Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37884 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nelasari; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Rina A Anggorodi; Penguji: Luknis Sabri, Bagus Satriya Budi, Tini Setiawan
T-2760
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeyen Sudaryani; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti
S-3276
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jessica Bunga Yosefani; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit; Penguji: Yoslien Sopamena, Deniary Lusiana
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan menstruasi, pengetahuan menstruasi, dan self-efficacy terkait menstruasi dengan perilaku menstrual hygiene pada mahasiswi Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan sampel mahasiswi program sarjana dan vokasi Universitas Indonesia tahun akademik 2025/2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring yang terdiri dari instrumen literasi kesehatan menstruasi, pengetahuan menstruasi, self-efficacy terkait menstruasi, dan perilaku menstrual hygiene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku menstrual hygiene yang baik (74,5%). Literasi kesehatan menstruasi responden didominasi oleh kategori mencukupi (52,5%), sedangkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan menstruasi yang tinggi (85,5%) dan self-efficacy terkait menstruasi yang tinggi (53,5%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan menstruasi (p=0,001), pengetahuan menstruasi (p=0,002), dan self-efficacy terkait menstruasi (p<0,001) dengan perilaku menstrual hygiene pada mahasiswi Universitas Indonesia. Upaya peningkatan perilaku menstrual hygiene perlu dilakukan melalui penguatan literasi kesehatan menstruasi, peningkatan pengetahuan menstruasi, dan pengembangan self-efficacy terkait menstruasi.

This study aims to determine the relationship between menstrual health literacy, menstrual knowledge, and menstrual-related self-efficacy with menstrual hygiene behavior among female students at the University of Indonesia. This study used a cross-sectional design with a sample of undergraduate and vocational female students at the University of Indonesia in the 2025/2026 academic year. Data were collected using an online questionnaire consisting of instruments measuring menstrual health literacy, menstrual knowledge, menstrual-related self-efficacy, and menstrual hygiene behavior. The results showed that most respondents had good menstrual hygiene behavior (74.5%). Menstrual health literacy was predominantly in the adequate category (52.5%), while most respondents had high menstrual knowledge (85.5%) and high menstrual-related self-efficacy (53.5%). The Chi-square test results indicated that there were significant relationships between menstrual health literacy (p=0.001), menstrual knowledge (p=0.002), and menstrual-related self-efficacy (p<0.001) with menstrual hygiene behavior among female students at the University of Indonesia. Efforts to improve menstrual hygiene behavior should be carried out through strengthening menstrual health literacy, increasing menstrual knowledge, and developing menstrual-related self-efficacy.
Read More
S-12381
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
ST Khumaidah; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Evi Martha, Teti Tejayanti, Weni Muniarti
Abstrak:
Jumlah remaja Indonesia berusia 10-24 tahun menurut BPS 2018 berkisar 25% dari jumlah total penduduk Indonesia. Masa remaja sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan terutama yang bersumber dari perilaku seksual seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak program Posyadu Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Suku Tengger di Kecamatan Tosari Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini 233 responden remaja berusia 10-24 tahun yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu; 72 responden mengikuti Posyandu Remaja secara Rutin sedangkan 161 responden tidak mengikuti Posyandu Remaja Dalam penelitian ini dampak Posyandu Remaja terhadap perilaku seksual berisikiko masih sangat kecil sehingga dalam perhitungan statistik hasilnya tidak signifikan. Meningkatkan kapasitas kader remaja melalui pelatihan dan pembinaan penting dilakukan untuk optimalisari program.

The number of Indonesian sdolescence aged 10-24 years according to BPS 2018 is around 25 % of the total population in Indonesia. Adolescence is very vulnerable to various health problems, especially those originating from risky sexual sexual behavior. This study aims to look at the impact of the Posyadu Remaja program on Tengger Adolescent Reproductive Health in Tosari, East Java. This research is a quantitative research with cross sectional approach. The sample size in this study was 233 respondents of adolescents aged 10-24 years, divided into two groups, namely; 72 respondents attend the Posyandu Remaja routinely while 161 respondents do not take the Posyandu Remaja. Multivariate analysis results show that variables related to knowledge are age, education and information sources of health workers. Variables related to attitude are knowledge, information sources from posyandu remaja, teachers and parents. Variables related to high-risk sexual behavior are attitude variables, sources of information from parents or family, age, level of education and level of knowledge. Attitude is the most dominant variable with high risk sexual behavior p value = 0.001 (OR: 17.68, 95% CI: 4.36 - 71.70). In this study, Posyandu Adolescents are not related to adolescent knowledge, attitudes or sexual behavior. Increasing the capacity of youth cadres through training and coaching is important to be done to optimize the program.

Read More
T-5934
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunika Olivia Mutiara; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tiara Amelia, Ika Malika
Abstrak:
Kekerasan dalam pacaran (KDP) merupakan kasus yang sering terjadi, namun masih belum begitu mendapat sorotan sehingga masih seringkali terabaikan. Di Indonesia sendiri, KDP menduduki kasus kekerasan terhadap perempuan terbanyak kedua. Bahwasanya, KDP merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat dan memiliki pengaruh besar pada kesehatan dan kesejahteraan para korban yang dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kekerasan dalam pacaran pada mahasiswa Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada tahun 2022. Waktu pelaksanaannya pada bulan April ? Agustus 2022. Penelitian ini mengambil 201 responden yang dipilih menggunakan metode quota sampling, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner online melalui Google Formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% mahasiswa pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Disarankan untuk mempromosikan isu kesehatan reproduksi dan kekerasan dalam pacaran dengan bekerjasama dengan komunitas mahasiswa dan pelayanan kesehatan yang ada di lingkungan UI.

Dating violence is a common phenomenon yet often ignored. In Indonesia, dating violence is the second most case of violence against women. Nevertheless, dating violence is a public health problem and has a major impact on the health and well-being of victims experienced by both men and women. The purpose of this study is to describe dating violence among undergraduate students at the Faculty of Public Health, University of Indonesia in 2022. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. The study population is all undergraduate students at the Faculty of Public Health, University of Indonesia who were still registered as active students in 2022. The time of the study was April - August 2022. This study took 201 respondents who were selected using the quota sampling method, the data were collected using an online questionnaire through Google Forms. The results showed that 69% of students had experienced dating violence. Therefore, it is suggested to promote the issue of reproductive health and dating violence by collaborating with the student community and health services within UI.
Read More
S-11171
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
LIder Umar; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella Nurlela Hadi, Harni Kusno, Flourisa Sudrajat
T-2749
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yetti Armagustini; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Toha Muhaimin, Muhamad Ilhamy, Ning Sulistyowati
T-3162
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rano Banyu Aji; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Popy Yuniar, Donal Simanjuntak
Abstrak: Untuk mengatasi permasalah air bersih dan sanitasi sesuai kesepakatan MDG?s pada goal 7 target 10, pemerintah bersama pihak donor membuat program CWSH (community water services and health) yang dilaksanakan di 4 propinsi dan 20 kabupaten, tujuan programnya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui komponen pembangunan sarana air bersih dan sanitasi, permberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku hidup sehat.
 
Untuk pengendalian pelaksanaan mutu program, peran data atau informasi berkait dengan quality control (QC) dan quality assurance (QA) /verifikasi proses kegiatan di dapat dari mekanisme laporan bulan dan qurtal. Sepanjang kuartal 2009 laporan terlambat penyampaiannya mulai dari 10 sampai 40 hari dari akhir priode kuartal yang disepakati. Sedangkan laporan bulanan priode Juli 2008 -Juli 2009 hanya 21,4 % yang tepat waktu (on schedule).
 
Seluruh laporan (quartal dan bulanan) belum menginformasikan ukuran hasil dan manfaat yang dicapai sesuai key performance indicator (KPI) yang termuat didalam logical framework CWSHP disetiap keluaran komponen kegiatan. Kondisi ini disebabkan data masih diolah dengan worksheet, tidak mampu mengolah data secara otomatis membuat data tidak mudah dan cepat disajikan dan tidak mudah untuk diintergrasikan di tingkat kabupaten, propinsi maupun pusat.
 
Untuk membantu seorang manager melakukan pengendalian, dengan memperoleh kemudahan pengumpulan data dan pemantauan kegiatan, sehingga memperoleh manfaat waktu, biaya dan megurangi kesalahan membuat keputusan atau mengambil tindakan, diperlukan alat pengendali berupa PPMS (project performance Monitoring system) dengan teknologi berbasis Web (database dan Internet) yang mampu memproses dan menampilkan data secara realtime dalam berbagai bentuk (kurva, tabel, grafik) pada jangkauan area wilayah yang luas.
 

To overcome the problem of clean water and sanitation MDG's in goal 7 target 10, the government together with the donor makes the Community Water Services and Health (CWSH) program conducted in 4 provinces and 20 districts, the purpose of the program is to improve community health status through development clean water and sanitation facilities, community empowerment and health behavior change component.
 
To control the quality of program implementation, the role of the data or information related to quality control (QC) and quality assurance (QA) / verification process may be the mechanism of activity in the months and quartal report. Throughout the late quarter report 2009 range from 10 to 40 days from the final quarter of the agreed period. While the monthly report period July 2008-July 2009 that only 21.4% on time (on schedule ).
 
All reports (quartal and monthly) were not informed of the outcome and the benefits achieved according to key performance indicator (KPI) is contained within the logical framework of activities CWSHP each output component. This condition is caused by the data is still processed by the worksheet, is not capable of processing data automatically creates easily and fast data not presented and not easy to integrate in the district, provincial and central governments.
 
To help a manager to control, to obtain ease of data collection and monitoring activities, so as to obtain the benefit of time, cost and errors decisions reduce or take action, necessary control equipment such as PPMS (Project Performance Monitoring System) with Web-based technologies (databases and Internet) capable of processing and displaying data real time in various forms (curves, tables, graphs) in the coverage area of a large area.
Read More
T-3155
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Noyan Nur Annisa; Pembimbing: Besral, Evi Martha; Penguji: R. Sutiawan, Leny Nurhayati Rosalin, Andri Mursita
Abstrak: Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, terjadi penurunan prevalensi perkawinan anak sebanyak 3,5%, yaitu 14,67% pada tahun 2008 menjadi 11,21% pada tahun 2018. Namun, penurunan yang terjadi belum mencapai target yang diharapkan dan tergolong lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pernikahan usia dini terhadap kejadian stunting pada anak 0-24 bulan di Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014 dengan jumlah sampel 1.307 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi perkawinan anak pada tahun 2007 sebesar 29,0% menurun pada tahun 2014 menjadi 24,1%. Begitupun dengan prevalensi stunting pada anak usia 0-24 bulan menurun, yaitu 32,6% pada tahun 2007 menjadi 31,3% pada tahun 2014. Analisis Regresi Logistik Ganda menunjukkan perkawinan anak berpengaruh terhadap kejadian stunting anak usia 0-24 bulan, dengan nilai OR=1,57. Pengaruh pernikahan usia dini terhadap stunting berbeda menurut riwayat usia pertama melahirkan dan riwayat menyusui. Untuk mencegah praktik perkawinan anak, diharapakn pemerintah melakukan sosialisasi UU Perkawinan No. 16 tahun 2019 mengenai batas minimum usia menikah bagi perempuan dan laki-laki adalah 19 tahun kepada seluruh masyarakat. Selain itu, meningkatkan upaya pelayanan antenatal terpadu, serta konseling menyusui dan pemberian makan pada anak, terutama bagi ibu remaja.
In the past ten years, there has been a decline in the prevalence of early marriage by 3,5%, namely 14,67% in 2008 to 11,21% in 2018. However, the decline has not yet reached the expected target and is relatively slow. This study aims to determine the effect of early marriage on the incidence of stunting in children 0-24 months in Indonesia. The research design used was cross sectional using secondary data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) in 2007 and 2014 with a sample of 1.307 respondents. The result showed that the prevalence of early marriage in 2007 was 29,0% decreased in 2014 to 24,1%. Likewise, the prevalence of stunting in children 024 months decreased, namely 32,6% in 2007 to 31,3% in 2014. Analysis of Multiple Logistic Regression shows early marriage affects the incidence of stunting of children aged 0-24 months, with value of OR = 1,57. The effect of early marriage on stunting differs according to age at first delivery and breastfeeding history. To prevent the practice of early marriage, the government is expected to disseminate the Marriage Law No. 16 of 2019 concerning the minimum aged for marriage for women and men is 19 years for the whole community. In addition, increasing efforts to integrated antenatal services, as well as breastfeeding and feeding counseling to children, especially for adolescent mothers.
Read More
T-5976
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aqidatul Izzah Taufiq; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Evi Martha, Samsu Budiman
Abstrak:
Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) adalah pengobatan antiretroviral yang diberikan kepada individu dengan status HIV negatif yang berisiko tinggi untuk tertular HIV. Program PrEP di Indonesia sudah dimulai pelaksanaannya pada akhir tahun 2021, namun hingga saat ini pelaksanaannya masih belum optimal. Keterlibatan komunitas dalam pelaksanaan program PrEP mampu berperan untuk mengatasi hambatan yang terjadi pada layanan, seperti dengan menjalankan peran sebagai konselor serta memberikan rujukan untuk PrEP. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap dukungan Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita dan Female Plus dalam pelaksanaan program PrEP pada aspek input, proses dan output. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan data primer berupa wawancara dan telaah dokumen. Wawancara dilakukan kepada 6 informan utama dan 2 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang sudah berjalan dengan baik pada aspek input adalah dana dan prosedur pelaksanaan; aspek proses adalah perencanaan dan pengorganisasian; dan output adalah capaian PrEP pada tahun 2024 sudah jauh lebih baik jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada aspek input, perlu perbaikan pada sumber daya manusia, yakni masih kurangnya pengetahuan dan jumlah petugas lapangan dan pendamping sebaya; serta sarana dan prasarana, yakni masih perlu diperbanyak lagi lokasi layanan PrEP dan lebih diperhatikan mengenai penjagaan privasi individu. Pada aspek proses, perlu perbaikan pada pelaksanaan terkait dengan ketersediaan konselor dan masih adanya stigma pada pengguna PrEP, serta pengawasan yang masih perlu ditingkatkan dari segi follow up pada pengguna. 

Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) is an antiretroviral treatment given to HIV-negative individuals who are at high risk of contracting HIV. The PrEP program in Indonesia began implementation at the end of 2021, but its execution remains suboptimal. Community involvement in the implementation of the PrEP program can play a role in overcoming service barriers, such as acting as counselors and providing referrals for PrEP. This study aims to evaluate the support of Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita and Female Plus in the implementation of PrEP program, focusing on the aspects of input, process, and output. This research is a qualitative study with a case study approach using primary data from interviews and document reviews. Interviews were conducted with 6 main informants and 2 key informants. The results of the study show that the aspects that have been going well in terms of input are money and method; in terms of process, planning and organizing; and in terms of output, the access rates of PrEP in 2024 are significantly better compared to previous years. In terms of input, improvements are needed in man, particularly in the lack of knowledge and the number of field officers and peer counselors; and in terms of material, there is a need for more PrEP service locations and more attention to privacy protection for individuals. In terms of process, improvements are needed in the availability of counselors and the ongoing stigma faced by PrEP users, as well as increased supervision, particularly in the follow-up of users.
Read More
S-11847
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive