Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32659 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sunarno Ranu Widjojo; Promotor: Agus Firmansyah; Kopromotor: Budi Utomo, Endang L. Achadi; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Kusharisupeni, Jahari, Abas Basuni; Hardinsyah
D-192
Depok : FKM UI, 2006
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arum Atmawikarta; Promotor: Budi Utomo; Ko-promotor: Endang L. Achadi, Muhilal; Penguji: Darwin Karyadi, Mien Karmini, Abas Basuni Jahari, Kusharisupeni; Purnawan Junadi, Adang Bachtiar
D-199
Depok : FKM UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ignatius Sudigbia Partawihardja; Pembimbing: Moeljono S. Trastotenojo
D-52
[s.l.] : [s.n.] : 1990
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lathifah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Sandi Iljanto, Dewi Damayanti
S-7936
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Feri Ahmadi; Promotor: Endang L. Achadi; Korpomotor: Ratu Ayu Dewi Sartika, Anies Irawati; Penguji: Kusharisupeni, Trihono, Abas Basuni Jahari, sowarta Kosen, Besral
D-463
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Purwaningsih; Pembimbing: Bambang Sutrisna
D-69
Depok : FKM-UI, 2001
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sandra Fikawati; Promotor: Kusharisupeni; Ko-Promotor: Sudijanto Kamso, Ratna Djuwita; Penguji: Purnawan Junadi, Ahmad Syafiq, Anies Irawati, Nani Dharmasetiawani
D-285
Depok : FKM-UI, 2013
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ignatia Widya Kristiari; Promotor: Sandra Fikawati; Kopromotor: Rita Damayanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Martya Rahmaniati Makful, Anies Irawati; Widjaja Lukito; Bayu Krisnamurthi; Marthin Nanere
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan merancang intervensi berupa edukasi MPASI adekuat (WID-MPASI) bayi usia 6-12 bulan bagi ibu di lokus stunting kota Bogor. WID-MPASI berupa informasi yang dikembangkan dengan mempertimbangkan belief factors serta memanfaatkan beragam pangan lokal, disampaikan secara daring terkait pandemi COVID-19. Efektivitas intervensi diukur dengan membandingkan kelompok yang mendapatkan tambahan intervensi WID-MPASI disamping edukasi Pemerintah Kota Bogor (melalui kader atau langsung kepada ibu) dengan kelompok yang hanya mendapat edukasi Pemerintah Kota Bogor. Metoda yang digunakan adalah quasi eksperimen pre-posttest, purposive sampling. Pengukuran keragaman pangan dan adekuasi MPASI dengan FFQ dan recall 1x24 jam. Analisis multivariat untuk membandingkan pengetahuan dan intensi ibu, keragaman, adekuasi MPASI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, sebelum dan sesudah intervensi. Data yang dikumpulkan adalah data sosiodemografi, faktor beliefs, pengetahuan, efikasi diri, intensi dan praktik pemberian MPASI adekuat beragam pada sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi langsung kepada ibu dapat meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, intensi, keragaman dan adekuasi MPASI lebih baik dari intervensi melalui kader dan kontrol. WID-MPASI mampu meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, intensi, keragaman dan adekuasi MPASI pada ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan.

This study aims to design an adequate complementary feeding education intervention for mother's infants aged 6-12 months at the Bogor City stunting locus. WID-MPASI is an intervention developed in this study considering belief factors and utilizing a variety of local foods delivered online regarding the COVID-19 pandemic. The effectiveness of the intervention was measured by comparing the group that received additional WID-MPASI interventions (through cadres or directly to mothers) to government education with the group that only received government education. The method used is a quasi-experimental pre-posttest, purposive sampling. Measuring food diversity and adequacy of complementary foods with FFQ and 1x24-hour recall. Multivariate analysis to compare knowledge, self-efficacy and maternal intention, diversity, and adequacy of complementary foods between the intervention group and the control group, before and after the intervention. The data collected are socio-demographics, belief factors, knowledge, self-efficacy, intention, and complementary feeding practices before and after the intervention. Direct intervention to mothers can increase knowledge, self-efficacy, intention, food diversity and adequacy of complementary feeding better than interventions through cadres and control. The WID-MPASI intervention has proven to increase mothers' knowledge, self-efficacy, intention, the diversities, and adequacy of complementary food for babies 6-12 months.
Read More
D-487
Depok : FKM-UI, 2023
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firlia Ayu Arini; Promotor: Endang Laksminingsih Achadi; Kopromotor: Besral, Fasli Jalal; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Kusharisupeni Djokosujono, Hartono Gunardi, Atmarita, Suwarta Kosen
Abstrak:
Latar Belakang : Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode emas bagi pertumbuhan dan perkembangan yang menentukan kualitas kesehatan anak pada daur kehidupan berikutnya. Hambatan pertumbuhan yang terjadi pada periode tersebut terutama karena kekurangan gizi, menyebabkan janin yang bersifat plastis menyesuaikan dengan membatasi tumbuh kembang. Beberapa studi longitudinal menunjukkan bahwa pertumbuhan lebih cepat setelah terjadinya hambatan pertumbuhan dapat menjadi faktor risiko tekanan darah tinggi pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pertumbuhan cepat pada anak dengan riwayat hambatan pertumbuhan di usia 0-23 bulan terhadap tekanan darah pada usia 17-19 tahun. Metode : Data pada penelitian ini menggunakan hasil dari Indonesian Family Life Survey 1997,2000 dan 2014 yang diambil pada 13 provinsi di Indonesia. Pengambilan data dilakukan secara longitudinal dengan unit sampel rumah tangga dengan anak usia 0-23 bulan pada tahun 1997 kemudian diikuti pada tahun 2000 dan 2014. Pengukuran pertumbuhan cepat ditentukan dengan perubahan nilai z skor BB/U, PB/U atau TB/U, dan BB/TB antar tahun survei, yang lebih dari 0.67 poin. Tekanan darah diukur pada tahun 2014 yaitu saat anak berusia 17- 19 tahun. Besar sampel penelitian sebanyak 671 anak yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1.) anak normal, 2.) anak dengan hambatan pertumbuhan dan tidak tumbuh cepat,3.) anak dengan hambatan pertumbuhan diikuti tumbuh cepat. Analisis multivariat menggunakan GLM univariat dan Regresi Cox dilakukan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan cepat setelah terjadinya hambatan pertumbuhan pada 1000 HPK terhadap tekanan darah pada usia remaja. Hasil : Hasil analisis menunjukkan, anak yang tumbuh cepat menurut TB/U setelah mengalami hambatan pertumbuhan, memiliki rata-rata tekanan darah sistolik 4,61 mm Hg (CI: 1,38-7,84) lebih tinggi dan rata-rata tekanan darah diastolik 3,89 mm Hg (CI: 0,67-7,11) lebih tinggi, serta berisiko 1,58 (CI:0,83-2,33) kali mengalami tekanan darah tinggi dibanding anak yang normal setelah dikontrol faktor karakteristik anak, orang tua dan rumah tangga. Set Kesimpulan: Pertumbuhan cepat setelah terjadinya hambatan pertumbuhan di 1000 HPK meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah pada usia remaja. Rekomendasi : Upaya pencegahan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada periode 1000 HPK bersama-sama dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang pada anak berusia 2 tahun atau lebih, merupakan pencegahan yang sangat penting dalam menurunkan hipertensi pada remaja.

Background : The First Thousand Days of Life (1000 HPK) is a golden period for growth and development that determines the quality of children?s health in the next life cycle. The growth retardation that occurs in this period is mainly due to malnutrition, causing the plastic fetus to adjust to limiting growth and development. Several longitudinal studies have shown that faster growth after growth retardation might be a risk factor for high blood pressure in adolescence. This study aims to prove the effect of rapid growth in children with a history of growth retardation at the age of 0-23 months on blood pressure at the age of 17-19 years. Method: The data in this study used the results of the 1997,2000 and 2014 Indonesian Family Life Survey which were taken in 13 provinces in Indonesia. Data collection was carried out longitudinally with a sample unit of household with children aged 0-23 months as sample unit in 1997 followed in 2000 and 2014. The measurement of Rapid growth was determined by changes in the z score values of Weight for Age, Length/Height for Age, and Weight for Height inter-year survey, which is more than 0.67 points. Blood pressure was measured in 2014 when children were 17- 19 years old. The sample size of the study was 671 children who were divided into 3 groups, namely 1.) normal children, 2.) children with growth retardation and not growing fast,3.) children with growth retardation followed by fast growth. Multivariate analysis using univariate GLM and Cox Regression was carried out to analyze the effect of rapid growth after growth retardation at 1000 HPK on blood pressure in adolescents. Results: The result of analysis showed that, children who grew fast according to Height for Age U after experiencing growth retardation, had an average systolic blood pressure of 4,61 mmHg (CI: 1,38-7.84) higher and average diastolic blood pressure of 3,89 mmHg (CI: 0.67-7,11) higher, and 1,58 times of experiencing high blood pressure (CI:0,83-2,33)higher than normal children after controlling for characteristic of children, parents and household factors. Conclusion: Rapid growth after the occurrence of growth retardation in 1000 HPK increases the risk of increased blood pressure in adolescence. Recommendation: Efforts to prevent growth and development retardation in 1000 HPK together with implementing a balanced nutritious diet in children aged 2 years or older, are very important preventions in reducing hypertension in adolescents.
Read More
D-471
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sunawang; Pembimbing: Budi Utomo, Endang L. Achadi; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Adi Hidayat, Kusharisupeni, Purnawan Junadi, Idrus Yus'at
D-101
Depok : FKM-UI, 2005
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive