padastaf POLRES Metro Jakarta Pusat tahun 2020. Metode: Penelitian inimenggunakan pendekatan studi potong lintang dengan jumlah sampel 92 stafkepolisian yang bertugas di markas besar POLRES Metro Jakarta Pusat dan waktupenelitian pada bulan Juni 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumenkuesioner dan pengukuran lingkungan langsung menggunakan lux meter dan RHindex. Analisis deskriptif dengan melihat frekuensi serta proporsi, uji kai kuadratmemunculkan nilai odd ratio dan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan pada semua variabel dari faktorindividu, lingkungan dan komputer dengan kejadian CVS. Walaupun begitu,terdapat empat variabel yang menjadi faktor risiko dengan kejadian CVSdiantaranya kelainan refraksi (OR=1,65), perilaku merokok (OR=1,89),kelembaban (OR=2,5) dan jenis monitor (OR=1,11). Analisis multivariatmenunjukkan kelembaban ruang kerja memiliki hubungan yang signifikan dengankejadian CVS (p=0,04) dan merupakan faktor risiko dominan (OR=2,5).Kesimpulan: Terdapat empat faktor risiko yang dapat menyebabkan kejadian CVSpada staf POLRES Metro Jakarta Pusat. Saran: Pengendalian faktor risiko kejadianCVS perlu dilakukan oleh pihak POLRES Metro Jakarta Pusat melalui berbagaiprogram promosi kesehatan dan kebijakan terkait kesehatan dan keselamatan kerja.Kata kunci: Computer Vision Syndrome, Kesehatan Lingkungan Perkantoran, Komputer
Introduction: Computer Vision Syndrome (CVS) is one of the emerging diseasesin the 21st century because of advanced technology with the global prevalencearound 60 million from various population characteristics and could cause aneconomic burden equivalent to 192 trillion rupiah. Objective: This study aims todetermine the relationship of individual, environmental, and computer factors aswell as the dominant risk factor with the occurrence of CVS in the Central JakartaMetropolitan Police Officers in 2020. Method: This study uses a cross-sectionalstudy approach with a sample of 92 police officers who are serving at theheadquarters with the research time along June 2020. Data were collected throughquestionnaire and direct environmental measurements using lux meter and RHIndex. Descriptive statistics (chi square) and binary logistic regression were carriedout to compute frequencies, proportion, relevant associations and dominant riskfactors. Results: The results showed there was no significant relationship on allvariables from individual, environment, and computer factors with the occurrenceof CVS. Nevertheless, there are four variables that are risk factors for CVS such asrefractive errors (OR=1.65), smoking behavior (OR=1.89), humidity (OR=2.50),and computer monitor type (OR=1.11). Multivariate analysis showed that humidityhad a significant relationship with CVS (p=0,04) and a dominant risk factor(OR=2.5). Conclusion: There are four risk factors that can cause CVS occurrencein the police officers at the Central Jakarta Metropolitan Police Headquarters.Suggestion: Risk factors for CVS at the Central Jakarta Metropolitan PoliceHeadquarters need to be done through various health promotion programs andpolicies related to occupational health, environmental, and safety.Key words:Computer Vision Syndrome, Environmental Health Office, Computer.
Read More
S-10276
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Maretia Rahmayanti; Pembimbing: Wulandari, Ririn Arminsih / Penguji: Fitria, Laila; Supriyono, Didik
Abstrak: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan gejala okular dan ekstraokular akibat penggunaan komputer dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja. CVS adalah keluhan kesehatan akibat kerja dengan kasus terbanyak di seluruh dunia. Mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer termasuk kelompok rentan terkena keluhan CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, postur kerja, sudut pandang, jarak pandang, durasi kerja, pola istirahat, dan penggunaan alat bantu penglihatan), lingkungan kerja (intensitas pencahayaan ruang kerja, suhu udara, kelembaban udara), dan karakteristik komputer (jenis komputer, jenis monitor, intensitas radiasi elektromagnetik, penggunaan lapisan antiglare, dan polaritas monitor) dengan kejadian CVS pada mahasiswa di jurusan Teknik Informatika dan Komputer Politeknik Negeri Jakarta tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data primer, dan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian CVS pada mahasiswa adalah jenis kelamin responden (4,09;1,41-11,90), durasi kerja di luar praktikum (0,32;0,14-0,76), intensitas pencahayaan ruang kerja (8,75;1,26-60,59), dan intensitas radiasi elektromagnetik (2,54;1,09-5,92). Faktor yang paling dominan hubungannya dengan kejadian CVS adalah intensitas pencahayaan ruang kerja. Diperlukan penerapan aspek K3L untuk menurunkan angka kejadian CVS. Kata kunci: Karakteristik individu, lingkungan kerja, komputer, computer vision syndrome (CVS), mahasiswa. Computer Vision Syndrome (CVS) is ocular and extraocular symptoms caused by the use of computer and it decreases work productivity. CVS has the highest incidence of occupational health problem worldwide. Students of informatics and computer engineering major are included the population at risk of CVS. This study aims to determine the relationship between individual characteristic (age, gender, work position, sight angle, distance angle, duration of work, break pattern, and the use of glasses), environmental (lighting, temperature, and humidity), and computer characteristics (computer type, monitor type, electromagnetic radiation intencity, the use of antiglare screen, and monitor polarity) with incidence of CVS among students in Informatics and Computer Engineering major, Politeknik Negeri Jakarta 2015. This study uses crosssectional study design and primary data with sample of 100 students. Result of bivariate analysis shows that variable which significantly associated with CVS incidence among students are gender (4,09;1;41-11,90), duration of work outside class (0,32;0,14-076), lighting intencity (8,75;1,26-60,59), and electromagnetic radiation intencity 2,54;1,09-5,92). The most dominant factor associated with the occurance of CVS is lighting intencity. Occupational and Environmental Health and Safety implementation is needed to reduce the incidence of CVS Keywords: Individual charracteristics, environmental charracteristics, computer, computer vision syndrome (CVS), student.
Read More
S-8698
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.3, Maret. 2005: hal. 297-300
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agoesti Novalentina; Pembimbing: Hendra; Penguji: Abdul Kadir, Yulian Marstianto
Abstrak:
Komputer merupakan salah satu alat kerja perkantoran yang digunakan untuk menunjang kebutuhan pekerjaan. Dampak dari penggunaan komputer yang berlebihan adalah Computer Vision Syndrome (CVS). Karyawan Head Office PT X berisiko untuk terkena CVS karena sehari-hari bekerja menggunakan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian CVS dan faktor risiko yang berhubungan pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan pengukuran langsung kepada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75% responden mengalami kejadian CVS. Gejala CVS yang paling banyak dirasakan oleh responden adalah mata tegang (72%), mata gatal (68%), dan mata kering (67%). Gejala CVS lebih banyak ditemukan pada karyawan perempuan (79,3%), karyawan yang istirahat dengan durasi 15 menit (75,6%), karyawan yang bekerja menggunakan laptop (76%), karyawan yang menggunakan komputer tanpa lapisan anti glare (75,8%), serta karyawan yang menggunakan komputer mode terang (78,1%). Analisis hubungan dengan menggunakan uji chi square, didapatkan hubungan yang signifikan antara penggunaan alat bantu penglihatan (p=0,019, OR=3,35), jarak pandang (p=0,047, OR=3,08), dan intensitas pencahayaan (p=0,047, OR=3,08) dengan kejadian CVS. Semua faktor risiko CVS berkontribusi terhadap kejadian CVS pada karyawan, tetapi tidak semua variabel berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan yang mencakup ketiga faktor tersebut dalam rangka menurunkan gejala CVS pada karyawan Head Office PT X.

The computer is one of the office work tools used to support work needs. The impact of excessive computer use is Computer Vision Syndrome (CVS). Head Office employees of PT X are at risk of developing CVS because they work daily using computers. This study aims to determine the incidence of CVS and associated risk factors in PT X employees. This study used a quantitative method with a cross sectional approach. Data collection used questionnaires, observation, and direct measurement to 100 respondents. The results showed that 75% of respondents experienced CVS. The most common CVS symptoms felt by respondents were eye strain (72%), itchy eyes (68%), and dry eyes (67%). CVS symptoms were more common among female employees (79,3%), employees who took breaks with a duration of 15 minutes (75,6%), employees who worked on laptops (76%), employees who used computers without anti glare coating (75,8%), and employees who used bright mode computers (78.1%). Relationship analysis using the chi square test showed a significant relationship between the use of visual aids (p=0,019, OR=3.35), visibility (p=0,047, OR=3.08), and lighting intensity (p=0,047, OR=3.08) with the incidence of CVS. All CVS risk factors contributed to the incidence of CVS in employees, but not all variables were significantly associated. Therefore, it is necessary to make improvement efforts that include all three factors in order to reduce CVS symptoms in PT X Head Office employees.
Read More
S-11686
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lillian Hana; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Hendra, Tb. Hedi Saepudin
s-5528
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive