Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34284 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gusni Elvira; Pembimbing: Anwar Hassan, Luknis Sabri; Penguji: Zarfiel Tafal, Tri Astuti Y
T-2884
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Amalia; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dian Ayubi, Yuliani
Abstrak: Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan COVID-19 pada penderita hipertensi di Kota Depok Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada penderita hipertensi di Kota Depok, Jawa Barat bulan Agustus-September 2021. Pengumpulan data secara online menggunakan google form. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dalam skala 100, rata-rata skor untuk tiap variabel adalah pengetahuan sebesar 85,2, sikap sebesar 77,7, dan perilaku pencegahan COVID-19 sebesar 82,4.
Read More
S-10854
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Ayu Ramadhani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Putri Bungsu, Dharma Ningsih Dwi Putri
Abstrak:
Di Indonesia prevalensi kasus Diabetes Melitus (DM) pada anak meningkat 70 kali lipat pada tahun 2023. Jumlah kasus tersebut dibandingkan pada tahun 2010 yaitu 0,028 per 100 ribu jiwa, angkanya naik menjadi 2 per 100 ribu jiwa pada tahun 2023. Kasus penyakit DM pada anak di Kota Depok dilaporkan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Depok mencapai 109 kasus sepanjang tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku orang tua dalam melakukan pencegahan penyakit DM pada anak di Kota Depok Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, desain cross-sectional dilakukan pada 170 responden yang diambil secara quota sampling pada orang tua di Kota Depok. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis dengan uji Chi Square untuk melihat hubungan 11 variabel independen dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit diabetes pada anak. Hasil penelitian menunjukkan, responden memiliki perilaku pencegahan DM pada anak yang baik yaitu sebanyak 43,5%. Pendapatan (p=0,001), persepsi kerentanan (p=0,020), persepsi keparahan (p=0,030), persepsi manfaat (p=0,018), dan persepsi hambatan (p=0,046) menunjukkan hubungan dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit DM pada anak, sedangkan usia (p=0,085), jenis kelamin (p=0,378), pendidikan (p=0,530), pekerjaan (p=0,419), pengetahuan (p=0,425), dan self-efficacy (p=0,429) tidak berhubungan dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit DM pada anak. Perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya DM pada anak dan risiko yang terjadi jika anak terkena DM untuk meningkatkan kesadaran akan kerentanan dan keparahan terhadap penyakit DM pada anak.

In Indonesia, the prevalence of Diabetes Melitus (DM) cases in children will increase 70 times by 2023. Compared to 2010, where the number of cases was 0.028 per 100.000 population, this figure will increase to 2 per 100.000 population by 2023. Cases of DM disease in children in Depok City were reported by the Depok City Health Center to reach 109 cases throughout 2022. The aim of study is to determine the behavior of parents in preventing DM disease in children in Depok City in 2023. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design conducted on 170 respondents taken by quota sampling among parents in Depok City. Data were collected online using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, and analyzed using the Chi Square test to see the relationship between 11 independent variables and parental behavior in preventing diabetes in children. The results showed that 43.5% of respondents had good diabetes prevention behavior. Income (p = 0.001), perceived vulnerability (p = 0.020), perceived severity (p = 0.030), perceived benefits (p = 0.018), and perceived barriers (p = 0.046) were relation with parental behavior in preventing diabetes in children, while age (p = 0.085), gender (p = 0.378), education (p = 0.530), occupation (p = 0.419), knowledge (p = 0.425), and self-efficacy (p = 0.429) were not relation with parental behavior in preventing DM in children. Increase education and socialization related to the dangers of DM in children and the risks that occur if children develop DM to increase awareness of the vulnerability and severity of DM disease in children.
Read More
S-11491
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heryanto Sumbung; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Tri Krianto, Heny Rudiyanti, Sudirman
T-5330
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Zahidah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Ujang Lukman
Abstrak:
Perilaku seksual pranikah adalah aktivitas seksual yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan sah yang dapat berupa pegangan tangan, pelukan, ciuman, meraba daerah sensitif tubuh, hingga melakukan hubungan seksual. Data dari Survey Demografi Kesehatan Indonesia pada kelompok usia remaja 15-19 tahun menunjukkan kenaikan dalam persentase melakukan hubungan seksual pertama kali dari tahun 2012 hingga 2017. Tingginya kasus penyimpangan seksual pada remaja membuat hal tersebut menjadi isu strategis yang diangkat Kota Depok dan banyaknya kasus pernikahan dini serta temuan perilaku seks pranikah yang kurang baik pada remaja SMA di Kecamatan Sukmajaya membuat wilayah ini rentan terhadap perilaku seksual pranikah remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan niat pencegahan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi di SMA “X” dan SMA “Y” Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tahun 2023 berdasarkan theory of planned behavior. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan studi analitik observasional dan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik probability sampling dan metode simple random sampling untuk menentukan sampel dari populasi kelas XI di SMA “X” dan SMA “Y” tahun ajaran 2022/2023. Sampel di SMA “X” berjumlah 204 responden dan di SMA “Y” berjumlah 34 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel kategorik. Hasil penelitian menemukan bahwa siswa/i di SMA “X” memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah sebesar 85.5% dan siswa/i di SMA “Y” sebesar 91.2%. Sikap, pengaruh orang tua, dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah di SMA “X”. Artinya, siswa dengan sikap baik, pengaruh orang tua positif, dan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Sedangkan di SMA “Y” pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah. Artinya, siswa dengan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama antara pihak sekolah, Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, dan puskesmas untuk memperkuat kegiatan tentang kesehatan reproduksi remaja yang melibatkan peran orang tua dan siswa secara aktif dalam mencegah perilaku seksual pranikah.

Premarital sexual behavior is sexual activity carried out without legal marriage bond which can take the form of holding hands, hugging, kissing, touching sensitive areas of the body, to having sexual intercourse. Data from the Indonesian Demographic Health Survey in 15-19 year age group of adolescents shows an increase in the percentage of having sexual intercourse for the first time from 2012 to 2017. The high cases of sexual deviation among adolescents has made this a strategic issue raised by Depok City and the high number of cases of early marriage as well as findings of poor premarital sexual behavior among high school adolescents in Sukmajaya District, making this district vulnerable to adolescent premarital sexual behavior. The purpose of this study was to determine the determinants of intention to prevent premarital sexual behavior in students at SMA "X" and SMA "Y" Sukmajaya District, Depok City in 2023 based on the theory of planned behavior. This research is a quantitative research with observational analytic study and uses a cross sectional design. Sampling in this study was carried out using probability sampling techniques and simple random sampling methods to determine samples from the class XI population at SMA “X” and SMA “Y” for the 2022/2023 school year. The sample in SMA "X" is 204 respondents and in SMA "Y" is 34 respondents. The data analysis used chi square test to determine the relationship between categorical variables. The results of the study found that students in SMA "X" had a strong intention to prevent premarital sexual behavior by 85.5% and students in SMA "Y" by 91.2%. Attitude, parental influence, and peer influence was associated with intention to prevent premarital sexual behavior in SMA "X", meaning that students with good attitudes, positive parental influence, and positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Whereas in SMA "Y" peer influence was associated with the intention to prevent premarital sexual behavior, meaning that students with positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Therefore, cooperation between school, High School Development Division of the Education Office, and puskesmas is needed to strengthen activities on adolescent reproductive health which involve the active role of parents and students in preventing premarital sexual behavior.
Read More
S-11346
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jessica Apulina Ginting; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Ririn Arminsih Wulandari, Saksono Liliek Susanto, Monica Hutabarat
Abstrak:
Penyakit gigi dan mulut yang dialami oleh anak usia dini disebabkan oleh banyak faktor, namun kondisi kesehatan gigi dan mulut ini dapat dicegah serta diobati pada tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi ibu dalam melakukan upaya pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini berdasarkan Health Belief Models. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman pertanyaan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022-Januari 2023 pada 16 informan meliputi 6 informan utama dan 2 informan dari Sekolah X, 6 informan utama dan 2 informan kunci dari PAUD Y. Hasil Penelitian menunjukkan perilaku pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan ibu kepada anaknya adalah menyikat gigi, mengurangi makanan dan minuman manis, dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh persepsi kerentanan dan persepsi bahaya/kesakitan terhadap penyakit gigi dan mulut, persepsi manfaat dan hambatan untuk melakukan perilaku tersebut, memiliki kemampuan melakukan perilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya yang berasal dari kesadaran diri, pengalaman terkena penyakit gigi, dukungan orang sekitar, dan program sekolah. Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam mengupayakan pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak.

Oral diseases experienced by young children are caused by many factors, but these oral health conditions can be prevented and treated at an early stage. The purpose of this study was to analyze parent's perceptions in carrying out preventive actions for young children's oral health issues based on the Health Belief Models. This study used a qualitative approach with a case study design. Data collection was carried out by in-depth interviews using question guidelines carried out in December 2022-January 2023 on 16 informants including 6 main informants and 2 informants from School X, 6 main informants and 2 key informants from PAUD Y. The results showed that the preventive behavior of oral health issues carried out by parents to their children was brushing teeth, reducing sugary foods and drinks, and regular checks to the dentist. These behaviors are influenced by perceptions of susceptibility and perceptions of severity to oral and dental disease, perceptions of benefits and barriers to performing these behaviors, having the self-efficacy to perform these behaviors, and the presence of cues to action which come from self-awareness, experience of dental disease, support from surrounding people, and school’s programs. For this reason, it is necessary to improve parental behavior in seeking to prevent children's oral health issues.
Read More
T-6799
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Rahmawati Susila; Pembimbing: Dien Anshari, Tiara Amelia; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Zakiah, R. Arso Budiriyadi
Abstrak:
Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi gizi (fungsional, interaktif, dan kritikal), informasi, dan motivasi dengan keterampilan perilaku pencegahan anemia pada siswi SMA di Kota Depok. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, yaitu pemilihan kecamatan dan sekolah secara acak, kemudian pemilihan kelas untuk pengambilan responden ditentukan oleh pihak sekolah berdasarkan ketersediaan jadwal. Jumlah responden sebanyak 211 siswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson/Spearman serta regresi linier berganda. Hasil menunjukkan seluruh variabel independen berhubungan secara signifikan dan positif dengan keterampilan perilaku pencegahan anemia (p < 0.05), dengan nilai beta  motivasi (β = 0,209), diikuti literasi gizi interaktif (β = 0,204), kritikal (β = 0,169), fungsional (β = 0,149), dan informasi (β = 0,120). Meskipun nilai beta secara statistik dikategorikan kecil, secara praktis dalam konteks promosi kesehatan nilai tersebut dianggap sedang, karena menyasar faktor perilaku yang dapat diintervensi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan intervensi promosi kesehatan yang menyeluruh dan simultan untuk meningkatkan keterampilan pencegahan anemia pada remaja.

Anemia remains a public health problem in Indonesia, particularly among adolescent girls. This study aimed to analyze the association between nutrition literacy (functional, interactive, and critical), information, and motivation with behavioral skills for anemia prevention among senior high school girls in Depok City. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a multistage random sampling method, involving random selection of subdistricts and schools, followed by class selection for respondent inclusion as determined by the schools based on schedule availability. A total of 211 female students participated in the study. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using Pearson/Spearman correlation tests and multiple linear regression. The results showed that all independent variables were significantly and positively associated with anemia prevention behavioral skills (p < 0.05), with the highest beta value for motivation (β = 0.209), followed by interactive nutrition literacy (β = 0.204), critical (β = 0.169), functional (β = 0.149), and information (β = 0.120). Although the beta values were statistically categorized as small, they are considered moderate in practical terms within the context of health promotion, as they target modifiable behavioral factors. These findings highlight the importance of comprehensive and simultaneous intervention approaches to enhance anemia prevention skills among adolescents.
Read More
T-7244
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atidira Dwi Hanani; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Triyanti; Heni Rudiyanti, Enny Ekasari
Abstrak: Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk pencegahan berbagaipenyakit. Namun, masih banyak pelajar di Indonesia tidak melakukan aktivitas fisiksecara rutin. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan 33,4% remaja usia 15-19 tahun di JawaBarat kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik, dan Kota Depok merupakan kotadengan proporsi penduduk kurang aktif tertinggi di Provinsi Jawa Barat (40,5%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan aktivitas fisik pada siswa SMANegeri di Kota Depok Jawa Barat tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri oleh 358 siswayang dipilih secara acak dari lima SMA Negeri di Depok, dan dianalisis menggunakanuji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 54,2% siswaaktif dalam aktivitas fisik. Penelitian ini membuktikan pengetahuan (p=0,002OR=2,379, 95% CI 1,383-4,091), sikap (p=0,005 OR=1,888, 95% CI 1,209-2,949), danfasilitas (p=0,036 OR=1,673, 95% CI 1,035-2,704) berhubungan dengan aktivitas fisiksiswa, sedangkan dukungan keluarga sebagai variabel konfonding. Pengetahuanmerupakan faktor dominan yang berhubungan dengan aktivitas fisik, siswa yangmemiliki pengetahuan tinggi berpeluang 2 kali untuk aktif secara fisik dibandingkandengan siswa yang berpengetahuan rendah setelah dikontrol oleh sikap, fasilitas, dandukungan keluarga. Untuk itu, penyampaian informasi kesehatan mengenai aktivitasfisik, sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat di masyarakat, dan anjuran untukberaktivitas fisik di sekolah perlu dilakukan sebagai upaya untuk mendorong siswamenjadi lebih aktif.Kata kunci : aktivitas fisik, siswa, SMA
Physical activity has many health benefits, including the prevention of various diseases.However, many students in Indonesia were not physically active. The result of BasicHealth Research 2013 showed that 33.4% of adolescents aged 15-19 years in West Javawere not active in physical activity, and Depok was the city with the highest proportionof the least active population in West Java which was 40.5%. This study aimed todetermine the determinants of physical activity on senior high school students in Depok,West Java 2018. This study used cross sectional design, data was collected using self-administered questionnaire on 358 randomly selected students from five senior highschools in Depok, and analyzed using chi-square and multiple logistic regression tests.The result showed 54.2% students were sufficiently active. These findings revealed thatknowledge (p=0,002 OR=2,379, 95% CI 1,383-4,091), attitudes (p=0,005 OR=1,888,95% CI 1,209-2,949), and facilities (p=0,036 OR=1,673, 95% CI 1,035-2,704) relatedto physical activity while family support as confounding. Highly knowledgeablestudents had two-fold chance of being active in physical activity than low-knowledgestudents after being controlled by attitudes, facilities, and family support. Therefore, it isnecessary to deliver health information about physical activity, socialization of healthylifestyle in the community, and the encouragement for physical activity in schools as aneffort to encourage students to be more active.Key words : physical activity, student, senior high school.
Read More
T-5421
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eni Istita; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Meri Safriani
Abstrak:
Tuberkulosis ditetapkan sebagai penyebab kematian akibat agen infeksi tunggal terbesar kedua di dunia pada tahun 2022. Indonesia menempati peringkat kedua kasus tuberkulosis tertinggi di dunia, dengan kasus mencapai 724.309. Pada tahun 2021-2022, terdapat peningkatan 79,61% kasus tuberkulosis di Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Kenaikan kasus tersebut mengakibatkan tingginya risiko penularan, sehingga diperlukan perilaku kesehatan untuk mencegah penularan tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilodong tahun 2024. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan dari lembar kuesioner 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata perilaku masyarakat terhadap pencegahan penularan tuberkulosis dalam skala 100 adalah 80,3. Variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis paru meliputi jenis kelamin, pendapatan keluarga, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri, dengan nilai-p < 0,05. Usia tidak memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis paru. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberian informasi mengenai tuberkulosis paru kepada masyarakat dengan cakupan lebih luas agar dapat menekan angka kasus tuberkulosis.

Tuberculosis was the second leading cause of death from a single infectious agent globally in 2022. Indonesia ranked second worldwide for the highest number of tuberculosis cases, with 724,309 cases. In 2021-2022, there was a 79.61% increase in tuberculosis cases in Cilodong District, Depok City. This rise led to a high risk of transmission, necessitating health behaviors to prevent tuberculosis transmission. This study aims to analyze factors related to pulmonary tuberculosis transmission prevention behaviors in the working area of the UPTD Puskesmas Cilodong in 2024. The study used a quantitative method with a cross-sectional design. Data were collected from questionnaires distributed to 100 respondents. The average score for community behavior towards preventing tuberculosis transmission was 80.3 out of 100. Variables related to pulmonary tuberculosis transmission prevention behavior included gender, family income, knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy, with a p-value < 0.05. Age did not relate to prevention behavior. Therefore, providing broader information about pulmonary tuberculosis to the society is necessary to help reduce tuberculosis cases. Public awareness and education efforts are crucial to mitigating the spread of this disease.
Read More
S-11616
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gilar Sekar Pembajeng; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Helda; Silmy Kaaffah
Abstrak:
Kasus tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 420.994 kasus. Ada peningkatan kasus Tuberkulosis paru di Puskesmas Cinere, dimana jumlah kasus selama tahun 2021 sampai bulan Oktober 2021 tercatat 45 kasus dan meningkat menjadi 55 kasus sampai bulan Juli 2022. Tujuan penelitian ini adalah Mengindentifikasi faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Tuberkulosis paru pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cinere tahun 2022. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif, desain cross-sectional dilakukan pada 98 responden yang diambil secara quota sampling pada penduduk wilayah kerja puskesmas Cinere. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya serta analisis dengan uji Chi Square untuk melihat hubungan antara 8 variabel independen dengan perilaku pencegahan Tuberkulosis paru. Hasil penelitian ini menunjukkan, responden memiliki perilaku pencegahan Tuberkulosis paru yang baik yaitu dengan skor rata-rata 71,09 (skala 0-100). Hasil analisis mendapatkan, persepsi manfaat (p=0,001), efikasi diri (p=0,013), isyarat untuk bertindak (p=0,001) menunjukkan hubungan dengan perilaku pencegahan Tuberkulosis paru. Variabel jenis kelamin (p=0,568), pengetahuan (0,986), persepsi kerentanan (p=0,933), persepsi keparahan (p=0,558), dan persepsi hambatan (p=0,161) menunjukkan tidak adanya hubungan dengan perilaku pencegahan Tuberkulosis Paru. Pemberian edukasi melalui media massa maupun media sosial yang masif mengenai pencegahan Tuberkulosis diperlukan guna meningkatkan perilaku masyarakat dalam pencegahan Tuberkulosis.

Tuberculosis cases in Indonesia in 2017 reached 420,994 cases. There is an increase in cases of pulmonary tuberculosis at the Cinere Health Center, where the number of cases during 2021 to October 2021 was recorded 45 cases and increased to 55 cases until July 2022. The purpose of this study was to identify what factors are related to pulmonary tuberculosis prevention behavior in community in the working area of the Cinere Health Center in 2022. This research used a quantitative approach, a cross-sectional design was carried out on 98 respondents who were taken by quota sampling from residents of the working area of the Cinere Health Center. Data were collected online using a questionnaire that had been tested for validity and reliability as well as analysis with the Chi Square test to see the relationship between 8 independent variables and pulmonary tuberculosis prevention behavior. The results of this study indicate that respondents have good pulmonary tuberculosis prevention behavior with an average score of 71.09 (scale 0-100). The results of the analysis obtained, perceived benefits (p=0.001), self-efficacy (p=0.013), cues to act (p=0.001) showed a relationship with pulmonary tuberculosis prevention behavior. Variables of gender (p=0.568), knowledge (0.986), perceived vulnerability (p=0.933), perceived severity (p=0.558), and perceived obstacles (p=0.161) showed no relationship with pulmonary tuberculosis prevention behavior. Provision of education through mass media and massive social media regarding TB prevention is needed to improve people's behavior in TB prevention
Read More
S-11172
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive