Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29914 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Winardini; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisamito; Penguji: Amilla Megraini, Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar
B-1034
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Jusela; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Dedy Waskita; Budi Hartono
Abstrak:
Latar Belakang: Perkembangan Rumah Sakit di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 melanda Indonesia menyebabkan perubahan tatanan kesehatan indonesia. Rumah Sakit Pertamina Jaya berubah semula Rumah Sakit Umum menjadi Rumah Sakit Khusus Rujukan COVID. Pada tahun 2020, sebelum pandemi melanda Indonesia, Rumah Sakit Pertamina Jaya akan menambah layanan Center of Excellence (CoE) ibu dan anak, dimulai dengan membuat center layanan anak. Setelah pandemi COVID-19 berakhir, Rumah Sakit Pertamina Jaya kembali menjadi Rumah Sakit Umum dan meneruskan pengembangan CoE layanan ibu dan anak. Masalah yang muncul dalam Rumah Sakit Pertamina Jaya adalah belum adanya Perencanaan Strategis untuk pengembangan layanan anak. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan strategis pengembangan layanan anak di Rumah Sakit Pertamina Jaya periode tahun 2025-2029. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode operational research dengan menggunakan data primer berupa wawancara mendalam kepada informan dan Consensus Decision Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder menggunakan data rekam medis Rumah sakit, laporan kinerja, literatur, hasil penelitian dan dokumen lainnya. Kerangka konsep menggunakan pendekatan strategic management model dengan tiga tahapan yaitu input stage, matching stage dan decision stage. Hasil Penelitian: Dalam proses input dimana pada analisa lingkungan intermal didapatkan hasil Sumbe Daya Manusia, Standar Operasional Prosedur, Sistem Informasi merupakan kekuatan. Kelemahan Rumah Sakit adalah fasilitas umum, keuangan dan pemasaran. Peluang Rumah Sakit adalah kebijakan pemerintah, demografi, epidemiologi, teknologi dan pesaing. Ancaman rumah sakit adalah sosial ekonomi dan pelanggan. Pada matching stage posisi Rumah Sakit berada di kuadran II yaitu grow and build dimana alternatif strategi market penetration, market development and product development. Strategi yang akan diterapkan berdasarkan prioritas adalah pengembangan produk layanan tumbuh kembang anak, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan layanan anak, revitalisasi dan perluasan banguanan Rumah Sakit Pertamina Jaya, brand awareness layanan anak, pengembangan teknologi, penetrasi pasar rujukan layanan anak pihak ke-III. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan posisi rumah sakit adalah grow and build dengan prioritas utama adalah pengembangan produk layanan tumbuh kembang anak

Background: Hospital development in Indonesia continues to experience significant growth from year to year. The COVID-19 pandemic in 2020 hit Indonesia causing changes to Indonesia's health system. Pertamina Jaya Hospital was transformed from a General Hospital into a Special COVID Referral Hospital. In 2020, before the pandemic hit Indonesia, Pertamina Jaya Hospital will add center of excellence services for mothers and children, starting by creating a children's service center. After the COVID-19 pandemic ended, Pertamina Jaya Hospital returned to being a General Hospital and continued developing a center of excellence for maternal and child services. The problem that arises at Pertamina Jaya Hospital is that there is no Strategic Planning for the development of children's services. Objectives: This research aims to create a strategic plan for the development of children's services at Pertamina Jaya Hospital for the period 2025-2029. Methodology: This research uses operational research methods using primary data in the form of in-depth interviews with informants and the Consensus Decision Making Group (CDMG) with informants. Secondary data uses hospital medical record data, performance reports, literature, research results and other documents. The conceptual framework uses a strategic management model approach with three stages, namely input stage, matching stage and decision stage. Results: In the input process, the analysis of the internal environment shows that Human Resources, Standard Operating Procedures, Information Systems are strengths. Hospital weaknesses are public facilities, finance and marketing. Hospital Opportunities are government policy, demographics, epidemiology, technology and competitors. The threat to hospitals is socio-economic and customer. In the matching stage, the hospital's position is in quadrant II, namely grow and build, where alternative strategies are market penetration, market development and product development. The strategies that will be implemented based on priority are product development for child growth and development services, increasing the competency of child service health workers, revitalization and expansion of the Pertamina Jaya Hospital building, brand awareness for children's services, technology development, penetration of third party children's service referral markets. Conclusion: Based on the research results, it was found that the hospital's position is grow and build with the main priority being the development of child growth and development service products
Read More
B-2474
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yesti Mulia Eryani; Pembimbing: Pujiyanti; Penguji:
Abstrak:
Latar belakang: Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan telah mendorong rumah sakit untuk menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) guna meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi kerja, dan keselamatan pasien. Kerangka PIECES merupakan kerangka kerja yang mengklasifikasikan masalah, peluang, dan arahan menjadi 6 kategori yang dapat memberikan panduan yang komprehensif dan seluruh faktor penting diperhatikan dalam melakukan evaluasi sehingga dapat diidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan dan dapat mengukur dampak terhadap organisasi secara menyeluruh dalam evaluasi sistem RME. Penerapan RME di RS Andhika berjalan sejak 2022 namun sampai saat ini belum berjalan maksimal dan masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya seperti formulir yang tidak lengkap, hak akses staf tidak aktif masih ada, adanya dobel rekam medis dan capaian pengisian rekam medis di RS Andhika baru mencapai 93% dengan standar 100%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME di RSU Andhika Jakarta Selatan menggunakan metode PIECES yang mencakup enam aspek terdiri dari Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, dan Service. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta telaah dokumen. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada aspek Performance, sistem RME telah memberikan informasi yang cukup tetapi masih ditemukan kendala teknis dan kelengkapan data. Information and Data dinilai cukup informatif namun fleksibilitas dan kesesuaian data dengan kebutuhan masih perlu ditingkatkan. Pada aspek Economics, ditemukan tantangan terkait keterbatasan integrasi dan tingginya biaya operasional. Control and Security sudah mengatur hak akses, namun masih ditemukan kelemahan dalam autentikasi pengguna. Efficiency menunjukkan sistem cukup mudah dipelajari namun tidak memberi notifikasi kesalahan. Aspek Service menunjukkan akurasi cukup baik, namun masih terdapat ketidakkonsistenan data di beberapa jenis data. Kesimpulan: Penerapan RME di RS Andhika saat ini belum optimal yang masih diperlukan perbaikan dalam setiap aspek yang mempengaruhi dilihat dari segi Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, dan Service dengan melakukan perencanaan, evaluasi, dan monitoring dalam penerapan rekam medis elektronik serta berupaya untuk selalu melakukan perbaikan.

Background: The development of information technology in the health sector has encouraged hospitals to organize Electronic Medical Records (EMR) to improve reciprocal services, work efficiency, and patient safety. The PIECES framework is a framework that classifies problems, opportunities, and directions into 6 categories that can provide comprehensive guidance and all important factors are considered in conducting evaluations so that areas that need improvement can be identified and the impact on the organization as a whole can be measured in the EMR evaluation system. The implementation of EMR at Andhika Hospital has been running since 2022, but until now it has not been running optimally and there are still obstacles in its implementation such as incomplete forms, inactive staff access rights still exist, there are double medical records and the achievement of filling in medical records at Andhika Hospital has only reached 93% with a standard of 100%. Purpose: This study aims to analyze the implementation of EMR at Andhika Hospital, South Jakarta using the PIECES method which includes six aspects consisting of Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, and Service. Method: This study is a qualitative study with data collection techniques carried out through observation, in-depth interviews and document review. Results: The results show that in the Performance aspect, the RME system has provided sufficient information but there are still technical constraints and data completeness. Information and Data are considered quite informative but anxiety and alignment of data with needs still need to be improved. In the Economic aspect, challenges were found related to limited integration and high operational costs. Control and Security have regulated access rights, but there are still weaknesses in user authentication. Efficiency shows that the system is quite easy to learn but does not provide error notifications. The Service aspect shows fairly good accuracy, but there is still data inconsistency in several types of data. Conclusion: The implementation of RME at Andhika Hospital is currently not optimal and still needs improvement in every aspect that affects it in terms of Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, and Service by planning, evaluating, and monitoring in the implementation of electronic medical records and trying to always make improvements.

Read More
B-2534
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danil Anugrah Jaya; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Ascobat Gani, Dumilah Ayuningtyas, Dewi Sri Rachmawati, Hariyadi Wibowo
Abstrak:
Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. Rendahnya tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Harapan Jayakarta menjadi perhatian serius. Leadership WalkArounds diimplementasikan sebagai upaya untuk meningkatkan pelaporan insiden dan memperkuat budaya keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi Leadership WalkArounds di Rumah Sakit Harapan Jayakarta terhadap persepsi staf tentang komunikasi terbuka, respon tidak menghukum, frekuensi pelaporan insiden, dan umpan balik terkait kesalahan, serta mengidentifikasi hambatan yang mungkin terjadi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan sequential explanatory. Tahap pertama melibatkan survei kuantitatif terhadap 47 staf Rumah Sakit Harapan Jayakarta untuk mengukur persepsi mereka. Tahap kedua melibatkan wawancara mendalam dengan 5 informan kunci dan telaah dokumen untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Hasil: Hasil survei menunjukkan bahwa Leadership WalkArounds efektif dalam meningkatkan persepsi staf tentang komunikasi terbuka, respon tidak menghukum, frekuensi pelaporan insiden, dan umpan balik terkait kesalahan. Wawancara dan telaah dokumen mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi dokter, inkonsistensi jadwal pelaksanaan, ketiadaan daftar pertanyaan terstruktur, sistem pelaporan insiden yang masih manual, dan belum optimalnya komposisi dewan pengawas menjadi hambatan dalam implementasi Leadership WalkArounds. Kesimpulan: Leadership WalkArounds efektif dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Harapan Jayakarta. Namun, beberapa hambatan perlu diatasi untuk mengoptimalkan efektivitasnya.

Background: Patient safety is a top priority in healthcare. The low rate of patient safety incident reporting at Harapan Jayakarta Hospital is a serious concern. Leadership WalkArounds were implemented as an effort to improve incident reporting and strengthen the patient safety culture. Objectives: This study aims to evaluate the effectiveness of Leadership WalkArounds implementation at Harapan Jayakarta Hospital on staff perceptions of open communication, non-punitive response, incident reporting frequency, and feedback related to errors, as well as to identify potential barriers. Methods: This study uses a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The first stage involves a quantitative survey of 47 staff at Harapan Jayakarta Hospital to measure their perceptions. The second stage involves in-depth interviews with 5 key informants and document reviews to gain a deeper understanding Results: The survey results show that Leadership WalkArounds are effective in improving staff perceptions of open communication, non-punitive response, incident reporting frequency, and feedback related to errors. Interviews and document reviews reveal that low physician participation, inconsistent implementation schedules, lack of structured question lists, manual incident reporting systems, and a suboptimal board of supervisors composition are barriers to Leadership WalkArounds implementation. Conclusion: Leadership WalkArounds are effective in improving the patient safety culture at Harapan Jayakarta Hospital. However, several barriers need to be addressed to optimize their effectiveness. Keywords: Leadership WalkArounds, patient safety, safety culture, open communication, non-punitive response, incident reporting.
 
Read More
B-2471
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
David Rainer Irianto Hutajulu; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Desi Harviani, Citra Bakti Pangaribuan
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui posisi strategis RSIA Nabasa saat ini, (2) merekomendasikan alternatif strategi yang sesuai, (3) menerjemahkan strategi terpilih menjadi program kerja dengan pendekatan Balanced Scorecard, dan (4) mengusulkan rencana implementasi strategi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data diuji dengan metode triangulasi. Tahapan penelitian mencakup input stage menggunakan analisis EFAS dan IFAS, matching stage menggunakan matriks IE dan TOWS, serta decision stage menggunakan QSPM. Strategi terpilih kemudian diterjemahkan ke dalam sasaran strategis dan program kerja menggunakan kerangka Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan posisi strategis RSIA Nabasa berada pada kuadran V (Hold and Maintain) matriks IE dan kuadran II (Internal Fix-It) matriks TOWS, yang mengarahkan pada strategi penetrasi pasar. Strategi ini dijabarkan ke dalam 12 sasaran strategis dan 31 program kerja dalam 4 perspektif Balanced Scorecard. Program kerja unggulan yang direkomendasikan antara lain peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, pengembangan SDM, dan optimalisasi teknologi. Rencana implementasi strategi disusun untuk periode 5 tahun dengan roadmap, indikator kinerja, dan target yang jelas. Implikasi manajerial utama meliputi penguatan fungsi pemasaran, pengembangan sistem informasi, penyelarasan organisasi, serta monitoring dan evaluasi berkala. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan strategi omnichannel marketing untuk meningkatkan jangkauan pelanggan dan memberikan pengalaman layanan yang konsisten.

This study aims to (1) assess the current strategic position of RSIA Nabasa, (2) recommend suitable alternative strategies, (3) translate the chosen strategy into action plans using the Balanced Scorecard approach, and (4) propose a strategy implementation plan. This research employs a qualitative methodology with a case study approach. Data collection is conducted through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data validity is examined using the triangulation method. The research stages include an input stage using EFAS and IFAS analysis, a matching stage using IE and TOWS matrices, and a decision stage using QSPM. The selected strategy is then translated into strategic objectives and action plans using the Balanced Scorecard framework. The findings reveal that RSIA Nabasa's strategic position lies in quadrant V (Hold and Maintain) of the IE matrix and quadrant II (Internal Fix-It) of the TOWS matrix, directing towards a market penetration strategy. This strategy is elaborated into 12 strategic objectives and 31 action plans across 4 perspectives of the Balanced Scorecard. The recommended flagship programs include service quality improvement, cost efficiency, human resource development, and technology optimization. The strategy implementation plan is developed for a 5-year period with a clear roadmap, performance indicators, and targets. Key managerial implications encompass strengthening the marketing function, developing an information system, organizational alignment, and regular monitoring and evaluation. This study also recommends the adoption of an omnichannel marketing strategy to enhance customer reach and deliver a consistent service experience. The results of this research contribute to the body of knowledge in strategic management, particularly in the context of healthcare organizations. The proposed strategic plan and implementation roadmap serve as a guiding framework for RSIA Nabasa to navigate the dynamic healthcare landscape, optimize its resources, and deliver superior value to its stakeholders. Furthermore, the recommendation to embrace omnichannel marketing highlights the importance of integrating digital and physical touchpoints to create a seamless patient experience in the digital era.
Read More
B-2470
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhika Putra Marsaban; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Masyitoh, Lia Gardenia Partakusuma, Veronica Fridawati
Abstrak:
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menghadapi tantangan operasional dalam sistem penyediaan darahnya, yang ditandai dengan tingginya angka pembatalan darah, waktu tunggu layanan yang lama, dan biaya pengadaan eksternal yang signifikan, yang berpotensi menghambat pengembangan layanan unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pra-kelayakan yang komprehensif terhadap rencana pendirian Unit Pengelola Darah (UPD) di RSPP guna memberikan rekomendasi strategis berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, dan observasi langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendirian UPD dengan klasifikasi Madya sangat layak untuk dilaksanakan. Terdapat potensi permintaan yang sangat besar, dengan proyeksi volume gabungan untuk RSPP dan RS PELNI mencapai 28.093 kantong pada tahun 2025. Proyek ini memerlukan estimasi biaya investasi (CAPEX) sebesar Rp 10,65 miliar dan biaya operasional (OPEX) tahunan sekitar Rp 6,46 miliar. Meskipun memerlukan investasi besar, analisis finansial awal menunjukkan kelayakan yang sangat kuat dengan periode pengembalian (Payback Period) 3,22 tahun, Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 30,05 miliar, dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 34,22%. Disimpulkan bahwa proyek ini layak untuk dilanjutkan ke tahap studi kelayakan (FS) penuh, dengan fokus pada penyusunan desain teknis rinci, analisis finansial mendalam, rencana induk SDM, dan mitigasi risiko utama terkait pendanaan, teknis, sumber daya manusia, dan keberlanjutan pasokan donor.
Pertamina Central Hospital (RSPP) faces operational challenges in its blood supply system, characterized by high blood cancellation rates, long service turnaround times, and significant external procurement costs, which potentially hinder the development of its centers of excellence. This study aims to conduct a comprehensive pre-feasibility analysis of the plan to establish a Blood Management Unit (UPD) at RSPP to provide evidence-based strategic recommendations. This research employed a qualitative case study method supported by quantitative data. Data was collected through document analysis, in-depth interviews with key stakeholders, and direct observation. The results indicate that the establishment of an Intermediate (Madya) classification UPD is highly feasible. There is significant potential demand, with a projected combined volume for RSPP and PELNI Hospital reaching 28,093 bags in 2025. The project requires an estimated investment cost (CAPEX) of IDR 10.65 billion and annual operational costs (OPEX) of approximately IDR 6.46 billion. Despite the large investment, the preliminary financial analysis shows very strong viability with a Payback Period of 3.22 years, a positive Net Present Value (NPV) of IDR 30.05 billion, and an Internal Rate of Return (IRR) of 34.22%. It is concluded that the project is feasible to proceed to a full Feasibility Study (FS) stage, with a focus on detailed engineering design, in-depth financial analysis, a human resources master plan, and mitigation of key risks related to funding, technical aspects, human resources, and the sustainability of donor supply.

Read More
T-7384
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghulam Mustafa; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Helen Andriani, Adang Bachtiar,Rakhmad Hidayat
Abstrak:

Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, non-eksperimental, dan observasional untuk menilai kepuasan pasien mahasiswa internasional terhadap layanan kesehatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), sebuah rumah sakit pendidikan utama yang berkomitmen memberikan KEYWORDS:  International student satisfaction, Universitas Indonesia Hospital, service quality, healthcare quality, patient-centred care) pelayanan berkualitas tinggi dan berpusat pada pasien. Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa internasional yang mengandalkan RSUI, pemahaman terhadap pengalaman mereka sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyelaraskan standar dengan praktik global. Kuesioner terstruktur digunakan dengan menggabungkan model SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) dan HEALTHQUAL (safety, efficiency, care improvement), serta dimensi komunikasi dan sensitivitas budaya. Sebanyak 100 pasien mahasiswa internasional berpartisipasi dalam penelitian ini selama periode April hingga Mei 2025. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, crosstabulation, dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan tinggi pada dimensi tangibles, assurance, dan safety. Namun, empathy dan komunikasi memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan secara keseluruhan, menunjukkan perlunya perbaikan dalam aspek-aspek tersebut. Terdapat hubungan signifikan antara kualitas layanan, komunikasi, dan kepuasan pasien (p < 0,05). Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan layanan penerjemah, pelatihan staf dalam kompetensi budaya dan komunikasi, serta perbaikan alur pelayanan. Studi ini mengisi kesenjangan literatur terkait kepuasan pasien asing di Indonesia dan memberikan rekomendasi strategis bagi RSUI dalam mencapai keunggulan layanan bagi pasien internasional.


 

This study used a quantitative, non-experimental, observational design to assess international student patient satisfaction with healthcare services at Universitas Indonesia Hospital (RSUI), a major academic hospital committed to high-quality, patient-centred care. With a growing international student population relying on RSUI, understanding their service experiences is critical to enhancing care delivery and aligning with international standards. A structured questionnaire was used, combining the SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) and HEALTHQUAL (safety, efficiency, care improvement) models, along with communication and cultural sensitivity dimensions. A total of 100 international student patients participated between April and May 2025. Data were analysed using descriptive statistics, crosstabulation, and logistic regression. The results showed high satisfaction in the dimensions of tangibility, assurance, and safety. However, empathy and communication were found to have a negative influence on overall satisfaction, indicating key areas that require improvement. A significant relationship was observed between service quality, communication, and patient satisfaction (p < 0.05). These findings underscore the need for strengthening interpreter services, implementing staff training in cultural and communication competence, and improving service workflows. This study contributes new insights to the limited literature on foreign patient satisfaction in Indonesia and offers strategic recommendations to support RSUI in achieving service excellence for international patients.

 

Read More
B-2547
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astriana; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Herdiana Eta Prananti, Fitria Saftarina
Abstrak:
Meningkatnya tren jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) dari tahun ke tahun di Rumah Sakit Graha Husada menjadi kewaspadaan pada kinerja perawat. Penilaian kinerja yang menurun pada tahun 2023 sangat disayangkan oleh manajemen dan dapat berdampak pada pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Graha Husada pada masa yang akan datang. Penilaian kinerja yang dapat diukur melalui teori Gibson melalui variabel individu, organisasi, psikologis serta kebugaran perawat merupakan salah satu langkah untuk menilai kualitas kinerja yang bermutu baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan variabel individu, organisasi dan psikologis terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dengan tujuan dapat mengetahui besarnya signifikansi faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 kepada 82 perawat yang bekerja di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel individu dengan p-value 0,0012 < 0,05, kebugaran dengan p-value 0,090 < 0,05, variabel organisasi dengan p-value 0,000 < 0,05 dan variabel psikologis dengan p-value 0,0002 < 0,05 terhadap kinerja perawat dengan nilai OR secara berurutan (3,93), (20,308), dan (5,438). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan kuat terhadap kinerja perawat adalah variabel organisasi dan variabel psikiologis, namun dari kedua variabel tersebut variabel yang memiliki hubungan paling kuat terhadap kinerja perawat adalah variabel organisasi. Artinya dengan meningkatnya variabel organisasi maka dapat meningkatkan kinerja perawat di rumah sakit. Sehingga rumah sakit perlu untuk mengembangkan pengelolaan organisasi dengan berbagai cara seperti meningkatkan akses yang memadai, meningkatkan sumber daya fisik yang diperlukan, memperbaiki struktur organisasi dan hirarki kepemimpinan, memperhatikan desain pekerjaan dengan keberagaman tugas dan tantangan serta memperhatikan kepuasan kerja perawat.

The increasing trend in the Bed Occupancy Rate (BOR) year by year at Graha Husada Hospital has raised concerns about the performance of the nurses. The decline in performance ratings in 2023 is regrettable for management and could impact healthcare services at Graha Husada Hospital in the future. Performance assessment, which can be measured through Gibson's theory via individual, organizational, psychological, and wellness variables of the nurses, is one of the steps to evaluate high-quality performance. The aim of this research is to determine the relationship between individual, organizational, and psychological variables on the performance of nurses at Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. This study is a type of quantitative research using a cross-sectional design to determine the significance of factors related to nurse performance. The study was conducted in May 2024 with 82 nurses working at Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. The results showed a significant relationship between individual variables with a p-value of 0.0012 < 0.05, wellness with a p-value of 0.090 < 0.05, organizational variables with a p-value of 0.000 < 0.05, and psychological variables with a p-value of 0.0002 < 0.05 on nurse performance, with OR values of (3.93), (20.308), and (5.438) respectively. The results indicate that the variables with a strong relationship to nurse performance are organizational and psychological variables, with organizational variables having the strongest relationship to nurse performance. This means that improving organizational variables can enhance nurse performance in the hospital. Therefore, the hospital needs to develop organizational management in various ways, such as increasing adequate access, improving necessary physical resources, refining organizational structure and leadership hierarchy, paying attention to job design with task variety and challenges, and considering nurse job satisfaction.
 
Read More
B-2488
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Gusnita; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, R. Soeko W. Nindito D., Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak:
Latar belakang: Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib diselenggarakan secara efektif dan efisien oleh rumah sakit, termasuk dalam hal pengelolaan persediaan farmasi. Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional memiliki tantangan dalam menjaga ketersediaan obat kanker yang bernilai tinggi dan berisiko kritis. Berdasarkan data capaian indikator Rasio Beban Persediaan Farmasi terhadap Pendapatan Operasional pada periode September–Desember 2024, diketahui bahwa nilai rasio tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Hal ini mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap sistem pengendalian persediaan farmasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas analisis ABC-VEN dalam pengendalian persediaan farmasi di RSK Dharmais. Metode: Penelitian menggunakan desain operational research dengan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan kunci serta data sekunder dari SIMRS dan laporan rumah sakit tahun 2024. Analisis dilakukan terhadap seluruh item obat yang termasuk dalam formularium rumah sakit. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengelompokan ABC, kelompok A berdasarkan jumlah pemakaian terdiri dari 79 item (6,11%) yang menyumbang 69,93% nilai penggunaan, dan berdasarkan nilai investasi terdiri dari 107 item (8,27%) dengan kontribusi 69,97% dari total investasi. Kelompok obat esensial mendominasi dengan proporsi 79,60% (1.030 item), diikuti oleh kelompok non-esensial 11,90% dan vital 8,50%. Kombinasi analisis ABC-VEN menunjukkan bahwa sebagian besar obat prioritas tinggi adalah obat kanker. Simulasi ITOR menunjukkan bahwa tingkat perputaran persediaan dapat ditingkatkan, sehingga manajemen stok menjadi lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan klinis. Kesimpulan: Analisis ABC-VEN terbukti efektif dalam mengidentifikasi prioritas pengendalian dan optimalisasi pengelolaan obat kanker di RSK Dharmais, serta berkontribusi dalam peningkatan efisiensi logistik farmasi rumah sakit.Background: Healthcare services are a fundamental right of every citizen and must be delivered effectively and efficiently by hospitals, including the management of pharmaceutical inventories. Dharmais Cancer Hospital, as the National Cancer Center Hospital in Indonesia, faces significant challenges in ensuring the availability of high-cost and critically important cancer drugs. Based on the performance indicator of the Pharmaceutical Inventory Cost Ratio to Operational Revenue for the period of September to December 2024, it was found that the ratio consistently failed to meet the targets set by the Ministry of Health. This condition highlights the need for an evaluation of the pharmaceutical inventory control system. Purpose: This study aims to evaluate the effectiveness of the ABC-VEN analysis in controlling pharmaceutical inventory at Dharmais Cancer Hospital. Method: This research employs an operational research design with a mixed-method approach, incorporating both qualitative and quantitative data. Primary data were collected through in-depth interviews with key informants, while secondary data were obtained from the Hospital Information Management System (SIMRS) and institutional reports from the year 2024. The analysis was conducted on all pharmaceutical items listed in the hospital formulary. Results: The results show that in the ABC classification, Class A drugs based on usage volume included 79 items (6.11%) which accounted for 69.93% of total drug usage value, while based on investment value, 107 items (8.27%) represented 69.97% of total inventory value. Essential drugs dominated the VEN classification with 79.60% (1,030 items), followed by non-essential drugs at 11.90% and vital drugs at 8.50%. The ABC-VEN matrix revealed that most high-priority drugs were cancer medications. ITOR simulation results indicated that inventory turnover could be significantly improved, leading to more efficient and responsive stock management aligned with real clinical needs. Conclusion: ABC-VEN analysis proved effective in identifying inventory control priorities and optimizing the management of cancer drugs at Dharmais Cancer Hospital, thereby enhancing pharmaceutical logistics efficiency.

Read More
T-7387
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Askar; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Sumijatun, Prapanca Yuli Satar
Abstrak:

Pelayanan kamar Operasi merupakan salah satu bentuk pelayanan yang sangat mempengaruhi tampilan dan merupakan salah satu indikator pelayanan Rumah Sakit.Instalasi Kamar Bedah Rumah Sakit Otorita Batam terdiri dari empat ( 4 ) buah kamar operasi yang melayani operasi cito, dan operasi bedah elektif. Komplain dari pasien dan dari survey awal pada saat residensi di bulan September 2010 dari data buku register instalasi kamar bedah didapatkan 95,79% (205 operasi terlambat dimulai dari 214 operasi elektif yang telah dijadwalkan sebelumnya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab keterlambatan dimulainya operasi elektif di instalasi kamar bedah Rumah Sakit Otorita Batam,sehingga diharapkan menjadi masukan yang berarti bagi pihak manajemen Rumah sakit untuk mengelola Instalasi kamar bedah kedepannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan tidak bersifat intervensi. Hasil penelitian membuktikan bahwa 68% penyebab keterlambatan dimulainya operasi disebabkan oleh terlambatnya kedatangan operator.


 Operating room service is one type of services that greatly affect the appearance and is one indicator Hospital appearance. Surgery Instalation Room Batam Authority Hospital consists of four (4) operating rooms that serve Cito surgery, and elective surgery. Complaints from patients and from the initial survey at the time of residency in September 2010 from the data register book installation of the operating room founded 95.79% (205 operations performed late in starting the operation of 214 elective operations previously scheduled). This study aims to analyze the causes of delay in the commencement of elective surgery in the operating room installation Batam Authority Hospital, which is expected to be input which means the part of hospital management to manage the Installation of the operating room in the future.The study was a descriptive research approach is qualitative and no intervention. The research proves that 68% of the causes of delay in the commencement of operations caused by the delay in the arrival of the operator.

Read More
B-1275
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive