Ditemukan 34751 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sri Rantauwati; Pembimbing: Diah Mulyawati utari
S-3566
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syabilila Indraswari; Pembimbing: Endang Laksminingsih; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Triyanti, Anies Irawati, Tiara Luthfie
Abstrak:
Kebutuhan zat besi pada remaja meningkat terkait dengan percepatan pertumbuhan, dan kehilangan darah karena menstruasi. Santri remaja putri rentan terkena anemia karena pola hidup pesantren yang jauh dari orang tua serta kegiatan yang cenderung padat sehingga membuat pola makan tidak teratur dan kurangnya asupan zat gizi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara suplementasi tablet Fe mingguan dan suplementasi tablet Fe mingguan ditambah harian saat menstruasi selama 8 minggu. Penelitian ini menggunakan Disain Quasi Eksperimental The Non Equivalent Control Group. Responden penelitian ini sebanyak 38 orang dimana 18 orang menerima suplementasi mingguan dan 20 orang menerima suplementasi mingguan ditambah setiap hari saat menstruasi. Pengukuran data pengetahuan, menstruasi, status gizi, pola konsumsi inhibitor, enhancer dan protein hewani dilakukan sebelum intervensi, data suplementasi diukur setelah intervensi dan data kadar hemoglobin diukur saat sebelum dan sesudah intervensi. Terjadi kenaikan kadar hemoglobin pada kedua kelompok setelah intervensi selama 8 minggu (kelompok 1 p=0,0005, perlakuan 2 p=0,0005). Kenaikan tersebut tidak berbeda antara kelompok perlakuan pertama dan kedua (p=0,797). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa suplementasi 8 minggu dengan tingkat kepatuhan konsumsi yang tinggi sudah cukup untuk menaikkan kadar hemoglobin darah. Selain itu faktor yang mempengaruhi peningkatan hemoglobin darah adalah konsumsi protein hewani, konsumsi inhibitor, konsumsi enhancer, lama menstruasi, pengetahuan, dan jenis program suplementasi tabet besi dimana faktor yang paling dominan adalah konsumsi protein hewani.
Female adolescent student in boarding school are vulnerable in having anemia because pesantren’s life style is full of activicities and the students is far from their parents its causes irregular eating habit and lack of nutrition in their meals. This research compared the differences of haemoglobin level after weekly Fe tablet supplementation and weekly Fe tablet plus daily during menstruation Fe supplementation for 8 weeks. This study uses the Quasi Experimental Design The Non Equivalent Control Group. A total of 38 respondents participaten in this study 18 of them received a weekly Fe tablet Supplementation, 20 other respondents got a Fe tablet weekly plus daily during their menstruation cycle. There was a significant increase of haemoglobin level in both groups after the intervention for 8 weeks (group 1 p = 0.0005, group 2 p = 0.0005). This increase did not significant between the first and second group (p = 0.797). This study prove that 8 weeks of supplementation of Fe tablets with the high level of obedience in consuming the supplement is adequate in increasing the level of hemoglobin. The factors that can affects the increased number of hemoglobin are consumption of animal protein, consumption of inhibitors, consumption of enhancers, long menstruation cycle, knowledge, and the type of Fe tabet supplementation program.
Read More
Female adolescent student in boarding school are vulnerable in having anemia because pesantren’s life style is full of activicities and the students is far from their parents its causes irregular eating habit and lack of nutrition in their meals. This research compared the differences of haemoglobin level after weekly Fe tablet supplementation and weekly Fe tablet plus daily during menstruation Fe supplementation for 8 weeks. This study uses the Quasi Experimental Design The Non Equivalent Control Group. A total of 38 respondents participaten in this study 18 of them received a weekly Fe tablet Supplementation, 20 other respondents got a Fe tablet weekly plus daily during their menstruation cycle. There was a significant increase of haemoglobin level in both groups after the intervention for 8 weeks (group 1 p = 0.0005, group 2 p = 0.0005). This increase did not significant between the first and second group (p = 0.797). This study prove that 8 weeks of supplementation of Fe tablets with the high level of obedience in consuming the supplement is adequate in increasing the level of hemoglobin. The factors that can affects the increased number of hemoglobin are consumption of animal protein, consumption of inhibitors, consumption of enhancers, long menstruation cycle, knowledge, and the type of Fe tabet supplementation program.
T-5850
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dedah Ningrum; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setiarini, Kusharisupeni Djokosujono, Yunimar Usman, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran rata-rata kadar Hb, prevalensi anemia, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin. Desain penelitian adalah cross sectional, pengambilan sampel menggunakan metode proporsional random sampling, dan total sampel sebanyak 158 siswi. Kadar Hb diukur menggunakan alat Spectrophotometer, dengan metode Cyanmethemoglobin. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Hb 12,9±1,1 g/dl, (95% CI: 12,7-13,0 g/dl) dan prevalensi anemia 16,5%. Lama haid merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kadar hemoglobin. Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan dengan minum suplemen tablet tambah darah sesuai anjuran, menjaga asupan zat gizi sesuai kebutuhan, dan memperhatikan kombinasi makanan supaya dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Kata Kunci : Anemia, Remaja puteri, Lama haid
Read More
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Hb 12,9±1,1 g/dl, (95% CI: 12,7-13,0 g/dl) dan prevalensi anemia 16,5%. Lama haid merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kadar hemoglobin. Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan dengan minum suplemen tablet tambah darah sesuai anjuran, menjaga asupan zat gizi sesuai kebutuhan, dan memperhatikan kombinasi makanan supaya dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Kata Kunci : Anemia, Remaja puteri, Lama haid
T-4331
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lu'ai Hana' Adilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Ratu Ayu Dewi Sartika, Triyanti, Dodik Briawan ; Annis Catur Adi
Abstrak:
Read More
Anemia merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tablet zat besi (fe) dan kombinasi tablet zat besi (fe) dengan kapsul serbuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap perubahan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan post test design. Terdapat 34 orang partisipan yang mengikuti penelitian ini, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 17 responden. Kelompok eksperimen menerima Tablet zat besi (Fe) dan kapsul serbuk daun kelor dan kelompok kontrol menerima tablet zat besi (Fe). Analisis data perubahan kadar hemoglobin menggunakan uji T-Test berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata kadar Hb pada kelompok kontrol sebelum perlakuan adalah 9.93 g/dl dan kadar Hb sesudah perlakuan adalah 12,79 g/dl. Rata—rata kadar Hb pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan adalah 10,01 g/dL dan kadar Hb setelah diberikan perlakuan adalah 13,15 g/dL. Terdapat pengaruh konsumsi kapsul serbuk daun kelor pada ibu hamil terhadap perubahan kadar hemoglobin di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur (p-value < 0,05).
Anemia is a condition where hemoglobin levels are lower than normal. This study aims to determine the effect of consumption of iron (Fe) tablets and a combination of iron (Fe) tablets with Moringa leaf powder capsules on increasing hemoglobin levels of anemic pregnant women at the Sisir Health Center, Batu City, East Java. This research is quantitative research with quasi-experimental design with pretest and post test design approaches. There were 34 participants who participated in this study, then divided into 2 groups of 17 respondents each. The experimental group received iron tablets (Fe) and moringa leaf powder capsules and the control group received iron (Fe) tablets. Analysis using the T-Test. Based on the results of the study, the average Hb level before being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules was 10.01 g/dl and Hb levels after being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules were 13.15 g/dl. The average Hb level before Fe tablets was 9.93 g/dl and Hb levels after Fe tablets were 12.79 g/dl. There is an influence in the consumption of Moringa leaf powder capsules in pregnant women on increasing hemoglobin levels at the Sisir Health Center, Batu City, East Java (p-value < 0.05).
T-7468
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diqi Chaerulsidqy; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Sukati
S-6397
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Azma; Pembimbing: Kusharisupeni
S-3182
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Masajeng Puspito Palupi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Yvonne Maghdalena, Rahmawati
S-6901
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maryanto; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Edith Sumedi
S-5872
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ervina Sari Siregar; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti
S-3271
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Witrianti; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ivonne, Dedi Mazmudin
S-6813
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
