Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38392 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tahani; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Zarfiel Tafal, Bagus Satriya Budi
S-5226
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pianggy Oktikasara; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Chandra Satrya, Iptu Purwanta
S-7254
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Akbar Arianto; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Fatma Lestari, Surila
Abstrak: Penelitian ini mengkaji jumlah konsentrasi pajanan personal partikulat khusunya PM10 dan PM2,5pada Polisi SAT-GATUR (Satuan Penjagaan dan Pengaturan) Polda Metro Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Gravimetri untuk mengetahui konsentrasi pajanan personal partikulat. Hasil dari penelitian konsentrasi pajanan personal partikulat PM10 dan PM2,5 yaitu belum melebihi baku mutu yang ditetapkan NIOSH, OSHA dan ACGIH namun telah melebihi baku mutu udara ambien yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1999 dan Air Quality Guideline WHO.
Kata Kunci: Polusi Udara,Pajanan Partikulat, Polisi, DKI Jakarta

This study examines the number of personal exposure concentrations of particulates especially PM10 and PM2.5 in police SAT - GATURGATUR (Satuan Penjagaan dan Pengaturan) Polda Metro Jaya . The method which is used in this research is by using Gravimetry analysis to determine personal exposure concentrations of particulates. The results from studies of personal exposure concentrations of particulate matter PM10 and PM2.5 are not exceeded to quality standards established NIOSH, OSHA and ACGIH but has exceeded to the ambient air quality standards set by Government Regulation No.41 Year 1999 and the WHO Air Quality Guidelines.
Keyword: Air Polution, Particulate Matter Exposure, Police, Jakarta
Read More
S-8751
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Munaya Fauziah; Pembimbing: Nasrin Kodim
S-1287
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mafta Eka Priyanti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Surila
Abstrak: Pencemaran udara yang mengandung Particulate Matter (PM) baik dalam jangka panjang maupun pendek telah diketahui dapat menyebabkan kematian dan efek kesehatan terutama pada jantung serta paru-paru. Polisi Satgatur Polda Metro Jaya merupakan salah satu pekerja yang terpajan akan pencemaran udara tersebut. Maka dari itu penulis melakukan penelitian pada Polisi Satgatur Polda Metro Jaya untuk mengetahui gambaran konsentrasi pajanan PM 10 dan 2,5 yang berasal dari pencemaran udara terutama hasil pembakaran kendaraan bermotor di Pos Polisi Harmoni, Bundaran HI dan Bundaran Senayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Gravimetri untuk mengetahui konsentrasi dari partikulat. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu konsentrasi PM 2,5 dan 10 terbesar di Bundaran Senayan pada shift 1 disaat hari kerja dan jika dibandingkan dengan standar ACGIH, NIOSH dan OSHA belum melebihi nilai ambang batas. Akan tetapi jika dibandingkan dengan WHO, sudah melebihi nilai ambang batas. Kata kunci: Particulate Matter, Polisi, Jakarta, Personal Monitoring
Read More
S-8778
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lukman Hakim; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
T-511
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Sofian
LP 362.76 KEK
Yogyakarta : Ford Foundation & PPK UGM, 1999
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
kompas
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugiarsih; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yosyah; Surila
S-5376
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendi Setiadi; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Meiwita Paulina Budiharsana, Besral, Toha Muhaimin, Prapanca Nugraha
Abstrak: HIV terus menjadi masalah utama kesehatan global dan sejauh ini telah merenggut lebih dari 32 juta jiwa. Salah satu penyebab terjadinya HIV AIDS adalah faktor resiko seksual diantaranya adalah biseksual, homoseksual, dan heteroseksual. Faktor penularan HIV-AIDS di Kota Bandung tertinggi melalui heteroseksual sebesar 38,4% yang cenderung meningkat 2-3% pertahun, sedangkan homoseksual sebesar 15,7%. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui distribusi kasus HIV dan AIDS menurut umur, jenis kelamin dan status kematian berdasarkan kelompok orientasi seksual di Kota Bandung. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder Surveilans HIV dan AIDS tahun 2019 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah semua populasi kelompok faktor resiko seksual yang terdiri dari biseksual, homoseksual dan heteroseksual. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Total sampel dalam penelitian ini adalah 609 responden yang terdiri kelompok biseksual (32 responden), homoseksual (287 responden) dan heteroseksual (290 responden). Responden dengan AIDS lebih banyak terjadi pada kelompok heteroseksual (30,3%) dibandingkan dengan homoseksual (22,3%) dan biseksual (18,8%). Sedangkan HIV lebih banyak terjadi pada kelompok biseksual (81,3%) dibandingkan dengan kelompok homoseksual (77,7%) dan heteroseksual (69,7%). Umur berhubungan secara signifikan pada kelompok homoseksual. Faktor umur dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan pada kelompok heteroseksual. Penelitian lebih lanjut terutama pada variabel demografi yang lebih luas dibutuhkan untuk menjelaskan pengaruh faktor sosio-demografi terhadap kejadian HIV dan AIDS pada kelompok orientasi seksual.

HIV has created major global health problem and so far it has claimed more than 32 million lives. One of the causes of HIV/AIDS was sexual risk factors including bisexual, homosexual, and heterosexual. The highest HIV-AIDS transmission through heterosexuals was 38.4% which tends to increase by 2-3% in a year, while homosexuals was 15.7% in Bandung. Based on this, the researcher wants to know the distribution HIV and AIDS cases by age, sex and died based on sexual orientation groups in Bandung. This research is a quantitative study using a cross-sectional design with secondary data on HIV and AIDS surveillance in 2019 conducted by the Public Health Office in Bandung. The inclusion criteria in this study were all populations of sexual risk factor groups consisting of bisexual, homosexual and heterosexual. Data analysis in this study used the chisquare test with a confidence level of 95%. Total sample in this study were 609 respondents consisting of bisexual groups (32 respondents), homosexuals (287 respondents) and heterosexuals (290 respondents). Respondents with AIDS were more common in the heterosexual group (30.3%) compared to homosexuals (22.3%) and bisexuals (18.8%). HIV was more common in the bisexual group (81.3%) compared to the homosexual group (77.7%) and heterosexual (69.7%). Age is significantly related to the homosexual group. Age and sex factors do not have a significant with HIV and AIDS in the heterosexual group. Further research especially on demographic variables is needed to explain the effect of socio- demographic factors with the incidence of HIV and AIDS based on sexual orientation groups.
Read More
T-5875
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive