Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36622 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Makhrus Shofi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Hanatie Yudianto
S-5235
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Franciskus Hutasoit; Pembimbing: Baiduri
M-2193
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Muhammad; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Syaaf, Christofel P. Simanjuntak, Angga Hadi Nugraha
Abstrak: Di Indonesia pada tahun 2020 terjadi 177.000 kasus kecelakaan kerja dimana pada sektor transportasi menyumbang sebesar 9,3%. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena lingkungan kerja yang tidak aman dan perilaku yang tidak aman yang bersumber dari manusia. Salah satu cara pendekatan keselamatan yang dapat digunakan dan berfokus kepada faktor manusia yaitu dengan melalui iklim keselamatan. Terkait dengan iklim keselamatan kerja di PT.XYZ belum pernah dilakukan pengukuran iklim keselamatan kerja. Dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja di PT.XYZ. Pengukuran iklim keselamatan kerja pada penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode NOSACQ-50. Dimana instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner NOSACQ-50. Dan setalah dilakukan pengolahan data diperoleh hasil tingkat iklim keselamatan kerja di PT.XYZ adalah dengan skor 3,03 yang berarti masuk kedalam katagori baik
In Indonesia in 2020 there were 177,000 cases of work accidents where the transportation sector contributed 9.3%. Work accidents can occur because of an unsafe work environment and unsafe behavior that comes from humans. One way to approach safety that can be used and focuses on the human factor is through a safety climate. Regarding the work safety climate at PT. XYZ, there has never been a work safety climate measurement. And this study aims to analyze the work safety climate at PT.XYZ. The measurement of the work safety climate in this study was carried out using the NOSACQ-50 method approach. Where the instrument in this study using the NOSACQ-50 questionnaire. And after processing the data, the results of the work safety climate level at PT. XYZ are with a score of 3.03, which means it is in the good category
Read More
T-6264
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rika Amelia Novi Triana Sembiring; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Mayarni
Abstrak: Penelitian ini membahas penilaian dan evaluasi risiko keselamatan dankesehatan kerja pada aktivitas tambang di PT Arutmin Indonesia Tambang AsamAsam Kalimantan Selatan Tahun 2013. Penelitian ini bersifat deksriptif analitik danmenggunakan pendekatan observasional. Penelitian ini menggunakan JHA (JobHazard Analysis) untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko, menggunakan tekniksemi kuantitatif yang mengacu AS/NZS 4360 untuk penilaian dan evaluasi risiko.Risiko ditentukan dari hasil pengalian skor consequences, probability dan exposure.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas tambang di PT Arutmin IndonesiaTambang Asam Asam memiliki 99 risiko keselamatan dan kesehatan kerja.
Kata kunci : aktivitas tambang; evaluasi risiko; kesehatan; keselamatan.
Focus for this study was Occupational Health and Safety risk assessment andevaluation on mining activity in PT Arutmin Indonesia Site Asam Asam SouthKalimantan 2013. This study was analytical-descriptive using observationalapproach. This study used Job Hazard Analysis for hazard and risk identification,used semi-quantitative technique which refer to AS/NZS 4360 for assess and evaluaterisks. Risk is determined by multiplication of consequences, probability, andexposure score. The result of this study showed that mining activity in PT ArutminIndonesia Site Asam Asam has 99 occupational health and safety risks.
Key words : health; mining activity; risk evaluation; safety
Read More
S-7792
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jhon Sriven; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ausir Nasrudin
Abstrak: Industri tambang batubara merupakan sebuah industri dengan risikokeselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi. Karenanya, penulis memandangperlunya melakukan sebuah penelitian pada sektor industri tambang yangdiharapkan kemudian akan bermuara pada peningkatan upaya-upaya sistematisdalam rangka penurunan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sertapenurunan angka fatalitas pada aktivitas tambang batubaraPenelitian ini membahas penilaian dan evaluasi risiko K3 pada aktivitastambang di PT. Adaro Indonesia Site Tanjung Tabalong Kalimantan SelatanTahun 2013. Penelitian ini adalah deksriptif analitik dengan pendekatanobservasional. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi bahaya dan risikomenggunakan JHA (Job Hazard Analysis) dan analisis penilaian risiko semikuantitatif menurut AS/NZS ISO 31000 dengan mengalikan consequences,probability dan exposure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas tambang di PT Adaro Indonesia Site Tanjung Tabalong memiliki 182 risiko keselamatan dan kesehatan kerja.Kata kunci: risiko, batubara, aktivitas tambang.
Coal mining industry is an industry with high risks of occupational healthand safety. Hence, it is considered important to conduct a risk assessment andevaluation on occupational health and safety in a coal mining industry. Theexpected result of the assessment and evaluation is an improvement of significantefforts in decreasing occupational accident and illness rate, and also fatality rate incoal mining activities.Focus of this study was OHS risk assessment and evaluation on miningactivity in PT. Adaro Indonesia Site Tanjung Tabalong South Kalimantan in 2013.This study was analytical descriptive using observational approach. This studyused Job Hazard Analysis for hazard and risk identification, and semi-quantitativerisk assessment method by multiplication of consequences, probability, andexposure score. The result of this study showed that mining activity in PT. AdaroIndonesia Site Tanjung Tabalong has 182 OHS risks.Key words: risk, coal, mining activities.
Read More
S-8128
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Agustina Wahyuningtias; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Mufti Wirawan, Muhammad Arsyis Soulisa, Cahyanul Uswah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji hubungan serta pengaruh Iklim Keselamatan Psikososial terhadap kejadian perundungan di tempat kerja di PT WID (perusahaan pembangkit tenaga listrik) yang melibatkan enam area kerja pembangkit listrik di seluruh Indonesia.Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang (cross- sectional study) dengan melibatkan 100 orang tenaga kerja di lini bisnis Operational & Maintenance yang memiliki usia di atas 17 tahun dan pengalaman kerja minimal 6 bulan, untuk ikut berpartisipasi dalam pengisian kuesioner Psychosocial Safety Climate (PSC 12) untuk mengukur tingkat iklim keselamatan psikososial dan Negative Acts Qustionnaire-Revised (NAQ-R) untuk mengatahui tingkat kejadian perundungan di perusahaan. Hasil: Hasil analisa menunjukkan bahwa Iklim Keselamatan Psikososial berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kejadian perundungan di tempat kerja di perusahaan, dengan arah hubungan negatif dan berkekuatan sedang (p-sig=0,003; r=0,292; ß=-0,257). Selain itu hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa Komitmen Manajemen memberikan pengaruh yang signifikan (p-sig= 0,013) terhadap penurunan tingkat perundungan di tempat kerja, dibandingkan Prioritas Manajemen, Partisipasi Organisasi dan Komunikasi Organisasi. Simpulan: Hal ini menunjukkan jika terjadi kenaikan satu tingkat Iklim Keselamatan Psikososial maka terjadi penurunan Tindakan perundungan sebesar 0,257. Dimana Komitmen manajemen menjadi variable yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap penurunan tingkat perundungan di tempat kerja
This study aims to determine and examine the relationship and influence of the Psychosocial Safety Climate on the incidence of workplace bullying at PT WID (a power generation company) involving six power plant work areas throughout Indonesia. Method: This was a cross-sectional study involving 100 workers in the power plant industry who were above 17 years of age and with a work experience of at least 6 months. These workers participated in this study by filling out the Psychosocial Safety Climate (PSC 12) to measure the level of psychosocial safety climate and Negative Acts Questionnaire-Revised (NAQ-R) to determine the incidence of bullying in companies Results: The results of the analysis show that the Psychosocial Safety Climate has a significant effect on the incidence of bullying in the workplace in the company, with a negative relationship direction and moderate strength(p-sig=0,003; r=0,292; ß=-0,257). In addition, the results of multiple linear regressions show that Management Commitment has a significant effect (p-sig = 0.013) on the decrease in bullying levels in the workplace, compared to Management Priority, Organizational Participation and Organizational Communication. Conclusion: This shows that if there is an increase in one level of Psychosocial Safety Climate, there will be a decrease in bullying actions by 0.257. Where management commitment is the variable that has the most dominant influence on reducing the level of bullying in the workplace
Read More
T-6254
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diniyah Indah Fahmi Putri; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Junaidi, Ade Kurdiman
Abstrak: Indonesia merupakan negara penghasil batu bara terbsesar kedua di Asia Pasifik. Industribatu bara merupakan salah satu industri penopang utama ekonomi Indonesia. Aktivitasindutri batu bara cukup banyak di Indonesia. Industri batu bara merupakan industridengan tingkat risiko tingi (high risk). Data internasional dan nasional menunjukan angkakematian dan kecelakaan di industri batu bara cukup tinggi. Beberapa hasil penelitianmenemukan bahwa salah satu penyebab terjadinya kecelakaan tersebut yaitu prosespenilaian risiko yang tidak efektif dan effisien. Penelitian ini merupakan studi deskriptifdengan pendekatan studi kasus (kajian) terhadap implementasi penilaian risiko padaaktivitas hauling batu bara PT.HPU jobsite MGA dan melakukan analisis bandingterhadap hasil tinjauan literatur penilaian risiko yang ideal. Tujuan dari penelitian ini yaitumengetahui proses penilaian risiko yang ideal berdasarkan literatur dan melakukananalisis banding dengan salah satu contoh pelaksanaannya di lapangan guna mengetahuiperbedaan dan persamaan antara konsep yang ideal dengan praktek di lapangan. Hasilpenelitian menunjukan terdapat beberapa perbedaan pada pelaksanaan penilaian risikopada literatur dan kasus. Dalam literatur identifikasi bahaya & risiko dapat menggunakanmetode tertentu yang sudah dilengkapi dengan form penilaian sementara kasus hanyamenggunakan brainstorming dan form yang dikembangkan sendiri. Selain itu, terdapatbeberapa komponen yang belum teridentifikasi dengan lengkap di dalam kasus namundisebutkan di dalam literatur. Pada tahap analisis, perbedaan terdapat pada prosespenentuan nilai probabilitas kejadian dimana literatur menggunakan analisis FTA atauETA sementara kasus masih melibatkan professional judgment semata. Namun secarakeseluruhan, hasil analisis banding terhadap pelaksanaan penilaian risiko pada kasus danproses penilaian risiko yang ideal berdasarkan literatur tidak menunjukan perbedaan yangbesar dan signifikan.Kata kunci: penilaian risiko; studi kasus; tinjauan literatur; analisis banding (komparasi);pertambangan batu bara.
Read More
S-10286
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitria Nurbaidah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Annette Suzanne
S-6084
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martha Dina Apriliana; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Didik Triwibowo
Abstrak: Kecelakaan yang berkaitan dengan lalu lintas dan insiden yang berkaitan dengan kendaraan menjadi penyebab utama kecelakaan di area pertambangan. Salah satu penyebabnya adalah kelelahan pada operator truk tambang. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan gambaran kelelahan subjektif dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan subjektif pada operator kendaraan tambang batu bara di area mining dan hauling PT Adaro Indonesia. Faktor-faktor risiko yang diteliti meliputi faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status gizi (IMT), lingkar leher, keluhan kesehatan, kuantitas tidur, dan kualitas tidur) dan faktor risiko terkait pekerjaan (area kerja, masa kerja, shift kerja, commuting time, dan lingkungan kerja terutama temperatur, kebisingan, getaran, dan pencahayaan). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kuesioner yang disebarkan secara dalam jaringan (daring), yang meliputi kuesioner karakteristik individu dan pekerjaan, Fatigue Assessment Scale (FAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji chi-square serta uji regresi logistik ganda model prediksi. Besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 436 operator, namun data yang berhasil dianalisis adalah sebanyak 440 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 operator (29,5%) mengalami kelelahan subjektif. Hasil analisis statistik inferensial menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko tidak terkait pekerjaan, yaitu status gizi (IMT gemuk dan obesitas), keluhan kesehatan, dan kualitas tidur terhadap kelelahan subjektif pada operator. Hasil analisis statistik inferensial juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko terkait pekerjaan, yaitu masa kerja, temperatur, kebisingan, getaran, dan pencahayaan, terhadap kelelahan subjektif pada operator. Sementara itu, hasil analisis inferensial menggunakan uji regresi logistik ganda model prediksi menunjukkan bahwa kualitas tidur merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kelelahan subjektif pada operator.
Accidents related to traffic and incidents related to vehicles are the main causes of accidents in mining areas. One of the causes is fatigue on mining truck operators. This study was conducted to describe subjective fatigue and analyze risk factors related to subjective fatigue in coal mining vehicle operators in mining and hauling area of PT Adaro Indonesia. The risk factors studied included non-work-related risk factors (age, nutritional status (BMI), neck circumference, health complaints, sleep quantity, and sleep quality) and work-related risk factors (work area, length of work, shift work, commuting time, and work environment, especially temperature, noise, vibration, and lighting). The study was conducted from February to July 2022. The data used in this study came from a questionnaire distributed online, which included a questionnaire on individual and job characteristics, the Fatigue Assessment Scale (FAS), and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis with chi-square test and multiple logistic regression test for prediction models. The minimum sample size in this study was 436 operators, but the data that were successfully analyzed were 440 respondents. The results showed that as many as 130 operators (29.5%) experienced subjective fatigue. The results of inferential statistical analysis using the chi-square test showed that there was a significant relationship between risk factors not related to work, namely nutritional status (fat and obesity BMI), health complaints, and sleep quality on subjective fatigue in operators. The results of inferential statistical analysis also show that there is a significant relationship between work-related risk factors, namely working period, temperature, noise, vibration, and lighting, and subjective fatigue on operators. Meanwhile, the results of inferential analysis using multiple logistic regression test predictive models indicate that sleep quality is the most dominant variable associated with subjective fatigue in operators.
Read More
S-11040
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galih Kurniawan; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Widura Imam Mustopo
Abstrak:
Budaya keselamatan didefinisikan oleh Komite Penasehat untuk Keselamatan Instalasi Nuklir Inggris (ACSNI,1993) sebagai produk dari individu dan organisasi berupa nilai, sikap, persepsi, kompetensi, dan pola tingkah laku yang menentukan komitmen, gaya, dan kemampuan organisasi dalam manajemen kesehatan dan keselamatan (HSE, 2005). Sedangkan iklim keselamatan kerja adalah persepsi dan cara pandang pekerja atas kebijakan, prosedur, dan praktek kerja berkaitan dengan keselamatan yang dilakukan oleh manajemen (Ismail, 2015).Iklim keselamatan, sering digunakan untuk menggambarkan output budaya keselamatan organisasi yang lebih 'nyata', dan dengan demikian memberikan fokus nyata untuk penilaian beberapa aspek budaya keselamatan (Health and Safety Executive (HSE), Offshore Safety Division of the HSE, 2010). Analisis iklim keselamatan melalui survei dapat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara dimensi penting keselamatan dalam suatu organisasi dan bagaimana hal itu dapat berkontribusi pada hasil keseluruhan budaya keselamatan (M.D. Cooper, 2000). Penelitian ini dilakukan di perusahaan minyak bernama PT. ABC. Data kecelakaan kerja PT. ABC disemua area produksinya (tahun 2014-2019) menyimpulkan bahwa 71% kecelakaan terjadi karena Unsafe act (immediate cause), dan 49% karena Human Factor (root cause). Didalam penelitian ini, penulis akan menganalisis penerapan iklim keselamatan kerja area produksi offshore. Hasil observasi lapangan terlihat adanya perbedaan penerapan aspek iklim keselamatan diantara pekerja berdasarkan jadwal shift, posisi / jabatan, status pekerja, durasi bekerja di Offshore, dan pengalaman kerja. Data- data inilah yang menjadi fokus penulis untuk dijadikan bahan penelitian dalam menganalisis iklim keselamatan kerja pada kategori-kategori tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian mixed methods yaitu sebagian data akan dinilai secara kuantitatif dan sebagian lagi akan dinilai secara kualitatif. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan in depth analysis (kajian yang mendalam). Alat yang digunakan untuk menganalisis aspek iklim keselamatan ini yaitu Offshore Safety Climate Assessment Toolkit yang dikembangkan oleh Loughborough University yang membagi persepsi pekerja menjadi tiga, yaitu persepsi sebagai individu, persepsi sebagai unit kerja, dan persepsi sebagai anggota perusahaan. Metode ini menggunakan media kuesioner yang melibatkan 95 responden (seluruh populasi) dan interview terhadap beberapa orang pemangku tanggung jawab keselamatan perusahaan sebagai targetnya

Safety culture has been defined by the Advisory Committee on Safety in Nuclear Installations (ACSNI,1993) as the product of individual and group values, attitudes and beliefs, competencies and patterns of behaviour that determine the commitment to, and the style and proficiency of, an organisation’s health and safety management (HSE, 2005) . While, safety climate is workers' perceptions and perspectives on policies, procedures, and work practices related to safety carried out by management (Ismail, 2015) . Safety climate is often used to describe the more ‘tangible’ outputs of an organisation’s safety culture (Health and Safety Executive (HSE), Offshore Safety Division of the HSE, 2010) . Safety climate analysis through surveys can be used to identify relationships between important dimensions of safety in an organization and how it can contribute to the overall results of safety culture (M.D. Cooper, 2000) . This research was conducted at an oil company called PT. ABC. Occupational accident data of PT. ABC in all production areas (2014-2019) concluded that 71% of accidents occur due to Unsafe act (immediate cause), and 49% due to Human Factor (root cause). In this research, the author will analyze the application of safety climate in offshore production areas. The results of observations show that there are differences in the application of safety climate aspects among workers based on shift schedule, position, status of workers, duration of work in offshore, and work experience. These data are the focus of the author to be used as research material in analyzing safety climate. The research conducted is mixed methods research in which some data will be assessed quantitatively and some will be assessed qualitatively. The results of the study were analyzed descriptively with in-depth analysis. The tool used to analyze aspects of the safety climate is the "Offshore Safety Climate Assessment Toolkit" developed by Loughborough University which divides workers' perceptions into three types, namely perception as individuals, perceptions as work units, and perceptions as company members. This method uses a questionnaire media that involves 95 respondents (the entire population) and interviews with several of the company's safety responsibility stakeholders as targets. From the safety climate analysis results obtained 8,16 values, where this can be interpreted that the workers' perceptions of safety values ​​are well internalized within workers both as individuals, as work units and as members of the company. Statistical calculations concluded that there were no significant differences in the application of work safety climate between  18 workers with a rhythm schedule of 2 weeks on / off, and 2 weeks on-1 week off (p (0,263)> 0.05) , workers with staff and non-staff positions (p (0,794)> 0.05), workers with indefinite time employment agreements and workers with certain time work agreements (p (0,881)> 0.05), workers with short term offshore employment and long term workers (p (0,953)> 0.05), and young / fresh graduate and experienced / experienced workers (p (0,065)> 0.05). There were significant differences in the application of work safety climate between workers with a rhythm schedule of 3 weeks on / off, and 2 weeks on-1 week off (p (0,000)< 0.05) and between workers with a rhythm schedule of 3 weeks on / off, and 2 weeks on/ off (p (0,003)< 0.05)

Read More
T-5831
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive