Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38851 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Femi Rahayuningsih; Pembimbing: Yovsyah
S-3515
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
P. Vanda Trigno; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Luknis Sabri, Lely Nurlely E Hadjar, Farida Mutiarawati , Rahmadewi
Abstrak:
Hubungan antara lama amenore dan jarak kehamilan telah dipelajari di banyak negara. Di Indonesia, lama amenore panjang, tapi banyak wanita menyusui yang menggunakan kontrasepsi pil pada saat yang bersamaan. Bila wanita postpartum mulai menggunakan pil, dia akan segera mendapatkan kembali siklus menstruasinya, dan menjadi fertil. Bila banyak diantara mereka berhenti menggunakan pil, maka kita akan kehilangan banyak masa amenore yang dapat menyebabkan jarak kehamilan yang lebih pendek. Agar dapat diperpanjang ada dua faktor penting yaitu laktasi (menjaga wanita tetap amenore) dan kontrasepsi. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari IFLS-2 yang diadakan pada tahun 1997-1998. Saat penggunaan piI berhubungan negatif dengan lama amenore. Tidak ada hubungan antara saat penggunaan pil dan jarak kehamilan, namun kehamilan dalam ≤ 18 bulan hanya terjadi pada ibu yang mulai menggunakan pil sejak amenore. Juga tidak ada hubungan antara lama amenore dan jarak kehamilan, tapi kemungkinan ibu yang lama amenore ≤ 8 bulan hamil dalam ≤ 18 bulan dua kali ibu yang lama amenorenya > 8 bulan. Untuk mendapat manfaat ASI sepenuhnya terhadap jarak kehamilan, sebaiknya penggunaan pil ditunda hingga amenore berakhir, dan sebaiknya ibu menggunakan metode amenore laktasi.

Analysis of Sociodemography Factors, Time to Start Pill Contraception, Duration of Amenorrhea, and Pregnancy Interval among Women in Childbearing Ages in Indonesia (A Secondary Data Analysis of IFLS-2 1997)The association between the amenorrhea period and birth intervals has been studied in many countries. In Indonesia, the mean duration of amenorrhea is long, but many lactating women using the pill at the same time. When postpartum women start using pill, she will soon get her menstrual cycle return, and become fertile. If many of these women stop taking the pill, then we will lose a lot of the amenorrhea period which will lead to a shorter birth interval. To extend the interval there are two important factors: lactation (keep women in amenorrhea state) and contraception. This study presents a secondary data analysis from the IFLS-2 that was carried out in 1997-1998. The time to start pill has negative association with duration of amenorrhea. There is no association between time to start pill and pregnancy interval, but pregnancy within ≤ 18 months only occurs in women who start the pill while amenorrhea. There is also no association between duration of amenorrhea and pregnancy interval, but women with duration of amenorrhea ≤ 8 months are twice likely to have pregnancy interval ≤ 18 months then the women with > 8 months amenorrhea. To get the full advantages of lactation on the pregnancy interval, women should cancel using the pill until the amenorrhea has stop, and mother use the lactation amenorrhea method for best.
Read More
T-949
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miske Ratnasari; Pembimbing: Sudarto Ronoatmojo; Penguji: Syahrizal Syarif, Flourisa Juliaan
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi suami istri , status dan otonomi wanita dengan penggunaan kontrasepsi modern pada pasangan usia subur di daerah perkotaan di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional dan pengambilan sampel dengan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian dengan chi square test didapatkan ada hubungan antara komunikasi suami istri diskusi 6 bulan terakhir p=0.017, OR=1.283 , diskusi 1 tahun terakhir p=0.043,OR=1.187 , persetujuan KB p=0.000, OR=2.117 , mengetahui jumlah anak yang diinginkan p=0.003,OR=0.664 , status wanita pendidikan p=0.000,OR=0.437 , pekerjaan p=0.000,OR=0.688 , perbedaan usia dengan pasangan p=0.038,OR=0.736 , keterpaparan media p=0.001,OR=0.774 , otonomi wanita sikap pada pemukulan istri p=0.008,OR=0.806 , mendapat izin mencari pengobatan p=0.048, OR=0.842 dengan penggunaan kontrasepsi modern pada pasangan usia subur di daerah perkotaan di Indonesia.
Read More
S-9476
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reni Nirmasari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi
Abstrak:
Kontrasepsi MKJP memiliki efektivitas dan efisiensi yang tinggi terhadap pencegahan kehamilan. Tingkat putus pakai MKJP yang rendah dapat mencegah dari kehamilan yang tidak diinginkan.. Di Indonesia, cakupan MKJP masih rendah yaitu 14% dibandingkan non MKJP 44%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan penggunaan MKJP pada wanita PUS (15-49 tahun) di Indonesia berdasarkan Data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari hasil survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2017. Sampel yang digunakan merupakan total sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang berjumlah 11.545 responden. Analisis data SDKI 2017 dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil analisis antara veriabel independen dengan dependen diuji secara chi square. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa wanita yang berumur >30 tahun memiliki kecenderungan untuk menggunakan MKJP 1,41 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita PUS berumur2 orang memiliki kecenderungan 1,34 kali lebih tinggi dibandingkan yang memiliki anak

MKJP contraception has high effectiveness and efficiency in preventing pregnancy. A low MKJP dropout rate can prevent unwanted pregnancies. The purpose of this study was to determine the factors that influence the use of MKJP in women of childbearing age (15-49 years) in Indonesia based on the 2017 IDHS data. This study used a quantitative method with a cross-sectional design using secondary data from the results of a health demographic survey. Indonesia in 2017. The sample used is a total sample based on inclusion and exclusion criteria, totaling 11,545 respondents. The 2017 IDHS data analysis was carried out in December 2022. The results of the analysis between the independent and dependent variables were tested by chi-square. Based on the results of the analysis, it was found that women aged >30 years tended to use MKJP 1.41 times higher than women of PUS aged
Read More
S-11209
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diny Nahrudiani; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Evi Martha, Popy Yuniar, Eriati
Abstrak:
Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu metode kontrasepsi yang di tujukan untuk mengatur kelahiran dan menekan laju pertambahan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita usia subur (WUS) di Indonesia. Studi ini menggunakan data sekunder SDKI 2017 dan dianalisis dengan univariat, bivariat, dan multivariate korelasi logistik ganda untuk mengeksplorasi karakteristik umur, pendidikan dan tempat tinggal responden. Alasan tidak menggunakan kontrasepsi dari jarak, biaya dan larangan suami dalam kaitannya dengan penggunaan MKJP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karestistik responden: Sebagian besar WUS yang berusia ≥ 30 tahun (67,7%), memiliki pendidikan rendah (59,1%), dan tinggal di kota (50,9%). Alasan jarak mayoritas WUS (80,2%) tidak memiliki masalah dalam jarak akses terhadap layanan kontrsepsi, tidak ada masalah dalam hal pembiayaan MKJP 99,5%, dan 97,3% tidak mendapat larangan dari suami dalam penggunaan MKJP/. Analisis model regresi logistik ganda mengungkapkan bahwa perilaku penggunaan MKJP dipengaruhi oleh umur, pendidikan, tempat tinggal, jarak, biaya dan larangan suami. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan perilaku penggunaan MKJP pada WUS di Indonesia, yang dapat membantu dalam pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan penggunaan MKJP di kalangan wanita usia subur di Indonesia.

The long-term contraceptive method is one of the contraceptive methods that is intended to regulate births and reduce the rate of population growth. This study aims to identify the reasons for not using contraception and its relationship with the use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) in women of childbearing age (WUS) in Indonesia. This study used SDKI 2017 secondary data and was analyzed with univariate, bivariate, and multivariate multiple logistic correlations to determine the explore the characteristics of the respondents' age, education and place of residence. The reasons for not using contraception are distance, cost and prohibition of husbands in relation to the use of MKJP. The results showed that the respondents were charismatic: Most WUS were ≥ 30 years old (67.7%), had low education (59.1%), and lived in the city (50.9%). Distance reason: The majority of WUS (80.2%) have no problems in access distance to the contract service no problems in terms of MKJP financing is 99.5%, and 97.3% do not get a ban from the husband in using MKJP/. The analysis of the multiple logistic regression model revealed that the behavior of using MKJP was influenced by age, education, place of residence, distance, cost and husband prohibition. This study provides in-depth insights into the reasons for not using contraceptives and their relationship with the behavior of using MKJP in WUS in Indonesia, which can help in the development of more effective interventions for to increase the use of MKJP among women of childbearing age in Indonesia.
Read More
T-7061
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isti Dariah; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Agustin Kusumayati, Hasnerita, Endah Pujiastuti
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Isti Dariah Program Studi  : Kesehatan Reproduksi Judul : Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Neonatal di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Cimahi Tahun 2016 Latar  Belakang: Kondisi pembangunan kesehatan secara umum dapat dilihat dari status kesehatan dan gizi masyarakat, yaitu salah satunya Angka Kematian Bayi. Penyumbang Angka Kematian bayi di kota Cimahi adalah Angka Kematian neonatal dimana pada tahun 2013 sebesar 83% Kematian bayi terjadi pada periode neonatal dan pada tahun 2014 sebesar 76,9% .Pada Tahun 2016 terjadi kematian neonatal 50 orang dan kematian bayi 66 dan sebagaian besar terjadi pada periode neonatal. Dalam 7 tahun ke belakang ( Tahun 2009 – 2015) program penurunan kematian bayi  khususnya kematian neonatal di Kota Cimahi kurang signifikan bahkan cendrung naik pada Tahun 2016 dan belum adanya analisis mendalam terhadap penyebab kematian bayi. Metode: Penelitian bersifat observasional dengan desain kasus kontrol. Kasus adalah bayi  meninggal usia 0 sampai dengan 28 hari. Sedangkan kontrol adalah bayi lahir hidup. Sampel dalam penelitian sebanyak 86 yang terdiri dari 43 kasus dan 43 kontrol. Data penelitian data berupa data sekunder dari hasil laporan otopsi verbal kematian neonatal, buku KIA dan data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara tertulis dan formulir. Analisa data secara univariate dan bivariate dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Analisi faktor risiko menunjukkan variable pendidikan (Nilai P=0,828), sosial ekonomi (Nilai P=0,008; OR=4,440), Umur Ibu (Nilai P=0,471; OR= 1,5930), paritas (Nilai P = 0,375; OR= 1,640 ), Jarak persalinan (nilai P= 0,009; OR= 7,935), Pekerjaan (Nilai P= 0,000; OR= 15,333), Status Gizi (nilai P = 0,016; OR=7.047), pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan (Nilai P=0,015; OR= 4,032), pengetahuan tentang tanda bahaya bayi baru lahir (Pvalue= 0,001; OR= 10,982), Jenis Kelamin (Nilai P= 0,512), Usia Getasi (Nilai P=0,000; OR= 25,895), Asfiksia (Nilai P=0,000; OR=2,870), BBLR (Nilai P=0,000; OR=12,316), Infeksi (Nilai P= 0,018; OR=2,344),faktor persalinan (Nilai P= 1,000), Komplikasi (P= 0,010; OR=3,496), post natal care (nilai P= 0,023; OR=5,161), Pemeriksaan ANC (nilai P= 0,001 ; OR=5,914), IMD (P= 0,001; OR=12,500). Kesimpulan : Faktor ekonomi keluarga, jarak kehamilan, pekerjaan, status gizi, pengetahuan tentang bahaya kehamilan, pengetahuan tentang bahaya BBL, usia getasi, asfiksia, BBLR, infeksi, komplikasi post natal care, pemeriksaan ANC dan intervensi (IMD) berhubungan dengan kematian neonatal. Kata kunci: Faktor Risiko;  Kematian Neonatal; Kasus Control


ABSTRACT Name : Isti Dariah Study Program : Reproductive Health Title : Factors Associated with Neonatal Mortality in the Work Territory of Health Region in Cimah City 2016 Background:Health development conditions in general can be seen from the health status and nutrition of the community, one of which is the Infant Mortality Rate (IMR). The contributor of the Infant Mortality Rate in Cimahi city is neonatal mortality rate. In 2013 the incidenceof infant mortality in neonatal period is 83%and 76.9% in 2014. In 2016, there are 50 of infant mortality and 60 of neonatal mortality. In the past 7 years (from 2009 to 2015)program to decreaseinfant mortality, especially neonatal mortality in Cimahi City is not significant,yet tend to increasein 2016 and there has not any deep analysis to what causes the infant mortality. Methods: The study was observational with case control design. Cases are infants dying from 0 to 28 days. While the controls arethe infants-bornalive. Samples in this study were 86 consisting of 43 cases and 43 controls. The data collected were secondary data from verbal autopsy report of neonatal death, KIA book and primary data obtained directly from respondents through written interview and forms. Data analysis used univariate and bivariate data with chi square test. Results: Risk factor analysis showed educational variables (P value = 0.828), socioeconomic (P value = 0.008 OR = 4.440), maternal age (P value = 0.471, OR = 1.5930), parity (P value = 0.375 ; OR = 1,640), Gestational Distance (P value = 0.009; OR = 7,935), Occupation (P = 0,000; OR = 15,333), Nutritional Status (P = 0.016; OR = 7.047), maternal knowledge about pregnancy alert (P = 0.015; OR = 4,032), knowledge of the newborn hazard (Pvalue = 0.001; OR = 10,982), Gender (P value = 0.512), Age Gestation (P = 0,000; OR = 25,895) Asphyxia (P = 0,000; OR = 2,870), BBLR (P = 0,000; OR = 12,316), Infection (P = 0.018; OR = 2,344), labor factor (P = 1,000), Complications (P = 0.010 ; OR = 3,496), post-natal care (P value = 0.023; OR = 5,161), ANC examination (P value = 0.001; OR = 5,914), IMD (P = 0.001; OR = 12,500). Conclusions: Family economic factors, gestational distance, occupation, nutritional status, knowledge of pregnancy hazards, knowledge of BBL dangers, age of gestation, asphyxia, LBW, infections, postnatal care complications, ANC and intervention (IMD) are associated with neonatal mortality. Keywords: Case control; Risk Factors; Neonatal Mortality.

Read More
T-5049
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryuni; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtya, Evi Martha, Flourisa J. Sudrajat, Hasnerita, Hartono
T-4201
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldia Rizki Anisa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Tris Eryando, Saripah Yuniar
Abstrak: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi, reversibel dan berjangka panjang. Namun dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih rendah di berbagai wilayah. Padahal pemerintah telah mengeluarkan kebijaksanaan melalui program Jampersal yang didalamnya mengarahkan para peserta Jampersal untuk memakai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dengan keikutsertaan dalam program Jampersal, karakteristik akseptor dan faktor lainnya pada wanita usia subur di wilayah Puskesmas Margajaya Kota Bekasi. Desain penelitian adalah kasus-kontrol berpadanan dengan sampel penelitian 86 akseptor yang terdiri dari 43 kasus dan 43 kontrol. Populasi adalah wanita usia subur (15-49 tahun) yang mulai menjadi akseptor KB baru dari bulan Januari 2012 sampai Mei 2013 yang menetap di wilayah Puskesmas Margajaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan jumlah anak hidup, tujuan menggunakan kontrasepsi, pengetahuan dan keterpaparan terhadap sumber informasi atau media massa tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
 

Long-acting reversible contraception (LARC) is a contraceptive method that has high effectiveness, reversible and long-term. But with many advantages, users Long - Acting Reversible Contraception (LARC) is still low in many areas. Though the government has issued wisdom through Jampersal program that includes directing the participants of Jampersal to use Long-Acting Reversible Contraception (LARC). The purpose of this study wanted to know the relationship between long-acting reversible contraceptive use with participation in the program Jampersal, acceptor characteristics and other factors in women of childbearing age in the health center Margajaya Bekasi. The study design was a case-control study sample corresponds with acceptor 86 consisting of 43 cases and 43 controls. Population is women of childbearing age (15-49 years) who started a new family planning acceptors from January 2012 to May 2013 who settled in the region Margajaya Health Center. The results showed a statistically significant association use Long- Acting Reversible Contraception (LARC) with the number of living children, the purpose of using contraception, knowledge and exposure to mass media sources or information about Long Acting Reversible Contraception (LARC).
Read More
S-7741
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Richi Anggraeni; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Ella Nurlella Hadi, Lely Nurlaely
S-6331
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive