Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 292 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizki Dinar Winiar; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Tri Yunis Miko, Sulistyo
S-4273
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Maisaroh; Pemb. Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Heludi
S-5253
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitaria Sari; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Putri Bungsu, Ibu NS Dami
Abstrak: Kontrasepsi IUD pasca plasenta merupakan salah satu metode dalam menurunkan unmeet need KB untuk mengendalikan kejadian kehamilan tidak diinginkan serta kematian ibu dan bayi. Di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, capaian penggunaan kontrasepsi pasca plasenta belum mencapai target dan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pasca plasenta pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Jatinegara Tahun 2017. Dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2017 menggunakan design potong lintang. Populasi adalah seluruh ibu bersalin usia 15-49 tahun yang sudah kawin dan melahirkan pada bulan November 2016 sampai April 2017 serta berdomisili di wilayah Kecamatan Jatinegara sebanyak 333 orang, jumlah sampel 122 orang yang diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pedoman kuesioner, analisis bivariat dengan uji Kai kuadrat. Hasil penelitian diperoleh 36,9% responden menggunakan kontrasepsi pasca plasenta. Faktor predisposisi yang berhubungan signifikan adalah pengetahuan (nilai p < 0,005), sikap (nilai p < 0,005), jumlah anak (nilai p 0,018). Faktor penguat yang berhubungan signifikan adalah konseling (nilai p = 0,005). Saran untuk Puskesmas adalah meningkatkan upaya promosi kesehatan KB, melakukan penyuluhan dalam kegiatan masyarakat, meningkatkan pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat, melengkapi informasi konseling KB, membuat Klinik khusus konseling KB dan KIA.
Kata kunci: Ibu bersalin; Kontrasepsi; Pasca Plasenta

Intra Uterine Device of post placenta contraceptive is one method in lowering unmeet need contraceptive to control the incidence of unwanted pregnancy and the death of the mother and the baby. In Jatinegara Subdistrict health centers the achievement of placental contraceptive has not yet reached the target and decreased from the previous year. This research aims to know the factors that relate to the use of post placental contraception on maternal maternity clinics in the region of subdistrict Jatinegara in 2017. Implemented in May-June 2017 using cross sectional design. The population was the entire birthing mothers ages 15-49 years already married and gave birth in November 2016 until April 2017 also domiciled in subdistrict Jatinegara as much as 333 people, the number of samples of 122 people taken in simple random sampling. Data collected through structured interviews with the guidelines of the questionnaire, the bivariat analysis using chi square test. Research results gained 36.9% of respondents using contraception post placental. Predisposing factors are significant related knowledge (p value < 0.005), attitude (p value < 0.005), number of children (p value = 0.018). Reinforcing factor is significant related counseling (p value = 0.005). Advice to Clinics is improve health promotion of Family Planning, do health education in the community activities, increasing the empowerment and collaboration with the community, complete the counseling information of Family Planning, making special counseling Clinic of Family Planning and Maternal & Neonatal care.
Keywords: Maternal mother; Contraception; Post - Placental
Read More
S-9429
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eti Sumiati; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti, Trini Sudiarti
S-3985
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wachyu Nursani Eka; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Dewi Syarifah
S-5691
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanti Maranata Samosir; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Indra Murty Surbakti, Yani Haryani S
Abstrak:
Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada masa pasca persalinan merupakan strategi efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan menurunkan risiko kesehatan ibu dan bayi. Namun, cakupan penggunaan MKJP di UPTD Puskesmas Ratu Jaya masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KBPP MKJP) pada ibu nifas di UPTD Puskesmas Ratu Jaya Kecamatan Cipayung Kota Depok Tahun 2025.  Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sampel ibu yang memiliki bayi usia kurang dari 12 bulan. Data dianalisis menggunakan regresi Cox untuk memperoleh Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan MKJP sebesar 14,1%. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan KBPP MKJP adalah paritas (PR=2,439; 95%CI:1,315–4,524), pekerjaan (PR=2,197; 95%CI:1,106–4,362), sikap (PR=2,033; 95%CI:1,014–4,075), dan kepesertaan JKN (PR=0,517; 95%CI:0,278–0,959). Paritas merupakan faktor yang paling dominan.  Disimpulkan bahwa penggunaan KBPP MKJP masih rendah dan dipengaruhi oleh faktor predisposisi serta faktor pemungkin. Penguatan konseling dan edukasi KB pasca persalinan perlu ditingkatkan untuk mendorong penggunaan MKJP. Kata kunci: KB pasca persalinan, MKJP, ibu nifas, paritas, JKN.

The use of Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (LARCs) during the postpartum period is an effective strategy to prevent unintended pregnancies and reduce maternal and infant health risks. However, the coverage of postpartum LARC use at Ratu Jaya Primary Health Center remains low. This study aimed to analyze factors associated with the use of Postpartum Family Planning Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (PPFP-LARCs) among postpartum women at Ratu Jaya Primary Health Center, Cipayung District, Depok City, in 2025. This study employed a cross-sectional design involving mothers with infants aged less than 12 months. Data were analyzed using Cox regression to estimate the Prevalence Ratio (PR). The results showed that the proportion of LARC use was 14.1%. Factors associated with PPFP-LARC utilization were parity (PR = 2.439; 95% CI: 1.315–4.524), employment status (PR = 2.197; 95% CI: 1.106–4.362), attitude toward LARCs (PR = 2.033; 95% CI: 1.014–4.075), and National Health Insurance (JKN) membership (PR = 0.517; 95% CI: 0.278–0.959). Parity was identified as the most dominant factor associated with PPFP-LARC use. In conclusion, postpartum LARC utilization remains low and is influenced by predisposing and enabling factors. Strengthening postpartum family planning counseling and education is recommended to increase the uptake of LARCs. Keywords: postpartum family planning, long-acting reversible contraceptive methods (LARCs), postpartum women, parity, National Health Insurance (JKN).
Read More
T-7702
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Kurnia Sari; Pembimbing: Nuning Maria Maskuri Kiptiyah
S-3077
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmah Aulia Zahra; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Zakiah
Abstrak: Perdarahan pasca persalinan merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya kematian pada ibu. Pada tahun 2017 terdapat sekitar 295.000 wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan, dimana 75% penyebab kematian ibu diantaranya adalah perdarahan pasca persalinan, infeksi, preeklamsia/eklamsia, dan komplikasi lainnya dari persalinan. Di Indonesia dari 20 penyebab kematian ibu, perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab nomor satu kemarian ibu. Angka Kematian Ibu di Indonesia masih jauh dari target MDGs yang telah ditetapkan bahkan tiga kali lipat lebih tinggi dari target yang seharusnya. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang serius dan perlu diprioritaskan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan di Indonesia pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 (SDKI 2017). Populasi dari penelitian ini merupakan seluruh wanita usia subur yang berusia 15-49 tahun yang pernah melahirkan selama 5 tahun terakhir sebelum survei dilakukan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa umur (PR= 1,1), tingkat pendidikan (PR= 1,39), tempat tinggal (PR= 1,11), paritas (PR= 1,13), riwayat komplikasi kehamilan (PR= 0,91), kelengkapan pemeriksaan ANC (PR= 1,35), penolong persalinan (PR= 1,59), tempat persalinan (PR= 1,38), dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (PR= 1,14) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan (p= <0,05). Perlunya komitmen pemerintah dalam mengoptimalisasi upaya perencanaan program yang strategis dan sistematis meliputi pencegahan dan manajemen yang tepat sejak ibu berada dalam periode kehamilan hingga masa nifas serta pemberdayaan dan pemberian edukasi pada perempuan, keluarga, dan masyarakat, khususnya pada kelompok-kelompok rentan
Read More
S-12415
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cyntia Kusuma Dewi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dadan Erwandi, Evi Ratmayana
S-9828
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Fajriati, Maiza Duanna
IJPH-Vol.II/No.3
Meulaboh : Universitas Teuku Umar, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive