Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21416 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ruth Emalian Sembiring; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Hafizurrachman, Wachyu Sulistiadi, Sri Suwarti S. Koesno
Abstrak: Latar Belakang : Akibat pengaruh globalisasi yang melanda seluruh dunia dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta membaiknya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat semakin kritis dan menuntut mutu pelayanan yang lebih baik dan tidak segan-segan menuntut dokter atau rumah sakit apabila dianggap telah melakukan suatu kelalaian dan menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan. Mutu rekam medis akan menggambarkan mutu pelayanan kesehatan dan menjadi alat bukti yang sah di pengadilan apabila ada tuntutan mutu pelayanan kesehatan, karena didalamnya tertera identitas pasien, anamnesis, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan penunjang dan daftar obat yang diberikan kepada pasien. Rekam medis juga merupakan sumber data yang akan diolah menjadi informasi yang berguna untuk membuat perencanaan rumah sakit. Pemantauan kelengkapan pengisian lembaran resume berkas rekam medis rawat inap kebidanan RSUD Kota Bekasi oleh sub bagian rekam medis menunjukkan angka ketidak lengkapan pengisian yang masih tinggi. Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dilakukan telaah retrospektif terhadap enam jenis lembaran rawat inap kebidanan tahun 2006. Ketidaklengkapam rekam medis dianalisis bersamaan dengan faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap ketidaklengkapan pengisian rekam medis. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam tidak terstruktur dengan menggunakan panduan wawancara dengan beberapa informan yang tugasnya berhubungan dengan pengisian dan pengelolaan rekam medis. Hasil penelitian : Didapat bahwa seluruh jenis lembaran rekam medis dalam penelitian ini pengisiannya tidak ada yang lengkap dan terdapat beberapa lembaran yang hilang. Lembaran perjalan penyakit tidak ditemukan pada 2 dari 72 (3%) berkas rekam medis dan lembaran hasil pemeriksaan penunjang tidak ditemukan pada 3 dari 72 (4%) berkas rekam medis. Dari hasil wawancara diketahui bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketidaklengkapan rekam medis antara lain: tingkat pendidikan/pelatihan, kondisi ruangan, kelengkapan sarana pendukung, SOP, sosialisasi buku panduan pengelolaan rekam medis dan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan rekam medis, faktor pemantauan kelengkapan rekam medis dan faktor pembinaan yang dilakukan oleh pimpinan. Kesimpulan : Untuk meningkatkan angka kelengkapan rekam medis maka disarankan perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan lebih banyak mengirim staf untuk mengikuti pendidikan/pelatihan rekam medis, perbaiki kondisi ruang kerja dan lengkapi dengan sarana pendukung, revisi format rekam medis, evaluasi SOP, sosialisasikan buku panduan dan pengelolaan rekam medis serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan rekam medis, adakan rapat rutin membahas rekam medis, aktifkan kegiatan pemantauan mutu rekam medis dengan mengaktifkan peran panitia rekam medis serta lebih mengaktifkan kegiatan pembinaan oleh pimpinan. Daftar bacaan : 27 (1980- 2007)
Background : Globalisation and boundless information have naturally matured patients’ criticism behaviour. Those develop patients’ knowledge and understanding how to claim medical treatments. They would like to demand services in very high quality level and not hesitate to take legal action for any procedure errors. They sue doctors and hospital should they feel being treated that may harm their body.  Since medical record states patient’s identities, anamnesis, physical test, result of supporting test, and list of medicine consumed, the quality of medical records simply describe the service quality and act as fundamental verification in facing a patient complaints in court. In RSUD Bekasi, evaluation of medical record forms shows that there is a high degree of incompleteness of filing medical records. Therefore, this research subjects to explore the grade of incompleteness. Method : The research performs with qualitative descriptive approach in which retrospective analysis for six forms in obstetric unit during 2006. Incompleteness filing is analysed along with factors that suppose involved. Qualitative approach is applied through in-depth interview to unit staffs who have competencies and responsibilities in processing medical records. Result: It confirms that all medical records are not filled completely and in some cases, it found that forms are not in place. Two of seventy-two (approximately 3%) forms of follow-up are not found in medical records. Furthermore, three of seventy-two or 4% forms of result of supporting test are out of medical records. In the course of in-depth interview, it can be concluded that the factors that may cause incompleteness are limited staff in related education background, poor condition of medical records processing room, lack of supporting equipment, half-done in implementing standard operating procedures, lack of socialization of regulations and quidances medical records, and lack of supervision from top management. Coclusion: In order to decrease the number of incompleteness medical records, it is strongly suggested to train more medical records staff, to re-condition processing room and to furnish with supporting equipment, to modificate medical record, and to socialise regulation and guidance in filling medical records. It is also recommended to maximise medical records committee in supervising and controlling function. References : 27 (1980- 2007)
Read More
B-1052
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenny Setyorini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto, Wahyu Sulistiadi, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
Abstrak: Rekam medis merupakan sebuah catatan medis yang berisikan data dan informasi yang harus dibuat oleh sebuah pelayanan kesehatan yang memuat tentang riwayat kesehatan seorang pasien selama pasien tersebut mendapatkan pelayanan, mulai dari anamnesa, riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksan penunjang lainnya, diagnosis, perawatan sampai tindakan medis. Kelengkapam sebuah rekam medis sangat dibutuhkan sebagai tanda bukti sah bahwa seorang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dengan semestinya, khususnya resume medis dapat digunakan sebagai lembar klaim rumah sakit ke asuransi yang bekerjasama dengan rumah sakit. Masih rendahnya angka kelengkapan rekam medis di Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok menjadi dasar peneliti melakukan penelitian. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis dikarenakan banyak faktor, diantaranya dorongan atau motivasi yang dimiliki oleh tenaga medis yang bertanggung jawab terhadap rekam medis.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didahulukan oleh studi dokumenter (documentary study) dengan memeriksa kelengkapan rekam medis menggunakan alat bantu daftar tilik yang dibuat oleh peneliti. Motivasi ekstrinsik akan mempengaruhi tenaga medis dalam pengisian rekam medis, diantaranya kerjasama tim dan beban kerja. Motivasi intrinsik seperti pengetahuan dan persepsi dalam pengisian rekam medis juga akan mempengaruhi ketidaklengkapan pengisian rekam medis di suatu pelayanan kesehatan. Motivasi dari pekerja kesehatan berpotensi mempengaruhi penyediaan layanan kesehatan. Semangat rendah diantara pekerja dapat merusak kualitas penyediaan layanan, sementara kehadiran pekerja yang bermotivasi tinggi dan berkualitas merupakan aspek kunci dari kinerja sistem kesehatan.

Kata kunci : Rekam medis, motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik

A medical record is containing data and information to be made by a health service that contains a patient's medical history during the patient is receiving services, from anamnesis, history of the disease, physical examination and other investigations, diagnosis, treatment to action medical services. The completeness of a medical record is desperately needed as a valid proof that a patient is properly receiving health care, especially medical resume can be used as hospital claim sheets to insurance in collaboration with hospitals. The low number of completeness medical record in Bhakti Yudha Depok Hospital is the basis for the researcher to conduct the research. The incomplete filling of medical records is due to many factors, including the motivation possessed by the medical personnel responsible for the medical record.

This research is a qualitative research which takes precedence by documentary study by examining the completeness of medical record using the check list tool made by the researcher. Extrinsic motivation will affect medical personnel in filling out medical records, including teamwork and workload. Intrinsic motivation such as knowledge and perception in filling medical record will also affect the incomplete filling of medical record in a health service. The motivation of health workers has a potential affect the provision of health services. Low morale among workers can damage the quality of service provision, while the presence of highly motivated and qualified workers is a key aspect of health system performance.

Key words : Medical record, extrinsic motivation, intrinsic motivation
Read More
B-1940
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arda Yunita Subard; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Purnawan Junadi, Sri Suwarti
B-864
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rudy Pou; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji; Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Kusnanto
Abstrak:

ABSTRAK Penelitian dilatarbelakangi sering ditemukan ketidaklengkapan berkas rekam medis di unit rawat inap RSUD Kota Bekasi. Bertujuan menentukan pengaruh serta besarannya perilaku kepatuhan dan kompetensi dokter dalam mengelola rekam medis di unit rawat inap RSUD Kota Bekasi tahun 2013. Desain penelitian kuantitatif, cross-sectional, analisa Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Uji chi-square variasi total jawaban variabel perilaku dan variabel kompetensi terhadap karakteristik responden dengan tingkat signifikansi α = 0,05 (CI 95%) menunjukkan P-values (asymp sign > 0,05). Hasil PLS pengaruh (rho) perilaku (69%) dan kompetensi dokter (38%) terhadap kinerja pengisian rekam medis. R-square 0,43 dan Q-square predictive 33%.

ABSTRACT Backed by the research often found incomplete medical record file in unit inpatient hospitals city of Bekasi. Determining the magnitude and influence the behavior of compliance and competence in managing physician medical record unit inpatient hospitals in Bekasi by 2013. Quantitative research design, cross-sectional, Structural Equation Modeling analysis-Partial Least Square. Chi-square test variations total answer variable and variable behavior competence with respect to the characteristics of the respondents with a level of significance of α = 0.05 (CI 95%) shows P-values (asymp sign > 0.05). Results PLS influence (rho) behavior (69%) and competence of physicians (38%) against performance charging medical record. R-square value of 0.43 and Q-square predictive 33%.

Read More
B-1536
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Sesaria; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Sandi Iljanto, Chairuni Barkati, Retno Windanarti
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisis kelengkapan rekam medis rawat inap dan menggunakan Total Quality Management sebagai pendekatan untuk meningkatkan kualitas rekam medis rawat inap. Studi ini mengamati dan menganalisis kebijakan rumah sakit, manusia, bahan dan infrastruktur, dan waktu yang berkaitan dengan kelengkapan rekam medis rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan metode kuantitatif kualitatif. Studi menemukan masih ada kekurangan dalam kelengkapan pengisian rekam medis rawat inap. Analisis fish bone telah dilakukan dan hasil penelitian tersebut mengusulkan bahwa rumah sakit harus membuat kebijakan dan standar prosedur operasional untuk menjadi panduan mengenai rekam medis rawat inap yang lengkap dan berkualitas tentang pengisian rekam medis, perlunya sosialisasi kelengkapan rekam medis rawat inap, evaluasi form rekam medis rawat inap dan peningkatan kualitas dengan menggunakan siklus PDSA. Kata kunci : Kelengkapan, rawat inap, rekam medis, total quality management, P-D-S-A, peningkatan kualitas. This thesis discusses about the analysis of inpatient medical record completeness and using a Total Quality Management as an approachment to enhance the quality of inpatient medical record. This study observed and analysed hospital policy, man, material and infrastructure, and time that related to completeness of inpatient medical record. This is a descriptive analitic study with quantitative - qualitative method. Study found there is still lack of completeness of filling the inpatient medical record. Fish bone analysis has been done and the result of the study propose that hospital should make a policy and standard to create a guidance regarding complete and quality about inpatient medical record, the need for socialization of completeness inpatient medical record, evaluation each form of inpatient medical record and quality improvement using P-D-S-A cycle. Keywords : Completeness, inpatient, medical record, total quality management, P-D-S-A, quality improvement.
Read More
B-1903
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elly Rozalia; Pembimbing: Hafizurrachman
B-660
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Purwaningtyas; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-726
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Fita Wihartanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Andi Ardjuna Sakti, Dian Novitasari Hidayat
Abstrak: Penelitian ini menganalisis pelayanan rekam medis rawat jalan di RSUD GunungJati Kota Cirebon. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuilama waktu yang dibutuhkan dalam proses pelayanan rekam medis rawat jalanserta mengidentifikasi hambatan. Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktuyang dibutuhkan adalah 151 menit. Proses terlama terdapat di tahap pencarianrekam medis rawat jalan. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pelayanan rekammedis rawat jalan yaitu > 10 menit, dipengaruhi oleh minimnya pelatihan tentangpenyimpanan, serta belum optimalnya lemari penyimpanan rekam medis dibagianpenyimpanan.Kata kunci : rekam medis, rawat jalan, lama waktu,
This research analyzed the outpatient medical record services at RSUD GunungJati Cirebon. The purposes of this study were to determine the length of time ittakes in a series of processes of outpatient medical record services and to identifyobstacles. The type of research employed was qualitative research. The resultsshowed that the average length of was 151 minutes. The longest process occurredin the search stage of outpatient medical records. The time required in the processof outpatient medical record services was still within the old category, i.e. >10minutes, which was affected by the lack of training on storage, and the non-optimum use of medical record storage cabinets in the storage section.Keywords: medical records, outpatient, length of time
Read More
B-1779
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustin Erawati; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Artha Prabawa, Arief Fahrozi
S-6411
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Ariani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Esti Nurwidiyanti, Eko Budi Santosa
Abstrak: Tesis ini membahas analisis kelengkapan rekam medis rawat inap RSKO Jakartatahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian mixed method yaitu penelitian secarakuantitatif dan kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untunk mengetahui nilaikelengkapan rekam medis, dan penelitian kualitatif untuk menggali informasiterhadap input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilaikelengkapan rekam medis hanya 62,6% belum mencapai standard 100%. Padapenelitian kualitatif didapatkan hasil bahwa faktor input; sumber daya manusia,material, infrastruktur, dan prosedur, faktor proses; pengisian rekam medis danmonitoring evaluasi, dapat mempengaruhi kelengkapan rekam medis (faktoroutput). Rumah sakit harus membenahi faktor input dan proses agarneningkatkatkan nilai kelengkapan rekam medis sesuai standar sehingga dapatmeningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKO Jakarta.Kata kunci: Kelengkapan rekam medis rawat inap.
Read More
B-1719
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive