Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31361 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Saptono Raharjo; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Amal C. Sjaaf, Agus Purwadianto
Abstrak:

Pada era reformasi saat ini terdapat kecenderungan meningkatnya tuntutan dugaan malpraktik pada rumah sakit. Instalasi Gawat Darurat sebagai salah satu unit pelayanan rumah sakit yang berfungsi melayani pasien gawat darurat medis merupakan high clinical risks areas. Masalah asuhan klinis di Instalasi Gawat Darurat bila tidak dikenali dengan baik dapat merugikan pasien, staf medis, ataupun organisasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor kontribusi risiko klinis yang mempengaruhi terjadinya adverse outcome di Instalasi Gawat Darurat RS "X" dengan pendekatan metode Reason's organizational model Charles Vincent dan Sally Taylor-Adams. Tahapan penelitian dimulai dengan identifikasi adverse outcome berdasarkan laporan kejadian dari staf Instalasi Gawat Darurat yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian dilanjutkan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi partisipatif untuk menyusun kronologi. Selanjutnya melalui concensus decison making group ditetapkan masalah pelayanan asuhan klinis (Care Delivery Problem). Setiap Care Delivery Problems yang ditetapkan kemudian ditelusuri lebih lanjut dengan dasar wawancara, telaah dokumen dan observasi untuk menganalisis faktor faktor kontribusi yang langsung mempengaruhinya. Adapun untuk mengetahui faktor kontribusi yang tidak langsung mempengaruhi masalah pelayanan asuhan klinis dilakukan wawancara mendalam terhadap beberapa informan dan telaah dokumen seperti statuta, rencana strategis, dan sejauhmana manajemen risiko telah diterapkan dalam penyelenggraan rumah sakit. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor kontribusi yang secara langsung mempengaruhi masalah asuhan klinis adalah kondisi pasien gawatdarurat medis yang mengancam nyawa dan faktor individu yang kurang memadai ketrampilannya dalam melakukan tindakan resusitasi jantung paru, khususnya manajemen jalan nafas mempunyai kontribusi paling besar terjadinya suatu adverse outcome. Faktor kontribusi lainnya antara lain beban kerja staf medis, belum lengkapnya SOP observasi pasien yang memerlukan perawatan intensif untuk stabilisasi, SOP tindakan venaseksi sebagai jalur intravena pasien dehidrasi berat dengan syok dan komunikasi tertulis yang kurang Iengkap, serta peralatan medis untuk pemantauan pasien selama dilakukan observasi di Instalasi Gawat Darurat. Faktor kontribusi yang tidak langsung mempengaruhi masalah pelayanan asuhan klinis adalah faktor konteks institusional yang banyak menyoroti Undang Undang No. 9 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran sebagai aspek medikolegal yang sangat berpengaruh pada masalah pelayanan asuhan klinis dan perubahan perilaku masyarakat yang cenderung kritis dan serba menuntut. Adapun faktor organisasi dan manajemen didapatkan belum diterapkannya manajemen risiko secara formal dan terstruktur di RS "X". Saran yang disampaikan adalah bagi RS "X" agar menerapkan secara formal dan terstruktur manajemen risiko, bagi Instalasi Gawat Darurat untuk meningkatkan kapasitas Instalasi Gawat Darurat dengan melakukan pelatihan pelatihan bagi staf medis yang belum terampil khusus ketrampilan manajemen jalan nafas, ketrampilan komunikasi dan ketrampilan venaseksi, dan melengkapi SOP yang belum tersedia, serta melengkapi peralatan medis untuk pemantauan kondisi pasien selama dilakukan observasi.


 

Nowdays in reformation era there are tendency increasing demand of malpractice assumtion in hopital practice. Emergency department as one of hospital unit services which funcion is to serve medical emergency patient as high clinical risk areas. The lack identification of care delivery problems in emergency department could be disadvantages to the patient, medical staff, and hospital organization. The objectives of this research is to find out the contribution factors clinical risks which influence adverse outcome in emergency department. The research was held in emergency department, "X" Hospital with the reason's organizational model approach method which had been expanded by Charles Vincent and Sally Taylor Adams in healthcare services. Research phase is started by adverse outcome identification based on report case from emergency department staff and fulfil official criteria. Research continued with interview, document study and aprticitive observation to arrange cronology. Next on, by concensus decision making group, care delivery problems determined. To each care delivery problems carry out an interview, document study and observation to analyze directly influence of contribution factors. To find out background contribution factor of care delivery problems profound interview is made to some informan, document study for example, statuta, strategic plan, and how far risk management had been carry out in hospital operation. Research result shows that contribution factors directly influence care delivery problems is patient condition of medical emergency condition threatens life and the lack skill of individual factor in cardiopulmonary resucitation, specialIy airway management which has the most contribution to an adverse outcome occurance. The other contribution factor are medical staff workload, uncomplete patient observation stnadard operating procedure which need more ontencive care for stabilization, standard operating procedure for venasectie action as intravena Iine of hard dehydration patient and uncomplete written communication, also medical tools to monitor the patient while observation in emergency department. Contribution factors indirectly influence care delivery problems is institutional context factor that focusing more to constitusion nomor 9 year 2004 about medical practice as medicolegal aspect and its most influence for care delivery problems, another factor is changing behaviour of the people and tendency to more critical and high demand. In organization and management factor, there are structural and formal risk management haven't been applying yet in "X" Hospital. Conform to research result suggest "X" Hospital have to applied formal and structural risk management, capasity increased for emergency departement by training skill for unskilled medical staff especially in management airway skill, communication skill, and venasectie skill, complete all unavaible medical tolls to monitoring patient while observation.

Read More
B-976
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonius Simalango; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mardiati Nadjib, Indriati, Harjito
Abstrak:
ualitas layanan rumah sakit perlu dijaga, salah satunya dengan manajemen Sumber Daya Manusia(SDM) yang baik. Kepuasan kerja dapat menjadi indikator dalam evaluasi manajemen SDM, terutama terkait kinerja dan juga dalam perencanaan kebutuhan SDM. SDM terbesar yang penting dan jumlahnya besar di rumah sakit adalah perawat. RSU X adalah rumah sakit rujukan di Jawa Barat yang memiliki tugas dalam hal pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pertumbuhan jumlah layanan semakin bertambah, mengharuskan rumah sakit untuk selalu melakukan evaluasi layanannya, dan tak ketinggalan melakukan evaluasi manajemen SDM. Penelitian ini hendak melihat dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja di Instalasi Gawat Darurat, Bedah Sentral, Rawat Intensif dan Hemodialisis RSU X tersebut. Jenis penelitian non ekperimental dengan pendekatan studi kuantitatif dan desain cross sectional. Populasi dan sampel adalah perawat perawat IGD, IBS, ICU dan HD tahun 2020, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variabel yang menunjukkan ada 3 variabel yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dan secara bersama-sama dengan faktor kepuasan kerja, yaitu kesempatan pengembangan karir kesempatan peningkatan kompetensi dan keamanan kerja yang merupakan bagian dari pekerjaan/organisasi. Disarankan untuk membuat perbaikan pengelolaan/perencanaan manajemen pengembangan SDM, peningkatan kompetensi dan juga keamanan kerja pada critical unit

Quality of hospital services needs to be maintained, one of them is with good human resources management. Job satisfaction can be used as an indicator in the evaluation of human resources management, especially related to performance and also in the planning of human resources needs. The largest human resources that are important and have large numbers in hospitals are nurses. RSU X is a referral hospital in West Java that has a duty in terms of public health services. The increasing of heatlh services requiring hospitals to always evaluate their services, and the human resources management. This study was about to analyze factors related to job satisfaction in the Emergency, Central Surgery, Intensive Care and Hemodialysis unit at RSU X Public Hospital. This is a non-ekperimental research with quantitative study approach and cross sectional design. The population and sample are emergency unit, central surgery, intensive care and hemodialysis nurses in 2020, who meet inclusion and exclusion criteria. The results showed that the variables showed that there are three variables that show a relationship, partial and together with the job satisfaction factors. They are career development, opportunities for increased competency and job . It is recommended to make improvements to the human resources anagement, competency improvement and also job security in special/critical unit.
Read More
B-2161
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Wayan Surya Sedana; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Kurnia Sari, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma
Abstrak:
Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah menghadapi tantangan volume kunjungan yang tinggi sebagai pusat rujukan tersier di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Meskipun standar ketepatan waktu pelayanan kurang dari empat jam telah ditetapkan, capaian rata-rata pada tahun 2025 masih berfluktuasi di angka 53,28%. Fenomena memanjangnya Length of Stay (LOS) berisiko menurunkan efisiensi layanan, meningkatkan biaya operasional, serta memperburuk luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi pemanjangan waktu pelayanan IGD (LOS ≥ 4 jam) menggunakan pendekatan sistem aliran pasien Input-Throughput-Output. Studi observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap data sekunder rekam medis elektronik periode Januari hingga Desember 2025. Teknik stratified random sampling digunakan untuk menarik sampel minimal yang proporsional. Analisis data menggunakan uji bivariat Chi-Square sebagai seleksi awal prediktor, dilanjutkan dengan uji multivariat regresi logistik berganda untuk menghitung nilai Odds Ratio (OR). Analisis multivariat mengkonfirmasi bahwa faktor yang memiliki hubungan independen paling dominan terhadap pemanjangan LOS IGD berturut-turut adalah jumlah pemeriksaan diagnostik kombinasi laboratorium dan radiologi (OR = 46.887; p < 0.001), pemeriksaan laboratorium saja (OR = 20.220; p < 0.001), pemeriksaan radiologi saja (OR = 6.873; p = 0.0096), keputusan disposisi rawat inap (OR = 4.728; p < 0.001), adanya konsultasi dokter spesialis (OR = 2.627; p < 0.001) dan cara bayar JKN PBI (OR = 2.149; p = 0.0175). Sebagai kesimpulan, terdapat kecenderungan hambatan utama yang menyebabkan pemanjangan LOS IGD terjadi pada fase throughput dan output dengan proses diagnostik dan konsultasi dokter spesialis serta keputusan rawat inap yang diperparah dengan tingginya kebutuhan ruang perawatan untuk cara bayar JKN PBI.

The Emergency Department (ED) of Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital encounters a high volume of patient visits as a tertiary referral center in the Bali and Nusa Tenggara regions. Despite the established service timeliness standard of less than four hours, the average compliance rate in 2025 fluctuated at 53.28%. Prolonged Length of Stay (LOS) poses a risk of reducing service efficiency, increasing operational costs, and worsening patient clinical outcomes. This study aims to analyze various factors influencing prolonged ED service time (LOS ≥ 4 hours) utilizing the Input-Throughput-Output patient flow model framework. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted using secondary electronic medical record data from January to December 2025. A stratified random sampling technique was applied to obtain a proportional minimum sample size. Data analysis was performed using the bivariate Chi-Square test for initial predictor screening, followed by a multivariate multiple logistic regression model to determine the Odds Ratio (OR) values. The multivariate analysis confirmed that the independent factors significantly contributing to prolonged ED LOS were the combination of laboratory and radiology diagnostic tests (OR = 46.887; p < 0.001), laboratory tests alone (OR = 20.220; p < 0.001), radiology tests alone (OR = 6.873; p = 0.0096), inpatient disposition decisions (OR = 4.728; p < 0.001), the need for specialist physician consultations (OR = 2.627; p < 0.001), and the JKN PBI payment method (OR = 2.149; p = 0.0175). In conclusion, the primary bottlenecks causing prolonged ED LOS predominantly occur during the throughput and output phases, driven by diagnostic processes, specialist consultations, and inpatient admission decisions, which are further compounded by the high demand for JKN PBI inpatients.
Read More
B-2613
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferry Irwansyah; Pembimbing: Peter Albert W. Pattinama; Penguji: Adang Bachtiar, Sumijatun, Saidah Simanjuntak
Abstrak:

Pasien-pasien di unit-unit perawatan intensif {ICU) lebih banyak mengalami cedera akibat adverse events hila dibandingkan dengan pasien-pasien yang bukan dirawat di ICU. Banyaknya prosedur yang dilakukan pada pasien-pasien dalam kondisi yang kritis serta banyaknya jumlah dan jenis obat yang digunakan dalam pelayanannya juga meningkntkan resiko yang lebih tinggi hilngga dibandingkan dengan pasien lainnya. Tingginya data mortalitas dan insiden di beberapa ICU rumah saklt umum pusat bantuan regional Departemen Kesehatan menunjukkan belum ada suatu analisis yang mendalam terhadap faklor-faktor penyebab yang berkaitan dengan adverse events di unit perawatan intensif (ICU) pada rumah sakit tersebut. Hasil penelitian didapatkan bahwa adverse events di unit perawatan intensif (ICU) pada !8 (delapan belas) rumah sakit umum di Indonesia yaitu sebesar 42,7 %. Faktor faktor tidak baik, prosedur tidak lengkap, kurangnya kelengkapan dan pemeliharaan alat, berkontribusi dalarn terjarlinya adverse events di ICU pada 18 nrumah sakit. Pemahaman staf dan perawat ICU terhadap patient safety di unit perawatan intensif (ICU) sangat kurang. Penyebab dari beban kerja perawat tidak sesuai yaitu sumber daya manusia yang terbatas, uraian tugas yang tidak jelas, rasio antara petugas dengan pasien tidak sesuai, mengetjakan pekexjaan yang bukan wewenangnya dan kurangnya pelatthan. Behan kelja perawat yang tinggi berdampak stress kerja perawat. Penyebab komunikasi yang karang baik yaitu masib adanya gap antara perawat senior dan perawat yunior dalam berkomunikasi, kepala unit tidak mengikuti morning briefingkomunikasi yang kurang antara tim klinis. Miskomu­nikasi juga menyebabkan terjadinya medication error di lCU. Peralatan kesehatan tidak lengkap dan tidak sesuai standar lCU, scrta tidak adanya prosedur tertulis tentang pemakaian alat. Pimpinan unit dan supervisi klinis belum menjalankan tugrumya dengan baik. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat tentang patient safety, meningkatkan peranan kepala unit, kepala ruangan, komite keperawatan dan supervisi klinis, menetapkan standar prosedur asuhan keperawatan, prosedur pemakaian dan pemeliharaan alat serta prosedur komunikasi bagi perawat di ICU, menambab surnber daya manusia kesehatan {SDMK), meningkatkan pelatihan bagi perawat, menfasilitasi sistem infOnnasi kesehatan melalui Information Technology.


Patients in intensive care units (lCUs) may be more likely than non-ICU patients to be injured by adverse events. The procedures performed on critically ill patients and the quantity and type of drugs used in their care may also increase their risk relative to non-ICU patients. The height data incident and mortality in some ICU aids centers publics hospitals regional Department of Public Healths show there is no an circumstantial analyses to factors cause of related to adverse events intensive care units ( ICU) at the hospital. It was found from the research that adverse events in intensive care unit (!CU) at 18 (eighteen) public hospitals in Indonesia that is 42,7 %. Factors like: inappropriate nurse work load poor communications, incomplete procedure Jack of equipment and conservancy of appliance, contribution in the happening of adverse events in ICU at 18 hospitals. Understanding of nurse and staff!CU to patient safety in intensive care unit ( ICU) hardly less. The cause of inappropriate nurse work load that is limited resource, breakdown of ill defined duty, ratio between officers with inappropriate patients, do work which not the authority and lack of training, High nurse work load affect stress working nurse. The cause of unfavourable communications that is still existence of gap between senior and junior nurses in communicating, lead unit don't follow morning briefing, communications which less between teams. Miscommunication also cause medication errors in ICU. Incomplete equipments and also procedure inexistence. Leader of unit and clinical supervise not yet implement the duty. From this research result suggested to the side of hospital for increasing knowledge and understanding of nurse concerning patient safety increase role of unit director, room director, treatment committee and clinical supervise, specify treatment upbringing procedure standard, usage procedure and conservancy of appliance and also communications procedure for nurse in ICU add health human resource, increase training for nurse, health information system facility through Information Technology {IT) in the form of white line as decision support system.

Read More
B-1067
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Thoyib; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Slamet Priyatno
Abstrak:

Dewasa ini keberhasilan rumah saldt diukur dalam memberikan pelayanan yang bermutu. Mum pelayanan pada alchimya dihubungkan dengan kepuasan kepada pasien_ Kepuasan pasien dilihat dari harapan dan kebutuhan terhadap pelayanan yang mereka terima. Penulisan tesis ini bertujuan untuk mendapakan informasi tentang mutu pelayanan, dengan indikator kepuasan pasien dalam hubungannya dengan aspek pelayanan dokter, pelayanan perawat, administrasi keuangan dan kenyamanan. selain itu ditinjau pengaruh karakteristik pasien yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekeijaan, pengetahuan, ternpat tinggal (iarak tempuh), penghasilan, pengalaman di RS lain dan penanggung biaya. Adanya berbagai keluhan maupun kritikan terhadap pelayanan yang mendasari penelitian ini, Penclitian ini bcrsifat deskriptifanalitik kuantitatif cross sectional. Data primer didapat dari melalui kuosioner kepada 206 responden melalui wawancara, selama 25 hari kerja pada minggu ke 2 bulan mei sampai minggu kc 2 bulan juni 2008. Dari hasil penelitian didapat responden yang menyatakan puas terhadap selumh aspek pelayanan yang diteliti sebanyak 59.7% Dari aspck pelayanan dan karakteristik pasien temyata aspek kebersihan - kenyamanan, jarak tempuh, penghasilan dan pengalaman di RS lain mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien.


 Nowadays the hospital success is measured in present ate quality service. The quality service is related to the patient satisfaction. The Patient satisfaction is seen on expectation and the need to service that they accept. The put-posed of this thesis to find out the information about the quality service, with patients satisfactory indicator in its relationship with nursing aspect as doctor, nurse service, financial administration and convenience. besides to measure influence on patient characteristic which is age, gender, education, occupation, knowledge, address (distance), welfare, experience at any other hospital and the insurer cost. The research performed basely by various complaint and also criticism to musing service. This research was analytic descriptive and cross sectional quantitative. Primary data collected through by questioner to 206 respondents through interviews, up to 25 working days on the second week on May until the second week on June 2008. The research result found the respondent declares for feeling pleasant to all service aspect which is analyzed as 59.7%. From service aspect and patient characteristic apparently hygiene - convenience aspect, distance, welfare and experience at any other hospital have influence to patient satisfaction. Experience aspect at any other hospital most dominant regard influence patient satisfaction (OR = 4,0l3).

Read More
B-1131
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sunu Bintan Gifari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Emmy Ridhawaty Mangunsong, Hendro
Abstrak:
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan karakteristik pelayanan yang kompleks, tingkat ketidakpastian yang tinggi, serta variasi penggunaan sumber daya yang besar. Kondisi tersebut menyebabkan variasi tagihan pelayanan antar pasien, bahkan pada kelompok pembiayaan yang sama. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi besaran tagihan pelayanan menjadi penting untuk mendukung efisiensi pengelolaan biaya dan keberlanjutan finansial rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan pelayanan Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder pasien IGD periode tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 8.483 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, diagnosis berdasarkan kelompok ICD-10, tingkat triase Australasian Triage Scale (ATS), status keluar pasien, dan cara bayar. Variabel dependen adalah total tagihan pelayanan IGD. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis, serta multivariat menggunakan Generalized Linear Model (GLM) distribusi Gamma dengan fungsi log. Hasil: Mayoritas pasien merupakan kelompok usia dewasa (65,2%), berjenis kelamin perempuan (50,8%), memiliki tingkat triase ATS 4 (57,6%), dan menggunakan pembayaran umum (56,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, diagnosis, triase, dan cara bayar berhubungan signifikan dengan total tagihan pelayanan IGD (p<0,05), sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, diagnosis, triase, dan cara bayar berpengaruh signifikan terhadap total tagihan pelayanan IGD (p<0,05). Cara bayar merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi besaran tagihan, dengan pasien asuransi memiliki tagihan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasien BPJS sebagai kelompok referensi. Analisis variabel komposit menunjukkan bahwa kombinasi diagnosis dan triase memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variasi total tagihan pelayanan IGD. Kesimpulan: Total tagihan pelayanan IGD dipengaruhi oleh karakteristik pasien, kondisi klinis, dan mekanisme pembiayaan. Cara bayar merupakan faktor paling dominan dalam pembentukan tagihan pelayanan IGD. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pembiayaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk variasi biaya pelayanan, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan biaya rumah sakit dan pengembangan kebijakan pembiayaan kesehatan.

Background: Emergency Departments (EDs) are among the most complex hospital service units, characterized by high clinical uncertainty and substantial variations in resource utilization. These characteristics contribute to considerable variability in service charges among patients, even within the same financing scheme. Understanding the factors of ED service charges is essential for improving cost efficiency and ensuring hospital financial sustainability. Objective: This study aimed to analyze the factors Associated of Emergency Department service charges at Santa Elisabeth Hospital Batam. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design using secondary data from ED patients treated during 2025. A total of 8,483 patients meeting the inclusion criteria were analyzed. Independent variables included age, sex, diagnosis category based on ICD-10 chapters, Australasian Triage Scale (ATS) level, discharge status, and payment method. The dependent variable was total ED service charges. Data were analyzed using univariate statistics, Mann–Whitney U and Kruskal–Wallis tests for bivariate analysis, and Generalized Linear Modeling (GLM) with Gamma distribution and log-link function for multivariate analysis. Results: Most patients were adults (65.2%), female (50.8%), classified as ATS 4 (57.6%), and self-paying patients (56.0%). Bivariate analysis demonstrated significant associations between age, diagnosis, triage category, payment method, and total ED charges (p<0.05), while sex was not significantly associated. Multivariate analysis revealed that age, sex, diagnosis, triage category, and payment method significantly influenced total ED service charges (p<0.05). Payment method was identified as the most dominant factors, with insured patients incurring significantly higher charges than BPJS-insured patients as the reference group. Composite variable analysis further demonstrated that the interaction between diagnosis and triage level significantly contributed to variations in total ED service charges. Conclusion: Total ED service charges are influenced by patient characteristics, clinical conditions, and financing mechanisms. Payment method emerged as the strongest factors of service charges. These findings highlight the critical role of healthcare financing systems in shaping cost variations and provide important implications for hospital cost management and healthcare financing policy development. Keywords: Emergency Department, Service Charges, Cost of Treatment, Generalized Linear Model, Triage, ICD-10 Diagnosis, Payment Method, Hospital Administration.
Read More
B-2633
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ervin Yamani Amouzegar; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Yuli Prapancha Satar, Rokiah Kusumapradja
B-996
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aman Mashuri; Pembimbing: Suprijadi Riyanto; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Djuhari Suryasaputra
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa Instalasi Gawat Darurat merupakan suatu unit pelayanan di rumah sakit yang harus dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat agar tujuan dari pelayanan gawat darurat dapat tercapai dan sekaligus memberikan kepuasan kepada pasien atau keluarganya.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran umum waktu tunggu persiapan operasi cito di IGD dan faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu pelayanan terhadap pasien yang akan menjalani operasi cito.

Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai proses pelayanan diperoleh melalui wawancara mendalam, fokus grup diskusi, observasi partisipatif dan telaah dokumen. Sedangkan data mengenai waktu pelayanan diperoleh melalui pencatatan waktu pelayanan mulai dari tahap penetapan operasi sampai saat dilakukan sayatan pertama di meja operasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu persiapan operasi cito di IGD RS Karya Medika I berhubungan dengan lamanya persetujuan operasi dari keluarga atau penanggung jawab biaya, ketidaksiapan SDM kamar operasi termasuk dokter operator dan dokter anestesi, serta keterbatasan peralatan operasi.

Untuk mempersingkat waktu pelayanan terhadap pasien yang akan menjalani operasi cito, RS Karya Medika I perlu menetapkan kebijakan tentang penanganan pasien operasi cito, memperbaiki manajemen SDM kamar operasi dan sistem pengadaan alat kesehatan.


The background of the research was the fact that Emergency Care Unit is a particular service unit in hospital which has to be able to respond quickly and effectively in order to achieve the goals of emergency care service and at the same moment to deliver satisfaction to the patients and their families.

The purpose of this research was to know the general picture about the waiting time of cito operations in the Emergency Departement and the factors associated with the time of service to patients who will undergo cito operations.

This type of research was a case study wih a qualitative approach. Data and information regarding the service process were obtained from indepth interviews, focus group discussion, participant observation and document review, while data regarding the service time was gained from recording and calculating the time taken starting from the moment of surgery decision until the moment of the first incision on the operating table.

The result from the research showed that waiting time for the preparation cito operation in the Emergency Departement at Karya Medika I hospital associated with informed concent from the family or the insurance, human resources, and the equipment of operation.

To minimize the waiting time for preparation cito operation in Emergency Departement, Karya Medika I Hospital need to establish policies regarding the handling of patients cito operations, to improve human resource management and procurement of medical equipment systems.

Read More
B-1393
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resi Nurseptiani; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Masyitoh, Eliza Rachmi, Ani Barkah
Abstrak: Waktu tunggu menjadi indikator penilaian mutu pelayanan di IGD. Waktu tunggu pasien di IGD mempengaruhi tingkat keparahan pasien dan kenyamanan pasien dalam mendapatkan pelayanan. Triase menjadi bagian proses penting dalam melakukan pemilahan pasien dan pemberian intervensi medis sesuai dengan kondisi kegawatannya sehingga dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pasien di IGD RSUD Kramat Jati serta melihat hubungan triase terhadap waktu tunggu. Penelitian dilakukan di IGD RSUD Kramat Jati pada tanggal 15-30 Mei 2017 secara kuantitatif (n=230), dan secara kualitatif dengan wawancara mendalam (4 Informan) sebagai pendalaman informasi mengenai SPO Triase, Formulir Triase, dan Kebijakan Penetapan Waktu Tunggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara warna triase dengan waktu tunggu dengan p-value sebesar 0,014. Diharapkan dalam penelitian ini dilakukan perbaikan terhadap SPO Triase, sosialisasi triase kepada petugas IGD, penyesuaian ruangan IGD sesuai standar Departemen Kesehatan. Kata Kunci : Waktu tunggu, IGD, Triase, SPO Triase, Ruangan IGD ANALYSIS TRIAGE OF WAITING TIME IN EMERGENCY ROOM AT KRAMAT JATI HOSPITAL Waiting time is part of the indicator of quality of service in Emergency Room. Waiting time patients in ER affect the severity of patients and comfort patients in treatment. Triage is part of important process for sorting patients and medical intervention based on their severity and illness so that it can reduce mortality and morbidity rate in ER. This study attempts to analyze factors which can affect waiting time in ER at Kramat Jati Hospital and relation between triage and waiting time. Research was conducted on 15-30 May 2017 using quantitativ methode (n=230) and qualitative method through in depth interview (4 informants) about SPO Triage, Form Triage, and policy about waiting time. The result showed that are correlation between colors triage and waiting time with p-value 0,014. Expectation from this research are improvement for SPO Triage, share information about triage for nurse and doctor at ER, and adjusment room of ER according to standar the ministry of health. Keyowrds : waiting time, emergency room, triage, SPO triage, standard room of ER
Read More
B-1912
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astefany Welda; Pembimbuing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Masyitoh, John Sihar Tony Marbun, Arief Riadi Arifin
Abstrak: Sejak operasionalnya sampai akhir tahun 2016, IGD RSUD Pasar Minggu mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien yang cukup signifikan, yaitu sebesar 5,3 kali lebih besar. Dari data kunjungan didapatkan bahwa perbandingan pasien dan perawat belum ideal, sehingga adanya keluhan beban kerja tinggi dan kurangnya jumlah perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pasar Minggu Jakarta dengan menggunakan time motion study yang kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan jumlah perawat IGD dengan menggunakan metode Work Indicator Staffing Need (WISN). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi terhadap perawat mahir didapatkan kebutuhan perawat yaitu 31 orang. Kata kunci: Beban kerja perawat, time motion study, WISN, perhitungan kebutuhan perawat Since its operation until the end of 2016, Pasar Minggu Hospital has experienced a significant increase in the number of patient visits, which is 5.3 times greater. From the data, it was found that the comparison of patients and nurses was not ideal, so there were high workload complaints and lack of nurses. This study aims to calculate the workload of nurses at the Emergency Department (IGD) of Pasar Minggu Hospital by using time motion study which then calculated the need for the number of nurses using Work Indicator Staffing Need (WISN) method. By using qualitative research method with observation approach to the advanced nurse, the result of nurse needs are 31 people. Key word: Nursing workload, time motion study, WISN, nursing demand
Read More
B-1886
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive