Ditemukan 38192 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Subekti Yudianto; Pembimbing: Ronnie Rivany
S-2738
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shamim Thahir Ahmad; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mardiati Nadjib, Edu Parningotan Aritonang
Abstrak:
Read More
Durasi penyelesaian klaim menjadi indikator penting dalam menilai efisiensi pelayanan asuransi, terutama pada produk santunan harian rawat inap. Keterlambatan dalam proses klaim dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan nasabah terhadap perusahaan asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan durasi penyelesaian klaim santunan harian rawat inap di PT. X berdasarkan data tahun 2023–2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan data sekunder sebanyak 299 klaim. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar klaim diselesaikan dalam waktu 6–14 hari (39,1%) dan 0–5 hari (37,5%). Terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan secara statistik terhadap durasi klaim, yaitu asal daerah dan kelengkapan dokumen. Peserta dari luar Pulau Jawa cenderung mengalami durasi klaim lebih lama, sedangkan klaim dengan dokumen lengkap memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk diselesaikan dalam waktu singkat. Empat variabel lainnya—sebab dirawat, jenis rumah sakit, nominal klaim, dan riwayat pengajuan sebelumnya—tidak menunjukkan hubungan signifikan namun memiliki kecenderungan praktis yang relevan.
The duration of claim settlement is an important indicator in assessing the efficiency of insurance services, particularly for hospital daily cash benefit products. Delays in the claim process may reduce customer satisfaction and trust in insurance companies. This study aims to analyze the factors associated with the duration of claim settlement for hospital daily cash benefits at PT. X based on 2023–2024 data. A cross-sectional design with a quantitative approach was used, utilizing secondary data from 320 claims. The analysis was conducted using univariate and bivariate methods with ordinal logistic regression. The results showed that most claims were settled within 6–14 days (39.1%) and 0–5 days (37.5%). Two variables showed statistically significant relationships with claim duration: region of origin and completeness of documents. Participants from outside Java Island tended to experience longer claim durations, while claims submitted with complete documents had a significantly higher likelihood of being processed more quickly. The other four variables—reason for hospitalization, hospital type, claim amount, and claim history—were not statistically significant but showed relevant practical trends.
The duration of claim settlement is an important indicator in assessing the efficiency of insurance services, particularly for hospital daily cash benefit products. Delays in the claim process may reduce customer satisfaction and trust in insurance companies. This study aims to analyze the factors associated with the duration of claim settlement for hospital daily cash benefits at PT. X based on 2023–2024 data. A cross-sectional design with a quantitative approach was used, utilizing secondary data from 320 claims. The analysis was conducted using univariate and bivariate methods with ordinal logistic regression. The results showed that most claims were settled within 6–14 days (39.1%) and 0–5 days (37.5%). Two variables showed statistically significant relationships with claim duration: region of origin and completeness of documents. Participants from outside Java Island tended to experience longer claim durations, while claims submitted with complete documents had a significantly higher likelihood of being processed more quickly. The other four variables—reason for hospitalization, hospital type, claim amount, and claim history—were not statistically significant but showed relevant practical trends.
S-12000
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggi Dwi Fadila; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto; Eddy Sulistijanto Hadie
Abstrak:
Keberlangsungan program BPJS Kesehatan didukung oleh iuran yang diperoleh dari peserta yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Peserta mandiri atau PBPU merupakan salah satu jenis peserta dalam JKN. Namun, jumlah persentase kolektabilitas iuran pada peserta mandiri di BPJS Kesehatan Kota Bekasi belum mencapai target ideal 100%, sampai dengan bulan April 2020 hanya sebesar 86,88%. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan peserta mandiri dalam melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan di BPJS Kesehatan KC Kota Bekasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan peserta mandiri yang terdaftar di BPJS Kesehatan Kota Bekasi dengan sampel 124 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner online. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah peserta mandiri yang patuh membayar iuran (76,6%) lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang tidak patuh membayar iuran (23,4%). Selain itu, faktor predisposisi pada variabel pengetahuan (p-value = 0,032) memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Sedangkan faktor pemungkin dan faktor pendorong tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Kata kunci: BPJS Kesehatan, Peserta Mandiri, Kepatuhan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan The progression of the BPJS Health program is supported by payment premiums that obtained from participants who registered with BPJS Kesehatan. Independent participants or PBPU are one of the type participants in JKN. But, the percentage of contribution collectibility for independent participants in BPJS Kesehatan Bekasi City has not reached the ideal target of 100%, until April 2020 only amounted to 86.88%. The purpose of this research is to find out the factors related to the compliance behavior of independent participants in making BPJS Health payment premium at branch office BPJS Kesehatan in Bekasi City. The methodology of this research is quantitative research by using cross sectional study design. Population in this research is independent participants who registered in BPJS Kesehatan Bekasi city with 124 respondents as sample. Data retrieval from the participants by using accidental sampling. The data collection has been collected through online questionnaire. The results indicated that the number of independent compliance participants in payment premium is 76.6%, which is higher than noncompliance participants, only get 23,4%. In addition, predisposing factors of variable (pvalue = 0.032) has a significant relationship with the compliance behavior in payment premium of BPJS Kesehatan. While as, the enabling factors and reinforcing factors do not have relationship with compliance behavior in payment premium of BPJS Kesehatan. Key words: BPJS Kesehatan, Independent Participants, Compliance in Payment Premium of BPJS Health.
Read More
S-10426
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Joko Suwandi; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-3157
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zsandrina Ashriza EL Yusvaa Andreina; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib
Abstrak:
Read More
Proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di rumah sakit memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus kas dan keberlangsungan operasional. Keterlambatan dalam proses klaim dapat berdampak pada waktu penerimaan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan waktu dan proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di RS UI tahun 2025. Faktor input yang diteliti meliputi SDM, sarana dan prasarana, kelengkapan berkas klaim, dan jenis asuransi. Penelitian ini juga menganalisis distribusi waktu pada setiap tahapan proses, meliputi T1 (discharge to closed), T2 (closed to invoicing), T3 (invoicing to sending), dan T4 (sending to payment), serta hambatan yang terjadi hingga tahap pembayaran klaim. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari seluruh klaim asuransi non-JKN tahun 2025 sebanyak 7313 klaim, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat dalam proses klaim di unit AR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar klaim telah diselesaikan sesuai dengan target ≤55 hari dengan persentase 83,5% dan rata-rata total waktu penyelesaian sebesar 29 hari. T4 merupakan tahapan dengan durasi paling lama dan menjadi bottleneck dalam proses klaim. Faktor input secara umum telah mendukung proses, tetapi masih ditemukan kendala terkait ketidaklengkapan berkas klaim, keterbatasan SDM pada kondisi tertentu, dan sistem yang belum optimal. Terdapat variasi waktu penyelesaian klaim berdasarkan jenis perawatan dan jenis asuransi yang dipengaruhi oleh kompleksitas berkas dan perbedaan kebijakan asuransi. Hambatan dalam proses klaim didominasi oleh faktor internal rumah sakit, meskipun faktor eksternal juga turut memengaruhi. Secara keseluruhan, proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di RS UI telah berjalan cukup baik, tetapi masih diperlukan perbaikan pada kelengkapan berkas klaim, optimalisasi sistem, dan pengelolaan SDM untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam pencapaian target waktu penyelesaian klaim.
The process of non-JKN insurance claim settlement in hospitals plays an important role in maintaining cash flow and ensuring operational sustainability. Delays in the claim process still occur and may affect the timeliness of payment receipt. This study aims to analyze the timeliness and process of non-JKN insurance claim settlement at Universitas Indonesia Hospital in 2025. The input factors examined included human resources, facilities and infrastructure, completeness of claim documents, and type of insurance. This study also analyzed the time distribution at each stage of the claim process, including T1 (discharge to closed), T2 (closed to invoicing), T3 (invoicing to sending), and T4 (sending to payment), as well as the barriers encountered until the payment stage This study employed a cross-sectional design using quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were obtained from a total of 7,313 non-JKN insurance claims in 2025, while qualitative data were collected through in-depth interviews with informants involved in the claim process within the AR Unit. The results showed that the majority of claims were completed within the target of ≤55 days, accounting for 83,5% of all claims, with an averge total processing time of 29 days. T4 was identified as the longest stage and became the bottleneck in the claim process. In general, the input factors supported the claim settlement process; however, several obstacles were still identified, including incomplete claim documents, limited human resources under certain conditions, and suboptimal system performance. Variations in claim processing time were also found based on the type of care and type of insurance, influenced by document complexity and differences in insurance policies. Barriers in the claim process were predominantly caused by internal hospital factors, although external factors also contributed to delays. Overall, the non-JKN insurance claim settlement process at Universitas Indonesia Hospital has been implemented relatively well; however, improvements in claim document completeness, system optimization, and human resource management are still needed to improve efficiency and consistency in achieving the targeted claim processing time.
S-12226
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kristiara Amalia Fitria; Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Nurlitasari
Abstrak:
Read More
Administrasi klaim merupakan proses penting yang dilakukan sebelum klaim dibayarkan oleh tertanggung. Komplain klien juga dapat mengganggu hubungan yang telah terjalin dengan pihak klien dan pihak perusahaan asuransi. PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR) merupakan perusahaan pialang asuransi tertua di Indonesia yang bertindak atas nama tertanggung untuk memberikan nasihat dan kebijakan asuransi yang disesuaikan untuk mengelola risiko. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang memicu komplain klien dalam administrasi klaim pada produk asuransi employee benefit di PT MIR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan berjumlah 10 orang, yaitu Asisten Manajer Klaim dan Staf Analis Klaim PT MIR, serta Klien PT MIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, koordinasi, sumber daya manusia, kelengkapan dokumen klaim, serta pemahaman pemegang polis berperan dalam timbulnya komplain dalam proses adiministrasi klaim produk asuransi employee benefit di PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR)
Claim administration is an essential step that must be completed before the insured pays the claim. Client complaints can also disrupt the relationship between the client and the insurance company. PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR) is the oldest insurance brokerage company in Indonesia that acts on behalf of the insured to provide customized insurance advice and policies to manage risk. This study discusses the factors that trigger client complaints in administering claims on employee benefit insurance products at PT MIR. This study uses a qualitative approach with a case study design. There were ten informants: Claim Manager Assistant, PT MIR Claim Analyst Staff, and PT MIR Clients. The results showed that communication, coordination, human resources, claim documents' completeness, and policyholders' understanding played a role in the emergence of complaints in the claims administration process for employee benefits insurance products at PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR).
S-11408
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kevinta Elinel ; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Amila Megraini
Abstrak:
Read More
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi sistem utama jaminan kesehatan di Indonesia, namun masih memiliki keterbatasan dalam manfaat dan fleksibilitas layanan. Hal ini mendorong sebagian masyarakat memilih asuransi kesehatan komersial sebagai pelengkap atau alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih asuransi kesehatan komersial, meliputi aspek budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Literatur dikumpulkan dari PubMed dan Google Scholar, menghasilkan 10 artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis dilakukan dengan menyusun matriks dan mengelompokkannya ke dalam empat kategori faktor. Hasil menunjukkan bahwa faktor pribadi dan psikologis paling dominan, disusul oleh faktor sosial dan budaya. Penelitian ini juga mengungkap adanya kesenjangan kajian sebelumnya, terutama terkait kelompok rentan dan aspek digitalisasi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan literasi asuransi kesehatan. Pada penelitian selanjutnya disarankan mengadopsi pendekatan multidimensi serta lebih memperhatikan pengaruh teknologi dan kelompok yang kurang terlayani, guna mendukung pengambilan kebijakan dan peningkatan literasi asuransi masyarakat.
The National Health Insurance program (JKN) has become the primary health coverage system in Indonesia; however, it still has limitations in terms of benefits and service flexibility. This condition has led some members of the public to choose commercial health insurance as a complement or alternative. This study aims to analyze the factors influencing public decisions in selecting commercial health insurance, focusing on cultural, social, personal, and psychological aspects. The method used is a scoping review with a qualitative-descriptive approach. Literature was collected from PubMed and Google Scholar, resulting in 10 selected articles based on inclusion and exclusion criteria. The analysis was conducted by constructing a matrix and categorizing the data into four factor groups. The results show that personal and psychological factors are the most dominant, followed by social and cultural factors. This study also reveals gaps in previous research, particularly related to vulnerable groups and the impact of digitalization. These findings are expected to serve as a basis for policymaking and improving public literacy on health insurance. Future research is recommended to adopt a multidimensional approach and give greater attention to technological influences and underserved populations to support more inclusive policies and health insurance literacy.
S-12147
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Shakia Az Zahra; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Budi Hidayat, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:
Read More
Secara global kanker paru merupakan tiga terbesar kasus penyakit kanker di dunia dan menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian akibat penyakit kanker pada laki laki dan perempuan (Globocan, 2022) Di Indonesia, kanker paru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di samping kanker payudara dan kanker kolorektal (WHO, 2022). Kanker paru ditempatkan sebagai beban utama biaya pengobatan yang bersifat katastropik dengan menyerap anggaran besar dari total belanja kesehatan negara dalam Diasease Account 2023. Besaran biaya klaim penyakit kanker paru sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang memengaruhi tingkat keparahan dan intensitas pemanfaatan layanan. Oleh karena itu diperlukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan biaya kanker paru. Metode: Penelitian menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan dengan desain cross sectional. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, segmen kepesertaan, hak kelas rawat, metastasis, kunjungan rawat inap, kunjungan rawat jalan, kepemilikan rumah sakit, tipe rumah sakit, dan wilayah regional FKRTL dengan biaya klaim. Faktor yang paling berhubungan yaitu metastasis (p value <0,001; AOR 11,045). Kesimpulan: Diperlukan peningkatan deteksi dini melalui skrining nasional, pemerataan akses, dan peninjauan tarif INA CBGs
Lung cancer is among the three most common cancers worldwide and remains the leading cause of cancer-related mortality in both men and women (GLOBOCAN, 2022). In Indonesia, lung cancer is one of the primary causes of cancer deaths, alongside breast and colorectal cancer (WHO, 2022). It also represents a major catastrophic health expenditure, accounting for a substantial proportion of national healthcare spending as reported in the Disease Account 2023. The magnitude of lung cancer treatment costs is influenced by various factors related to disease severity and healthcare utilization. Therefore, an analysis is needed to identify factors associated with lung cancer treatment costs. Methods: This study used secondary data from the BPJS Kesehatan Sample Data and employed a cross-sectional study design. Data were analyzed using bivariate and multivariate logistic regression analyses to identify factors associated with lung cancer claim costs. Results: Significant associations were found between age, sex, membership segment, inpatient class entitlement, metastasis status, inpatient visits, outpatient visits, hospital ownership, hospital type, and regional referral healthcare facility (FKRTL) location with lung cancer claim costs. Metastasis was identified as the factor most strongly associated with high claim costs (p-value < 0.001; AOR = 11.045). Conclusion: Strengthening early detection through a national lung cancer screening program, improving equitable access to healthcare services, and reviewing INA-CBGs tariffs are recommended to reduce the economic burden of lung cancer and improve the efficiency of healthcare financing under the National Health Insurance (JKN) system.
S-12403
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indra Hatari Sumantri; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-2740
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wahyuningsih; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Adi Kurnia Nur
S-4817
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
