Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29343 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Halimatuhsya`diah; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Baiduri, Indri Hapsari
S-4933
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ovvyasa Wayka Putri; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ridwan Zahdi Sjaaf, Hernandas Chatib, Irma Lestari
Abstrak: Tesis ini mengkaji kecelakaan kerja di PT XYZ tahun 2015 dengan menggunakanframework Human Factors And Classification System (HFACS). Penelitian iniadalah penelitian semi kuantitatif dengan desain studi deskriptif analitik. Hasildari penelitian ini adalah lapisan dari HFACS yang paling banyak kelemahannyaadalah unsafe act sebanyak 11 dari total 11 kecelakaan yang diteliti denganelemen decision error menjadi faktor yang paling lemah, lalu disusul denganprecondition of unsafe act sebanyak 10 dengan elemen conditions of operatormenjadi faktor yang paling banyak berkontribusi terhadap kecelakaan, lalu disusuldengan unsafe supervision sebanyak 7 dengan elemen inadequate leadershipmenjadi faktor yang paling banyak berkontribusi terhadap kecelakaan, dan yangterakhir organizational influences sebanyak 5 dengan elemen organizationalclimate dan resource management menjadi faktor yang paling banyakberkontribusi terhadap kecelakaan. Hasil analisis penelitian menyarankantindakan perbaikan di tiap tingkatan HFACS baik pada perbaikan kegagalan aktifmaupun laten dengan penekanan pada perbaikan di lapisan unsafe act.
Kata kunci:Kecelakaan, analisis kecelakaan, Human Factors And Classification System, HFACS, Comprehensive List Of Causes, CLC
This thesis assess the accident in PT XYZ 2015 by using Human Factors AndClassification System (HFACS) framework. This research is a semi-quantitativewith design study analytical descriptive. Results from this study are a layer ofHFACS most weakness is unsafe act at 11 from total 11 accidents with theelements of decision error becomes a factor of the number one weakness, thenfollowed with a precondition of unsafe act at 10 with the elements of conditions ofservice to be the factors that most contribute to accidents, followed by unsafesupervision at 7 with inadequate leadership element is the factor that mostcontributed to the accident, and the latter as much as 5 of organizationalinfluences with elements of organizational climate and resource management isthe factor that most contributed to the accident. The analysis of research suggestscorrective actions at each level of HFACS, not only for active failures but alsolatent failures with reinforcing corrective action at the unsafe act layer.
Key words:Accident, accident analysis, Human Factors And Classification System, HFACS,Comprehensive List Of Causes, CLC
Read More
T-4701
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Kharisha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Syahrul Munir
S-8756
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
SM Abdul Aziz Adi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Irsal Budi Darmawan
S-8833
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febby Fauzia Deliani; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Zulkiflli Djunaidi, Sepriyanto
Abstrak: Skripsi ini menganalisis insiden alat angkut material yang terjadi pada area hauling PT. XYZ periode 2018-2020 dengan menggunakan metode bowtie. Insiden kemudian dianalisis dengan bowtie untuk mengidentifikasi faktor risiko atau ancaman, pengendalian, konsekuensi, serta faktor dan kontrol eskalasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis insiden yang terjadi dengan metode bowtie agar dapat mengidentifikasi lebih lanjut kegagalan barrier yang menyebabkan insiden. Penelitian ini berbentuk kualitatif dengan desain case series dan data investigasi insiden sebagai unit analisis.
Read More
S-10651
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chyntia Ayu Andarini; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Tubagus Dwika Yuantoko, Septyani Prihatiningsih
Abstrak:
Human error pada proses penyortiran parsel manual merupakan kontributor signifikan terhadap kejadian misroute dalam operasional logistik, yang secara langsung memengaruhi efisiensi operasional dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keandalan manusia (human reliability) pada proses penyortiran manual di PT. XYZ menggunakan metode Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART) yang diintegrasikan dengan model SHELL. Penelitian observasional dengan desain studi sebelum dan sesudah (before–after study) serta analisis komparatif pada dua kondisi: sebelum perbaikan proses manual sorting (18 sub-tugas, tanpa pemindaian wajib) dan sesudah perbaikan proses manual sorting (23 sub-tugas, dengan pemindaian wajib). Metodologi mencakup Hierarchical Task Analysis (HTA), identifikasi Error Producing Conditions (EPC) berbasis SHELL, klasifikasi Generic Task Type (GTT), penilaian Assessed Proportion of Effect (APOE) melalui Focus Group Discussion Subject Matter Expert yang melibatkan empat ahli, perhitungan Assessed Effect (AE), dan perhitungan Human Error Probability (HEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata HEP menurun dari 0,142 menjadi 0,044 (penurunan sebesar 69,1%), sementara HEP tertinggi menurun dari 0,72 menjadi 0,160 (penurunan sebesar 77,8%). Misroute terkait penyortiran yang disebabkan oleh human error menurun dari 761 kasus (53,4%) menjadi 330 kasus (19,6%), atau turun sebesar 56,6%. Namun di sisi lain, proporsi misroute yang disebabkan oleh faktor sistem justru meningkat, yang mengindikasikan bahwa faktor kontributor bergeser dari human error menuju kesalahan sistem; sehingga peningkatan keandalan sistem tetap diperlukan untuk menjaga kinerja operasional secara keseluruhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbaikan proses manual sorting, termasuk penerapan pemindaian wajib, secara substansial meningkatkan keandalan manusia, sekaligus menegaskan perlunya penguatan keandalan sistem secara berkelanjutan. Integrasi metode HEART dengan model SHELL terbukti efektif dalam mengidentifikasi faktor kontributor sistemik dan mengukur probabilitas human error, sehingga menjadi dasar dalam merancang intervensi pengurangan error yang tepat sasaran.

Human error in manual parcel sorting is a significant contributor to misrouting in logistics operations, directly affecting operational efficiency and service quality. This study aims to assess human reliability in the manual sorting process at PT. XYZ using the Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART) integrated with the SHELL model. The research employed an observational before-after study design across two conditions: before the manual sorting process improvement (18 sub-tasks, without mandatory scanning) and after the manual sorting process improvement (23 sub-tasks, with mandatory scanning). The methodology comprised Hierarchical Task Analysis (HTA), SHELL-based Error Producing Conditions (EPC) identification, Generic Task Type (GTT) classification, fuzzy Assessed Proportion of Effect (APOE) scoring through a Subject Matter Expert Focus Group Discussion involving four experts, Assessed Effect (AE) computation, and Human Error Probability (HEP) calculation. The results showed that the mean HEP decreased from 0.142 to 0.044 (a reduction of 69.1%), while the highest HEP declined from 0.72 to 0.160 (a reduction of 77.8%). Sorting-related misrouting attributable to human error fell from 761 cases (53.4%) to 330 cases (19.6%), a reduction of 56.6%. Nevertheless, the proportion of misrouting attributable to system-related causes increased, indicating that the contributing factors shifted from human error toward system failures; thus, improving system reliability remains necessary to sustain overall operational performance. These findings indicate that the manual sorting process improvement, including the implementation of mandatory scanning, substantially enhanced human reliability, while underscoring the continued need to strengthen system reliability. The integration of the HEART method with the SHELL model proved effective in identifying systemic contributing factors and quantifying human error probability, providing a basis for designing targeted error-reduction interventions.
Read More
T-7675
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Yasmin Albugis; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Zaenal Arifin
S-5672
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Ezita; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-6064
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Allif Fahriyani Masiha; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Hendra, Taufik Akbar Dermawan, Irma Lestari
Abstrak:
Dewasa ini industri minyak dan gas bumi mengalami peningkatan kejadian insiden. Data IOGP (2022) menyebutkan bahwa, total keseluruhan tingkat cedera yang tercatat adalah 0,77, 10% lebih tinggi dari tahun 2020 yaitu 0,70. Peningkatan ini menunjukkan bahwa industri hulu migas masih menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kinerja keselamatannya. Salah satu insiden yang sering terjadi adalah cedera tangan dan jari. Hal ini sejalan dengan data di PT. XYZ yang bergerak di industri eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Terjadinya kenaikan insiden cedera tangan dan jari pada PT. XYZ di tahun 2021-2022, dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis insiden cedera tangan dan jari yang terjadi di PT. XYZ pada tahun 2021-2022, dengan menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Desain penelitian yang digunakan adalah pengkajian mendalam bersifat deskriptif analitik untuk mendapatkan gambaran mengenai insiden, dilaksanakan pada Maret – Juni 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah dokumen dari data sekunder PT. XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. XYZ mengalami lima kasus cedera tangan dan jari dengan penyebab yang berbeda-beda. Dari hasil analisis investigasi insiden menggunakan HFACS diketahui bahwa faktor yang paling mempengaruhi terjadinya insiden adalah unsafe act sebesar 34%. Dapat dikatakan bahwa unsafe act menjadi active failure yang paling dominan sebagai penyebab terjadinya insiden cedera tangan dan jari. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi laten pada lapisan lainnya dalam kerangka HFACS. Disarankan kepada PT. XYZ untuk melakukan pencegahan insiden dengan pendekatan yang holistik, melibatkan perubahan di berbagai tingkatan, dari individu hingga tingkat organisasi. Melalui pemahaman yang mendalam tentang semua lapisan ini, langkah-langkah pencegahan yang efektif dapat diambil untuk mengurangi insiden cedera pada tangan dan jari, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman secara keseluruhan.

In recent times, the oil and gas industry has experienced an escalation in incident occurrences. According to IOGP data (2022), the overall recorded injury rate is 0.77, which is 10% higher than the rate of 0.70 in 2020. This increase signifies that the upstream oil and gas industry still faces various challenges in enhancing its safety performance. One of the frequently occurring incidents is hand and finger injuries. This aligns with the data at PT. XYZ, which operates in the oil and gas exploration and exploitation sector. The rise in hand and finger injury incidents at PT. XYZ in 2021-2022 is concerning as it can potentially disrupt productivity. This study aims to analyze hand and finger injury incidents that occurred at PT. XYZ in 2021-2022 using the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) method. The research design is an analytical descriptive in-depth assessment. The study was conducted from March to June 2023. Data collection was performed through document review of secondary data from PT. XYZ. The results of the study reveal that PT. XYZ encountered five cases of hand and finger injuries with varying causes. From the analysis of incident investigations using HFACS, it is evident that the most influential factor in incident occurrence is unsafe acts, accounting for 34%. Unsafe acts can be considered the most dominant active failure leading to hand and finger injury incidents. However, this is also influenced by latent conditions in other layers within the HFACS framework. It is recommended that PT. XYZ undertakes incident prevention with a holistic approach, involving changes at various levels, from individual to organizational levels. Through an in-depth understanding of all these layers, effective preventive measures can be implemented to reduce hand and finger injury incidents and create an overall safer working environment.
Read More
T-6826
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Bagus Riyanto; Pembimbing: Hendra; Penguji: Franky H. Sitinjak, Baiduri Widanarko
Abstrak: Aktivitas di dalam ruang kantor seperti menggunakan komputer merupakan pekerjaan yang paling sering dilakukan. Penggunaa komputer yang terus-menerus setiap harinya akan menimbulkan risiko pekerja mengalami musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi dan keluhan subjektif MSDs pada pekerja pengguna komputer di kantor PT XYZ. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat risiko ergonomi, usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, dan keluhan subjektif MSDs. Penelitian ini dilakukan kepada 26 pekerja dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan antara indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, serta kebiasaan olahraga terhadap keluhan subjektif MSDs.
Read More
S-9637
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive