Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33747 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rukminto Sigit Widjajanto; Pembimbing: Hendra
S-2720
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chairul Imam Darna; Pembimbing: Hendra
S-3333
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aswinudin Fajar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Susanto Kusnadi
S-7011
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delisa Sri Winatri; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Eneng Batzanalah Yuningsih
Abstrak: Banyaknya industri yang memperkerjakan tenaga luar (outsourcing) ataukontraktor dalam aktifitas kerjanya dan berisiko besar dalam kecelakaan sehinggdiperlukan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor. PT Antam(Persero) Tbk. UBPE Pongkor yang menggunakan tenaga kerja kontraktor dalam melakukan sebagian besar proses kerjanya membuatnya harus menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisimplementasi sistem manajemen keselamatan kontraktor pada kontraktor di PTAntam (Persero) Tbk. UBPE Pongkor. Sampel penelitian merupakan salah satukontraktor tambang UBPE Pongkor yaitu PT Karya Sakti Purnama menggunakanstudi evaluasi berdasarkan standar New South Wales Mines pada checklistContractor OHS Assessment Tools. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, telaah dokumen dan observasi lapangan jika diperlukan oleh pihakUBPE Pongkor maupun PT KSP. Berdasarkan keseluruhan elemen (5 elemen)dalam checklist PT KSP telah memenuhi kriteria 83% (total nilai 83 dari 100total) dari keseluruhan sistem yang telah dijalankan pada Proyek kerja UBPEPongkor. Nilai yang dicapai pada masing-masing elemen, sistem Kebijakan K3 bernilai 17 dari 20 subtotal, sistem Perencanaan K3 bernilai 15 dari 20 subtotal,sistem Implementasi K3 19 dari 20 subotal, sistem Monitoring dan hasil 14 dari20 subtotal, sistem Peningkatan berkelanjutan 18 dari 20 subtotal. Peneliti memberikan rekomendasi untuk mempertahankan kriteria-kriteria yang telahterpenuhi dan memperbaiki beberapa kriteria yang belum sesuai dan belumterpenuhi berdasarkan standar New South Wales pada Checklist Contractor OHSAssessment Tools. Kata Kunci : Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor, SMK3, Kontraktor.
Read More
S-8467
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wafiq Febri Erlianti Safitri; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Muthia Ashifa, Ahmad Afif Mauludi
Abstrak:
Abstrak Pada tahun 2021, Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan mencatat 7.298 kasus kecelakaan kerja dan 9% diantaranya disebabkan oleh kelelahan kerja. Dari data kasus tersebut 96% terjadi di industry pertambangan yang juga menyebabkan produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kelelahan kerja pada operator alat berat pertambangan di PT XYZ. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penerapan rancangan cross-sectional. Studi ini melibatkan 115 pekerja yang diminta untuk mengisi kuisioner SOFI. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,3% pekerja mengalami kelelahan kerja pada tingkat ringan, sedangkan 28,7% responden mengalami kelelahan kerja pada tingkat berat. Nilai p dari hasil uji korelasi antara kelelahan kerja dengan faktor-faktor risikonya, masing-masing adalah jam kerja = 0,087, jumlah hari berurutan = 0,105, roster kerja = 0,556, shift kerja = 0,720, lama perjalanan = 0,005, usia = 0,992, riwayat penyakit kronis = 1,000, gangguan tidur = <0,001, kebiasaan tidur = <0,001, kemampuan tidur siang/istirahat = 0,047, usaha = 0,006, penghargaan = 0,152, overcommitment = 0,014, suhu = 0,482, kebisingan = 0,277, pencahayaan = 0,127. Selanjutnya disimpulkan bahwa determinan dari kelelahan kerja adalah lama perjalanan, gangguan tidur, kebiasaan tidur, kemampuan tidur siang/istirahat, usaha, dan overcommitment.

Abstract In 2021, the Directorate General of Labor Inspection recorded 7,298 cases of workplace accidents, with 9% attributed to work fatigue. Of these cases, 96% occurred in the mining industry, adversely affecting worker productivity. This study aims to identify the risk factors for work fatigue among heavy equipment operators in PT XYZ using a cross-sectional design. Involving 115 workers who completed the SOFI questionnaire, data analysis was conducted using the Chi-square test. The research findings revealed that 71.3% of workers experienced mild work fatigue, while 28.7% reported severe fatigue. Correlation tests showed varying p-values for factors such as working hours (0.087), consecutive workdays (0.105), work roster (0.556), shift work (0.720), travel duration (0.005), age (0.992), chronic illness history (1.000), sleep disturbances (<0.001), sleep habits (<0.001), nap/rest capability (0.047), effort (0.006), recognition (0.152), overcommitment (0.014), temperature (0.482), noise (0.277), and lighting (0.127). In conclusion, determinants of work fatigue include travel duration, sleep disturbances, sleep habits, nap/rest capability, effort, and overcommitment.
Read More
T-6874
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Eka Prasadjati; Pembimbing: SYahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Ramadansyah Siregar
S-6100
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Syafei; Pembimbing: Hendra, Robiana Modjo; Penguji: Heny D. Mayawati, Farida Tusafariah
T-3418
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulistyo Basuki; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-3178
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gardilla Eka Febriana; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Devie Fitri Octaviani
S-8416
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ali Nurrahman; Pembimbing: Tata Soemitra; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Rudolf Frans Maulany
Abstrak:

Menurut NIOSH di Amerika Serikat pada tahun 1972 jumlah pekerja yang bekerja di bidang penninyakan dan terpapar kebisingan diatas 90 dBA sebesar 29 % dan pada tahun !983 jwnlah tersebut berkembang, diperkirakan jumlah pekerja yang terpapar kabisingan di tempat ketja minyak dan gas bwnl sebesar 365.000 orang dari 400.000 orang atau seb"'ar 91,25% ( Mu!ia, S, 1998 ). Penurunan daya dengar karma kebisingan atau Noise Induced Hearing Loss Disebabkan paparan kebisingan terus menerus yang mengakibatkan rusaknya sel rambut dari cochlea.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu factor yang menyebabkan NHL yang terjadi pada CNOOC sehingga dapat dijadikan dasar untuk menysusun strategi pencegahan ternyadinya NHL di lingkungan pekerja CNOOC di masa yang akan dating. Karena sifat ketulian yang terjadi akibat kebisingan bersifat permanen berjalan perlahan selama bertahun-tahun sehingga tidak dirasakan oleh tenaga kerja pada stadium awalnya bahwa sedang terjadi sesuatu dalam telinganya. Pada saat tenaga kerja mulai menyadari gangguan umumnya sudah terlambat.Populasi penelitiaan adalah 40 karyawan mempunyai basil audiometric dengan kharalcterlstik Noise Induce Hearing Loss dengan basil anamnesa tidsk di dapa1kan  riwayat penyakit yang dapat menyebabkan penurunan pendengaran dan  dari pemeriksaan fiSik oleh dokter ahli  tidak ditemukan kehlinan pada telinga yang dapat menyehabkan penurunan pendengaran.Hasil audiometric pakerja tersebut menunjukkan sebagian besar pekerja ( 59  % ) menderita gangguan peadengaran ringan dan 2,60% dengan kategori berat (> 70 dBA). Dari basil penelitian disbupulkan factor0factor yang berbubungan dengan kemampuan pendengatan ada!ah tingkat kebisingan lokasi kerja yang tinggi (>85 dB) dengan tingkat kebisingan minimum 87,70 dBA dan maksimum 105,40 ; dengan masa kerja di lingkungan bising rata-rata lebih dari 15 tahun. Perilaku penggunaan APD saat bekerja di tempal bising tergolong kurang baik, sebagian besar responden hanya menggunakan APD kadang-kadang dengan alasan APD tidak nyarnan dan APD rusat atau kotor. Kebijakan dan pola pengawasan penggunaan APD telah Dilakukan hanya saja belum terlihat adanya hanya saja pelaksanaan di lapangan masih kurang hal tersebut mempengaruhi perilaku penggunaan APD pada pekerja.Saran yang diberikan adalah perusahaan CNOOC perlu menerapkan program pendengaran (Hearing Conversation Program) secara menyeluruh, yaitu dengan menerpkan semua komponen HCP termasuh engineering and administrative control yang belum dilakukan.

Read More
T-1527
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive