Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 453 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Buku 1, Republika, hal. 68
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gelant Sanjaya; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Yulita Suprihatin
Abstrak: Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku mencegah timbulan sampah pada ibu rumah tangga yang berlokasi di Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Jumlah responden yang dilibatkan dalam studi ini sebanyak 89 responden yang semuanya ibu rumah tangga. Studi ini juga menggambarkan faktor-faktor predisposisi diantaranya pendidikan terakhir ibu rumah tangga, pendapatan perbulan keluarga, sikap mencegah timbulan sampah, dan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah. Selain itu, studi ini juga menggambarkan faktor pendukung perilaku yakni dukungan dari kepala keluarga, tetangga sekitar, dan perangkat RT atau RW. Kedua faktor tersebut juga dilakukan analisis bivariat untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah. Studi ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan juga sudah melewati tahap validitas dan reliabilitas dengan 13 pertanyaan perilaku dalam mencegah timbulan sampah, 9 pertanyaan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah, 8 pertanyaan sikap terhadap mencegah timbulan sampah, dan 5 pertanyaan untuk masing-masing dukungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencegah timbulan sampah masih perlu diperbaiki dengan skor rata-rata 65,17%. Perilaku-perilaku yang masih perlu diperbaiki diantaranya adalah penggunaan kantong plastik pembelian minuman dan makanan instan, serta membuang makanan yang masih layak. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yakni pendidikan terakhir (t = 2,375, p = 0,020), sikap terhadap mencegah timbulan sampah(r = 0,288, p = 0,003), dan dukungan kepala keluarga (r = 0,236, p = 0,026). Sehingga peningkatan perilaku mencegah timbulan sampah dapat dilakukan dengan fokus pada bagian yang masih perlu diperbaiki serta meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah.
Read More
S-10224
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resa Mailina; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Edy Mulyanto, Edwin Nasli
Abstrak:
Peran masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik merupakan upaya yang tidak terbatas dalam hal mengelola sampah yang dihasilkan, melainkan juga upaya untuk menurunkan frekuensi pemakaian plastik sekali pakai, memilah sampah plastik sebelum dibuang, termasuk menjadikan sampah plastik bernilai ekonomis. Peneitian ini bertujuan menganalisis peran masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah plastik di Provinsi DKI Jakarta, Tahun 2022. Desain studi yang digunakan adalah kuantitatif (cross sectional) dengan jumlah sampel 198 responden dan kualitatif dengan wawancara mendalam sebanyak 6 informan kepada ketua RT/RW, pengelola Bank Sampah Induk dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Peran Masyarakat dalam Upaya Pengelolaan Sampah Plastik di Provinsi DKI Jakarta masih rendah berkisar 21,2%. Hal ini berkaitan dengan tidak melakukan pemilahan sampah (62,1 %), tidak melakukan mendaur ulang atau membuat kerajinan tangan dari sampah (87,4%) dan tidak Mengirim sampah ke bank sampah (75,3%). Hasil Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin dan pengetahuan terhadap peran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pengetahuan menjadi variabel dominan yang berpengaruh dan usia, petugas sampah serta kendaraan pengangkut sampah menjadi variabel confounder terhadap peran masyarakat. Hasil wawancara mendalam beberapa informan mendapatkan hasil bahwa kepedulian masyarakat masih rendah dalam hal pengelolaan sampah plastik, kurang dukungan dari lintas sektor, sarana prasarana masih kurang memadai serta perlunya adanya monitoring dan evaluasi terkait pengelolaan sampah plastik. Kesimpulan mendapatkan bahwa peran masyarakat masih rendah dalam pengelolaan sampah plastik, pada faktor predisposisi didapatkan lebih banyak usia produktif, jenis kelamin perempuan, penghasilan tinggi, pengetahuan tinggi dan sikap mendukung. Pada faktor penguat didapatkan bahwa dukungan keluarga dan dukungan RT/RW masih rendah. Sarana prasarana seperti bank sampah sudah tersedia, tempat sampah pilah belum tersedia, petugas dan kendaraan pengangkut sampah sudah tersedia. Kata kunci: Peran Masyarakat, Upaya Pengelolaan Sampah, Sampah Plastik

The role of the community in plastic waste management is an effort that is not limited in terms of managing the waste produced, but also an effort to reduce the frequency of single-use plastic use, sorting plastic waste before disposal, including making plastic waste economically valuable. This research aims to analyze the role of the community in efforts to manage plastic waste in Province DKI Jakarta, 2022. The study design used was quantitative (cross sectional) with a sample of 198 respondents and qualitative with in-depth interviews of 6 informants to the head of RT/RW, the manager of the Main Waste Bank and representatives of the DKI Jakarta Provincial Environmental Service. The role of the community in the effort to manage plastic waste in DKI Jakarta is still low at around 21.2%. This is related to not sorting waste (62.1%), not recycling or making handicrafts from waste (87.4%) and not sending waste to the waste bank (75.3%). The results of the statistical test showed a significant relationship between gender and knowledge of the community's role in waste management. Knowledge becomes the dominant variable that influences and age, garbage officers and waste transport vehicles become confounding variables on the role of the community. The results of in-depth interviews with several informants found that public awareness was still low in terms of plastic waste management, lack of support from across sectors, inadequate infrastructure and the need for monitoring and evaluation related to plastic waste management. The conclusion is that the community's role is still low in the management of plastic waste, on the predisposing factors it is found that more productive age, female gender, high income, high knowledge and supportive attitude. On the reinforcing factor, it was found that family support and RT/RW support were still low. Infrastructure facilities such as waste banks are already available, segregated garbage bins are not yet available, officers and waste transport vehicles are available. Key words: Communty Roles, Waste Management Efforts, Plastic Waste.
Read More
T-6369
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 4, Koran Tempo hal. 44
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghamal Ahmad Pramana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Vicktor, Winarto
Abstrak:

Unit rawat jalan adalah suatu bagian dari rumah sakit. Unit rawat jalan memiliki peran penting karena merupakan pintu atau media pertama untuk kontak dan berinteraksi dengan pengguna jasa atau pasien. Rawat jalan juga merupakan salah satu pintu masuk bagi layanan rawat inap lainnya. RSUD Kepulauan Seribu sebagai rumha sakit satu-satunya di wilayah Kepulauan Seribu masih belum mencapai standar pelayanan minimal rawat jalan yang diwajibkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu rawat jalan RSUD Kepulauan Seribu dengan kriteria Malcolm Baldrige. Kriteria mengevaluasi organisasi berdasarkan tujuh kriteria yaitu kepemimpinan, perencanaan strategi, fokus pelanggan, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan, fokus staff, manajemen proses, serta hasil kinerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang dikumpulkan didapatkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menggunakan Malcolm Baldrige Criteria menunjukan bahwa RSUD Kepulauan Seribu meraih skor sebesar 379,83 dari maksimal 1000. Hal ini berarti untuk penilaian kinerja rumah sakit berdasarkan MBNQA, RSUD Kepulauan Seribu meraih predikat average dan termasuk dalam kategori Early Improvement (skala poin 376-475). Early improvement berarti RSUD Kepulauan Seribu berada dalam posisi peningkatan tahap awal di sektor layanan kesehatan. Untuk itu direkomendasikan agar RSUD Kepulauan seribu membangun kepimpinan yang kuat dan kerjasama tim yang baik agar dapat menentukan rencana strategis yang tepat


 

The outpatient unit is a part of the hospital. The outpatient unit has an important role because it is the first door or medium for contact and interaction with service users or patients. Outpatient care is also an entry point for other inpatient services. Seribu Islands Regional General Hospital as the only hospital in the Thousand Islands region has not yet reached the required minimum outpatient service standard. This study aims to analyze the quality of outpatient care at Seribu Islands Hospital with the criteria of Malcolm Baldrige. The criteria for evaluating organizations are based on seven criteria, namely leadership, strategic planning, customer focus, measurement, analysis, and knowledge management, staff focus, process management, and performance results. This study uses a descriptive analytic research design with quantitative and qualitative approaches. The data collected was obtained through questionnaires, in-depth interviews, and document review. The results of the study using the Malcolm Baldrige Criteria showed that Seribu Islands Regional Hospital won a score of 379.83 out of a maximum of 1000. This means that for hospital performance assessment based on MBNQA, Seribu Islands Hospital won the average title and was included in the Early Improvement category (point scale 376-475). Early improvement means that Seribu Islands Hospital is in a position of early stage improvement in the health service sector. For this reason, it is recommended that the Thousand Islands Hospital develop strong leadership and good teamwork in order to determine the right strategic plan
Keywords: outpatient. malcolm baldridge

Read More
B-2380
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ali Izhar
MKK III, 1982
Jakarta : Kanwil Depkes DKI, 1982
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R.Danu Ramadityo; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Dian Ayubi, Besral, Dina Agoes Soelistijani, Sylviana Marcella
T-4611
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bagus Satrio Utomo; Pembimbing: Anwar Hassan, Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Zarfiel Tafal, Yulidar Nur Adinda, Anis Abdul Muis
Abstrak:

ABSTRAK

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu bentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi usia 0-6 bulan, tidak diberi makanan atau minuman tambahan apapun sejak lahir sampai usia 6 bulan. Capaian ASI eksklusif di Propinsi DKI Jakarta tahun 2009 mencapai 58,7%. Sedangkan capaian cakupan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi di Kepulauan Seribu pada tahun 2009 sebesar 46%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemberian ASI eksklusif dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pulau Untung Jawa tahun 2011. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan respondennya seluruh populasi ibu-ibu yang memiliki bayi umur 6-18 bulan sebanyak 35 responden.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisa menggunakan chi-square dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada variabel yang dominan dan berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan. Adanya faktor lain yang mempengaruhi ibu khususnya peran aktif dari kader-kader PKK dan seluruh jajaran Pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Seribu serta tingginya kepedulian masyarakatnya. Dengan penelitian ini maka disarankan bagi Kementerian Kesehatan untuk membuat kebijakan serta pelatihan pemberdayaan masyarakat terus menerus khususnya bagi kader-kader kesehatan dan petugas kesehatan agar perilaku pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan semakin meningkat.

Abstract

The exclusive breastfeeding is the one of the clean living and healthy behaviors (PHBS). It is defined as to give breastfeeding only to the babies, without giving any additional foods or beverages from birth until age 6 months. The achievement of the exclusive breastfeeding in the DKI Jakarta and Kepulauan Seribu had reached 58.7% and 46% in 2009. The objective of this study is to determine the behavior of exclusive breastfeeding and factors associated with exclusive breastfeeding behavior in the Kepulauan Untung Jawa Village in 2011. The methods of this study is used a quantitative data research by using questionnaires. It collects 35 respondents which are the entire population of mothers who had babies aged 6-18 months. Then the data will be analysed by chi-square and multivariate analysis (multiple logistic regression). The findings showed that there is no significant variable related with exclusive breastfeeding behaviors of 0-6 month?s babies. But there are other factors that related to breastfeeding in particular such as the active role of PKK cadres, the community, and all levels of government in The Kepulauan Seribu Districts. The suggestion from this study is that the Ministry of Health should develop policies and training for community empowerment, especially to strengthen the health cadres and health workers to improve the number of exclusive breastfeeding.

Read More
T-3479
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Ari Dharma Wirawan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Fari Suprada
S-5902
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive