Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31399 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khaerul Rohmat; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Farida Tusafariah
S-5043
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devie Fitri Octaviani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Farida Tusafariah
S-5048
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oka Adhitya Kusumawardhana; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Chandra Satrya, Syahrul E. Panjaitan
T-2924
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thoha Khaled; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-5802
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jayadi Pide; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ike Pujiriani
Abstrak: Mahasiswa yang menggunakan laptop memiliki risiko terkenan keluhan Musculosceletal Disorders (MSDs). Penelitian ini menggambarkan risiko ergonomi yang dapat menyebabkan MSDs pada Mahasiswa S1 Reguler FKM UI Tahun 2015 akibat penggunaan laptop. Penilaian tingkat risiko dilihat dari posisi menggunakan laptop dengan menggunakan metode REBA. Faktor keluhan dilihat dari postur tubuh, faktor individu, dan faktor aktivitas dan lingkungan. Penelitian ini menilai keluhan MSDs menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 100 orang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional.

Hasil penelitian ini menunjukkan postur janggal yang sering dilakukan mahasiswa yaitu duduk di kursi dengan laptop diletakkan di meja, tingkat risiko tertinggi pada posisi duduk di lantai dengan laptop diletakkan di lantai, jenis keluhan tersering pada leher (96%) dan paling banyak pegal pada punggung bagian bawah (72,83%), 100% mahasiswa menggunakan laptop lebih dari 1 jam perhari dan 98% lebih dari 2 hari perminggu, Tingkat keluhan ringan terbesar 80,77%, sedang 40,63%, parah 2,30%, dan sangat parah 1,28%. Tingkat risiko dapat diturunkan dengan mengatur posisi tubuh, tempat kerja, dan berristirahat sejenak dengan melakukan peregangan otot.

Kata Kunci: Musculosceletal Disorders, mahasiswa, REBA, risiko ergonomi
Read More
S-8664
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Afifi; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Pujiyanto, Efmansyah Iken Lubis
S-5715
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Ma'shum; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Ika Malika
Abstrak:
Mahasiswa sarjana bertransisi dari remaja menuju dewasa dengan menghadapi berbagai tantangan, sehingga mereka rentan terhadap masalah kesehatan mental. Terdapat rata-rata masalah depresi tingkat ringan dan kecemasan tingkat sedang di kalangan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Perilaku mencari bantuan kesehatan mental penting untuk dipromosikan dalam rangka mencegah memburuknya masalah tersebut. Menurut theory of planned behavior (TPB), intensi untuk melakukan suatu perilaku dipengaruhi oleh faktor sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketiga faktor tersebut, dengan intensi mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa sarjana reguler FKM UI. Penelitian kuantitatif cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner daring, dilakukan pada Maret 2025 dengan melibatkan 108 responden mahasiswa. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata intensi responden berada pada tingkat moderat cenderung positif, sikap terhadap perilaku pada tingkat positif, serta norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku pada tingkat cukup positif. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa sikap terhadap perilaku dan persepsi kontrol perilaku berhubungan signifikan dengan intensi, sedangkan norma subjektif tidak berhubungan signifikan dengan intensi. Berdasarkan temuan tersebut, upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan intensi mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa sarjana reguler FKM UI, dapat lebih ditekankan pada aspek sikap terhadap perilaku dan aspek persepsi kontrol perilaku.

Undergraduate students transition from adolescence to adulthood while facing various challenges, making them vulnerable to mental health problems. Among students at the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FKM UI), mild depression and moderate anxiety have been reported. Promoting mental health help-seeking behavior is important to prevent the escalation of these problems. According to the Theory of Planned Behavior (TPB), intention to perform a behavior is influenced by attitude toward the behavior, subjective norm, and perceived behavioral control. This study aims to determine the association between these three factors and mental health help-seeking intention among FKM UI regular undergraduate students. A quantitative cross-sectional study was conducted using an online questionnaire in March 2025, involving 108 respondents. Descriptive results showed that the average intention level was moderate with a slight positive tendency, attitude was positive, and both subjective norm and perceived behavioral control were fairly positive. Spearman correlation analysis showed that attitude toward behavior and perceived behavioral control were significantly associated with intention,  while subjective norm was not significantly associated with intention. These findings suggest that health promotion efforts to increase help-seeking intention among FKM UI undergraduate students, should place greater emphasis on attitude toward the behavior and perceived behavioral control.
Read More
S-11966
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Toby Tri Putra; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Evi Fatimah
Abstrak: Persentase aktivitas fisik yang rendah pada kelompok penduduk usia >10 tahun di Indonesia mencapai 33,5%. Mahasiswa, salah satu kelompok penduduk yang termasuk dalam kelompok usia tersebut, dinyatakan oleh beberapa penelitian terdahulu memiliki persentase tingkat aktivitas fisik rendah yang cukup tinggi. Kondisi pandemi COVID19 yang membatasi aktivitas di luar turut memengaruhi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswa FKM UI. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional ini dilakukan melalui pengisian kuesioner online yang dibagikan melalui surat elektronik mahasiswa. Variabel dependen yang diukur dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik dan variabel independennya adalah jenis kelamin, pengetahuan, tempat tinggal, fasilitas olahraga, screen time, dukungan keluarga dan teman, serta motivasi. Aktivitas fisik mahasiswa diukur melalui Global Physical Activity Questionnaire yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO). Hasil penelitian ini menunjukkan 40% mahasiswa FKM UI memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang atau tidak mencapai rekomendasi WHO, yaitu ≥600 MET setiap minggu. Analisis statistik yang telah dilakukan menunjukkan faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik mahasiswa adalah ketersediaan fasilitas olahraga, dukungan keluarga dan teman, serta motivasi. Intervensi berupa edukasi aktivitas fisik, saling memberi dukungan untuk beraktivitas fisik pada keluarga dan teman, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas olahraga, dan upaya meningkatkan motivasi berolahraga diperlukan untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik.
Read More
S-10956
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raditya Wahyuni; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Fidiansjah, Tris Eryando
Abstrak: Kecemasan adalah emosi dasar berupa pikiran negatif akan ketidakpastian yang muncul ketika adanya ancaman, seringkali disertai nyeri kepala, jantung berdebar, gangguan lambung ringan maupun berkeringat. Rasa cemas berlebih akan menghambat fungsi seseorang dalam hidup. Di dunia, prevalensi gangguan kecemasan mencapai 5% dari jumlah penduduk, sedangkan di Indonesia gangguan mental emosional (depresi dan kecemasan) mencapai 9,8%. Pada tahun 2018 ditemukan proporsi kecemasan pada mahasiswa FKM UI sebesar 87,2%, proporsi tertinggi pada tingkat severe (25,3%) dan terendah pada tingkat moderate (18,3%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kecemasan pada mahasiswa S1 Reguler FKM UI tahun 2020. Pendekatan dilakukan secara kuantitatif, dengan desain studi cross-sectional, serta analisis dengan uji Chi Square untuk melihat hubungan antara 8 variabel independen dengan kecemasan. Sampel penelitian sebanyak 146 orang dari populasi 1121 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-21, dan pengumpulan data menggunakan google form. Ditemukan proporsi kecemasan pada mahasiswa S1 reguler FKM UI tahun 2020 sebesar 83,6%, proporsi tertinggi pada tingkat extremely severe (39,7%), dan terendah pada tingkat mild (4,1%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin dan usia dengan kecemasan. Diharapkan UI dan FKM UI dapat meningkatkan intervensi promotif dan preventif terkait kesehatan mental terutama kecemasan, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM di Klinik Makara agar dapat menangani kasus kesehatan mental lebih optimal kedepannya.
Kata kunci: Kecemasan, Tingkat Kecemasan, Kesehatan Mental, Mahasiswa.

Anxiety is a basic emotion in the form of negative thoughts of uncertainty that arise when there is a threat, often accompanied by headaches, palpitations, mild gastric disturbances or sweating. Excessive anxiety will inhibit a person's function in life. In the world, the prevalence of anxiety disorders reaches 5% of the population, while in Indonesia mental emotional disorders (depression and anxiety) reach 9.8%. In 2018 the proportion of anxiety found in FKM UI students was 87.2%, the highest proportion was at the severe level (25.3%) and the lowest was at the moderate level (18.3%). The purpose of this study is to determine the factors associated with anxiety in FKM UI students in 2020. The approach was carried out quantitatively, with cross-sectional study design, and analysis with the Chi Square test to see the relationship between 8 independent variables with anxiety. The research sample of 146 people from a population of 1121 people. The instrument used was the DASS-21 questionnaire, and data collection using google forms. The proportion of anxiety found in regular S1 FKM UI students in 2020 was 83.6%, the highest proportion was at the extremely severe level (39.7%), and the lowest was at the mild level (4.1%). Statistical tests show there is a relationship between sex and age factors with anxiety. It is hoped that UI and FKM UI can improve promotive and preventive interventions related to mental health, especially anxiety, and improve the quality and quantity of human resources at the Makara Clinic so that they can handle mental health cases more optimally in the future.
Key words: Anxiety, Anxiety Level, Mental Health, Student.
Read More
S-10351
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinar Ayu Saraswati; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah, Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Dian Leila Sari
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Dinar Ayu Saraswati Program Studi : Epidemiologi Judul : Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Miopia pada Mahasiswa FKM UI Tahun 2018 Pembimbing : Prof. dr. Nuning Maria Kiptiyah, MPH, Dr.PH Latar Belakang : Miopia merupakan kelainan refraksi mata yang paling umum ditemukan dan dapat diperbaiki dengan menggunakan kacamata koreksi. Cut off point yang biasa digunakan untuk menentukan status miopia adalah -0,50 D. Prevalensi miopia diperkirakan mencapai 50% dari total populasi dunia pada tahun 2050. Faktor genetik dari keturunan dan faktor lingkungan diduga menjadi penyebab miopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian miopia pada mahasiswa S1 Reguler FKM UI tahun 2018. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel 259 responden mahasiswa S1 Reguler FKM UI tahun 2018. Faktor yang diteliti adalah riwayat miopia orang tua, kebiasaan bekerja jarak dekat dan durasi berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari. Hasil : Proporsi miopia dalam penelitian ini adalah 65,3%. Hasil analisis penelitian dengan uji cox-regression menunjukkan bahwa jarak membaca materi cetak (PR = 1,649; p value = 0,012 ; 95% CI 1,117 – 2,434) dan jarak menggunakan gadget (PR = 2,319 ; p value = 0,007 ; 95% CI 1,258 – 4,273) berhubungan dengan kejadian miopia. Berdasarkan analisis multivariat jarak menggunakan gadget menjadi satu-satunya faktor yang berhubungan dengan kejadian miopia. Kesimpulan :  Faktor yang berhubungan dengan kejadian miopia pada mahasiswa S1 reguler FKM UI tahun 2018 adalah jarak membaca materi cetak dan jarak menggunakan gadget.

Saran : Perlu ada variasi pengukuran dalam mengukur faktor risiko untuk mengetahui faktor penyebab yang paling tepat untuk kejadian miopia.


ABSTRACT Name : Dinar Ayu Saraswati Study Program : Epidemiology Title : Determinant Factors of Miopia in College Students of Faculty of Public Health Universitas Indonesia 2018 Counsellor : Prof. dr. Nuning Maria Kiptiyah, MPH, Dr.PH Background : Myopia is the most common refractive error and can be corrected by using correction lens. Myopia defined by shpherical equivalent lower or equal to -0,50 D. Holden (2013)  predicted that 50% of world population will develop myopia. Genetic engaged with hereditary and environmental factors were predicted as determinant factors of myopia. The aim of this study is to investigate potential factors that associated with the presence of myopia in college undergraduate students of Public Health Faculty Universitas Indonesia. Methods : A cross-sectional study of 259 conscripts. All conscripts was screened using autorefractors and trial lens set and filled out online questionnaire. Dependent variables in this study are parents’ myopia, near work habits and outdoor-and-exposed-by-sunlight’s duration. Analysis was performed using cox-regression model method on SPSS 17. Results : The prevalence of myopia in this study was 65,3%. Bivariate analysis showed that distance when reading  printed material (PR = 1,649; p value = 0,012 ; 95% CI 1,117 – 2,434) and distance when using gadget (PR = 2,319 ; p value = 0,007 ; 95% CI 1,258 – 4,273) were associated with myopia. Multivariate analysis using cox-regression method showed that distance when using gadget was the only factors that associated with myopia. Conclussions : Distance when reading printed material and using gadget were associated with myopia in college undergraduate students of Public Health Faculty Universitas Indonesia.

Suggestions : Need a various measurements of risk factors of myopia to discover the most accurate risk factors of myopia.

Read More
T-5431
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive