Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19269 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Krisna Wanti Iswandari; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Ricky Agusiady
Abstrak:

Abstrak Dalam usaha untuk meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit QADR Tangerang khususnya unit rawat jalan adalah dengan mendengarkan suara pelanggan yang  menggunakan Metode SERVQUAL – Quality Function Deployment (QFD). Metode SERVQUAL yang terfokus dalam lima dimensi mutu yaitu keandalan, keyakinan, responsif, empati dan berwujud merupakan dasar dalam pembuatan rumah mutu penyebaran fungsi berkualitas/QFD. Selanjutnya desain mutu pelayanan dimasukkan dalam rumah mutu, yang merupakan salah satu alat manajemen mutu yang sudah terbukti dan banyak digunakan di negara maju sebagai alat untuk menterjemahkan suara pelanggan ke dalam bahasa teknis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain mutu pelayanan di unit rawat jalan rumah sakit QADR dengan berdasarkan suara pelanggan menggunakan metode SERVQUAL–QFD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan responden sebanyak 100 pelanggan eksternal, dan 50 responden dari bagian manajemen dan petugas rawat jalan. Hasil akhir rumah mutu adalah (1). RS QADR memiliki sistem komunikasi yang baik, (2) Kerjasama dalam memberikan pelayanan yang efektif, (3) Interaksi dan evaluasi rutin antara manajemen, petugas dan pelanggan, (4) Identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan, (5) Promosi yang dilakukan RS QADR. Kata kunci: Service Quality (SERVQUAL), Penyebaran Fungsi Bermutu, Rumah mutu


Abstract In term to elevate service quality in QADR Hospital particularly its outpatient unit with involving voice of customer is using SERVQUAL – Quality Function Deployment (QFD) method. SERVQUAL method is focusing into five dimensions of service quality; Realiability, Assurance, Responsiveness, Empathy and Tangibles, which are the based for making House of Quality in Quality Function Deployment (QFD). QFD is a part of quality management that has been used by some developed countries to translate voice of customer both internal and external into technical aspect of services. This research’s purpose is designing a service quality in outpatient unit of QADR Hospital based on voice of customer using SEVQUAL-QFD methode. This research used both quantitative and qualitative approaches, designed toward 100 respondents (external customers) and 50 internal customers (managements and outpatient staffs). The results of House of Quality produces the following priorities: (1). Improving QADR Hospital organization’s communication, (2). Cooperation, in term to deliver efective services, (3). Interaction and evaluation routinely amongst managemenst, outpatient staffs and customers, (4). Identification of customers need and expectation, (5). Promotion of QADR Hospital. Key Words: Service Quality (SERVQUAL), Quality Function Deployment (QFD), House of Quality

Read More
B-1281
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Surandari; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Mike Kaltarina , Budi Hartono
Abstrak:
Latar Belakang: Rumah Sakit Islam Aysha, yang berlokasi di Kabupaten Bogor, memiliki visi untuk menjadi rumah sakit berbasis prinsip syariah. Namun, sebagai rumah sakit baru, Aysha menghadapi berbagai tantangan, termasuk belum adanya rencana strategis yang terintegrasi untuk mewujudkan transformasi tersebut. Rencana strategis rumah sakit Islam Aysha 2025-2030 merupakan dokumen perencanaan komprehensif untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan berbasis syariah. rencana ini mencakup pengembangan infrastruktur, pelatihan staf, penggunaan teknologi dan kerja sama dengan organisasi islam. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategis berbasis prinsip syariah yang relevan dan berkelanjutan untuk periode 2025-2030. Metodologi Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen internal rumah sakit, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Hasil penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa Rumah Sakit Islam Aysha perlu melakukan penyesuaian pada regulasi internal, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan infrastruktur untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh Fatwa DSN-MUI. Strategi yang diusulkan meliputi penyelarasan visi dan misi dengan nilai-nilai syariah, pembentukan Dewan Pengawas Syariah (DPS), serta penyusunan kebijakan operasional syariah. Implementasi rencana strategis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan dan daya saing rumah sakit, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis syariah Pada matching stage posisi Rumah Sakit berada di kuadran I yaitu grow and build dimana alternatif strategi market penetration, market development and product build. Strategi yang akan diterapkan berdasarkan prioritas adalah penyelenggaraan visi, misi dan kebijakan rumah sakit dengaan nilai-nilai syariah, pembentukan dewan pengawas syariah (DPS) sebagai pengawas implementasi syariah. penyusunan kebijakan operasional syariah untuk seluruh aspek termasuk layanan pasien, SDM dan manajemen keuangan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan posisi rumah sakit adalah grow and build dengan prioritas utama adalah memastikan niat dari owner atau pemilik yang ingin mengubah rumah sakit menjadi rumah sakit syariah

Background: Aysha Islamic Hospital, located in Bogor Regency, has a vision to become a sharia-based hospital. However, as a new hospital, Aysha faces various challenges, including the absence of an integrated strategic plan to realize the transformation. The Aysha Islamic Hospital strategic plan 2025-2030 is a comprehensive planning document to improve the quality of sharia-based health services. This plan includes infrastructure development, staff training, use of technology and cooperation with Islamic organizations. Research objectives: This study aims to develop a relevant and sustainable sharia-based strategic plan for the period 2025-2030. Research Methodology: The study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through analysis of internal hospital documents, in-depth interviews with stakeholders, and focus group discussions (FGD). Research results: The results of the analysis indicate that Aysha Islamic Hospital needs to make adjustments to internal regulations, human resource development, and infrastructure strengthening to meet the standards set by the DSN-MUI Fatwa. The proposed strategy includes aligning the vision and mission with sharia values, establishing a Sharia Supervisory Board (DPS), and formulating sharia operational policies. The implementation of this strategic plan is expected to not only improve the quality of service and competitiveness of the hospital, but also strengthen public trust in sharia-based health services. At the matching stage, the position of the Hospital is in quadrant I, namely grow and build, where the alternative strategies are market penetration, market development and product build. The strategy that will be implemented based on priority is the implementation of the hospital's vision, mission and policies with sharia values, the establishment of a sharia supervisory board (DPS) as a supervisor of sharia implementation. formulating sharia operational policies for all aspects including patient services, HR and financial management. Conclusion: Based on the results of the study, the position of the hospital is grow and build with the main priority being to ensure the intention of the owner or owner who wants to change the hospital into a sharia hospital
Read More
B-2511
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irna Lidiawati; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Amilla Megraini, Rachmatsjah Said
Abstrak:
Pembangunan pada bidang kesehatan telah dapat meningkatlcan taraf hidup masyarakat yang menyebabkan usia haxapan hidup meningkat,sehingga timbul fenomena adanya perubahan struktur umur penduduk dimana semakin banyak yang memasuki usia hatapan hidup. Rmnah Sakit Dr H Mamoeki Mahdi Bogor mclihat potensi pasar yang cukup besar sehingga membuka pelayanan poliklinik spesialis, selain untuk memberikan pclayanan pada pasien jiwa yang dirawat di daiam nmmah sakit, tetapi juga membcrikan pelayanan pada masyaxakat sekitar. Salah satu pelayanan poliklinik spcsialis tersebut adalah poliklinik Diabetes Terpadu. Dalam meningkatkan utilisasi poliklinik Diabetes Terpadu ini diperlukan suatu stratcgi pemasaran yang baik, sehingga tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa terhadap situasi polildinik Diabetes Terpadu dan mclakukan penyusunan strategi pemasaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah analisa situasi, penetapan segmentasi, penetapan target pasar, positioning, penetapan altematif strategi dan bauran pemasaran. Pada penelitian ini dilakukan segmentasi geografilg demograiik dan psikogmtik, sebagai bahan penetapan pasar sasaran (targeting) dan untuk ditentukan positioning terhadap tiga rumah sakit pmsaing dan poliklinik penyakit dalam RSMM dan pernyataan positioning terhadap pelanggan. Hasil analisa situasi yang didapat menghasilakn suatu strategi altematif terpilih bempa pengembangan produk,yang kemudian dikaitkan dengan hasil scgmentasi geografik dan demografik, di mana segmen pasar terbesar adalah pelanggan berasal dati kecamatan Bogor Barat dan mayoritas berusia di atas 40 tahun dengan tingkat pendidikan terbanyak SMA dan Sl dan pekcrjaan tcrbanyak scbagai pegawai negeri sipil. Segmentasi psikografik didapat pelanggan memiiih klinik Diabetes Terpadu RSMM mayoritas karena tenaga medis yang berkualitas dan kecepatan pelayanan Serta kelengkapan jenis pelayanan. Gambaran segmen pasar klinik Diabetes Terpadu RSMM menjadi dasar penetapan pasar sasaran. Pada penelitian ini menemukan pola pemilihan pasar sasaran adalah spesialisasi pelayanan, sementara positioning dalam struktur pasar terhadap pesaing adalah market leader. Rencana strategi yang direncakan oleh CDMG dapat discrtakan target penjualan dan target sasaran serta rencana anggaran pemasaran, sesuai dengan bauran pemasaran.
Read More
B-1042
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutiyarsih; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Peter A. W. Pattinama, Noor Sardono, Amila Megraini
Abstrak:

Patient satisfaction is one of indicators to measure efficacy of hospital service and giving feedback for the side of management, because service satisfaction will give positive effect of hospital promotion. Background of this research is the existence of trend increasing customer complain both indirect and direct (suggestion box) which are collected by marketing department during 2005 until one semester of 2007 and the existence of trend lowering amount of outpatient where their medical costs is given by company based on data which is collected by medical record department during 2005 until 2007 and also lowering amount of new outpatient during 2006 until 2007 at Coroner and Venous Hospital of Harapan Kita (RSJPD). Purpose of this research is finding te-exploiting enthusiasm of outpatient unit by patient which is evaluated of satisfaction factor at the place of patient acceptance, satisfaction at the place of patient Service, satisfaction at the place of cashier and service cost factor.

Read More
B-1103
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nathalia Cahyani Windyata; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Wahyu Sulistiadi, Amila Megraini
B-1054
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiki Setiawati; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Mieke Savitri, Nina Rosyina
B-1110
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aina Fachrina;Pemb. Amal Chalik Sjaaf; Peng: Dumilah Ayunigtyas, Mieke Savitri, Carmen Siagian
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap Pelayanan Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Esnawan Antariksa. Dalam penyusunan kerangka konsep penelitian ini sebagai variabel dependen adalah variabel kepuasan total yang meiiputi harapan dan persepsi responden dimana tingkat kepuasan dihitung berdasarkan kesenjangan nilai antara keduanya sedangkan sebagai variabel independen adalah mencari diantara lima dimensi servqual yaitu rangible, reliability, responsiveness, asurance dan emphaty yang memiliki pengaruh paling dominan dalam kepuasan pasien. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, dimana menggunakan survei kepada 149 responden militer dan 140 responden umum. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan metode cross sectional terhadap responden. Kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan program perangkat lunak komputer. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara perkejaan dan pendapatan perbulan responden urnum dengan kepuasan, yaitu dengan p value 0,012 dan 0,011. Berdasarkan metode servqual didapati bahwa 8,72% responden militer dan 7,86% responden umum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan Unit Rawat Jalan RUSPAU. Penggunaan metode servqual sebagai alat ukur kepuasan responden, memperlihatkan adanya kesenjangan antara jasa yang dipersepsikan dengan jasa yang diharapkan responden. Berdasarkan diagram kartesius didapatkan bahwa responden militer merasa paling puas dengan dimensi emphaty yaitu sebesar 24,16% dan responden umum merasa paling puas dengan dimensi responsivenss yaitu sebesar 20%. Secara keseluruhan atribut servqua! yang harus menjadi prioritas untuk diperbaiki oleh manajemen rumah sakit adalah atribut pada dimensi tangible dan reliabiliiy. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa alat ukur metode servqual dapat mengidentifikasikan unsur-unsur pelayanan yang menyebabkan ketidakpuasan responden militer dan umum terhadap perlayanan Unit Rawat Jalan RUSPAU serta unsur-unsur pelayanan mana yang menjadi prioritas untuk diperbaiki oleh manajemen rumah sakit. Oleh karena itu disarankan kepada pihak manejemen rumah sakit unluk menggunakan metode servqual dalam melakukan survei pengukuran kepuasan pasien. Karena penelitian ini membuktikan bahwa metode senfqual dapa! digunakan dan efektif untuk dterapkan di rumah sakit dalam mengukur kepuasan pasien di rumah sakit. Dari hasil penelitian, saran untuk semua pihak yang terkait untuk memperhatikan pasien yang mempunuai harapan tinggi namun berpersepsi rendah, dimana hal tersebut menggambarkan tingginya ketidakpuasan pasien di Unit Rawat Jalan RUSPAU.


This research goals is to assess the level of patient satisfaction of healthcare service on outpatient unit at Air Force Hospital dr. Esnawan Antariksa. ln compiling this frame of this research concept, the dependent variable are total satisfaction variable that encompased expectation and perseption of the military respondens and public respondens, where the level of satisfaction is calculated based on the different value between the two, while the independent variable is finding between consists of 5 dimension; service quality, tangible, reliability, responsiveness, assurance and emphaty that has most dominant effect in respondens satisfaction. Research method that is implemented is kuantitatif; that use surveys to l49 military respondens and 140 public respondens. Kuantitatif data was collected using cross sectional method to the responden. Then data obtained from this research will he analized by using computer software. From the result of the research, we can see there is a correlation between job and salary from the responden with responden satisfaction, with the p value 0,012 and 0,01 I. Based on servqual method we can get 8.72 % military responden and 7,86 % public responden felt satisfied with the services being served by the outpatient unit of RUSPAU. The used of servqual method as an indicator of repondent satisfaction, shows there is a gap between service that is perceived and the service that is expectation by the responden. Based on cartesius diagram, we can also get that military respondens felt the most satisfied with the emphaty dimension is 24,16 % and public respondens felt the most satisfied with the responsiveness is 20 %. Generally, servqual atribute has to be the priority to be fixed by the hospital management is the attribute of tangible and reliability dimension. As the conclusion from this research, servqual method can identified the attribute of services that causes military respondents and public respondents unsatisfied with the RUSPAU outpatient healthcare services and which attribute of service that become the priority to be fixed by the hospital management. It is recommended to the hospital management to use servqual method in surveys to assess the level ofthe custumers satisfaction. This method could be use effectively in hospital in order to assess the level of the customers satisfaction in the outpatient unit.

Read More
B-1147
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Oktorudy Djayusman; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Amal C. Sjaaf, Budi Hartono
B-1299
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fahrianeta; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Syaifuddin Zuhri
Abstrak:

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, karena rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang padat pakar dan teknologi. Rumah Sakit Tugu Ibu sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan di Kota Depok, telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah dalam memenuhi standar pelayanan dengan adanya status ?Akreditasi Penuh Tingkat Dasar?. Pada saat ini jumlah tenaga Rumah Sakit Tugu Ibu sebanyak 411 orang tenaga medis 68 Orang,tenaga Perawat & bidan 161 Orang, tenaga non perawat 29 Orang, dan Tenaga penunjang & prakarya 59 Orang dan tenaga non medis sebanyak 120 orang.

Read More
B-1059
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dicky M. Setiawan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
Abstrak:
Globalisasi dan liberalisasi perdagangan adalah kenyataan yang harus diterima, pengaruhnya besar sekali terhadap bidang kesehatan termasuk posisi dan fungsi rumah sakit yang tadinya merupakan lembaga sosial,kini harus berubah berubah menjadi lembaga sosioekonomi. Dalam rangka persiapan menjadi rumah sakit swadana, RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya bermaksud mengembangkan unit rawat jalan yang diharapkan dapat menjadi revenue center serta pada tahap berikutnya akan meningkatkan utilisasi unit lain misalnya rawat inap, laboratoriurn, dan apotik . Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu strategi pemasaran yang tepat untuk unit rawat jalan RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya. Janis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara mendalam, sumber data primer dan sekunder serta observasi oleh peneliti sendiri. Teknik penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama input stage meliputi analisis lingkungan eksternai dan internal RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya, evaluasi faktor lingkungan eksternal dan internal dengan menggunakan matriks EFE dan IFE. Tahap kedua matching stage meliputi penentuan tujuan jangka panjang RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya sampai 2008 dan menentukan alternatif strategi dengan menggunakan matriks TOWS dan IE. Dan pada tahap ketiga decision stage dilakukan penetapan strategi terpilih RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya untuk tahun 2004 - 2008 dengan menggunakan matriks QSPM. Cara pengambilan keputusan menggunakan metoda CDMG (Concensus Decision Making Group). Berdasarkan analisis tersebut, posisi unit rawat jalan RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya berada pada posisi future Quadrant (SO) dan posisi hold and maintain. Kernudian dengan penyesuaian (matching) antara kedua analisis tersebut diperoleh alternatif strategi yang dianjurkan adalah market penetration dan product development. Strategi yang dipilih dan sebagai prioritas dan analisis menggunalcan QSPM adalah market penetration. Strategi penetrasi pasar yang kemudian dikembangkan dalam strategi operasional dikaitkan dengan bauran pemasaran adalah sebagai berikut : Produk (Product) ; kehandalan produk meliputi perbaikan kualitas pelayanan, dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia dan kelengkapan sarana prasarana dan standarisasi mutu; harga (Price), strategi penurunan harga yang dapat meningkatkan penjualan ; distribusi (Distrbulion), meningkatkan distribusi yang dilihat dari aspek fisik dan peningkatan kemitraan dengan saluran distribusi; promosi (Promotion), melakukan pembuatan leaflet atau bulletin tentang kesehatan dan membentuk divisi pemasaran secara khusus.

Globalization and liberalization of trade are reality to will be acceptance , influential to health care. Emphasized for non profit hospital became profit hospital. Inpreparation with self financing (swadana), Cijantung hospital to intend with out patient unit care to became revenue center and to increase utility for inpatient unit, pharmacy or laboratory. Purpose of examination are make planning of marketing strategy for out patient unit in Cijantung hospital. The kind of this research is descriptive analytic research used information as a base information of taking strategic decision. The collecting information were done through deep interviewed, secunder data source and observation by the researcher himself. The techniques strategy competition were done through three stages. Stage I (input stage) included external and internal environment analysis, evaluation of external and internal environment factor used EFE and IFE matrixes and reviewed vision and mission statement of RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya. Stage II (matching stage) included established of long term objective until 2008 and decided alternative strategy used TOWS and IE matrixes. And stage III (decision stage) were done by decided chosen strategy of RS Tk IV Cijantung Kesdam Jaya for year 2004 - 2008 used QSPM The taking of decision was made using CDMG (Consensus Decision Making Group) method. Based on analysis, the out patient unit Cijantung Hospital curvently is on helping future quadrant and hold and maintain position. Then the analysis is matched to obtain recommended alternative strategy, market penetration and product development The alternative strategy chosen by QSPM matrix is market penetration. Market penetration attempts to improve revenues or market share by better satisfying current customers with current product. Product enhancement (modifying the product to make it more appealing to the target market) is fundamental component of market penetration strategies, although pricing, promotion and distribution are used as well. The market penetration need to be develop on operation strategy related to marketing mix, product, product virtue consists of increasing service quality, performed by developing human resources and infra structure and quality standard, price, reducing price strategy which may increase sales; distribution, increasing distribution optimally, according to target market such as with leaflet or health bulletin and to make the market division.
Read More
B-675
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive