Ditemukan 34315 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kecelakaan kerja dan atau penyakit akibat kerja menimbulkan kerugian baik terhadap tenaga kerja maupun terhadap perusahaan. Kerugian yang diderita tenaga kerja berupa cedera akibat kecelakaan kerja, gangguan mental, cacat sementara maupun cacat tetap. Sedangkan kerugian yang diderita perusahaan antara lain berupa pengeluaran biaya pengobatan, biaya perbaikan kerusakan peralatan, kehilangan nilai produksi karena proses terpaksa terhenti, penurunan produktivitas karena karyawan pengganti kurang terampil. Teori dari heninrich (1931) menyatakan 88 % terjadinya kecelakaan disebabkan oleh human error (unsafe acts), 10% dikarenakan kondisi yang tidak aman (unsafe condition). Dari konsep teori ini, Ferrel juga mengatakan kecelakaan adalah akibat dari sebuah rangkaian kejadian yang diawali oleh kesalahan manusia. Dan jenis-jenis kesalahan manusia menurut James Reason, 1990 antara lain: Kekeliruan/ Lapse (Kegagalan Memori / Lupa), Kesalahan/ Mistake (Kesalahan Komunikasi, Buruknya Pelatihan Kerja dan Aplikasi Dan Aturan Tindakan Disiplin Yang Buruk). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan manusia dalam bekerja dari karyawan Kontraktor Departemen Well Work & Drilling PT, Chevron Pasific Indonesia Duri-Riau. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan disain cross sectional dilakukan melalui wawancara kuisioner pada 75 responden dengan analisa univariat, analisa bivariat (Korelasi Pearson) dan analisa multivariat (analisa faktor konfirmatori). Hasil penelitian menghasilkan sebagai berikut: kesalahan Komunikasi sebesar 23 orang (30,66%) dengan hasil faktor konfirmatori 0,743, Buruknya Pelatihan Kerja sebesar 20 (26,67%) dengan hasil faktor konfirmatori 0,624, Aplikasi Aturan Tindakan Disiplin sebesar 17 orang (22,67%) dengan hasil faktor konfirmatori 0,602 dan kegagalan memori sebesar 15 (20%) dengan hasil faktor konfirmatori 0,567. Kesalahan Komunikasi merupakan faktor utama dari kesalahan manusia dalam bekerja dan hubungan kesalahan komunikasi dengan buruknya pelatihan kerja secara statistik terbukti mempunyai hubungan yang bermakna sebesar 0,471. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada perusahaan untuk Membuat perencanaan pemenuhan kebutuhan dan pengembangan tenaga kerja baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan cara peningkatkan pelatihan kerja, perbaikan proses komunikasi yang meliputi upaya perbaikan komunikasi antara karyawan dan pimpinan dan antara sesama karyawan, melakukan pertemuan berkala antar pimpinan dengan karyawan dan antara sesama karyawan guna membahas dan sekaligus meningkatkan kinerja, memberi kesempatan bagi karyawan dengan berbagai latar belakang pendidikan dan jabatan untuk mengembangkan diri dengan memberikan tanggungjawab dan uraian tugas sesuai dengan keahlian yang dimiliki karyawan.
Accident work and or sickness the result of work to make injure for the employee or the company. The employee injure are wound the result accident of work, mentality annoyance, temporary or permanent. Even the injure for the company are expenses medicine cost, equipment destruction improvement cost, the lost of production value because the process necessary to stop, decrease of productivity because the less skill of substitute employee. Chevron Pacific Indonesia company is industrial appearance in petroleum that has high job risk level, especially after job complicated more increase to answer that challenging company should be able to give best service to employee. The power of human resource department is imported because as good as system and facility that have prepared if it is not supported by good human resource in to do their activity. So therefore if human resources development has prepared and supported by good system and facility, there is good job and increasing productivity. Theory of Heinrich (1931) said that 88% of accident caused by human error (unsafe acts), 10% caused unsafe condition. From this theory of concept, Ferrell also said that accident is result from arrange of rise is begin human error. According to James Reason (1990) that kind of human error is: Unintended Action (slip, lapse, and mistake) and Intended Action (Violation). The purpose of this research is for know factors related to human error in job at contractor department well work & drilling Chevron Pasific Indonesia company. This research is not experimental with design cross sectional has done by interview to 75 respondent with univariat analyses, bivariat analyses (Korelasi Pearson) dan multivariat analyses (konfirmatori factor analyses). The result of research result are mistake communication 23 persons (30,66%) with result factor konfirmatori 0,743, bad job training 20 (26,67%) person with result factor konfirmatori 0,624, application of bad rule disciplined 17 person (22,67%) with result factor konfirmatori 0,602 and memory failures 15 person (20%) with result factor konfirmatori 0,567. Mistake communication is first factor of human error in work and relation mistake of communications with bad job training of statistically proven have relation having a meaning of equal to 0,471. According to this research company suggested to make planning needing completely and employee developing for short or long term with job training increasing, improvement communication among employee and company and other employee, making perpetual meeting among company and employee and other employee to discuss and increase. Work system, giving opportunity to employee with much kind of education backgrounds and position to develop them to give responsibility and job descriptions in conformity with employee skill.
Dermatitis kontak akibat kerja merupakan salah satu penyakit kelainan kulit yang sering timbul pada industri dimana dapat menurunkan produktifitas pekerja. Dermatitis kontak akibat kerja terjadi oleh karena pekerja kontak dengan bahan kimia termasuk Iogam sehingga menimbulkan kelainan kulit yaitu dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan utama penulisan ini adalah untuk diketahuinya factor-faktor yang mempengaruhi dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja yang terpajan bahan kimia di PT Moric Indonesia Cibitung Jawa Barat tahun 2006. Penelitian bersifat deskriptif. Subyek penelitian diambil secara acak dengan stratified random sampling yang berjumlah 54 responden. Hasil dari penelitian yang semuanya kontak dengan bahan kimia termasuk logam, 74,07% (40 pekerja) mengalami dermatitis kontak akibat kerja : akut 25,92% 14 pekerja, sub akut 38,9% (21 pekerja), dan kronik 9,25% (5 pekerja) adalah subyek penelitian yang mengalami dermatitis kontak. Berdasarkan analisis statistic multivariat terdapat 3 faktor yang sangat mempengaruhi kejadian dermatitis kontak ini yaitu: lama kontak, frekuensi kontak, dan yang paling dominan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulan dari penelitian ini adalah insidensi rate 64,81% per seratus pekerja, dan prevalensi rate 74,07% per seratus pekerja, Untuk meminimalisasi dermatitis kontak dengan meningkatkan kesadaran pekerja dengan penggunaan sarung tangan yang tepat, berdasar pengetahuan pekerja yang baik.
Human behavior related to safety is an approach to analyzing what isneeded to make the behavior more likely to be safe and reduce risk of behavior(Geller, 2001). Factors affecting work safety behavior are very important to beknown so that these factors can be repaired and improved continuously in order toavoid accidents, whether injury or near miss.Safety aspects of the car service station engaged in the informal sectorindustries, is an essential aspect because there are a lot of conditions orcircumstances that can lead to accidents due to the conditions of informal industryis still highly inadequate and also received less attention from the authorities, theincompatibility plans of employment, poor procedures or organizing work, lack ofawareness of the workers to behave safely at work and also lack of protectiveequipment for workers.This research is a quantitative study with cross-sectional design whereinformation and data collected at the same time through the distribution ofquestionnaires, observations and interviews in 22 car service stations in Depok.The sample in this research are 106 respondents. Bivariate analysis performed byChi Square test.Results of the study, 51,9% of workers behave safely and 48,1% others donot behave safely. Factors that do not affect safety behavior is knowledge.Meanwhile, factors that shown to affect safety behavior are the attitude, workingexperience, availability of SOP (Standar Operating Procedure), availability ofPPE (Personal Protective Equipment), role of supervisor and role of co-worker.Keywords : safety behavior, informal sector, car service station
