Ditemukan 32957 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Pencapaian cakupan imunisasi hepatitis B1 pada bayi 0-7 han merupakan salah satu indikator mutu pelayanan yang dilakukan oleh penolong persaliman. (bidan), indikator tersebut menunjukan tamptlan kerja bidan apakah semua bayi yang persalinanya ditolong oleh bidan diberikan imunisasi hepatitis B1 atau tidak. Tampilan hasil kerja merapakan salah satu gambaran perilaku individu atau kelompok dari tingkat kepatuhannya terhadap standar pelayanan yang ada. Di Kabupaten Pandeglang angka pencapaian imunisasi hepatitis B1 pada bayi 0 - 7 hari masth sangat rendah (34.2%) tahun 2004, sementara angka cakupan persalinan yang ditolong oleh bidan sebesar 57,6 % . Dengan kondisi ini dapat diasumsikan adanya faktor -faktor yang berpengaruh terhadap pemberian imunisasi Hepatitis B1 pada bayi 0-7 hari oleh bidan pada pertolongan persalinan. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah standar pelayanan imunisasi befum sepenuhnya dilaksanakan oleh bidan khususnya imunisasi hepatitis B1 pada bayi 0 - 7 hari. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kepatuhan bidan dalam melaksanakan standar pelayanan imunisasi hepatitis B! pada bayi 0-7 hari. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu pertama kualitatif dilakukan dengan elaborasi kepustakaan dan elaborasi dikalangan pelaksana dengan wawancara mendalam. Hasil elaborasi ini menghasilkan kerangka empiris dan kuesioner final yang akan digunakan untuk tahap berikutnya. kedua tahap kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian menggambarkan bahwa responden (bidan) yang menunjukan kepatuhan terhadap standar pelayanan imunisasi hepatitis B pada bayi 0-7 hari iebih banyak yang patuh dibandingkan dengan responden yang tidak patuh. Sedangkan variabel independent yang mempunyai hubungan bermakna terhadap kepatuhan responden (bidan) dalam melaksanakan standar pelayanan imunisasi hepatitis B pada bayi 0-7 hari adalah variabel pengetahuan, sarana, imbalan, supervisi, motivasi dan pandangan bidan terhadap tradisi masyarakat, Dart semua variabel yang berhubungan signifikan, variabel motivasi merupakan variabel yang paling dominan. Memang dalam kaitanya dengan pelaksanaan imunisasi, seorang petugas akan termotivasi untuk melaksanakan standar pelayanan imunisasi, bila diyakini benar bahwa tindakannya akan menghantarkan ke suatu penilaian kinerja, penilaian yang baik akan mendorong untuk mendapatkan kebutuhan yang diharapkan, dimana kebutuhan tersebut akan memuaskan pribadi petugas. Sehingga upaya peningkatan mutu pelayanan dalam penelitian ini, faktor yang paling penting dalam perbaikan adalah dengan pendekatan pada proses. Identifikasi, penentuan prioritas dan penentuan penyebab potensial masalah dalam penelitian ini difokuskan kepada motivast petugas yang akan mempengaruhi terhadap kepatuhanya dalam melaksanakan standar pelayanan imunisasi hepatitis B pada bayi 0-7 hari. Upaya perbaikan mutu pelayanan yang berkesinambungan ini menggunakan siklus PDCA(Plan-Do-Check-Action). Dalam penelitian ini penulis memberikan saran kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Pandeglang agar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan selalu berorientasi pada perbaikan yang terus-menerus dan berkesinambungan pada simpul proses, sehingga tidak memberikan dampak pemborosan. Dalam memenuhi semua Kebutuhan fasilitas, sarana dan dukungan sebaiknya lebih meningkatkan advokasi kepada semua pengambil kebijakan di setiap jenjang, schingga semua yang diperlukan dapat menunjang keberhasilan program imunisasi tersebut.
Attainment of Coverage immunize hepatitis BI at baby 0-7 day represent one of indicator quality of service conducted by birth helper (midwife), this indicator as performance of midwife work, whether all baby which helped by midwife given to by immunize hepatitis B1 or not. Appearance result of job represent one of behavioral picture of individual or group of people from level of his compliance to standard of existing service. In Pandeglang District the number of attainment immunize hepatitis Bi at baby 0 - 7 day still be very low ( 34,2%) year 2004, whereas number of coverage is copies with helped by midwife of equal to 57,6 . With this condition can be assumed by a factor existence factor having an effect on to gift immunize Hepatitis Bl at baby 0-7 day by midwife that help the birth. One of factor having an effect on standard of service immunize not yet full executed by midwife specially immunize hepatitis Bi at baby 0 - 7 day. This research is conducted to see compliance of midwife in executing standard of service immunize hepatitis B1 at baby 0-7 day. This research use 2 ( two) of phase that is first of phase is qualitative conducted by elaborasi is reference and elaborasi of among executor with circumstantial interview. result of this Elaborasi yield empirical framework and kuesioner of final to be used for the next phase. second of quantitative phase by using desain cross sectional. The result of research that responder (midwife) which compliance to service standard immunize hepatitis B at baby 0-7 day, proportional compliance responder more than which not compliance, While variable independent having relation have a meaning to responder compliance in executing service standard immunize hepatitis B at baby 0-7 day, is knowledge vanable, reward, supervise, midwife view and motivation to tradition socialize, From all coresponding variable of signifikan, variable motivate to represent most dominant variable. It is true that the relationship immunization activities, a worker will be motivated to do service standard immunize, 1f believed by correctness that his, action will send to a performance assessment, good assessment will push to get requirement expected, where the requirement will gratify worker person. So that, the improvement quality of service in research, the determinant this improvement factor in repair is with approach of process. Identify, potential cause determination and priority determination of internal issue this research is focussed to worker motivation to influence to compliance in service standard immunize hepatitis B at baby 0-7 day. Strive repair of quality of continual service use cycle PDCA (Plan-DoCheck-Action). In this reaserch, the writer suggest to health District office and public health service in Pandeglang District to increase the quality health service that focus to continous improvement ai processing, so that not extravagance impact. In fulfilling all facility requirement, support and medium better more improve advokasi to all policy taker in every ladder, so that all that is needed can support efficacy program to immunization
Cakupan kegiatan keperawatan komunitas di Kabupaten Cirebon masih rendah, sedangkan perawat sebagai peiaksananya merupakan tenaga kesehatan terbanyak dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya Perawat melakukan asuhan keperawatan komunitas seharusnya dengan pendokummentasian atau pencatatan yang merupakan panduan sehingga kegiatannya terarah dan terpadu sesuai dengan masalah yang ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kualitas pencatatan asuhan keperawatan komunitas di Kabupaten Cirebon tahun 2006 dan faktor-:fuktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross-sectionaL Data dikumpulkan dari 7I perawat puskesmas dengan menggunakan perhitungan besar sampel Lot quality assurance sampling (I:QAS-Lot) secara sistematic random sampling, selain dilak:ukan wawancara juga dilakukan pemerik:saan catatan asuhan keperawatan masing-masing responden 5 dokumen. Penelitian dilakukan pada bulan September 2006 dengan menggunakan analisis univariat dan analisis jalur (path analysis). Dari data yang dikumpulkan diperoleh kualitas pencatatan dengan baik sebesar 59,2 %. Hasil pemodelan dengan analisis jalur temyata kepemimpinan merupakan variabel utama yang mempunyai pengaruh sebesar 46,8 % terhadap kualitas pencatatan asuhan keperawatan, variabel lain yang mempunyai pengaruh terhadap kualitas pencatatan asuhan keperawatan adalah pengetahuan sebesar 3 I %, sikap sebesar 17,6 %, imhalan sebesar 11,6 %, dan variabe1 masa kelja melalui sikap sebesar 4%. Kepemimpinan kepala puskesmas mampu meningkatkan lrualitas pencatatan asuhan keperawatan yang dilakukan karyawannya, selain itu kepemimpinan dapat meningkatkan pengetahuan, mengatur imbalan yang diberikan, dan dapat merubah sikap karyawannya. Bagi Dinas Kesehatan yang mempunyai kewajiban membina : kepala puskesmas maka harus selalu membina dan mengevaluasi kinelja kepala puskesmas.
Scope of community nursing activity in district of Cirebon has undervalued. In fact, number of nurse resources there larger than another medical profession. They to be organized in community nursing activity and nursing activity record-keeping as principal guide, they will working in systematic way and well integrated according to the problem raised from public health service. This research aim to determine the quality of community nursing activity record-keeping in district of Cirebon for year of 2006 and the influencing factors within. Research belong to quantitative research with cross-sectional design. Data collecting using Lot quality assurance sampling (LQAS-Lot) with systematic random sampling method by surveying and interviewing 71 nurse from local public health services, including checking of 5 document from each respondent's nursing record.' Research taken during september 2006 and using univariat analysis and path analysis. The result shows the quality of record-keeping which noticed as good are 52,2 % in value. Modelling result from path analysis put leadership as main variable which influence the quality of nursing record-keeping at 46,8%. Another variable which having influence on quality of nursing record-keeping are nurse's knowledge at 31%, nurse's attitude at 17,6%, rewards at 11,6% and working period at 4%. Leadership skills of local public service's head can improve the quality of record-keeping of community nursing activity by its employees (nurses). Besides,and change in attitude. District public health service which has responsibility in training and developing officer to become head of local public health service should control and monitor their working performance continuously leaderships skills direct to improvement of knowledge, remuneration management, and change in attitude. District public health service which has responsibility in training and developing officer to become head of local public health service should control and monitor their working performance continuously.
The effort to improve maternal and neonatal health care is a priority program, principally focused on improving antenatal care services in all facilities with good quality and maximum service coverage, improving aid delivery by health personnel, improving early detection of high risk by health workers, improved neonatal care with good quality. This must be supported by quality performance of health workers, particularly midwifes. Coverage of deliveries by midwifes in the Serang City 54.8%, 64.4% coverage K1, K4 coverage 54.5%. KN1 coverage 62.2%, KN2 coverage 58.5% and is below the national target. Quality performance can be affected by the midwife predisposing factors (age, working time, employment status, marital status, knowledge, education) enabling factors (training, tools), reinforcing factors (supervision, leadership support, community support). This study aimed at obtaining information about the characteristics and performance quality of midwifes in maternal and neonatal health services in the city of Serang Year 2009. The research design was chosen in this research is quantitative analytical survey with cross sectional approach. Population is all the midwives at health centers in the city of Serang.
Tesis ini membahas hubungan antara komponen kualitas kehidupan kerja (quality of work life) dengan kinerja bidan puskesmas di wilayah Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2013. Penelitian ini dilakukan karena peneliti melihat adanya penurunan kinerja bidan pada tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional.
Teori yang digunakan untuk melihat kualitas kehidupan kerja bidan adalah teori Cascio (2013) yang terdiri dari sembilan komponen yaitu keterlibatan pegawai, kompensasi yang adil atau seimbang, rasa aman terhadap pekerjaan, keselamatan lingkungan kerja, rasa bangga terhadap institusi, pengembangan karir, fasilitas yang tersedia, penyelesaian masalah dan komunikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen QWL yang signifikan berhubungan dengan kinerja adalah keterlibatan pegawai sekaligus komponen QWL yang paling kuat hubungannya dengan kinerja bidan puskesmas.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar bidan sebagai tenaga kerja yang profesional harus bekerja sesuai dengan peraturan dan standar operasional yang berlaku. Puskesmas sebagai tempat kerja harus memperhatikan semua komponen QWL yang berhubungan dengan kinerja bidan dan Dinas Kesehatan sebagai pembuat kebijakan harus melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, memenuhi kebutuhan kesehatan dan keselamatan kerja di puskesmas serta melakukan reward and punishment terhadap kinerja pegawai.
This thesis studies the relationship between component of quality of work life to the performance of midwife clinics in Central Bangka regency in 2013. This research was conducted because researchers saw a decrease in performance midwife in 2012. This study is an observational study with cross-sectional design.
Theory is used to see the quality of work life midwife is the theory Cascio (2013) which consists of nine components: employee participation, job security, save environment, pride, career development, wellness, conflict resolution and communication.
The results showed that a significant component of QWL is related to the employee participation and become the most powerful component of QWL do with performance midwife clinic.
Based on the research results, the researchers suggested that midwives as professional workforce to work in accordance with the regulations and standards applicable operational. Health centers as workplaces should pay attention to all components of QWL related to the performance of the Department of Health as a midwife and policy makers must undertake monitoring and evaluation on a regular basis, to meet the needs of health and safety in the clinic and do reward and punishment on employee performance.
